Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 43


__ADS_3

Tiana yang pernah dibuat bingung sesaat, Tiana yang pernah terseok-seok oleh ulah seorang pria yang katanya mencintainya tapi bersikap seolah olah ingin melepasnya.


Kelurga Jack yang menekan dan menyalahkan Tiana atas perubahan Jack.


Teman-teman Jack yang tidak habis berulah tapi Tiana lah yang disalahkan atas sikap perubahan Jack.


Anya yang tiba-tiba muncul ditengah hubungan Jack dan Tiana yang sedang goyah.


Para lelaki yang terus silih berganti mendekati Tiana.


Raja mantan Tiana si playboy cap resto yang selalu mencoba merangsek masuk kembali ke kehidupan Tiana.


Vandy bos casanova yang memiliki koleksi model cantik yang bersikukuh ingin menjadikan Tiana istri.


"Arrrrrh sialan kalian semua"


"Ti!"


"Ya mih"


"Kenapa teriak? apa perut mu sakit?"


"Nothing mih, stress release"


Sudah 2 bulan Tiana dan Mamihnya tinggal jauh dari Indonesia, Tiana memiliki rutinitas baru sebagai calon ibu, mengikuti parenting class, yoga prenatal, sesekali Tiana dan mamihnya pergi ke pusat perbelanjaan membeli keperluan bayi kecilnya yang akan hadir sebentar lagi.


"Ti, selesai melahirkan apa kamu tidak ingin kembali ke Bandung melanjutkan perusahaan papih?"


"Tiana belum tau, kenapa mamih mau pulang ke Bandung?"


"Bukan begitu, paman kamu kan juga punya perusahaan sendiri kasian kalau dia harus ngelola perusahaan papih mu juga kan."


"Tiana belum tau mih, kita lihat saja nanti setelah anak ini lahir. Lagipula rencananya Tiana mau ambil kuliah managment bisnis disini. Kalaupun Tiana harus mengelola perusahaan paling tidak Tiana kan harus kompeten kan mih, kalau tidak bagaimana nanti para direksi dan pemegang saham lainnya percaya kalau perusahaan dikelola sama Tiana."


"Ia, yah apapun keputusan kamu kedepannya mamih akan selalu mendukung kamu dan menemani kamu kuga cucu mamih yang sebentar lagi bakal lahir kedunia ini"


"Aw, baby seneng kayakny denger suara omahnya"


"O yah, dia nendang ya Ti?! Mamih jadi inget waktu hamil kamu dulu" mamih Tiana tersipu kala mengenang masalalunya.


Selagi Tiana menata kehidupannya kembali, Jack semakin mer

__ADS_1


"Mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini Jack? Ayolah jangan kekanakan, kamu harus semangat."


"Anya, kamu tidak lelah menanggapi sikap aku yang seperti ini? Bukan kah ini sudah terlalu lama untuk kamu menunggu aku bangkit?"


"Aku akan selalu menunggu Jack yang biasany kembali, ayok beraktifitas seperti semula. Kuliah magang hangout bareng Leo dan lainnya"


"Tapi untuk apa, aku sudah tidak ada rasa semangat untuk menjalani semu ini. Kekasih ku pergi membawa anak kami, merekalah penyemangat ku tapi mereka entah dimana sekarang"


"Tiana mana mau dengan lelaki lemah begini, paling tidak kamu harus bangkit nanti kita cari mereka sama-sama."


"Ya kan aku lemah makanya Tiana pergi dia tidak yakin untuk membesarkan anak kami bersama-sama"


"Bukan begitu maksud ku Jack"


Jack selama ini hanya mengurung dirinya dikamar, dia hidup layaknya mayat hidup.


Sahabat-sahabatnya datang silih berganti menemui Jack, orang tua besert kakak dan adiknya pun sudah menyerah membujuk Jack untuk bangkit kembali.


Tapi masih ada Anya yang dengan setia nya menemani keterpurukan Jack dengan sabarnya Anya mendengarkan semua keluh kesah Jack.


Beberapa kali Jack ditemani Anya menemui Ema ke bandung atau bahkan menemui Vita tapi tidak ada kabar dimana keberadaan Tiana.


