Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 11


__ADS_3

Berhari-hari Fita tahu kalau Arib mencoba menghubunginya tapi tidak ada satupun yang ia respon, ya Fita masih sangat kecewa.


Siang itu sepulang sekolah.


“Mau pulang bareng tidak Pin?” Tanya Putri sambil menghampiri.


“Tidak Pin, aku mau beli makan dulu di sebrang buat di rumah, duluan saja.” Fita menjawab sambil menunjuk.


“Yasudah aku duluan ya.” Sahut Putri lalu berjalan pulang.


Fita berjalan dan tiba-tiba di depan ada sesosok pria yang sedang menunggu di motor, itu Arib.


“Sayang.” Teriak Arib dengan senyuman.


“Percaya diri sekali kamu memanggil aku sayang !!!” Fita menjawab dengan nada tegas serta tatapan tajam.


“Kamu kenapa begitu?” Tanya Arib dengan nada sedih.


“Menurut kamu, kenapa aku bisa kaya begini !!!” Fita menjawab dengan lirikan tajam serta nada tinggi.


“Aku minta maaf, tidak ada maksud apa-apa Fita sumpah !!!” Sahut Arib sambil memohon serta dengan nada suara pelan.


“Pulang saja sana, tidak usah menggangu aku !!!” Fita menjawab dengan tatapan acuh serta wajah memerah.


“Aku cuma iseng saja, sama wanita itu.” Sahut Arib dengan nada suara menggoda.


“Apa? iseng kamu bilang !! otak sama hati kamu ke mana si? Tidak pernah berubah kamu masih sama seperti dulu !!!” Fita menjawab sambil berteriak serta dengan raut wajah penuh amarah.


“Fita aku mohon, sekali ini saja aku bisa buktiin.” Sahut Arib sambil memohon serta wajah memelas.


“Buktiin apa?” Tanya Fita dengan nada tegas.


“Aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi, aku janji !” Arib menjawab dengan wajah memelas serta memohon.


Setelah Fita berpikir ulang mungkin satu kesempatan lagi tidak apa-apa.


“Oke.” Fita menjawab.


“Yasudah, aku antar pulang ya.” Sahut Arib dengan nada suara pelan serta memohon.


“Tidak usah !! aku bisa pulang sendiri, aku duluan!” Fita menjawab dengan nada suara sedang.


“Tapi, pesan aku di bales ya.” Sahut Arib sambil raut wajah memelas.


“Lihat nanti saja.” FIta menjawab lalu berbalik badan tanpa sepatah kata.


Fita meninggalkan Arib sendiri di tepi jalan siang itu, ia berjalan sendiri entah pikirannya sedang melayang ke mana, Fita rindu dia, sangat….


Esok harinya Fita bertemu dengan Ipan.


“Pan, kamu masih kabar-kabaran sama Ijal?” Tanya Fita sambil berhenti dipinggir jalan.


“Tidak , kenapa Fita?” Ipan menjawab.


“Dia kemana ya?” Ucap Fita.


“Tidak tahu juga, udah kerja mungkin dia, dia memang begitu suka menghilang tanpa kabar, tapi nanti juga muncul tiba-tiba.” Ipan menjawab.


Aduh aku kangen banget sama Ijal, apa kamu tahu kalau aku kangen berat banget sama kamu. Fita membatin.


*/


Semester 1 telah usai, seperti biasa liburan semester tidak begitu menyenangkan, selama berminggu-minggu ini Fita hanya di rumah, sedangkan Arib sibuk kerja dan Fita hanya bisa bertemu dengannya di hari sabtu. Fita merasa cintanya mulai tumbuh lebih besar untuk Ijal dari pada untuk Arib. Bagi Fita Ijal berbeda, dia mengerti apa yang selalu ada di pikirannya meskipun sifatnya cuek tapi dia selalu tau apa yang Fita butuhkan.


Minggu ini adalah minggu terakhir liburannya, tiba-tiba Fita Bahagia di saat ia membaca 1 pesan di handphonenya, ya itu pesan dari Ijal..


“Fita, aku kangen sama kamu, ayo ketemu.” Ijal mengetik sebuah pesan sambil tersenyum.


“Dimana?” Fita membalas dengan raut wajah kaget serta senyuman lebar.


