Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 12 Sang Dewi


__ADS_3

Sore hari Shila dan Lisa tengah sibuk mencari hadia untuk acara perlombaan anniversary nanti sesekali mereka bercanda dan tertawa selayaknya dua gadis remaja yang sedang asik berbelanja.


"Lihat Lisa bagaimana kalau aku pakai ini nanti" lisa mengenakan topi koboi yang diambilnya dari mannequen di sebuah toko.


"Jelek banget, ini saja kacamata sebesar kacamata kuda haha" keduanya terlihat sibuk mencoba satu persatu benda yang ada disana.


"Eheemm, kirain saya tinggal parkir kalian sudah dapat barang yang mau dibeli. Taunya masih disini cekikikan. Ayo cepat saya harus balik ke resto nih" Tiana yang tiba-tiba datang entah dari arah mana mengagetkan kedua sahabat itu.


"Ehe Bu kan sesekali bu kapan lagi bisa jalan gini ya nggak Lisa?"


"Ia, huhu maaf Bu. Ok kalo gitu kita cari kadonya disebelah sana!" Lisa yang tak ingin kena omelan panjang dari Tiana langsung mengalihkan pembicaraan.


Saat ketiganya hendak meninggalkan toko itu ada seorang pria yang memanggil, suara yang tak asing ditelinga mereka, ketiganyapun menoleh.


"Honey jackie bilang, siapa honey mu Jack!" tanya Shila.


Tiana memberikan kode agar Jackie terdiam


"Ah kalian lah honey-honey ku. Hehe kalian mau kemana?" pertanyaan itu seolah ditujukan kepada Shila Lisa dan Tiana padahal maksud Jackie pertanyaan itu untuk Tiana.


"Kita mau nyari hadia buat nanti anniversary d'chef" jelas Lisa singkat.


"Ayok cepat saya ga bisa lama-lama!" Tiana mengakhiri obrolan itu.


"Kabarin nanti kalau sudah selesai ya!" Jackie berbisik sambil berlalu.


"Ok deh, bye semua"


Saat Lisa dan Shila sibuk mencari hadiah-hadiah itu, seseorang menarik tangan Tiana pergi dari tempat itu.


"Kau, apa yang kau lakukan. Nanti dilihat Lisa dan Shila!"


"Ssttt sini ayo ikut aku" Jackie menenangkan Tiana.


"Kita keliling biar anak buah mu itu yang heboh nyari hadiah."


"Tapikan ga enak nanti mereka nyari,"


"Telepon dong bilang kalau mereka sudah selesai suruh hubungi kamu!"


Tiana mengikuti perkataan Jackie, akhirnya mereka berdua berhenti dikedai es krim. Menghabiskan waktu mereka sambil menikmati es krim.


"Kenapa kamu ada disini?" selidik Tiana.


"Panggilan hati aja, firasat aku bilang kamu ada disini."


"Huft gombal, sendirian? mana bodyguard mu si Leo?"


"Leo lagi sibik sama cewenya!"


"Cewe yang mana nih?" pasalnya Tiana tau betul tabiat sahabat kekasih barunya ini yang playboy.


Pernah beberapa kali Tiana memergoki Leo jalan dengan beberapa perempuan yang berbeda, pernah juga sesekali Tiana diundang ke acara Jackie dengan genknya di sebuah club saat itu Leo menggandeng perempuan yang berbeda.


Playboy kelas berat si Leo itu.

__ADS_1


Hening beberapa saat tanpa mereka tau sejak tadi ada seorang perempuan yang sedang mengawasi mereka.


Kemudian perempuan itu menghampiri meja mereka dan menggebrak meja sehingga orang-orang yang ada disana kaget.


"Jadi dia penyebab kamu mutusin aku Jack!" mata nya melotot dadanya naik turun, Tiana yakin perempuan itu emosinya tengah memuncak.


"Hey ada apa dengan anda nona? tidak kah kau punya sopan santun?" Tiana masih tenang.


"Sopan santun seperti apa yang kau harapkan, dasar pelakor murahan!" nada bicara Dewi masih tinggi.


Ya perempuan yang membuat kekacauan itu adalah Dewi, sang mantan setidaknya begitulah pengakuan Jackie. Tapi sepertinya bagi Dewi mereka masih sepasang kekasih buktpinya ini, Tiana dilabraknya.


Merasa telah mengundang perhatian banyak orang di mal, Jackie berinisiatif untuk menarik Dewi. Paling tidak Jackie tau mana yang harus ditenangkan. Alih-alih membawa Tiana pergi jauh dia manarik Dewi menjauhi Tiana.


"Dewi, kita sudah tidak ada hubungan dan buka Tiana yang menjadi sebab, so please! jangan seperti ini. Ayok ikut aku"


"Nanti aku hubungi kamu kak. Pergilah sekarang, aku selesaikan dulu urusan ku dengan Dewi!"


Tiana terpaku menatap sosok kekasih barunya yang pergi menjauh bersama dengan perempuan gila itu.


"Bu Tiana!" Lisa melambaikan tangannya.


"Kalian sudah selesai?" melihat 2 troli penuh yang didorong oleh Lisa dan Shila Tiana yakin keduanya telah selesai berbelanja.


"Ayo ke parkir trolinya boleh dibawa sampai tempat parkirkan?"


"Boleh bu" sahut Shila sigap.


"Apa ada yang ingin kalian beli lagi, sudah yakin ini semua cukup?"


"Good idea!"


