Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 29


__ADS_3

"Ibu betul nih berhenti?" Mata Melinda berkaca kaca, Lisa dan anak anak lainnya pun kini mengerubuni Tiana.


Saru persatu Tiana salami


“Maaf ya selama ini saya sudah banyak menekan kalian dalam pekerjaan, kadang bahkan saya mengomel dan marah marahi kalian. Semoga kalian semua tambah sukse dan d’chef semakin maju" ucap Tiana tulus.


"Bu ga bisa ya disini saja jangan pergi, sudah hampir setahun kita sama sama loh bu" giliran Lisa merengek kali ini


"Ibu mau nikah ya makanya pergi, pak Agam dulu juga begitu” Erin ikut bersuara.


"Saya yakin Melki akan jauh lebih baik menemani perjuangan kalian"


Melki tidak banyak bicara seperti biasanya, dia hanya menatap Tiana dalam.


Walau tidak tau dengan persis permasalahan atasannya itu setidaknya Melki yakin penyebeb kekacauan ini semua bermula dari Jack.


"Aduh udah ah jangan pada melow ini kan malam perpisahan saya, kalian sedikit banyak harus nya seneng dong orang paling nyebelin di d’chef ini bakalan pergi tau"


"Bisa bisanya bu Tiana bicara seperti itu, biar bagaimanapun bu Tiana itu lebanggan kot semua kok" timpal Chandra kali ini


"Ish bu Tiana kan mau pergi dari sini kalian jangan bebani bu Tiana dong sudah ayok anak anak kitchen mana nih masakan kalian anak pantry minumannya udah siapkan" Vandy mengakhiri drama anak buahnya.


Pak Agus yang sejak tadi diam menghampiri Tiana yang tengah duduk bertiga bersama Melki dan Vandy


"Bu semoga sukses dimanapun berada ya"


"Pak Agus! Jagain anak anak pak maaf ya sampai sini saja saya membersamai. Semoga d’chef teamnya makin solid" ucap Tiana haru


Pak Agus mengaggukan kepalanya


Kini d’chef tutup lebih awal karna acara farewell party untuk sang manager.


Tugas Tiana sudah dia selesaikan dalam kurun waktu 3 minggu semenjak dia mengajukan surat resignya, semua tugasnya sudah dia over handle kepada Melki selaku manager baru d’chef.


Tidak perlu waktu lama bagi Melki beradaptasi dan Tiana pun tidak kesulitan mengajari Melki karna memang sudah terbiasa Melki mengerjakan tugas yang akan dia emban kedepannya.


"Melki thanks a lot ya untuk bantuannya, baik mengenai pekerjaan maupun hal lainnya. You’r my partner in crime Mel" Tiana menyunggingkan tawanya kala mengingat apa yng sudah Melki lakukan dan dia selalu terlibat dengan permasalahan Tiana.


Melki selalu diam selama ini tidak banyak berkomentar dan paling utama dia bukan tipe mulut ember yang cuap cuap tidak jelas,mungkin karna Melki juga seorang lelaki jadi tidak suka mencampuri urusn orang lain.


"Hati hati bu di tempat baru, semoga ibu lebih bahagia lagi dan semakin sukses dari saat ini"


"Duh melow melow kalian semua yah gara gara manager satu ini" tiba tiba Raja datang mengacaukan susana.


Setelah panjanglebar berbincang ini dan itu makan makan tertawa bersama beberapa anak memberikan cendramata untuk Tiana ada sebuh pigura foto yang dibingkai dengan indah, itu foto mereka saat dulu pergi outbond acara ulang tahun d’chef.

__ADS_1


Selesai farewell party Tiana pulang ke apartemennya, dia membaringkan tubuhnya diats kasur.


Ah masih tercium aroma tubuh Jack dikasurnya, beberapa hari ini Jack ada didekat Tiana. Dia mengantar Tiana bertemu dokter walau enggan ikut masuk kedalam ruangan prakter dokter untuk melihat bayi kecil mereka.


Menghabiskan waktu bersama disela kesibukan keduanya, melakukan apa yang menjadi favorite mereka kala masih bersama dulu sebelum hubungan mereka merenggang.


