
“Tiana ratu ku"
"Ya Raja firaun ku"
"Kok firaun sih, gak ada Raja yang bagusan dikit gitu!"
"Ok Raja namrud"
"Jiah gak ada bagus-bagusnya, Ti denger ya kamu itu bukan wanita lemah. Tiana yang ku tau adalah wanita super kuat dan tangguh setrong kokoh dan terpercaya. I know ini berat buat kamu tapi ada banyak orang-orang disekeliling kamu yang bakal suport kamu selalu"
"Jangan nyerah, jangan bersedih, kamu focus sama kandungan kamu ingat apa yang kamu rasakan baby di perut kamu juga ikut merasakannya"
"Ti boleh aku elus perut kamu?"
Tiana mengangguk, menyetujui permintaan Raja.
"Hola baby, kamu stay cool didalam sana ya keep calm sampai waktunya kamu launching nanti. See u next time ya baby kita semua gak sabar nunggu kamu lahir ke muka bumi ini"
Raja mengelus perut Tiana pelan.
"Tiana"
Tiana dan Raja sontak mengarahkan pandangannya ke arah suara itu, binggo coba tebak siapa?
"Papih" sahut Tiana
Sementara Raja salah tingkah, untung saja dia tidak bersikap tengil seperti biasa hampir dia mengecup perut Tiana. Apa kata papi Tiana nanti kalau sampai itu terjadi.
"Kamu sedang ada tamu?"
"Ah kenalin pih ini Raja teman kerja Tiana di d’chef"
"Raja om"
"Ya, kalau gitu papih ke kamar dulu nanti kita lanjut bicara. Kalian lanjutin deh obrolan kalian"
"Ok pih"
Raja terlihat kikuk, kira-kira papih Tiana gimana orangnya.
"Dieum aja, ayok minum biar relax tenang papih gak makan cowo playboy kok paling di dor"
"Waduh jangan ngadi-ngadi kau ya"
"Chill dong ayok minum hehe"
Sambil nunggu papihnya Tiana masih asik ngobrol dengan Raja, selalu ada pembahasan dan cerita yang buat Tiana tertawa-tawa.
Sosok Raja yang seperti ini yang dulu bisa buat Tiana luluh dengan Raja, tapi sepertinya untuk saat ini maupun kedepannya hubungan mereka akan lebih baik hanya sebatas teman saja itulah yang Tiana pikirkan.
Raja sendiri sudah memiliki kekasih yaitu serly anak magang yang dulu sempat masuk di d’chef. Hubungan Raja dan Serly terhitung lancar, dan Raja tidak yakin kalau Tiana ingin kembali merajut kasih dengan nya.
__ADS_1
"Neng dipanggil Tuan ke ruang depan bareng temennya" muncul Ema dari arah dalam menyampaikan pesan papih.
"Ok ma, terimakasih"
"Sama-sama neng"
Ema terlihat bahagia melihat nonanya yang lebih ceria kali ini.
"Papih panggil kita?"
"Ia ayo duduk nak Raja"
"Papih tumben jam segini udah pulang"
"Nanti malam papih harus pergi ke malaysia, besok pagi ada kerjaan disana yang mendadak banget"
"Berapa lama pih" tanya Tiana sendu
"Kalau lancar tiga empat hari papih sudah balik"
"Hmmm"
"Kamu gak masalah kan?”
"Ia pih, lagian nanti sore Vita mau kesini dia mau nginap disini"
Pandangan papih Tiana mengarah ke arah Raja menatapnya dengan seksama
"Ah y-ya om saya ga lama balik kok tapi besok saya kesini lagi boleh kan om? Kebetulan orang tua saya tinggal di Bandung juga jadi sekarang saya mau pulang kerumah mereka"
"Ooo ya ya, papi kira"
"Papi kira Raja mau nginep disini juga?"