Sepulang mereka dari Bandung Anya mengajak Jack mampir ke sebuah tempat ibadah.


"Ngapain kesini?"


"Jack, kamu tidak rindu dengan Tuhan? Hatimu sudah terlalu lama dibiarkan kering jiwa kamu memerlukan ini, aku punya kenelan Pendeta disini mungkin kamu bisa menemukan ketenangan setelah bicara dengan beliau."


Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya,Jack menuruti saja permintaan Anya.


Ditempat lain ada seorang pria paruh baya yang tak kalah uring-uringan.


"Apa Tiana sekarang sudah melahirkan, anakny lelaki atau perempuan ya?"


"Entahlah"


"Apa Tiana baik-baik saja, dengan siapa dia sekarang ya?"


"Sebetulnya kemana Tiana pergi, ingin rasanya Uncle temuin dia ngajakin dia nikah sekalian. Uncle tidak masalah biarpun dia telah beranak"


"Hmmm"

__ADS_1


"Raj kamu ini dari tadi uncle ajak kamu bicara cuma, entah hmm entah hmmm. Jawab dong yang betul, masa gitu sih ngomong sama unclenya"


"Lah, aku kudu otoke dong uncle. Lagian aku ga tau beneran dimana tu anak sama siapa keadaanya gimana, gak ada yang tau rimbanya dimana"


"Apa uncle sewa detektif swasta buat nyari dia ya"


"Mau apa sih uncle cari Tiana, mungkin dia udah bahagia sama anak dan suaminy."


"Memang si Jack nikahin dia?"


"Ya enggak sama Jack juga sih, siapa taukan ini udah hampir 6thhn mana mungkin cewe secantik Tiana dianggurin begitu lama. Cowo mana pun pasti nyosor dan rela ngelakuin apa aja buat dia. Yah cuma satu cowo goblok modelan si Jack aja sih sebenernya yang lepasin Tiana gitu aja, apalagi mereka punya anak."


"Ah kamu bikin Uncle putus harapan aja"


"Uncle itu lebih cocok jadi grandpanya anak Tiana, mana enak keliatannya dia nanti kalau manggil uncle papah haha"


"Usia uncle boleh tua tapi jiwa dan fisik uncle 100% masih terlihat muda"


"Uncle berjejer model-model cantik yang deketin temen-temen bisnis uncle juga banyak yang seusia uncle yang mau sama uncle, kenapa juga ngarepin Tiana yang entah dimana kabar keberadaanya. Uncle makin tua ga kasian sama abah dan umi yang udah nungguin Uncle menikah, sudah mau kepala 5 ish astaga tua bangka satu ini"


Bughhh sebuah bantal kursi melayang tepat diatas kepala Raja


"Dasar keponakan ga berguna, sana pergi balik kerja jangan ganggu uncle keluar kamu dari ruangan uncle"


"Nah kan begitu kalau udah sepuh gampang merajuk, dasar kake kakek"


\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-


"Malam ini dihadapan teman-teman dan seluruh keluarga dihari ulang tahun kamu. Aku meminang kamu Anya, mau kah engkau menerima lamaran ku?"


"Jack" penantian panjang Anya membuahkan hasil, dia mengangguk menyetujui pinangan Jack.


Dihadapan keluarga mereka, dan para kerabat lainnya Jack memutuskan untuk meminang Anya, tapi kedua nya tidak memutuskan untuk langsung menikah. Mereka bertunangan sementara Jack harus bekerja kelur kota karna ada project dari kantornya.


Jack membuka kantor arsitek bersama Fang dan Vian. Sebulan lalu ada seorang client yang mau membuat sebuah resort di lombok, Jack yang menangani project itu sebagai perwakilan harus menghadiri meeting dilombok.


"Baru aja tunangan kamu sudah mau tinggalin Anya, kenapa ga sekalin nikah aja kan kalian bisa bulan madu sekalian dilombok" ujar mama Jack.


"Ma masih banyk persiapan yang harus Jack dan Anya urus, Jack ke lombok kerka bukan mau liburan apalagi honeymoon"


"Ya sih tapi kok sampai berbulan-bulan Jack"

__ADS_1


__ADS_2