Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 42


__ADS_3

Selesai prosesi pemakaman tn Adnan yang dipenuhi tangis haru biru dari orang-orang yang ditinggalkan, keluarga dari pihak tn Adnan berencana membahas mengenai keponakannya yang tengah berbadan dua sementara mereka tidak pernah tau kalau sang keponakan telah menikah.


"Mas Adnan sudah tidak ada, bukan aku tak menghargai keluarga almarhum. Tapi Tiana anak ku, aku lebih berhak menyelesaikan urusannya."


"Dia keponakan ku, bukan kah dalam agama kita sudah dijelaskan kalau aku yang akan menggantikan ayahnya untuk menikahkan Tiana"


Sejenak ny Alice terdiam, ada benarnya ucapan mantan adik iparnya itu.


"Keadaan Tiana tidak dalam kondisi baik, aku harap kalian semua tidak memojokannya dan bertanya ini itu"


"Kami hanya ingin meluruskan permasalahan Tiana. Bagaimanapun juga mas Adnan pasti ingin yang terbaik untuk Tiana" jawab tante Diah, salah satu adik perempuan papih Tiana.


"Mih"


"Tiana, kenapa kamu turun dari kamar mu. Kembalilah beristirahat kamu sangat lelah pasti"


"I’m fine mih, om tante aku minta maaf atas perbuatn tercela yang sudah aku lakukan. Membuat malu kelurga besar kita. Aku akan membesrkan anak ini seorang diri, papih sudah setuju"


"Tiana sayang"


"Mih Tiana belum selesai bicara"


"Karna papih sudah pergi untuk selamanya, rencana ku tetap seperti semula. Aku akan pergi untuk melahirkan dan melanjutkan kehidupan baru diluar negri. Lalu om perusahaan papih aku percayakan kepada om sementara waktu, selesai semua urusan di indonesia aku akan sesegera mungkin pergi. Ini keputusan lama dan sudah disetujui papih. Terimakasih karna kalian semu sudah memedulikan aku dan anak ku"


"Tiana nak, masih ada om dan tante-tante kamu disini kenapa kamu harus meninggalkan kelurga ini. Jangan pikirkan omongan orang lain om bisa atur semua untuk kamu"


"Kamu tidak akan bisa membesarkan seorang anak sendiri Tiana, dia perlu sosok ayah" sahut tante Arum


"Tidak om tante Tiana sudah memikirkan semua resikonya dengan matang, Tiana harap kalin semua menerima keputusan Tiana. Sekali lagi maafkan Tiana karna telah mencoreng nama baik keluarga ini"


Om Hamid adik lelaki tn Adnan satu satunya, dia sudah menikah dan memiliki sepasang anak kembar yang baru berusia 5thn.


Tante Diah merupakan anak ke 2 sedangkan tante Arum anak ke 3 dan om Hamid yang paling bontot yang dipercaya oleh Tiana mengelola perusahaan milik ayahnya Alm Tn Adnan.


Dia dipercaya oleh Tiana untuk mengurus perusahaan papihnya, selain bukan bidang Tiana mengelola sebuh perusahaan. Keadaan Tiana yang tengah berbadan dua membuatnya tidak memungkinkan untuk mengelola perusahaan itu.


"Paling tidak beritau kami siap ayah dari anak ini, mbak Alice apa mbak tau ayah dari anak yang dikandung Tiana"


"Ayah nya sudah mau bertanggung jawab, tapi kelurga besarnya menolak. Kalau mau mereka hanya akan menerima anaknya saja tidak dengan Tiana nya" Ucap Ny Alice.


"Kenapa begitu? Apa kurang Tiana kita, siapa mereka sampai berani berbuat seperti ini terhadap keluarga kita"

__ADS_1


"Sudahlah Om, Tiana tidak mau mempermasalahkan nya. Hanya buang waktu dan tenaga."


"Biar kita datangi saja kelurganya, tante jadi kesal memang ini salah kamu saja kan anak lelaki mereka juga punya peran penting dalam hal ini" tante Arum mulai memanas


"Ia tante Diah tak terima kamu diperlakukan begitu, Hamid baiknya kita temui saja keluarga lelaki itu"


"Betul kata om dan tante kamu Tiana, paling tidak keluarga kita harus tau dimana kediaman keluarga Jack"


"Mama tanya saja sendiri dengan Jack, nanti pasti dia akan datang lagi kemari"


"Jadi kapan kamu akan pergi?" Potong tante Arum.