"Gak apa-apa kok kalau mau, kan ada banyak yang ngawasin juga disini"
"Saya rasa tidak deh om, lagipula sudah lama saya tidak pulang kerumah"
"Ok"
"Mm om, Tiana sepertinya saya harus pamit pulang sekarang karna sudah terlalu lama saya disini, dari tadi saya ngoceh gangguin putri om. Kasihan baby harus istirahat" Raja tersenyum hangat.
Perihnya Tuan Adnan melihat perlakuan Hangat Raja terhadap Tiana, andai Jack bisa bersikap seperti itu juga. Syukurlah anaknya kini sudah sedikit berseri paling tidak Tn Adnan tidak merasa cemas meninggalkan Tiana karna ada orang-orang yang akan menjaganya.
Setelah Raja berpamitan pulang Tuan Adnan masuk kembali ke kamarnya dan tak lama Vita datang, namun Tiana tengah tertidur di kamarnya.
"Neng Vita, neng Tiana tidur"
"Ia gak apalah bi Warsih saya tunggu depan tv saja sampai dia bangun, o ya Raja tadi pulang jam berapa?"
"Jam 3 sorean kayaknya neng"
__ADS_1
"Oh ok lah, bi saya haus boleh minta tolong air putih dingin ya bi"
"Siap neng mau cemilannya sekalian gak?"
"Mmm enggak deh bi makasih"
Lama-lama Vita ketiduran juga di depan tv
"Weeeh sejak kapan ni bocah kesini bi?"
"Sejam yang lalu neng, tadi neng Tiana tidur kata neng Vita biarin aja eh taunya neng Vita juga ketiduran"
Tn Adnan sudah pergi dia pergi dengan perasaan tenang lantaran putriny ada yang menemani, Tiana mengantarkan Tn Adnan sampai pintu gerbang tidak seperti biasanya.
"Papih harus pergi jam segini? Gak bisa besok pagi saja pih, atau papih cancel gitu kerjaan disana" bujuk mania Tiana.
"Sayang ini penting untuk perusahaan, kan ada Vita besok Raja juga bakal dateng lagi kan lagian ada yang lainnya dirumah"
"Mungkin baby gak mau grandpanya pergi, Tiana juga ga ngerti ko semelow ini"
"Ia sayang papih gak lama kok, begitu selesai urusanny papih langsung pulang ok. Tiana mau papih bawakan oleh-oleh?"
"Enggak deh pih, kalau gitu papih hati-hati ya kaga diri papih jangan telat makan"
"Duh rasanya udah lama anak papih ga secerewet ini, ia sayang papih pergi sekarang ya."
Tiana hanya mengagguk, Tn Adnan dianta pak Rahmat sampi bandara, tdinya Tiana pun merengek untuk antar smpi bandara.
"Sih Ema jagain Tiana ya, kalau ada apa-apa segera hubungi saya"
"Baik Tuan" jawab Ema dan Bi Warsih berbarengan.
"Vita tetaplah disini temani Tiana selama om pergi"
"Beres om tenang aja"
Setelah kendaraan milik Tn Adnan melaju, Tiana masih menatap kepergin papihnya.
"Beb udah ayok masuk kayaknya mendung mau ujan nih anginnya kenceng banget" ajak Vita
Tiana tak banyak bicara dia mengekori Vita yang sudah masuk duluan.
"Neng ayo makan, jangan diliatin aja makan malamnya" seru Ema.
"Ah masakan kalian memang selalu juara" Vita memuji habis masakan kolaborasi Ema dan Bi Warsih.
"Hem siapa dulu dong" Ema berbangga diri di ikuti dengan senyuman mereka dimeja makan
"Hah padahal ini enak, tapi papih tadi gak sempet makan bahkan cuma sesuap" ucap Tiana lesu
"Yah mau gimana lagi neng namanya juga Tuan sibuk, nanti kalau Tuan pulang bibi masakin makanan yang lebih enak lagi deh biar Tuan betah dirumah terus jadi gak ninggalin neng Tiana jauh-jauh"
__ADS_1
"Hehe terimakasih bi Warsih"