
“Entah diapain mereka itu sampai bolak balik kesini cuma buat cari kabar bu Tiana. Kemarin adiknya bos juga nanyain"
"Playgirl juga bu Tiana kan" sungut Ina
"Kamu iri ya kan ngaku aja keleus" Shilla kini memanasi Ina yang selalu membebel kalau ada yang mencari mantan managernya itu
"Hello ngapain iri, mending jadi jomblo elegant deh ketimbang warawiri sana sini hinggap dicowo yang berbeda"
"Kok kesannya kamu jelekin bu Tiana sih, kamu tuh iri karna bos deketin bu Tiana" kembali Shilla memanasi Ina.
Ina yang kesal memutuskan pergi meninggalkan Shilla, hatiny panas terus terusan dikompori begitu oleh Shilla.
"Kangen sama bu Tiana gak sih dia apakabar ya, dimana sekarang" Erina membuka obrolan diantara teman temannya.
"Ia kangen banget sama bu Tiana dia atasan tergokil sih menurut aku"
"Setuju sama apa yang dibilang Shilla, bu Tiana itu kalau udah marah emang mengerikan kalah lah abang tapi kalau sudah baik kebangetan dia marah juga kalau kita kerjanya gak beres doang abis marah marah pasti baikan" Melinda ikut mengomentari
"Tapi kok kak Ina gak suka banget kayaknya sama bu Tiana" Erin penasaran dengan permasalahan Ina dan ex managernya itu
"Siapa yang gak tau disini kalau kak Ina mu itu naksir bos, dia kan tukang cari perhatian sama bos. Sayangnya bos manalah tertarik sama cewe kayak dia" sinis dan menusuk kata kata Shila, andai Ina maiah disitu pasti dia tidak akan menerima ucapan Shila.
"Asik betul ya kalian ngobrol disini mau sampai kapan ngegosip hah bubar, bos merhatiin kalian di cctv ya"
"Uh Kita ga lagi gosip lagian ga liat nih tangan sambil polish (mengelap dengan kain bersih) alat makan” sahit Shilla.
“Ya lah tapi jangan sambil gosip kerja tangan kalian jadi lambat”
Kini mereka terdiam semua setelah si tegur Melki.
Vandy tengah uring uringan lantaran Tiana mengabaikan teleponnya, tidak ada satupun balasan pesan yang masuk dari Tiana.
Tau akan seperti ini harusnya Vandy gerak lebih cepat, alih alih meminta Tiana menjadi managernya lebih baik dia meminang Tiana langsung untuk menjadi istrinya.
Flash back
3 tahun lalu Vandy sering bolak balik Jakarta Bandung karna ada proyek yang sedang dia kerjakan di kota kembang itu.
__ADS_1
Setiap kali pergi ke Bandung dia akan menginap di salah satu resort di daerah Lembang, kebetulan proyek yang sedang dia kerjakan di sekitar daerah itu.
Meskipun sang kakak tinggal di Bandung tapi Vandy lebih memilih tinggal di resort karna jarak tempuh yang lebih dekat ketimbang harus bolak balik kerumah kakaknya
Vandy tidak tau kalau keponakannya Raja bekerja di resort tempatnya menginap.
Di resort itu juga Vandy bertemu Tiana, dan karna itulah Vandy lebih senang menginap di resort karna ada Tiana pujaan hati.
"Siapa perempuan yang tadi berdiri di dekat meja front office, tamu?" Tanya Vandy pada salah satu bell boy yang berdiri tak kaih dari kursi tamu di loby resort.
"Beliau junior supervisor kita pak, namany Tatiana, masih muda pinter humble lagi ke sesama rekan kerja apalagi ke tamu" bell boy itu justru banyak bicara seperti tau betul Tiana
"Berapa lama dia kerja disini?"
"Mmm kalau jadi junior supervisor sih baru baru ini pak, kalau kerjanya hampir 3 thn dulu dia waiters tapi sekarang diover dibagian spa resort. Cantikkan pak tapi sayang udah ada pawangnya” cerocos bell boy itu lagi
Sedikit saja pertanyan Vandy tapi banyak yang dia dapat cerita tentang Tatiana.
