Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 37


__ADS_3

Tiana termenung dibalkon kamar yang menghadap langsung ke gerbang masuk rumahnya, diatas ayunan cream tempat favorite Tiana menghabiskan sore harinya.


Secangkir teh chamomile yang hampir dingin di sesap Tiana perlahan penuh dengan kehati-hatian.


Pikirannya jauh mengembara kesana kemari memikirkan berbagai macam langkah kedepannya yang akan Tiana lalui.


Tiana enggan terjatuh lagi ke lubang yang sama, atu malah berkubang dalam permasalahan yang itu-itu saja.


Poros kehidupannya memang telah lama hancur semenjak maminya berselingkuh kemudian orang tuanya terus menerus bertengkar sampai pada akhirnya mereka berpisah.


Kini dia harus terbentur masalah pelik yang sejujurnya bisa dicegah namun dia memilih untuk terbuai dengan ego nya sendiri.


Tok-tok-tok


Bunyi ketukan mengakhiri lamunan Tiana.


"Masuklah" seru Tiana


"Neng, maaf Ema ganggu. Neng Tiana mau jalan-jalan sore gak mumpung cuacanya bagus"


"Kamu tau aja kalau saya suntuk, mari lah kita pergi ke taman komplek" Tiana bergegas mengambil sweaternya


"Neng sudah punya nama untuk baby nya?"


Tiana menggelengkan kepalanya


"Neng jangan mengurung diri saja dikamar, nanti neng pikirannya malah kemana-mana. Sekali-kali neng jalan sama temennya, biasanya ada neng Vita dateng nyariin neng Tiana udah lama ga mampir, tiap dia kesini nengnya gak ada" Ema terus mengajak nona mudanya itu bicara, keduanya melangkah menjauh dari rumah besar milik Tuan Adnan


"Nah sampai, sini neng duduk dibangku sini neng pasti lelah"


"Ya Ema"


Rupanya sudah lama Tiana menjauhkan diri dari lingkungan pertemannya, dia memilih menyibukan diri dengan bekerja dari pada harus pergi bareng teman-temannya.


Untuk sekedar nongkrong atau belanja, kalau dipikir lagi teman Tiana bisa dihitung hanya dengan satu tangan.


Walau banyak kenalan, dan beberapa kali jalan dengan kenalannya tapi Tiana hanya memiliki beberapa teman saja itu pun jarang Tiana hubungi.


Selebihnya Tiana hanya terhubung dengan orang-orang dilingkungan kerja, Tiana gila kerja. Waktu kosong nya hanya dihabiskan untuk pergi berolah raga atau sekedar membaca buka kadang maraton nonton drama.


"Siapa yang mau berteman dengan manusia dingin seperti saya, mereka bilang saya sombong jutek lagi" senyum Tiana terlihat membias.


"Neng asik kok kata siapa sombong, mereka belum tau aja bagaimana neng Tiana"


"Saya gak secerewet kamu"


"Dih maksudnya saya cerewet gitu!"


"Hehe, dikit!"


Tiana dan Ema asik mengobrol ditaman komplek. Riuh suara anak-anak berlarian kesana kemari, ada yang bermain skuter sepeda bola.


Terlihat beberapa penghuni komplek juga joging ditaman itu, ah Tiana mulai rindu pergi berolah raga. Tapi kondisinya saat ini sedang tidak terlalu baik, dia mengelus perut buncitnya yang belum terlalu besar.

__ADS_1


"Neng pulang yu, sudah mau mahgrib bi Warsih pasti sekarang lagi siapin makan malam"


"Ayo"


Keduanya beranjak dari taman itu, tidak butuh waktu yang lama Tiana dan Ema sudah sampai di rumah.


"Assalamuallaikum" Ucap Ema kepada bi Warsih yang terlihat sibuk di dapur.


"Ma, gimana neng Tiana?"


"Ya gitu lah bi, ayok deh bi kita masak dulu."


"Sedih bibi kalau neng Tiana murung terus"


"Ia bi"


Setelah bicara dengan Ema, Tiana jadi kepikiran mengenai Vita sahabatnya.


Tapi mana mungkin Tiana bertemu teman dalam keadaan seperti ini. Tiana urungkan niat untuk mengajak Vita bertemu.


