Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 18 Mommy is calling...


__ADS_3

Padahal natal sudah berlalu tapi Jack masih menghilang, kekasihnya itu belum juga memberikannya kabar.


Mungkin Jack sibuk dengan keluarganya pikir Tiana, masih mencoba untuk berpikir positif.


Tengah asik memainkan hp nya Tiana melihat live story milik Jack di social media


Dari situasi yang terlihat itu seperti disebuah bar, rupanya Vian yang tengah memegang kendali atas hp Jack terlihat disana Jack dengan sedikit kesadarannya tengah asik berjoget bersama perempuan yang terus menempel dibagian depan Jack sementara teman-temannya asik meneriakinya.


"Ini yang kau nama kan kumpul keluarga!" geram Tiana.


"Ayoook one shoot Jack, come on boy masa nyerah. Haha" Fang tampak memanasi Jack, dia tau Jack type orang yang kalau dipanasin akan semakin menjadi.


"One shot one shot one shot!" giliran Leo yang mengompori.


"Nggak curang lu semua, lagi-lagi mau bikin gw K.O lu dong Leo masa gw terus sih" Jack mulai protes, dia sadar teman-temannya kali ini bermaksud membuatnya hilang kesadaran lagi.


"Ok gw minum ni langsung dari botolnya"


"Haha Leo sudah gila" Vian ikut bersuara


"Leo gw mau bawa balik dia boleh nggak?" bisik perempuan yang tadi berjoget bersama Jack


"Lah sikat mak!" disetujui oleh Leo, Vian dan Fang cekikian melihat kelakuan Leo.


Jack sadar tak sadar, tiba-tiba ingat Tiana perasannya mulai tak tenang.


"Gw cabut duluan ya?"


"Loh mau kemana, baru jam segini!" Jefa mencoba menahan Jack yang hendak meinggalkan mereka.


"Cewe gw nungguin pasti, kita kumpul lagi deh lain waktu ya!"


"Yah gitu lo Jack ga setia kawan, padahal ini hari gw ulang tahun. Apalah arti seorng Fang dimata Lo"


"Dih lebay, asli pening banget gw!"


"Nanti kita nginep ditempat lo, jangan khawatir biar gw yang nyetir. Gw ga hangover kok" Vian ikut membujuk Jack, dan itu berhasil.


Rencana Leo dan Jefa berhasil, Jack tengah tertidur pulas dikasur milik Jefa. Betapa bahagianya Jefa karna mendapatkan lelaki yang dia mau. Keduanya sama-sama tak mengenakan pakaian saling berpelukan, pakaian mereka berserakan.


"Mama... maaa" terdengar suara anak kecil memanggil-manggil ibunya.


"Ken, mama masih istirahat ken main sama mbak saja ya? bujuk sang pengasuh.


"Nggak mau keanu mau mama!" anak bernama Keanu itu masih menggedor pintu kamar mamanya.


Jack mengerjapkan matanya, sayup-sayup terdengar suara anak kecil dan mengetuk kamar.


"Jefa kamu? kita semalam?"


"Kenapa baby?"


"Leo dan lainnya kemana? kok aku disini?"


Jack mengingat apa yang semalam dilakukan olehnya.


"Oh sial!" dia mendengus kesal dan buru-buru mengenakan pakainnya.

__ADS_1


"Nanti ku hubungi, sekarang aku harus segera pulang."


"Tapi Jack?"


"Sorry Jefa atas apa yang terjadi semalam."


...****************...


Mommy is calling...


"Assalamuallaikum Mom, ada apa tak biasanya?"


"Waalaikumsallam Tiana sayang kamu dimana nak? Nak pulang segera bisakan. Ada yang mau Mommy sama Papi sampaikan"


"Apa ada hal penting?"


Pagi itu Tiana terburu-buru meninggalkan apartemennya, dia sudah ijin kepada Evandy untuk cuti sementara tugasnya dicover oleh melki.


Jackie telat beberapa menit sehingga saat dia sampai didepan pintu apartemen, Tiana sudah pergi.


"Apa dia pergi kerja ya" gumam Jack dalam hati, dia memutuskan untuk menemui Tiana di tempat kerjanya.


"Hei bro tumben jam segini mampir"


"Melki Tiana ada gak? gw cari di apartemennya kok sepi ya?"


"Loh dia ga ngasi tau kalo hari ini dia cuti?"


"Enggak bro kemana ya dia?" pencarian Jack belum berhasil ternyata di resto pun Tiana tidak ada, dan tidak ada satupun yang tau kemana Tiana pergi.


Merasa tak mendapatkan jawaban Jack yang mulai lelah memutuskan untuk pulang.


Satu minggu kebelakang dia disibukan dengan acara natal malam terakhir dia diajak teman-temannya ke club kali ini dia benar-benar mengabaikan Tiana.


Raja send massage


"Are you oke Ti?"


send massage to Raja


"i'm ok, kenapa?"


Raja send massage


"Risau aja tiba-tiba denger dari Melki kamu cuti.


send massage to Raja


"nyari kitab suci dulu ke barat!"


