Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 10 Erican


__ADS_3

Dua minggu lagi ulang tahun D'chef yang ke 3, Tiana memilih Shila sebagai ketua pelaksana acara anniversary.


Rencananya Tiana akan meliburkan D'chef selama 3 hari, dan sudah di setujui oleh Evandy. Mereka akan mengadakan acara di daerah pegunungan, susunan acara apa saja yang akan dilakukan selama menginap di villa sudah Shila buat.


"Bu tinggal booking villa, juga siapin hadiah untuk perlombaan nanti" antusias Shila.


"Villa dan kendaraan sudah diurus oleh Melki. Soal hadiah nanti kita belanja sama-sama, coba kamu minta uangnya ke Linda dan list apa saja yang akan kamu beli."


"Sip, Bu Tiana!"


"Pak Agus bagian konsumsi aman kan?"


"Aman bu, sudah saya orderkan!"


"Ok soal anniversary sudah selesai, saya dan Tiana ada meeting lanjutan, kita akhiri meeting ini!" Evandy kali ini angkat bicara.


Selesai meeting dengan Bos dan staf lain Tiana menemui perwakilan dari beberapa sekolah kejuruan, mereka menyepakati MOU kerjasama untuk anak-anak sekolah yang akan magang.


"Jadi nanti kita akan kedatangan anak magang dari sekolah kejuruan?" Vandy memulai percakapan dengan Tiana.


"Ia, ini bagus untuk D'chef! Mereka praktek kerja di tempat kita, dan kita tertolong dengan kehadiran mereka.


"Lalu gajih mereka?"


"Soal itu dari pihak sekolah hanya meminta kita membantu membimbing pelajar mereka."


"Bukan kah itu akan sedikit merepotkan kita?"


"Diawal, saya yakin mereka akan cepat beradaptasi dengan D'chef. Sama halnya dengan kita merekrut fresh graduate!"


"Hmmm ya ya. kira-kira apa sebaiknya kita beri mereka gajih saja? kasiankan kalau mereka kerja tapi ga dibayar!"


Tiana tersentuh mendengar usulan Vandy yang terakhir,cukup lama Tiana dan Vandy membahas D'chef sampai tak terasa sudah waktunya makan malam.


...****************...


"Erina sekarang dengan Candra,mereka serasi banget ya? couple of the year erican, uwu deh pokoknya!" suara-sura sumbang kalau kata Raja. Ina membanggakan hubungan Erina dan Candra sampai-sampai dia menamai pasangan itu Erican singkatan dari nama Erina dan Candra


Erina sudah tak sekaku sebelumnya saat bertemu Raja, berkat Candra Erina bisa lebih terbuka dan menerima kenyataan kalau dia dan Raja sudah tidak mungkin lagi bersama.


Candra seperti jawaban dari apa yang Erina panjatkan.


"Gw seneng kalau lu bisa sama Erina. Jaga dia baik-baik kasian dia selama sama gw banyak termehek-mehek dibanding bahagianya!"


"Tenang aja gw tau gimana cara memperlakukan wanita dengan benar!"


"Haha, okey! Lu memang yang terbaik" sedikit makjleb sebetulnya, tapi itu benar pikir Raja!


"Mas Raja!" untuk pertama kali Erin dan Raja bertatap muka sedekat ini dengan Raja pasca putus.


"Hi Rin!" jawab Raja sedikit kaku.


"Sayang, ayok pulang!" Candra menyapa Erina dilihatnya sang kekasih yang terlihat kaku berhadapan dengan mantan kekasihnya, dia mencoba mencairkan suasana diantara mereka.


"Raja, kita pulang duluan!"


"Bye Mas Raja!"

__ADS_1


"Ah, ia hati-hati. Langsung antar balik Cand anak orang" Candra hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata Raja.


Raja menunggu Tiana, tapi yang ditunggu tak kunjung muncul.


"Celingukan mulu, nyari siapa?" Dandi menyapa Raja yang terlihat mencari sesuatu.


"Dan, Bu Tiana kok ga ada? kemana dia?"


"Udah balik duluan mungkin, dari habis meeting sma bos gw gk liat dia."


"Bu Tiana jalan sama abang, tadi waktu closing aku stor uang ke Bu Tiana di ruangan atas masih ada Abang" Linda menyahuti pertanyaan Raja


"Beneran?" seolah tak percaya, Raja meyakinkan diri.


"Mungkin sih hehe, Linda tebak-tebak berhadiah aja"


Raja melangkahkan kaki nya cepat, mencoba menghubungi Tiana.


"Kenapa Raj?"


"Kamu dengan Uncle?"


"No, ada apa?"


"Oke, aku kesitu dalam 5 menit!"


"Hey tunggu! Ish kebiasaan" belum selesai Tiana bicara raja mematikan sambungan teleponnya.


"Suka banget kamu ya bertamu malam-malam!"


"Waktu kita tersita di resto, apa boleh buat! Aku pikir kamu dengan uncle."


"Uncle udah sejauh mana deketin kamu?"


"Kalian saingan dapetin aku ya haha. Tadi Abang juga tanya sudah sejauh apa hubungan aku sama kamu."


"Serius uncle bilang gitu?"