"Besok tante"


"Secepat itu? Kamu tidak ingin kami menyelesaikan dulu urusan kamu dengan keluarga Jack"


"Aku tidak ingin terlibat dengan keluarga Jack ma. Kalau kalian masih penasaran bagaimana aroganny keluarga Jack ya silahkan saja. Kalau untuk aku pribadi ini semua sudah cukup"


Nyonya Alice tau betul sifat keras kepala anaknya, Tiana tidak akan mudah untuk ditaklukan dia akan tetap dengan pendiriannya.


Pada akhirnya Tiana pergi ditemani sang ibu untuk melanjutkan kehidupannya ditempat baru.


Tak hanya Jack yang harus kecewa karna tidak bisa bertemu dengan Tiana, Raja dan Vita pun sama kecewanya karna tidak bisa bertemu dulu sebelum Tiana pergi jauh.


Om Hamid sempat bertemu dengan Jack, bahkan sampai menghajar nya hingga babak belur. Walau tak setimpal dengan apa yang harus keponakannya tanggung paling tidak rasa marahnya terhadap Jack bisa terbalaskan dengan membuat Jack babak belur


"Jangan sampai aku melihat kamu lagi dimasa depan, gara-gara kamu kelurga kami harus menderita. Keponakan ku yang begitu berharga harus terluka oleh kamu dan keluarga kamu!" Hamid memperingati Jack untuk yang terakhir kalinya


"Tidak bisa kah om beritahu dimana Tiana sekarang om, biar bagaimanapun keluarga saya menolak Tiana akan tetapi anak yang di kandung Tiana juga darah daging saya om."


"Masih berani kamu bilang kalau anak yang di kandung Tiana darah daging kamu? Hah lucu sekali, Ema suruh lelaki tidak tau malu ini pergi jangan smpai dia muncul dihadapan saya lagi kalau tidak bisa-bisa saya hilangkan nyawanya sekalian!" Ancam Om Hamid.


"Kan sudah saya beritahu jangan lagi cari non Tiana, dia sudah pergi jauh. Pergilah kalau tidak Mau di hajar Tuan Hamid lagi."


"Ema tolong saya sekali ini saja, Tiana pergi keman?"


"Ema juga tidak diberitahu den maaf" jawab Ema dengan sungguh-sungguh.


Jack harus menerima kenyataan bahwa Tiana kini telah benar-benar pergi.


Jack pulang kerumah nya, disana sudah ada Anya yang menunggu Jack pulang.

__ADS_1


"Kamu kemana aja sih Jack, kasihan loh Anya dari tadi nungguin dari pagi sampi malam begini kamu baru sampe rumah keluyuran aja mentang-mentang libur kuliah.


Jangan-jangan kamu nemuin cewe gak tau diri itu ya?" Baru saja datang sang mama suda mengomel.


"Mamah apa sih orang anaknya baru dateng bukannya disambut malah diomelin"


"Kamu ya ngrlawan aja sama mamah, ini ni pengaruh buruk yang dikasih sama cewe ga rau diri itu"


"Mah"


"Ah Jack, tante saya ga apa-apa kok! Sebaiknya saya kesini lagi lain waktu, saya pamit dulu"


"Ia nak maaf ya, salam sama mama papa di rumah"


"Baik tante, Jack sorry ya udah ganggu waktu kamu."


"It’s ok sorry ya Nya"


Setelah Anya pergi bukannya selesai mengomel mama Jack justru terus mencerca Jack dengan berbagai pertanyaan.


"Mah mau apa lagi sih, aku sekarang udah pulang terus ke rumah sesuai yang mama minta, aku juga mau berteman dengan Anya sesuai saran mama, bahkan wanita yang aku cintai dan calon anak ku sekalipun aku tingglkan demi memenuhi keinginan mama. Kurang apalagi sekarang ma?"


"Kemana kamu seharian ini?"


"Ke Bandung ke rumah Tn Adnan rumah orang tua Tiana"


"Nah kan sudah mama duga pati kamu nemuin cewe gatau diri itu"


"Mah stop dong jangan jelek-jelekin Tiana, lagi pula sekarang Tiana sudah pergi ninggalin Jack"


"Hm bagus lah itu yang mama harap, lebih baik jangan lagi berurusan dengan perempuan sepeeri itu"


"Seperti itu apa ma, dia perempun baik-baik"


"Kalau baik-baik ga akan dia sampi hamil begitu"


"Ingat ma laki-laki yang hamilin dia itu anak lelaki mama yang mama larang untuk menikahinya"


Deg


Tiba-tiba perkataan Jack membuat sedikit kegusaran dalam hati sang mama.

__ADS_1


__ADS_2