
Malang melintang didunia kuliner, dari memasak lalu beralih ke pramusaji. Tiana seorang lulusan SMK Tata Boga yang tidak begitu ahli memasak, akhirnya menekuni bidangnya sebagai ahli tata hidang.
Bekerja sambil kuliah dilakukannya, sejak lulus sekolah menengah Tiana memutuskan keluar rumah dan memutuskan untuk hidup mandiri.
Kedua Orang tua yang selalu bertengkar membuatnya tidak betah harus berada dirumah.
Tiana anak tunggal dari Alice dan Ardan, mereka yang dulunya saling mencintai kini harus saling menyakiti, dimata Tiana cinta semengerikan itu.
Sampai akhirnya Tiana mengenal Raja, mereka bertemu saat sama-sama bekerja di resort di Bandung.
Raja pria yang lucu penuh dengan tingkah konyol satu-satunya pria yang mampu merobohkan dinding keangkuhan Tiana.
Sayang baru menjalani hubungan beberapa bulan, Tiana memergoki Raja tengah membonceng wanita lain. Teringat dengan hubungan buruk kedua Orang tuanya, alih-alih menangis karna sakit hati Tiana justru memilih cara yang sama dengan Raja.
Tiana berselingkuh dengan Samudra, sahabat dekat Raja.
Rasanya ada kelegaan saat Tiana mengkhianati pengkhianat, pikirnya air mata dibalas air mata perselingkuhan dibalas dengan perselingkuhan. Terdengar sedikit mengerikan, tapi itulah Tiana, Si gadis keras kepala yang penuh kejutan!!
Flash back
"Lihat Kake Nenek ku mereka terlihat lebih cocok kamu panggil Kek atau Nek ketimbang Umi dan Abah. Haduh Uncle ngarep banget sama kamu, kamu kasih Dia apaan sampe kelepek-kelepek gitu?"
"Tanya sama Abang langsung lah, mana aku tau"
"Hey, aku antar kamu pulang yah?"
"Kake dan Nenek kamu kan masih disini, lebih baik kamu temani mereka"
"Ada Uncle dan Aunty lagipula ada sepupu ku yang lain."
Raja bersikukuh ingin mengantar Tiana pulang, dia semakin yakin harus mendapatkan kembali Tiana sekalipun harus bersaing dengan Unclenya.
Terkadang Tiana pikir lelaki-lelaki ini terlalu memaksa, apa setelah mereka mendapatkan apa yang mereka mau mereka masih sepemaksa ini.
Tiana yakin seperti yang sudah-sudah perasaan mereka cinta mereka akan memudar lambat laun, sama seperti cinta mami dan papihnya.
"Raja, hari ini kamu pulang kerumah Uncle langsung. Temani Kakek dan Nenek"
Seolah tau rencana Raja, Vandy menyuruh Raja untuk segera pulang selepas pekerjaanya selesai.
__ADS_1
"Ia Raja, Nenek rindu sekali dengan Cucu Nenek yang super sibuk ini"
Nenek Raja menimpali perkataan Evandy.
"Yaaa, selesai Raja antar Tiana ya Nek!"
Aga sedikit terkejut, siapa yang tau cucu pertama keluarga Burhan ternyata mengenal dekat Tiana sang manager d'chef
Syahril adik Vandy yang sejak tadi menaruh perhatian lebih kepada Tiana mulai ikut bersuara.
"Aih, Raja ada hubungan apa dengan Tiana"
Tiana mendelik ke arah Raja,sementara yang ditanyai tersenyum penu kemenangan
"Raja dan Tiana pacaran Uncle Sya"
Sikunyuk Raja ini bener-bener cari mati agaknya, delikan Tiana kini berubah jadi tatapan yang tajam mengarah ke arah Raja.
Evandy menatap kearah Tiana seperti meminta penjelasannya
"Ini terlalu pribadi dibahas saat jam kerja saya," semu tersipu ntah apalagi yang bisa diperbuat Tiana, Raja terlalu berani membahasnya.
"Wah ternyata kamu gerak cepat Raja." Kali ini Yeni adik bungsu Vandy yang angkat bicara.
"Jadi Raja bertepuk sebelah tangan ceritanya?" Yeni sekarang memojokan Raja dengan pertanyannya.
...****************...
"Jadi Bu Tiana dan Raja dulu pernah pacaran ya. pantesan sekarang dia mepet Bu Tiana lagi"
Bukan Ina kalau tidak meributkan hal-hal yang bukan urusannya. Tapi obrolan Ina kali ini berhasil menarik semua orang untuk mendengarkannya, bagaimana tidak ini kisah cinta segi entah segi berapa lagi terlalu berbelit menurut pengamatan Ina.
"Pulang kerja kalian malah menggosip, resto kan sudah tutup pulang lah segera istirahat jangan banyak menggibah." Pak Agus yang notabene dituakan di d'chef menasihati karyawan lainnya yang tengah berkumpul.
"Duh pak Agus mah, ini seru untuk dibahas tau pak.
Ayok lanjut Ina" dengan semangatnya Maria mendengarkan perkataan Ina.
"Azhar kamu laki-laki ikut bergosip"
__ADS_1
"Hehe... Pak Agus, ga ikutan kok saya. Cuma kedengeran aja, kuping saya juga masih normalkan."
"Kalian juga Dandi, Melki, Erina, Linda. Ayok bubar -bubar !"
"Erina, kamu baik-baik ajakan?" Linda yang masih sepupu Erina merasa khawatir sebab semenjak putus dengan Raja Erina lebih pendiam.
"Omongan Ina dan Maria jangan terlalu kamu anggap serius, lagipula lebih baik kamu dengan Raja memang berpisah. Toh Raja selama ini banyak main-main sama cewek lain"
"Aku ga apa-apa Linda, tenang aja aku tau ko. Makasih ya udah khawatir" Erina tersenyum lemah.
Meski hatinya sakit tapi Erina berusaha tegar, waktu yang akan mengobati.
"Lin, Erina gak lama moveon pasti. Kan seksrang lagi deket sama mas Candra uwuuwu" Azhar menyerobot ditengah perbincangan kedua sepupu itu.
"Ada yang ga aku tau nih kayaknya" protes Linda.
"Tuuuu nah, pejuang cinta baru mu jemput" Azhar memonyongkan bibirnya, saat mereka bertiga berjalan menuju parkiran Candra sudahpun menunggu Erina.
Candra mengantar Erina pulang disusul oleh Azhar dan Linda, kebetulan rumah Azhar dan kedua sepupu itu tidak jauh.
"Ada cerita apa hari ini, muka kamu kok ditekuk begitu" Candra memecah kesunyian yang Erina ciptakan.
"Tadi keluarganya bos mampir makan di resto" Erina menjawab sekenanya.
"Pasti lelah, pegang yang erat yah nanti kamu ngantuk terjatuh lagi"
"Azhar sejak kapan mereka sedekat itu?"
Linda penasaran dengan hubungan Candra dan sepupunya.
"Masa kamu ga merhatiin kalau Candra suka sma Erina sejak lama"
"Ah akukan bukan pengamat kayak duo gosip"
"Tapi ini fakta bukan gosip"
"Tapi kan bermula dari gosip azhar"
"Jadi kamu mau ga mulai hubungan sama aku dari gosip biar makin sip hahaha..."
__ADS_1
"Idih garing, gak banget"
Azhar terkekeh bahagia karna berhasil menjaili rekan kerjanya itu.