Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 19 Kenyataan pahit


__ADS_3

Hujan begitu deras tapi Tiana tak mencoba untuk menepi dia memacu mobilnya dengan cepat membelah guyuran hujan. Jalan tol dimalam hari dilalui truck-truck besar dan bis. Sesekali Tiana berpikir untuk menabrakan diri dibelakang kendaraan besar itu.


Tapi tidak dia lakukan, itu terlalu konyol menurutnya.


Akhirnya dia menepi disebuah rest area menangis sejadinya didalam mobil yang terparkir menggenggam erat kemudi sesekali dia meluapkan emosinya dengan memukul-mukul kemudi.


"Halo Tiana? honey sayang kamu dimana? seharian ini aku cari kamu. Kamu baik-baik ajakan, i'm so sorry kemarin sangat sibuk sampai aku mengabaikan kamu." Tiana masih belum bicara saat Jack yang akhirnya berhasil menghubungi Tiana.


"Hallo honey are you ok? kamu nangis ya, kenapa ada apa dimana kamu? coba share lock aku susul kamu kesana ya?" Jack dibuat panik karna mendengar isakan Tiana yang tertahan.


"Hmm" setelah mendapatkan titik dimana Tiana berada Jack ditemani Melki saat itu menjemput Tiana di rest area jalan Tol.


Jack merasa bersalah melihat keadaan kekasihnya yang tak seperti biasa.


Melki pun sedikit terkejut melihat atasannya yang terlihat kacau, manager yang selalu beraura kuat bisa selemah dan sekacau ini. Apa pasangan kekasih ini ribut ya pikir Melki.


Melki membawa mobil Tiana, sementara Tiana dan Jack menaiki mobil yang dibawa oleh Jack.


"Bro ini kunci mobil Bu Tiana, gw balik ya besok harus masuk pagi."


"Ia thanks bro sorry gw udah bikin lu repot, gw gak tau lagi minta tolong kesiapa!"


"Ia santai aja gw juga seneng bisa bantu, toh ini menyangkut managernya D'Chef juga."


Paginya Tiana terbangun kepalanya terasa sakit dilihat Jack tengah tertidur disampingnya.


Beberapa kali hp Jackie bunyi Tiana awalnya ingin mengabaikan itu. Hingga muncul notice dari Leo


"Gimana sijanda muda goyangannya?🤣"


Apa ini, janda? apanya yang digoyang. Tiana semakin penasaran dengan isi chat di hp Jackie.


Group dia punya group wa di hp isinya membahas perempuan mereka saling mengirimkan foto perempuan. Diatas Jack masih belum terpancing semakin kebawah dia sepertinya menikmati percakapan itu.


Satu kali lagi notice dari Jefa, ah ini janda yang dibahas Leo dan Fang di group.


Belum usai luka hati Tiana oleh permasalahn keluarganya hari ini seperti jadi bencana untuk Tiana sang kekasih berhasil meniduri wanita lain, dia tergoda oleh rayuan seorang janda yang dikenalkan Leo.


Sudah Tiana duga circle pertemanan Jack itu ga baik terutama si Leo


"Kalian apa-apan nih di group ngomongin cewek kayak gini. Pake kenalin janda segala sama Jack!" Leo Fang dan Vian kaget ketika sebuah voice note masuk didalam group.


"Waaah Tiana masuk, gimana kalau kita add Tiana aja digroup seru kayaknya!" ketik Fang


"Hihi kamvret kurang ajar lu Fang ga sekalian lu masukin nyokap lu disini" balas Vian


"AH AH AH EH salah HA HA HA" Leo hanya mengirimkan kata-kata itu. Tiana kesal merasa dipermainkan oleh Leo, Jack masih terlelap tidur Tiana melemparkan hp tepat diwajah Jack.

__ADS_1


"Astaga honey kamu kenapa, aduh sakit tau!"


"Makan tuh janda, sanah kamu keluar dari kamar ku."


"Loh sayang janda apaan sih"


"Tanya aja sama si Jefa atau group chat kamu itu. Kalian ini bener-bener konyol semua. Playboy!" braag Tiana menutup kencang pintu kamarnya dan segera menguncinya.


Jack masih berusaha mejelaskan, tapi tak didengar oleh Tiana. Jack tau dia salah dan ini akan sia-sia Tiana sedang dalam keadaan buruk semakin buruk lagi ketika melihat isi hp nya sial..


...****************...


Setelah seharian terpuruk sendiri dikamar dan meyakinkan kalau Jack sudah pergi dari apartemennya Tiana terburu-buru pergi keluar. Perutnya yang lapar minta diiisi, dia mampir ke sebuah restoran cepat saji.