Sesampainya di restoran Tiana meminta adzhar untuk menolong mereka membawa barang-barang itu ke ruanganya.


Dari atas Tiana melihat Jackie tengah memarkir mobil.


"Apa yang dia buat" gumam Tiana.


"Hei Jack!" Melki menyapa Jackie yang sengaja duduk dimeja terluar.


"Kau mau pesan sesuatu?"


Jackie dan Melki terlibat percakapan singkat obrolan mereka terhenti ketika Jackie melihat Tiana turun dari lantai atas. Seolah faham dengan situasi saat itu Melki meningalkan Jackie dimejanya seorang diri.


"Ka.." tadinya Tiana ingin mengacuhkan Jackie. Beberapa kali Jackie memanggilnya.


"Kau mengikuti kami sampai sini Jack!" tiba-tiba Shila muncul dengan seringai jahilnya, sejak di mal tadi Shila sudah curiga kalau Jackie ada hubungan deng Managernya itu. Tapi dia menehan mulutnya agar tidak keceplosan.


"Shila boleh tolong saya ambilkan tas di mobil. Sepertinya tadi tertinggal!"


"Ok Bu Tiana!"


"Kau mau makan?"


"Aku kesini ingin melihat kaka, apa kaka baik-baik saja?"

__ADS_1


"Aku kenapa? semu baik kok. Masalah tadi jangan terlalu dipikirkan. Hampir lupa, bukan kah wanita tadi yang menginap di apartemen kamu tempo hari?" Tiana bilang dirinya baik-baik saja tapi dari nada bicaranya Jackie tau kalau kekasih nya ini tidak dalam suasana baik.


"Ia dia Dewi, panjang ceritanya nanti aku jelaskan. Bukan kah biasanya kaka pulang dulu jam segini? ayok kita pulang aku tunggu diparkiran ya!"


Tiana menyetujuinya, kalau tidak ingat dimana mereka berada sekarang Tiana sudah ingin memaki Jack, "dia selalu bilang Playboy ke setiap lelaki yang mendekati ku, ciih dia sendiri playboy." umpat Tiana dalam hati.


Jackie menarik Tiana kekamar apartemennya.


"Kenapa mesti disini? aku ingin mandi buka pintunya kita bicara nanti saja selepas aku mandi. Ayo buka pintunya Jack aku ingin kekamar ku!"


"Ga mau, honey please dengar aku sebentar saja!"


"Aku dengar nanti tapi, gerah lengket seharian keliling mal udah gitu dilabrak pacar kamu. Hari ini super sekali!" sindiran Tiana membuat Jackie terpojok.


"Kami betul-betul sudah putus jauh sebelum aku mendekati kamu. Dewi ga terima aku putusin gitu aja setelah dua tahun kebersamaan kami."


Tiana masi memerhatikan Jackie, mencoba mendengarkan alasannya. Kini keduanya telah duduk diatas sofa berwarna hitam yang ada diruang tv.


"Kau bilang aku playgirl, terus ini? apa kau juga seorang playboy? dasar mulut lelaki senang sekali kalau mengada-ngada."


"Serius, aku ah Leo sialan!"


"Kenapa jadi Leo yang sialan?"


"Hari itu aku patah hati lihat kamu bareng Raja, Leo ngajakin ke club tanpa sepengetahuan aku Leo ngajakin Dewi juga"


"Setelah dibuat mabuk mereka, aku ditinggal dengan Dewi. Dewi yang antar aku ke apartemen, tapi sumpah serius malam itu kita ga ngapai-ngapain. Kamu yang ngapa-ngapain kan sama Raja hari itu?" kini giliran Tiana yang dipojokan.


Tidak puas hati karna justru Jackie memojokannya,


"Mulut kamu ya, mana ada aku dengannya. Ngaco! udah ah aku mau mandi mau pulang"


"Honey, terus gimana kamu maafin aku kan"


"bipp bipp" bunyi telepon Jackie.


"Dewi hubungin kamu tuh, sini hp kamu aku yang angkat teleponnya"


Pasrah Jackie tak mau memperkeruh suasana hati Tiana.


"Sayang.." panggil Dewi disebrang sana


"Sayang kamu dengarkan, kamu di apartemen aku kesitu ya?" sambung Dewi lagi, hati Tiana bergejolak ingin rasanya dia mengacak-ngacak perempuan itu. Tapi dia harus jadi wanita elegant kalau marah-marah rasanya bukan Tiana.


"Hallo nona, mohon maaf siapa sayang mu? ini Tiana ada perlu apa kamu menghubungi no Jackie?"


"Kenapa hp Jack ada sama kamu? lancang banget kamu buka hp orang lain!"


"Loh suka-suka dong kok kamu yang marah! jangan hubungi Jackie lagi kalian berdua sudah berakhir bukan? so tolong, go away!!!" Tiana menutup telepon Dewi melempar hp ke arah Jackie dengan emosi nasib hp nya tertangkap kalau tidak entah bagaimana nasib hp nya itu.


"Honey sudah ya jangan marah-marah. Abaikan saja Dewi. Aku janji ga akan menghubungi dia lagi."


"Bukan hanya dia, tapi semua perempuan lain juga!"


"Ok dengan siapapun janji!"

__ADS_1


Tiana rasa ini berlebihan kenapa bisa sebegitu kesalnya dia dengan kejadian ini. Ada yang aneh dengan dirinya cemburu buta seperti itu, "nggak banget" ucapnya dalam hati.


__ADS_2