Tiana mengangkat kedua bahunya, acuh tak acuh.


Ketika akan memasuki kamar, Raja menghalangi langkah Tiana. Mereka sempat saling bertukar tatapan, sebelum Tiana memalingkan pandangannya Raja berhasil mencium bibir Tiana.


"Lepas Raja apa yang kamu lakukan?" bughh..


"Aw!!" dengan otomatis Tiana menendang Raja tepat dibagian tulang kering kakinya, terdengar ringisan Raja.


"Raja sorry aku ga sengaja. Kamu juga sih ngapain cium-cium mulai berani kamu ya!"


"Suruh siapa kamu punya bibir sexy banget minta aku lahap aja. Arrghhh Tiana, ayok kita nikah! mau kan?" Raja mengacak rambutnya frustasi.


Ada perasaan bersalah karna Tiana menendang Raja, dia berjongkok mendekati Raja yang terduduk dilantai setelah kakinya ditendang oleh Tiana.


Perlahan Raja mendekati Tiana lagi, jarak mereka semakin dekat. Kali ini tidak ada perlawanan dari Tiana. Raja yakin Tiana juga menginginkan ciuman itu.


"See? kamu memang masih ada rasa terhadap ku."


"Siapa bil..." lagi kata-kata Tiana diputus oleh sebuah ciuman yang mulai nenuntut dari Raja.

__ADS_1


Keduanya terhenti saat sama-sama kehabisan oxygen.


Suasana sudah memanas, namun Tiana segera sadar. Walau beberapa kali Tiana berontak Raja semakin memperdalam ciuman mereka.


Dicengkramnya kuat tangan dan bahu Tiana, Raja menyatukan kening mereka.


"Sorry, aaa... aku terbawa suasana!"


"Raja, pulang lah tidak baik untuk kita berduan seperti ini!"


"Ia, Ti sekali lagi maaf," Raja takut Tiana menjauhinya lagi karna sudah lancang terhadap Tiana.


Sehingga dia memutuskan untik cepat pergi dari apartemen Tiana.


"Jack," Raja menyapa Jackie yang tengah menutup pintu kamarnya.


"Oh hai, kau dari tempat Tiana?"


Raja hanya menjawab pertanyaan Jackie sambil memegangi ujung mulutnya seperti sedang diingatkan atas apa yang dia perbuat tadi terhadap Tiana.


"Ah ya, kamu kemana larut malam begini?"


"Biasalah bro anak muda, kau mau join?"


"Boleh ayok!"


Pada akhirnya Raja dan Jackie pergi bersama, Jackie harap bisa mengorek apa saja yang yang terjadi antara Raja dan Tiana.


Pagi buta kamar Tiana diketuk, sudah menjadi kebiasaan. Tiana tau perangai bocah labil itu, yang mengetuk pintu kamarnya pasti Jackie dia pulang hangout atau memang niat mabuk dengan teman-temannya kemudian mengacau dikamar Tiana.


"Mabuk lagi kamu?"


"Tidak, ada Raja dikamar ku. Boleh aku tidur disini, aku tak tahan dengan suara dengkuran Raja!"


"Kalian darimana? ko Raja bisa sama kamu?"


"Tadi jumpa depan pintu terus dia ikut aku nongkrong bareng temen-temen."


"Tidur disofa ya, aku mau balik kekamar kalau mau bantal dan selimut ada diruang laundry. Good night"


Keesokannya Raja terbangun hampir siang, dia ingat semalam pergi bareng Jackie dan teman-temannya. Dilihat sekeliling kamar dia keluar ke arah ruang tv tidak dijumpainya Jackie disana.


Selepas mencuci muka dan merasa sudah sedikit lebih fresh, Raja memutuskan untuk pulang dan mampir terlebih dulu ke apartemen tiana.


Beberapa kali Raja mengetuk pintu dan memencet bel tidak ada yang membukakan pintu, mungkin Tiana sudah pergi kerja, pikir raja. Tapi tak lama pintu terbuka, Raja terkejut melihat Jackie yang membuka pintu Apartemen Tiana.


"Bro ko lu disini? Tiana mana?" Raja menunggu jawaban Jackie.


"Tiana sudah pergi tadi pagi, mengenai kenapa aku disini. Selalunya begini ko, Tiana gak pernah cerita kalo kita sedekat ini sama kamu Raja?"


"Maksud lu, kalian pacaran?"


Cukup lama Jackie menjawab, Raja sudah tak sabar ingin mendengar jawaban Jackie. Tangan Raja sudah gatal rasanya ingin memukuli pria yang mengaku tengah dekat dengan belahan jiwanya ini.


"Bisa dibilang seperti itu," bughh!!! braakkk!!! buughhh!!!.


Raja tepancing emosinya, tidak menunggu alasan apa-apa lagi dari Jackie lagipula Tiana tidak ada.

__ADS_1


"Bro sadar dong toh Tiana juga free dia bebas mau bagaimana!"


Masih kesal Raja menghajar Jackie, tapi Jackie tidak hanya tinggal diam. Kali ini dia ikut memukul Raja. Sampai penghuni lain berkumpul dan security datang memisahkan mereka.


__ADS_2