Kenyataan pahit yang terus membombardir dirinya.


"Tiana?" seorang pria asing menyapa Tiana yang tengah makan seorang diri.


"Ah saya wafi" pria itu mengulurkan tangannya, Tiana masih bingung siapa lelaki asing dihadapannya


"Hari itu saya minta nomor kamu dari karyawan D'chef masih ingat saya ada kirim pesan waktu itu!"


"Ah mas-mas TNI yang kirim pesan ke no D'chef kan?"


"Oh jadi itu no resto ya, pantas jarang diangkat sama kamu, pesan saya juga kamu abaykan!" Wafi sedikit kecewa mengetahui kalau nomor yang selama ini sering dihubungi itu rupanya bukan no pribadi Tiana.


"Ia saya pikirkan itu no kamu" tampak Wafi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kalau gitu boleh tau nomor pribadi kamu Tiana? saya senang bisa ketemu kamu disini!"


"Ini ketik no mas nanti saya calling"


nada kecewa Wafi sekejap berubah penuh harap setelah Tiana memberikan nomor hp nya.


"Oh ia mas kesini sendiri?"


"Bareng temen ini saya duduk disini gak akan ada yang marah kan?"


"Enggak lah, lagipula saya sedang sendirian"


Tiana dam Wafi terlihat asik mengobrol, Wafi terlihat mengagumi Tiana.


Gadis muda mandiri pintar dan terlihat kaku ini ternyata asik diajak ngobrol batin Wafi.


"Mas, saya pamit duluan ya"


"Mau saya antar?"

__ADS_1


"Tidak terimakasih. Tempat tinggal saya dekat saja dari sini"


"Ok kalau gitu lain kesempatan mas harap bisa bertemu Tiana lagi"


"Sering-sering main ke d'chef"


"Haha ok kalau gitu. Bye hati-hati ya"


Tiana merasa suasana hatinya sedikit lebih baik tadi, tapi tiba-tiba memburuk ketika melihat segerombolan anak muda yang hendak menaiki lift yang sama dengannya.


Ya ada Fang, Leo dan Vian. Fang menyapa Tiana walau sedikit canggung. Lain hal dengan Leo,dia bersikap seolah-olah semua baik-baik saja.


Tiana terlihat kesal sehingga sapaan Fang tak dihiraukannya.


"Akhiri sudah, Jack terlalu muda untuk menjalin kisah serius. Lagipula keluarganya akan sulit menerima hubungan kalian."


Sesaat sebelum mereka keluar dari lift Leo bersuara


"Jangan terlalu ikut campur urusan orang lain, benahi saja sikap konyol kalian itu. Toh teman kalian yang terus mengusik kehidupan ku"


"Kau haru minta maaf sama Jefa, gimanapun dia seorang ibu tunggal yang ga layak kau hina seperti itu"


"Kalau sudah tau jadi single parent harusnya jaga kelakuan, sikap kalian semua emang 11 12"


"Minta maaf ga sama Jefa?" Leo menarik lengan Tiana


"Lu punya masalah apa sih sama gw. Bilang sama si janda gatel itu gak akan gw minta maaf sekecil apapun. Lepas tangapn kotor lu dari gw" Tiana akhirnya terpancing oleh sikap Leo, Jack yang sejak tadi menunggu Tiana didepan kamar Tiana menghampiri keributan yang dibuat oleh sang kekasih dan sahabatnya.


"Leo!!!" bugh bugh Jack kesal melihat Tiana diperlakukan kasar oleh Leo


"Jack sabar Jack, udah lu berdua kan temenan masa kayak gini cuma gara-gara cewe sih"


"Ia Jack, betul kata Vian sabar ya bro. Leo lu juga keterlaluan"


"Perempuan ini yang mulai, sampai Jefa nangis-nangis. Lu ga tau rasanya jadi single parent kan. Lihat saja semoga lu ga berada diposisi


Jefa saat ini"


"Jadi janda gatel maksudnya? cocok memang kalian semua. Minggir jangan bikin kekacauan ditempat orang"


"Sayang, ayok bicara. Maafin temen-temen ku ya"


"Sudahlah Jack, lebih baik kau kelonan sama Jefa mu itu."


Dengan kesalnya Tiana membanting pintu.


Masih tak habis pikir jika mengingat kelakuan Jackie dan genknya, beberapa saat perhatian Tians tentang keluarganya jadi teralihkan.

__ADS_1


Tapi ada bagusnya juga, paling tidak dia tidak terlalu memikirkan kedua orang tuanya.


__ADS_2