Playboy X Palaygirl

Playboy X Palaygirl
Episode 20 Hangover


__ADS_3

"Itu cewe kesayangan lu kan?" tunjuk Fang ke dalam sebuah resto, reflex Jack menoleh memicingkan matanya yang sipit memastikan sosok yang ditunjuk Fang


"Tiana" seru Jack dengan nada suara yang pelan hampir tak terdengar.


(Jack is calling...)


(tuuuuttuuuuut....)


"Siapa? kok ditutup"


Tanya Vandy penasaran


"Angkat saja mungkin penting"


"Biarlah cuma orang iseng saja" Tiana acuh tak acuh menanggapi telepon dari Jack


Berhari hari Tiana tidak bisa dihubungi bahkan untuk menemuinya pun sungguh sulit, Jack tau Tiana tengah menghindarinya.


Dia tidak bisa menyerah begitu saja, seperri ada yang kosong dalam diri Jack.


Sementara Tiana dia sudah betul-betul malas berurusan dengan manusia curang seperti Jack.


Malam harinya Jack menemui Melki.


"Kalian masih belum berdamai Jack?"


"Entahlah selalu saja dia menghindar. Bahkan sudah beberapa hari ini tidak melihatnya pulang"


"Dapet kabar dia lagi sering jalan sama salah satu costumer d'chef yang suka sama dia, tapi kata anak-anak beberapa kali mergokin Tiana turun dari mobil bos Vandy, gw sendiri sih ga pernah merhatiin ya. Cuma ada sekali gw lihat dia dateng bareng abang dan bajunya ga ganti. Gw yakin dia pasti abis jalan semalaman sama bos"


(deg)


Bisa dibayangkan perasaan Jack bagaimana ketika mendengarkan kata-kata Melki tentang kekasihnya yang terus dikelilingi pria.


Memang tidak dapat dipungkiri pesona Tiana mampu membuat lelaki mana pun bertekuk lutut.


"Gw ga bisa dieum aja lu tolongin gw dong. Gimana caranya biar bisa ngobrol sama dia ketemu, face to face empat mata" kini Jack memohon pertolongan Melki

__ADS_1


"Besok dia day off kita mau jalan bareng ke pub, lu samperin kita besok"


"Ok thanks bro, gw ga tau lagi harus gimana. Mudah-mudahan setelah bicara dia mau balik lagi"


"Ga yakin sih, tapi namanya juga usaha good luck aja deh buat hubungan kalian berdua"


Sementara ditempat lain Tiana tengah menyibukan dirinya dengan lelaki-lelaki yang diisukan dekat dengan dirinya.


"Loh itu Tiana kan?"


"Ia bang itu manager kita" jawab Ina dari halaman resto


"Abang seperti familiar sama mobil itu, dimana ya abang pernah lihat"


"Abang lupa sama mobil adiknya sendiri?" Ina dan Lisa terkekeh, karna bos nya itu lupa dengan adiknya. Untuk beberapa saat dia belum ngeh sejurus kemudain dia baru tersadar apa yang baru saja dilihat nya.


"Mobil adik abang, itu maksudnya... arhhh astaga itu kan mobilnya Syahril, wah jadi Tiana habis jalan sama adik abang. Bisa-bisanya dia saingan sama abang sendiri" Vandy bermonolog, sementara Lisa hanya dapat menggelengkan kepalanya, entah apa yang bakal disebar Ina kali ini pikir Lisa.


"Loh bos, tumben pagi ada di resto"


"Tiana habis jalan sama Syahril? dari mana kalian? jam segini kok udah bareng Syahril?"


"Tadi syahril mau antar sayur pesanan orang, tak sengaja junpa Tiana tengah sarapan jadi kita sarapan bareng tadi." Keluarga Vandy merupakan penyuplai sayur terbesar dikota ini, hasil sayur dari kampungnya yang tidak terlalu jauh dari kota ada beberapa yang dipasarkan dikota. Kadang beberapa pelanggan besar ditangani langsung oleh Syahril


Tiana semakin larut dalam pekerjaanya, kadang masih saja banyak costumer resto yang terpukau dengan pesonanya. Dia sebetulnya begitu terlihat kaku dan dingin, entah apa yang menarik.


