
"Belakangan ini kamu sibuk sekali, kapan kita bisa jalan bareng lagi?" Jack merajuk lantaran Tiana selalu mendulukan pekerjaannya.
"Kamu sudah mulai bosan dengan kesibukan ku?"
"Ya ga gitu juga, sadar ga kita jarang ketemu. Bahkan kirim pesan aja jarang apalagi teleponan"
"Ya mau gimana lagi, kerjaan aku numpuk. Toh kamu juga sibuk kan sama temen kamu, terutama cewek cewek"
"Cewe apa sih kamu, jangan mulai deh kamu yang sibuk kerja sambil jalan sama cowo cowo"
"Cowo mana lagi!"
"Bos kamu?"
"Dia bos ku kita jalan bahas kerjaan lah"
"Raja"
"Kami satu tempat kerja wajar dong ketemu"
"Si wafi yang tentara itu juga seringkan nemuin kamu diresto"
"Dia costumer resto mau makan ke resto wajar dong ketemu aku!"
"Tapi alasan tentara satu itu kesana mau deketin kamu"
"Apa nih kamu cari kesalahan aku?"
"Aduh udah deh ga usah berdebat kita udah jarang ketemu sekalinya ketemu masa berantem"
"Loh kamu yang mulai" Tiana terlanjur badmood dengan Jack, dia pergi keluar apartment Jack dengn kesal."
"Honey tunggu, maaf aku sudah salah. Aku kesal karna kamu sibuk akhir akhir ini, jangan pergi ya aku kangen kamu."
"Aku laper ayo kita makan diluar" Tiana akhirnya luluh keduanya pergi untuk makan malam bersama.
Seperti biasa Jack selalu menggenggam jemari Tiana penuh dengan kehangatan, cara Jack mentap Tiana gaya dia bicara itu selalu terlihat manis makin lama Tiana makin ingin menahan Jack dengan erat. Biasany Jack ajak Tiana hangout bareng ganknya ini sudah cukup lama dia jarang ngajak Tiana.
Mereka hanya sesekali bertemu ditengah tengah kesibukan masing masing.
Tiana semakin posesif dia merasa Jack mulai bertingkah lagi dibelakangnya.
"Ada apa sih sama kamu? Curiga mulu"
"Jefa masih sering hubungin kamu kan Jack?"
"Kamu buka chat aku lagi"
__ADS_1
"Noticenya muncul dilayar depan hp kamu, mana bisa tidak terlihat"
"Jadi kamu mau apa sekarang, kamu sadar gak sih sekarang kamu posesif banget mana uring uringan terus marah ga jelas, kamu pms?"
Deg
Tgl berapa ini, jangan jangan hah ga mungkin kan.
Tiana nampak berpikir keras dia tidak lagi mendebat Jack, dia jauh lebih diam kali ini memikirkan beribu kemungkinan kedepannya
"Honey maaf ya aku jadi emosi, kamu pasti lelah karna bekerja kan seharusnya aku ga ngajakin debat gini. Kita istirahat yuk maafin aku ya" Jack menarik Tiana keatas kasur, mendekap Tiana yng terlihat melamun.
"Jack, kalau senadainya kita menikah kamu mau tidak ikut kepercayaan aku"
"Kenapa honey tiba tiba"
"Ya randoom aja sih"
"Kalau kamu yang ikut aku bagaimana?" Tanya balik Jack
"Aku tidak tau"
"Kalau aku memilih ikut dengan kamu rasanya tidak adil, bayangkan Tuhan yang aku percaya sejak lahir saja bisa aku khianati apalagi kamu!"
Tiana mencubit perut Jack yang bertotot
"Mm Jack diam geli tau"
"Masa coba kalau disini" dia menurunkan ciumannya ke arah dada Tiana dan itu membuat Tiana semakin mengelinjang.
Semua pembicaraan dan permasalahan akan terselesaikan dengan permainan panas seorang Jackie yang kini menjadi candu bagi Tiana.