Dinner romantis, midnight movie, breakfast semua itu dilakukan Tiana bersama Jack meskipun ini salah sudah pasti salah keduanya sudah seperti pasangan pengantin baru yang harmonis


"Peganglah perut ku sudah mulai membesar, sesak rasanya padahal baru 5 bulan"


"4 bulan lagi dia akan lahir, kamu yakin kamu bisa melewati ini semua Ti"


"Tentu aku akan jadi ibu yang dapat dindalkan olehnya"


"Maaf aku tidak bisa menyempurnakan kehidupan dia" terdengar suara penyesalan Jack


Bagaimana pun keduanya tidak mungkin bersama dalam ikatn pernikahan, lagipula perpisahan orang tua Tiana membuat Tiana meragukan hubungan pernikahan.


Jack sendiri masih bimbang dia takut dengan kelurganya, kuliahnya belum selesai rencananya juga dia akan melanjutakn S2 ke luar negri.


Jack seorang anak lelaki pertama dikeluarganya, memiliki dua orang kaka perempuan dan satu orang adik lelaki.


Jack dituntut menjadi penerus sang ayah untuk menjaga adik dan ibunya, sementara kaka kedua jack baru menikah dan tinggal jauh dari rumah orang tuanya begitupun kaka pertamanya yang sudah memiliki keluarga sendiri tidak bisa senantiasa menjaga Ibunya.


Sementar dengan kelurga Tiana sendiri dia sudah tidk ingin ambil pusing.


"Bagaimana pekerjaan mu?"


"Baik"


"Bagaimana reaksi mereka nanti kalau tau kamu hamil tanpa menikah"


"Aku belum tau, lihat saja nanti"


Jack belum tau kalau hari ini adalah hari terakhir Tiana bekerja.


"Aku ngantuk lelah tidur yuk" ajak Tiana mengakhiri percakapan mereka malam itu


Keesokan paginya setelah Jack pergi kekampus, Tiana memutuskan untuk pulang ke Bandung menemui ayahnya.


Tiana send message


Aku pulang ke rumah orang tua ku, mungkin beberapa hari aku disana. Nanti aku kabari kalau sudah kembali.


“Pesan dari siapa J serius amat muka kamu" selidik Anya

__ADS_1


"Oh Tiana dia pamit pulang ke Bandung"


"Dia sudah pernha kamu ajak bertemu ibu kamu J?"


"Nope"


"Why?"


"Belum nemu momentnya aja, kenap kamu cemburu?"


"Hah kok cemburu, dia kan cewe kamu"


"Ya tapikan kita juga lagi deket, orang tua kita berharap kita bisa sama sama"


Yes Anya dan Jack dijodoh jodohkan oleh keluarganya, meskipun tidak memaksa karna kembali lagi kepada mereka.


Anya nyaman berada disamping Jack meskipun dia tau Jack sudah mempunya kekasih, sedangkan Jack sendiri memang sudah sejak dari dulu memiliki perasaan yang tidak tersampaikan terhadap Anya.


Akan kah Anya menerima anak Jack dan Tiana nanti. Ah tapi Tiana bilang dia akan membesarkanny sendiri tanpa menuntut apa apa dari Jack.


"J kamu sering melamun belakangan ini, apa ada masalah J?"


"Masa sih aku sering melamun"


Anya mengagguk dengan pasti


"Malam ini kamu mau mampir ketempat ku?"


"Kamu tidak menemui Tiana? Oh ya lupa dia pergi" Sejujurnya Anya kecewa dan merasa bersalah karna ada diantara hubungan Jack dan Tiana, tapi tidak mungkin juga meminta Jack untuk melepas Tiana.


"Kelebihan ku hanya restu kelurganya" keluh Anya dalam hati


Tiana sudah sampai di kediaman papihnya, tapi sang papih tidak ada dirumah. Memang ini terlalu siang mana mungkin papih Tiana yang super sibuk itu ada dirumah jam segini


"Non Tiana mau Ema siapkan makan siang non?"


"Emh boleh deh aku kangen masakan kamu Ema"


"Non sih jarng pulang"


Papih Tiana masih setia melajang pasca perceraiannya dengan sang istri.


Dirumah sebesar ini hanya ada Papih ditemani para asisten.


Entah bagaimana nasib mommy nya kini, Tiana masih menyimpan rasa benci untuk ibu kandungnya itu.

__ADS_1


__ADS_2