Raja send massage


"wkwkwk gak waras lu, ok deh hati-hati. Kabari kalau ada apa-apa ya?"


send massage to Raja


"yepsss!"

__ADS_1


Ada beberapa pesan dari Jack dan semua panggilan darinya dialihkan.


Tiana memilih untuk mengabaikan Jack sementara waktu, dia lebih tertarik dengan apa yang akan disampaikan Mommy dan Papinya nanti.


Setelah beberapa jam ditempuh karna harus melalui kemacetan dipintu keluar tol, Tiana sampai disambut oleh Ema orang yang bekerja dirumah orang tuanya.


Usia ema tak jauh dari Tiana, biasanya ema yang akan menemani Tiana kalau orang tua Tiana sibuk bekerja. Ema adalah anak dari pak Rahmat supir pribadinya papi.


"Apa kabar neng, si neng meni kurus banget. Pasti cape yah ayok masuk neng, Ema masakin masakan kesukaannya neng Tiana."


"Baik, makasih yah Ema! kamu apakabar?"


"Baik neng, rumah makin sepi semenjak neng Tiana pergi dari rumah ini"


"Tiana kamu sudah datang sayang? em mommy kangen banget sama kamu. Kamu tinggal dimana sih selama ini mommy khawatir banget tau."


"Papi mana? ada apa sampai kalian mau aku pulang?"


"Papi masih dikantor nanti sore dia pulang, mommy udah kasih tau kalau anak gadis nya mau pulang hari ini."


Saat makan malam diantara Tiana mommy dan papinya masih saling diam sepertinya tidak ada satupun yang antusias makan bersama saat itu.


Sampai akhirnya Tiana memberanikan diri untuk memulai percakapan.


"So apa yang kalian mau sampaikan?" Papi Tiana melirik ke arahnya kemudian menatap sang istri.


"Tiana papi dan mommy memutuskan untuk berpisah"


Tiana terdiam sejenak berusaha mencerna perkataan sang papi


"Akhirnya yang aku tunggu-tunggu terjadi. Baguslah terus kenapa mesti aku pulang? Aku kira mommy atau papi ada yang sekarat!"


'plaaak' mommy menampar pipi Tiana


"Kamu, pergi dari rumah, ini yang kamu pelajari hah? sopan santun kamu mana didepan orang tua?"


"Mam jangan kasar, dan kamu Tiana kenapa cara bicara mu seperti itu"


"Kalian ini sedang bermain rumah-rumahan atau apa sih. Sebetulnya sudah sangat lama aku berharap kalian berakhir. Mommy punya simpanan lelaki muda kan mom? dan papi selama ini pura-pura sibuk bekerja demi anak istri semata-mata hanya untuk menutupi kekecewaan papi kan. Papi tau mommy main gila diluaran sana kenapa papi gak marah kenapa papi biarin mommy kayak gitu aja" air mata Tyana tidak lagi dapat ditahan, perasaan campur aduknya benar-benar berhasil menguras air matanya dan keluar tanpa mampu lagi Tiana tahan.


"Tiana kamu gak boleh bicara kayak gitu tentang mommy kamu. Bagaimanapun dia adalah ibu kamu."


"Bertahun tahun aku pendam perasaan kecewa ku sama mommy, tapi aku lebih kecewa sama papi kenapa papi sepecundang itu menghadapi mommy"


"Papi memikirkan perasaan kamu anak gadis papi satu-satunya. Papi gak mau kamu terluka karna kegagalan papi memimpin keluarga ini. Maafin papi Tiana, karna papi sudah menjadi ayah yang pecundang didepan kamu."


"Sudahkan toh aku sudah bukan anak dibawah umur yang akan kalian rebutkan. Kalau kalian mau berpisah berpisah lah. Silahkan mommy lanjutkan kegilaan mommy dengan pacar mommy itu. Aku pergi."


Tiana meninggalkan meja makan dan bergegas kekamarnya membawa kunci mobil juga tas tangan yang dibawanya tadi.


"Loh neng Tiana mau kemana lagi, ini udah malem neng hujan deras diluar."


"Ema jagain rumah ya titip papi. Kalau ada apa-apa kabari aku. Pak rahmat titip papi ya pak baik-baik dirumah. Tiana pamit"


Keributan antara mommy dan papi Tiana berlanjut pak Rahmat dan Ema sudah terbiasa dengan situasi ini. Tapi kali ini tidak hanya nona rumah ini saja yang pergi, sang nyonya rumah pun pergi meninggalkan Tuan rumah seorang diri.


Papi Tiana menangis tersedu, papi bukanlah lelaki yang keras dan kasar dia selalu mengalah atas setiap kemarahan mommy, sama seperti kali ini saat sang istri menggugatnya bercerai diusia pernikahan yang sudah hampir menginjak usia 30thn.

__ADS_1


Dia kalah, dikalahkan oleh pria muda seusia anaknya. Dia tak ingin lagi pernikahan yang kosong ini berlanjut.


__ADS_2