“Tempat biasa, aku jalan ya , aku tunggu ya.” Ijal membalas pesan.


Tempat biasa mereka bertemu itu ya di komplek dekat rumah, Fita berjalan ke sana karena kebetulan tempatnya tidak begitu jauh dari rumahnya.


Dari jauh Fita sudah melihat Ijal duduk di atas motornya.


“Ijal?” Teriak Fita dengan nada suara sedang serta senyuman lebar.

__ADS_1


“Fita.” Ijal menjawab dengan senyuman.


“Kenapa tidak pakai vespa?” Tanya Fita sambil menunjuk motor.


“Kenapa emangnya?” Sahut Ijal dengan raut wajah bingung.


“Tidak apa-apa, kangen saja di bawa susah sama kamu.” Fita menjawab lalu tertawa serta senyuman lebar.


“Ada di rumah, kamu baik-baik sajakan?” Sahut Ijal dengan senyuman lebar lalu tertawa.


“Aku baik Ijal.” Fita menjawab serta tertawa.


“Yakin?” Tanya Ijal serta dengan tatapan menggoda.


“Iya yakin, ngomong-ngomong kamu kenal Putri yang rumahnya dekat balai warga.” Fita menjawab dengan tatapan serius.


“Kenal, kenapa?” Tanya Ijal dengan tatapan serius.


“Aku sekelas tahu sama dia, kamu beri harapan palsu ke dia ya, jahat kamu !!” Fita menjawab.


“Aku bukan kasih harapan palsu, aku cuma tes ombak saja, kamu tahu dari mana?” Tanya Ijal dengan raut wajah bingung.


“Iya tahu, dia cerita sama aku.” Fita menjawab dengan nada serius serta tatapan tajam.


“Dia bukan tipe aku jadi ya biarin saja ! aku cuma menggoda saja sedikit tahunya dia ke makan sama omongan aku.” Sahut Ijal sambil tersenyum sinis.


“Jahat kamu.” Fita menjawab dengan nada sinis.


“Mau mutar-mutar tidak Fita?” Tanya Ijal sambil menyalahkan motor.


“Boleh.” Fita menjawab lalu naik motor.


Aduh aku masih tidak menyangka bisa sedekat ini sama Ijal, aku berharap bisa seperti ini sama Ijal. Fita membatin dengan senyuman lebar serta muka memerah.


Fita dan Ijal berjalan-jalan sebentar.


“Kamu ke mana saja, aku kirim pesan tidak pernah di baca ataupun dibales?” Tanya Fita dengan nada suara pelan.


“Aku sibuk.” Ijal menjawab dengan nada suara memelas.


“Sibuk pacaran?” Teriak Fita lalu tertawa.


Fita tidak tahu apa ucapan Ijal itu benar tapi yang pasti Fita cemburu mendengarnya setelah selesai bertemu dengannya Ijal mengantarkan Fita pulang.


“Pulang dulu ya.” Ucap Ijal sambil tersenyum.


“Makasih ya, udah di ajak jalan.” Fita menjawab sambil tersenyum.


“Santai.” Ucap Ijal lalu menyalahkan motor lalu pergi.


Setelah pertemuan itu seperti biasa Ijal menghilang lagi tanpa kabar, bagi Fita perlahan itu sudah biasa.


Akhirnya Fita masuk semester 2 tidak ada yang berubah semua masih sama, sama-sama memutar otak biar semua tugasnya selesai sebelum ujian praktek tiba.


“Fita, gimana sama tugas akhir ini?” Tanya Putri sambil menghampiri Fita.


“Itu gampang, kamu tinggal cari saja di internet banyak.” Fita menjawab sambil melihatkan handphone.


tiba-tiba Fiqri menghampiri Fita yang sedang sibuk memeriksa tugas.


“Katanya kamu mau pindah rumah ya?” Tanya Fiqri.


“Iya cuma pindah ke depan saja,itupun masih nanti hari jum’at malam, jadi kayanya hari sabtu aku tidak masuk sekolah sepertinya.” Fita menjawab.


“Kaya siput saja kamu pindah-pindah rumah.” Sahut Aldi sambil tertawa.


“Sialan kamu..” Fita menjawab sambil tertawa.