Keesokan harinya sebelum Tiana pergi ke tempat kerja dia sempat mampir ke apotik untuk membeli benda yang dia yakini harus dibeli secepatnya, untuk menghilangkan rasa penasaran Tiana tidak menunggu terlalu lama dia langsung menggunakan alat test kehamilan yang dia beli di apotik begitu dia sampai di tempat kerja
Penuh dengan kekhawatiran Tiana tidak yakin dengn apa yng dia lihat, dua garis merah dan memang ini sudah hampir 1 bulan Lebih Tiana tidak datang bulan.
Saking sibuknya dan kecapean Tiana tidak sadar akan hal ini. Tiana masih mencerna situasinya saat ini.
Direct message from cecilia
Saya lihat interaksi kamu di social media dengan adik saya, saya yakin kamu adalah wanita yang dekat dengan dia saat ini.
Saya mohon jauhi adik kami, dia anak lelaki tertua dikelurga kami. Kami sudah tidak memiliki Ayah, akan sangat kecewa ibu kami jika tahu adik kami menjalin hubungan dengan wanita yang bahkan usianya seumur kaka keduanya lagi pula kamu dan dan Jack beda agama.
Jack akhir akhir ini jarang sekali pulang kerumah bahkan setiap kami ke apartemennya dia jarang ada disana, ditelepon juga alasannya selalu sibuk.
Jack kami berubah bahkan sekarang jika ada upacara keagamaan dia tidak menyempatkan pulang dia sudah jauh dari keluarga dan agamanya.
__ADS_1
Mohon jauhi adik kami Jackie, kami sekeluarga tidak akan pernah menerima kehadiran kamu."
Sangat sesak pesan yang Tiana terima ternyata dari kaka Jackie, dia tidak tau apa yang berubah dari Jack bahkan mereka sendiri jarang sekali bertemu lama lama.
Bukan kah Jack selalu bilang setiap weekend harus pulang karna ada sembahyang dirumahnya. Lalu apalagi ini apa yang sudah dia buat dibelakang Tiana.
Tiana tidak berniat membalas pesan singkat itu, Tiana hanya membacanya dia masih belum dapat berpikir jernih.
"Buu ibuk bu Tiana sedang apa lama ditoilet, bu are you oke gak pingsan kan? Tadi Aina lihat muka ibu pucat banget pas masuk kerja"
Tok tok tok
Dari luar Aina terus mengetuk pintu Toilet karna Tiana sudah hampir setengah jam belum keluar juga dari toilet itu
Begitu pintu toilet terbuka Aina merasa lega,rupanya managernya masih siuman
"Syukur lah ibu baik baik aja, hampir Aina suruh orang dobrak pintu toilet. Loh bu ibu gak apa apa kan?" Tiana hampir tumbang didepan pintu toilet, Aina dengan sigap menangkap tubuh Tiana yang hampir jatuh
"Weh kenapa ibu Tiana"
"Angga tolong bu Tiana pingsan"
"Tunggu aku panggil bantuan yang lain"
Angga Dan chandra membopong Tiana ke lantai atas, pak agus menyuruh keduanya membaringkan Tiana diatas sofa ruangan itu
"Kalian keluarlah biar Aina yang bantu bu Tiana, apa perlu panggil abang pak agus?"
"Beri kayu putih saja dulu Aina balur telapak kakinya, kaki ibu Tiana dingin sekali telapak tangan dan kakinya"
Setelah Aina beri kayu putih dikaki dan menghirupkannya didekat telinga Tiana membuka matanya perlahan
"Hah bu Tiana syukur lah kita udah panik" ucap Aina sedih
"Bu ibu belum sarapan pastikan?" Tanya pak agus
"Ia sepertinya saya pingsan karna kelaparan pak agus" Tiana menjaqabnya dengan tersenyum
"Pak Agus boleh saya minta buatin makanan buatan pak agus, rasanya enak banget makan kwetiaw seafood kuah buatan pak agus" sepertinya Tiana ngidam
"Baiklah buat manager cantik satu ini pak Agus akan buat kwetiaw super special, Aina jagain bi Tiana sebentar"
"Tidak perlu Aina kembali lah bekerja kasihan Linda sendiri dibawah"
"Ada ina kok bu tapi ya udah saya turun dulu nanti saya antar kalau kwetiawnya sudah siap bu"
"Terimakasih Aina"
__ADS_1