“Ok thanks info nya, ini terima tips buat kamu. Tolong bawakan koper saya ke kamar 203 ya”
Muda cantik pinter idaman banget paket komplit, bakal sering kayaknya saya kesini, batin Vandy.
Semenjak tanya jawabnya dengan bell boy itu mengenai Tiana, Vandy memberanikan dirinya untuk mendekati Tiana.
“Jujur saya tertarik dengan kamu, kalau saya dekati seperti ini apa ada yang marah?”
“Bapak kenal siapa saya?”
“Tatiana Arsyadi, junior supervisor asli Bandung kuliah perhotelan kamu suka makanan pedas. Sayang kamu sudah punya pacar, tapi gak masalah baru pacar belum menikahkan?”
“Bapak stalker saya?” Tanya Tiana miris
“Ah maaf tidak bermaksud seperti itu tapi, ya jujur saya jadi penasaran sih sama kamu jadi saya ceri tau tentang kamu. Maaf kalau ini mengganggu kamu”
Hah Tiana tak habis pikir lelaki tua ini mendekatinya, pantas saja dia hampir setiap weekend bakal datang untuk nginap di tempatnya bekerja.
Setelah sekian lama Tiana dan Vandy saling mengenal tanpa pamit tanpa saling bertukar no telepon Tiana pergi tanpa kabar, Vandy tentu mencari cari dan akhirnya dapat no Tiana dengan segala bujukannya kepada bell boy yang dulu dia tanyai.
__ADS_1
Flass back off
Siapa sangka Tiana bakal jadi candu bagi Vandy, siap sangka gadis yang dia incar dulu itu ternyata kekasih keponakan nya, siapa sangka dia akan membuat kebiasaan Vandy gonta ganti perempuan berubah.
Pikiran Vandy masih melayang jauh mengingat kebersamaanya dengan Tatiana.
“Bagaimana perempuan mau menikah dengan abang, kalau abang gonta ganti psangan udah kayak ganti celana dalam” ucap Tiana frontal kala itu.
“Andaikan abang menikah, abang mau Tiana jadi istri pertama. Nanti abang punya empat istri wah senangnya”
“Saya gak mau kalau dimadu,” Raut mukanya berubah ketika dia membuat lelucon tentang poligami dulu, ah andai saja dia tidak bilang begitu dulu mungkin Tatiananya masih mau mempertimbangkan hubungan mereka.
Andai saja dia jadi Raja dulu, dia tidak akan menyia nyiakan Tiana. Keponakannya yang playboy itu kenapa menuruni sifatnya padahal ayah Raja abangnya Vandy tipe lelaki setia.
Ada apa dengan Tatiana kenapa dia berhenti setelah dia bilang akan bekerja disini dalam jangka waktu yang lebih lama karna merasa betah bekerja di d’chef.
Sementara ditempat lain Raja tidak kalah nelangsanya.
Raja tau permasalahn yang tengah di alami Tiana, itu lah yang membuat Raja tak tenang.
Padahal dia tengah berkorban merelakan perasaanya terhadap Tiana, karna Raja yakin secinta apa Tiana kepada Jack
“Bisa bisanya dia hamilin kamu tapi gak mau tanggung jawab, bocah tengil sialan”
“Siapa yang sialan?”
“Astaga Mel kaget gw lu tiba tiba datang”
“Lu nya aja yang ngelamun, kesambet lu baru tau. Ngapain bengong dibasecamp sendirian gelap gelapan pulak”
“Bukan gelap gelapan ya tapi temaram”
“Remang remang aja bilang sok sok an temaram so puitis lu”
“Hola gaes gw bawa apa ini lihat” Arga tiba dengan membawa satu dus beer kalengan disusul Dandi
“Mabok aja kerjaan kalian, gw skip deh besok kan kerja pagi pak Agus off jangan mengadi ngadi ya kalian anak kitchen tepar semua mau di gorok sama Uncle gw”
__ADS_1