Tapi di balik sifat pendiamnya dia, diam diam juga dia jalan dengan pria-pria playboy itu.


"Hari ini saya ulang tahun, berhubung saya hanya punya kalian disini so saya traktir kalian semua malam ini. Sebagai balasan karna kalian udah jadi partner kerja yang cihuy yuuuuuuhuuuu ayok angkat gelas kalian, pesan minum yang banyak ya mumpung saya lagi happy" Tiana sudah sedikit kehilangan kesadaran


"Mel itu bu Tiana yang manager kita kan, sumpeh baru kali ini gw liat dia sekocak itu haha" Shila tidak menyangka atasannya yang sedingin es itu kini tengah satu meja dan mentraktirnya alkohol disebuah pub"


"Tiana, are you ok?"


"Raja..." Tiana menarik nafas dalam, menggosokan mukanya dibahu Raja.


"Hei lu oleng, balik aja yu gw anter. Baju gw kotor ni sama make up lu. Duh kenapa dah ini bocah"

__ADS_1


"I'm ok berkali kali Tiana hanya mengatakan itu"


"Bu balik aja mending, ibu udah hangover ini"


"Shilaaaa sayang, jangan panggil saya eh gw bu dong. Ini kan ga lagi jam kerja panggil gw kaka aja atau nama gw aja deh ya santai aja girl"


"Melki lu harus jelasin sesuatu sama gw, Tiana kenapa"


sebetulnya ini bukan kali pertama Melki mendapati Tiana seperti ini, tapi sekali lagi dia tidak ingin ikut campur terlalu jauh


"Duh rumit lah, gpp bentar lagi cowonya dateng jemput. Lu ga usah hawatir Raj, kita nikmatin aja kan besok kerja biar jossss" Melki meneguk minuman haram itu lagi


Hari sudah mulai larut, akan tetapi Jack belum terlihat. Melki mencoba menghubunginya beberapa kali tapi tidak dapat respon, Raja dan Shila sudah bersiap mengajaknya pulang. Melki mencoba menahan mereka semua, sementara Tiana jangan ditanya keadannya kacau sekacaunya


"Padahal dia selalu bilang ga mau mabok berjamaah apalagi pas punya masalah, ini dia kenpa juga tiba tiba kayak gini" gerutu Raja yang tau betul sifat Tiana. Malam itu hanya Tiana yang betul betul minum dengan banyak, Sementara Shila masih dalam batas normalnya sedangkan Raja dan Melki sudah seperti minum es teh hanya sedikit mengantuk mulai menghampiri


"Ah sialan si Jack lama, dia lagi dimana memang coba lu hubungin lagi dah gw ngantuk berat ni. Naik kagak pening iya!"


Tak lama Jack datang terburu-buru sepertinya Jack juga minum alkohol tercium kuat bau alkohol dari mulutnya


"Sorry ya lama, tadi temen temen gw ngajakin gw minum dulu di apart nya"


, loh Tiana tumbang?" Tiana tengah terlelap dipangkuan Shila.


"Telat aja dikit lagi, cewe lu udah gw bungkus ke tempat gw. Kita serahin dia, urus bae bae anak orang ya, ayo guys cabut kita"


Raja menghilang sendiri ditengah kerumunan orang, Shila dan Melki pulang mengikuti kepergian Raja


"Bro, semoga sukses ya. Gw balik dulu sama Shila, kabarin kalau ada apa-apa"


"Ia bro, thanks"


Apartment Jack, tempat yang sudah hampir tiga bulan ini tidak pernah dikunjungi oleh Tiana, bahkan Tiana sudah tidak lagi tinggal disebelah unit Jack.


Tiana mengedarkan pandangannya, dia yakin itu kamar Jack. Karna lalu ditempat itu Tiana dan Jack sering menghabiskan waktu bersama.


Tiana tertidur dipelukan Jack kedunya tidak mengenakan sehelaipun pakaian hanya ada selimut tebal yang membungkus keduanya agar tetap hangat.

__ADS_1


Tiana masih mencerna apa yang terjadi semalam, bagaimana bisa dia ada dipelukan lelaki bodoh ini.


"Ah..."


__ADS_2