Jum’at malam ini Fita sudah pindah ke rumah yang lebih besar, karena Fita juga sudah mulai dewasa jadi ia butuh rumah yang luas sedikit, malam itu Fita membantu ibunya pindahan dan selesai pukul 01.00 malam, paginya ia bangun seperti biasa mandi dan pakai seragam sekolah tapi ia tidak pergi ke sekolah, Fita bolos dan cabut bersama Arib ke warung makan milik ibunya yang ada di jati ranggon.


“Aku sudah di depan.” Arib mengirim pesan.


“Oke.” Fita membalas pesan.


1 jam kemudian Fita sampai di warung Ibunya Arib.


“Assalamualaikum Ibu.” Ucap Fita sambil tersenyum.

__ADS_1


“Walaikumussalam cantik,kamu tidak sekolah apa sudah pulang?” Tanya Ibu sambil tersenyum.


“Sudah pulang bu, ada rapat guru (terpaksa aku berbohong)” Fita menjawab.


Fita membantu Ibunya Arib melayani pembeli dan Arib bermain dengan adik bungsunya yang paling kecil.


Sorenya Fita minta pulang.


“Ayo pulang, udah sore ini.” Ucap Fita sambil melihat jam.


“Pamit dulu sana.” Arib menjawab.


“Ibu Fita pulang ya.” Ucap Fita sambil bersalaman serta tersenyum.


“Iya hati-hati cantik.” Ibu menjawab dengan lalu tersenyum.


Di jalan sesekali Fita ngobrol dengan Arib.


“Lapar tidak kamu?” Tanya Arib.


“Lapar.” Fita menjawab.


“Kenapa tadi tidak minta makan sama mamah?” Tanya Arib.


“Tidak enak, Ibu masak buat di jual bukan di kasih gratisan !” Fita menjawab.


“Tapi kalau cuma buat kamu pasti di kasih, ya udah mau baso?” Tanya Arib sambil menunjuk.


“Mau !” Fita menjawab.


Fita berhenti di tukang bakso dan ia memesan 2 porsi untuk dia dan Arib, sambil makan tiba-tiba Arib berbicara hal yang penting dengan.


“Aku mau tanya.” Tanya Arib dengan nada pelan serta tatapan serius.


“Apa?” Fita menjawab.


“Kamu sayang sama aku tidak?” Tanya Arib dengan nada serius.


“Iya, kenapa?” Fita menjawab.


“Kenapa kamu tidak kasih aku?” Tanya Arib.


“Kasih apa? Bensin?” Fita menjawab dengan raut wajah bingung.


“Kasih diri kamu buat aku !” Ucap Arib sambil menunjuk.


Seketika Fita menghentikan makanannya..


“Maksud kamu?” Tanya Fita dengan nada suara tegas serta tatapan tajam.


“Kamu tidak mengerti?” Arib menjawab dengan raut wajah sinis.


“Silahkan kamu lakukan itu dengan orang lain, dengan wanita lain, tapi tidak sama aku ! mengerti kamu !!!” Ucap Fita dengan nada kesal serta raut wajah penuh amarah.


“Benar ya !” Arib menjawab dengan tatapan sinis.


“Silahkan !!!” Ucap Fita dengan nada tegas lalu terdiam.


Dasar laki-laki tidak punya otak tidak di pakai otaknya kalo minta apa-apa. Fita membatin lalu terdiam.


“Oke.” Arib menjawab.


Sepanjang jalan setelah makan bakso tidak sedikitpun mereka mengobrol, seperti biasa dia hanya mengantarkan Fita sampai di ujung jalan.


“Kamu yakin sama yang kamu bilang tadi?” Tanya Arib sambil menurunkan Fita.


“Iya ! kalau kamu ingin lakukan itu, silahkan saja dengan wanita lain !!!” Fita menjawab dengan lirikan tajam serta nada tegas.


Fita merasa keputusan kali ini benar, tidak seharusnya dia memperlakukan Fita seperti itu, berhari-hari mereka tidak saling berkomunikasi, Fita berfikir mungkin dia lagi asik dan melupakannya jadi biarlah dia melakukan apa yang dia suka.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa setelah membaca novel karya saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE,saya sebagai penulis sangat berterimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab berikutnya ..


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya untuk memperbaiki cerita-cerita berikutnya.

__ADS_1


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf .


Salam hangat untuk kalian semua❤


__ADS_2