Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 25


__ADS_3

Jack jadi sering menginap ditempat Tiana, sepulang dia magang dia pasti akan pulang ke apartemen Tiana.


"Kamu baru pulang jam segini?" Tiana terbangun oleh kecupan Jack


"Ga usah dinyalain lampunya kepala ku pusing biarlah seperti itu"


"Honey kamu sakit ya, sorry aku ganggu tidur kamu"


"Tidak masalah aku sudah istirahat cukup lama dari siang"


"Kamu gak kerja?"


"Pulang awal, kepala aku pusing perut ku mual mau muntah rasanya."


"Sudah minum obat"


Tiana hanya mengelengkan kepalanya pelan dengan memasang muka sendu


"Honey aku tinggl mandi dulu sebentar saja"


Saat selesai mandi Tiana rupanya sudah tertidur kembali, Jack memeluk Tiana yang membelakanginya dia mengelus perut Tiana pelan lalu menciumi telinga Tiana


"Kamu kenapa sih akhir akhir ini mudah sekali sakit?"


"Aku sakit ya karna sudah waktunya kali"


"Ah ya sudah sini aku peluk kamu"


Jack memeluk Tiana erat, sementara Tiana menelusupkan wajahnya didada bidang milik Jack dia menitikan air mata menangis pelan hingga Jack tersadar kekasihnya tidak baik baik saja


"Kamu menangis? Ada apa mana yang sakit? Kita ke rs aja ya periksa"


Tapi Tiana hanya menggelengkan kepalanya dan semakin erat memeluk Jack dia terus menangis sesenggukan hingga baju yang dipakai Jack basah.


Selesai menangis hampir satu jam akhirnya Tiana terlelap, Jack masih belum dapat jawaban dari Tiana. Dia berharap besok Tiana sudah lebih baik untuk bercerita.


Ketika membuka mata Jack sudah tidak ada disamping Tiana.


Tiana tidak langsung bangkit dari kasurnya, dia kembali membaca pesan yang dikirim kakanya Jack.


Lalu mengambil test pack dilaci samping, dia menimbang nimbang bagaimana cara menyampaikan berita ini kepada Jack.


"Hamil aku hamil, Jack pasti menerima ini kan. Jack bilang dia mau aku malahirkan anaknya saja dan diam dirumah mengurus anak. Jack pasti sebegitu menyukai anak anak dan menyayangi aku jadi tidak ada alasan untuk dia menolak keberadaan anak ini kan.


Tapi bagaiaman dengan keluarga Jack, apa mereka akan menerima ku seandainya aku ikut dengan Jack, bagaiamanpun juga ini darah daging mereka"


Big bos calling…

__ADS_1


“Tiana ada di apartemen?”


“Ia bang, maaf hari ini saya belum bisa turun kerja”


“Ia Tiana, kamu sudah ke dokter?”


“Belum”


“Mau abang suruh orang untuk antar?”


Tiana tidak langsung menjawab, dia masih belum tau apa yang harus diperbuat apa langkah yang harus diambil kenapa dia harus terjebak disituasi bodoh seperti ini, kemana Tiana yang pintar kuat dan mandiri.


“Hallo Tiana”


“Ia bang maaf”


“Lebih baik abang ke situ sekarang ya, abang khawatir”


“Abang”


“Kenapa sayang”


Vandy keceplosan memanggil Tiana sayang, rasanya terenyuh mendengar suara Tiana yang begitu lemah tak berdaya.


Kemarin pak Agus mengabari kalau Tiana pingsan diresto, Vandy jadi tak karuan ingin rasnya cepat-cepat menemuinya. Tapi saat ini dia tidak lagi berada diindonesia.


“Baik bang”


Panggilan telepon dari sang bos sudah dimatikan, sementara seharian ini Jack tidak ada kabar berita.


Tiana tertidur setelah mencoba memejamkan matanya yang perih dan terasa bengkak lantaran menangis seharian.


Tiana terbangun saat tengah malam perutnya terasa melilit, tentu anak didalam perutnya merasa kelaparan seharian ini Tiana tidak makan. Terbayang masakan Raja tapi Tiana sungkan meminta Raja datang menemuinya, lagipula bagaimana nanti kalau Jack tau.


“Jack dimana kamu?" Tiana bergumam sendiri.


...…………………………………...


"Cewe kamu ga akan marah kita nonton berdua gini?" Tanya Anya basa basi


"Seharusnya ya marah kalau dia tau, berhubung dia ga tau jadi dia ga akan marah."


"Hm kadal juga rupanya"


"Loh kadal apa, lagipula kita kan ga aneh aneh toh kita berteman sudah lama kan. Anggaplah seperti saat aku jalan bareng Leo"


"Oke pokoknya kalau cewe kamu marah aku gak tanggung jawab hehe"

__ADS_1


Selesai mengantarkan Anya ke kos nya Jack pulang ke apartemenya sendiri, sesaat dia teringat Tiana.


"Dia baikan ga yah, seharian ini ga ngabarin pasti sibuk kerja"


"Itu mobilnya Jack ngapain jam segini dia baru keluar dari mall, nonton? Tapi sama siap?" Saat melewati salah satu pusat perbelanjaan Tiana yang sedang menyusuri tempat makan kaki lima disekitar sana melihat mobil Jack lewat tanpa disadari dia mengikuti kemana arah mobil Jack pergi.


Terlihat seorang perempuan turun dari dalam mobil Jack, perempuan itu melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.


Hati Tiana bergemuruh untuk kesekian kalinya, sesak saat kondisi dia yang tidak baik justru Jack berbuat hal seperti ini.


Beberapa kali Tiana memegang perutnya yang kesakitan, mungkin bayi kecil itu merasakan sakit hati yang dialami ibunya.


"Raja kamu dimana?"


"Tiana tumben telepon"


"Tolong"


"Tolong apa? Dimana kamu?"


"Aku sharelock ya"


"Gimana maksudnya Ti tiana hallo"


"Tiana kenapa tuh Ja?” Tanya Melki


“Darurat ayok lu ikut gw”


Lagi lagi ada masalah dengan Tiana sebetulnya kenapa dengan wanita satu itu. Bisik melki dalam hatinya.


“Benerkan disini Mel, lu liat lagi dong peta yang dikirim Tiana itu udah bener belom sih”


“Ia Ja disini dah, tapi ngapain dia diarea kampus ini. Tengah malem begini, mau uji nyali apa”


“Mana sempat gw nanya tadi, lu liat sendiri teleponnya satset langsung doi matiin”


“Nah tuh mobil bu Tiana Ja" kedua sahabat itu menghampiri mobil yang dikemudikan Tiana, terlihat Tiana sedang menundukan kepalanya diatas kemudi.


Seperti dejavu, ketika melihat keadaan Tiana saat ini. Sama seperti saat Melki dan Jack menemui Tiana yang dalam keadaan terpuruk.


"Biar gw bawa motor lu deh, lu anter doi aja sanah"


"Ia thanks ya bro, nih kunci motor gw lu hati hati dijalan ya"


"Iya kabar kabarin ya kalau ada apa apa"


Melki telahpun menghilang, Raja membopong Tiana ke kursi samping kemudi meluruskan posisi kursi agar Tiana nyaman terbaring disana.

__ADS_1


__ADS_2