Tring...


Raja send message...


Raja is calling...


Baru Tiana aktifkan hp nya pesan sudah banyak masuk termasuk pesan dari Raja, belum sempat Tiana baca pesan itu dia langsung telepon


Hei ratu ku sudah puas kamu menghilang?.


*Gercep amat kamu, segitu kehilangannya y*a.


Jawab Tiana santai.


Aku sih biasa aja ya, cuma ada yang uring-uringan nih setelah kamu pergi.


Siapa gerangan?


Bos tercinta kamu, pelanggan setia kamu dan beberapa penggemar kamu yang sengaja dateng ke resto cuma mau liat kamu.


Ugh... Kerennya aku udah kayak seleb aja banyak yang kangen.


Kamu di Bandung kan?


Ya dimana lagi !


Ok on the way*...


Seketika sambungan telepon dimatikan Raja, beberapa detik kemudian giliran Vandy yang menelopn nya.


Bigbos is calling..


Assalamullaikum, Jawab Tiana terlebih dahulu karna tadi saat Raja telepon dia tidak sempat mengucap salam keburu Raja nyerocos.

__ADS_1


Walaikumsallam, Tiana apa kabar?


Alhamdulillah dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimana dengan abang?


Alhamdulillah abang juga baik, senang akhirnya hp Tiana bisa dihubungi. Kamu kemana saja selama ini? Gimana setelah resign apa sudah dapat kerja baru?


Tiana tidak istirahat dulu bang, hari-hari hanya duduk manis dirumah.


Bagus begitu saja, abang senang. Apalagi kalau Tiana diam dirumah jadi istri abang jagain anak-anak dirumah. Biar abang yang cari nafkah.


Tidak ada respon dari Tiana, sehingga Vandy buru-buru menarik perkataanya.


Maaf kalau abang lancang bicara seperti ini, tapi ini serius andai Tiana mau abang akan bawa abah dan umi dari kampung untuk meminang Tiana. Itupun kalau Tiana belum memiliki calon atau pacar mungkin.


Abang...


Hanya kata-kata itu yang mampu Tiana ucapkan.


Oh andaikan pria ini adalah Jack sejak awal dia asik mengajaknya menikah, bukan pacaran tapi menikah.


Andai saja saat ini Tiana tidak sedang mengandung anak dari pria lain, mungkin akan Tiana pikirkan kembali ajakan Vandy.


Andai dan andai banyak sekali perandaian dalam pikiran Tiana saat ini.


Tiana tau abang serius, tapi maaf untuk saat ini Tiana belum bisa abang. Terlalu rumit mungkin saja kalau abang tau keadaan Tiana saat ini abang tidak mau lagi menerima Tiana.


Kamu salah Tiana, saya serius terhadap kamu itu berarti saya akan menerima apapun kondisi dan keadaan kamu saat ini.


Tidak abang belum tau kondisi saya, keluarga saya semua tentang saya. Kita belum saling mengenal satu sama lain. Ada banyak wanita yang bisa dengan mudah abang miliki dan jauh lebih baik daripada dengan saya.


Baiklah kalau begitu tapi tolong pikirkan kembali ajakan abang ini.


Baik bang terimakasih sebelumnya, salam untuk keluarga.


Ya Tiana


Assalamuallaikum abang


Waalaikumsallam Tiana


Jack uring-uringan, mobilnya disita sang mama begitupun dengan telepon genggamnya, dia juga dilarang tinggal di apartemen lagi.


"Minggu malam ada ibadah di rumah Anya, kita sekeluarga diundang kesana. Mama harap kamu jaga sikap"


"Mama pinjamkan hp ku ma, sebentar saja"


"Tidak bisa mama tidak akan kasih hp kamu, sebelum kamu menyadari kesalahan kamu"


"Mamaaa please"


"Sekali tidak tetap tidak"


"Aku mau bicara sama Anya, aku dan teman-teman bakal jadi band pengiring di acara sembahyang minggu"

__ADS_1


Ny Nita menimbang-nimbang, sesuai dugaan Jack jika pakai alasan ini pasti mama nya luluh.


__ADS_2