Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 14


__ADS_3

Pagi itu Fita bangun pagi sekali dan bersiap untuk datang ke perusahaan shampoo, selama 2 hari ini ia di berikan pembekalan sistem keselamatan kerja dan bagaimana menjalankan mesin.


Fita masuk di bagian produksi blowing (botol), ia bersama dengan 3 orang lainnya namanya kak Winda, Lena dan Citra mereka satu bagian.


Sore ini Fita pulang di jemput oleh Arib.


“Gimana sayang lancar?” Tanya Arib.


“Lancar sayang, aman besok hari sabtu aku harus datang pagi dan langsung praktek di lapangan.” Fita menjawab.


“Terus pembagian shitfnya gimana?” Tanya Arib.


“Senin aku langsung dapet shift, jadi sekarang kita kemana? Gimana kalau makan aku laper.” Fita menjawab.


“Boleh, kebetulan aku belum makan, kamu makan soto mau?” Tanya Arib sambil tertawa.


“Boleh.” Fita menjawab.


Setelah selesai makan Fita langsung pulang karena besoknya ia harus masuk kerja lagi.


**


Ke esokan harinya Fita langsung ke bagian blowing, di sana ia di bina bagaimana caranya packing, menggiling botol yang rusak alias jelek. Kebetulan usia Leadernya tidak begitu jauh dengannya hanya di atasnya beberapa tahun saja namanya mba Maya.


“Besok senin kamu langsung masuk shift 3 (malam).” Ucap maya.


“Iya mba.” Fita menjawab.


Fita satu shift dengan kak Winda dan Lena sedangkan Citra berbeda shift dengannya.


Setelah di tentukan shift Fita pulang di jemput oleh Arib.


"Aku dapat shift malam." Ujar Fita.


“Bagus dong besok sudah ada kerja.” Ucap Arib.


“iya, tapi pasti nanti aku cepat mengantuk,karena belum terbiasa kerja malam sampai pagi.” Fita menjawab.


“Semangat ya jangan lupa minum vitamin sama susu dan yang pasti perut harus selalu kenyang biar tidak mudah masuk angin.” Ucap Arib sambil tersenyum.


Senin malam Fita masuk pukul 22.00 malam.


“Kak Winda bareng aku ya, aku takut soalnya belum kenal sama orang-orangnya.” Ucap Fita.


“Iya tenang.” Kak Winda menjawab.


Jam kerja di mulai, pekerjaan pertama Fita bukannya menjalankan mesin malah di suruh mengepel serta menyapu semalaman.


“Fita, tugas kamu menyapu semua ruangan terus di pel ya.” Ucap Maya sambil menunjuk.


Tiba-tiba Fita terdiam.


Aku kaya jadi office girl si, ya sudah tidak apa kata ibu aku biasanya kalau orang baru pasti ada-ada aja kerjaannya. Fita membatin.


Pukul 02.00 malam Fita istirahat selama 1 jam, waktu istirahat yang singkat itu ia gunakan untuk tidur, siapa tahu nanti pas bangun pekerjaannya akan lebih menarik ke timbang menyapu ruangan seperti ini.


Setelah istirahat Fita di arahkan packing sama mba Maya.


“Jadi Menyusun 1 box itu 670 ya, cara menghitungnya gampang kaya begini, mengerti?” Tanya Maya dengan nada tegas.


“Mengerti mba.” Fita menjawab.


“Kalau sudah mengerti aku tinggal ya, soalnya perkejaan aku juga banyak, kalau ada apa-apa panggil saja atau kamu bisa minta bantuan sama yang lain.” Ucap Maya sambil melangkah pergi.


Tiba-tiba ada seorang anak lama menghampiri Fita.


“Kamu anak baru ya?” Tanya Tika.


“Iya kak, kakak sudah lama?” Fita menjawab.


“Lumayan, sudah mau setahun aku di sini.” Ucap Tika.


“Kirain aku sudah bertahun-tahun.” Fita menjawab.


“Produksi blowing itu baru jadi, iya rata-rata orangnya emang hampir semuanya baru.” Ucap Tika.

__ADS_1


Paginya Fita pulang di jemput ayahnya, sepanjang jalan Fita tidak mengobrol apa-apa dengannya, ia dan ayahnya memang sudah seperti musuh, selalu ada perselisihan di antara mereka dan tidak jarang mereka bisa sampai beperang juga.


Seharian ini Fita tidak memberi kabar pada Arib karena Fita tidur seharian sangking mengantuk nya dan pukul 19.00 malam ia bangun hanya untuk makan dan mandi, sisanya ia lanjut tidur lagi, ia bangun pukul 20.30 lalu bersiap dan langsung berangkat karena jarak tempuh ke perusahan kurang lebih 30 menit.


Sebulan berlalu sudah banyak orang yang Fita kenal dan ia dekat dengan Eka mereka hampir mirip sekilas, mereka punya panggilan yaitu Upin dan Ipin sama seperti dulu ia dengan Putri…


“Pin, mau makan apa hari ini?” Tanya Eka sambil menghampiri.


“Nasi padang saja bagaimana?” Fita menjawab.


“Warung makan biasa saja ya, ini uang aku sedikit lagi habis, besok saja makan nasi padangnya.” Ucap Tika sambil tertawa.


“Oke Pin.” Fita menjawab.


Seminggu sekali gajinya Fita turun setiap hari jum’at, selama ia bekerja Arib sudah tidak bekerja lagi.


“Kenapa kamu tidak kerja, kontrak kerja kamu sudah habis?” Tanya Fita dengan raut wajah bingung.


“Tidak apa-apa, aku ada masalah makannya aku keluar.” Arib menjawab.


“Terus kamu mau cari kerja apa?” Tanya Fita.


“Entah, apa saja yang penting kerja.” Arib menjawab.


2 bulan berlalu Arib juga belum kunjung dapat pekerjaan, mau tidak mau Fita yang harus membiayai keperluan mereka berdua serta orang tuanya Fita.


“Aku pengen beli sepatu sayang.” Ucap Arib.


“Ya kamu beli dong.” Fita menjawab.


“Tapi, tidak ada uang.” Ucap Arib.


“Ya sudah, ayo kamu mau beli yang seperti apa? Aku yang beliin.” Fita menjawab.


“Ini benar sayang? Kamu serius mau beliin aku?” Tanya Arib dengan raut wajah bersemangat.


“Iya benar, nanti aku yang bayar.” Fita menjawab.


Sore itu Fita dan Arib jalan ke pusat perbelanjaan untuk membeli sepatu.


“Iya bagus sayang, berapa harganya?” Fita menjawab.


“250 Ribu rupiah sayang, mahal si tapi bagus.” Ucap Arib.


“Kamu mau?” Tanya Fita.


“Mau banget sayang, aku mau yang ini boleh ya, please.” Arib menjawab sambil memohon.


“Iya.” Ucap Fita lalu terdiam.


Aku juga butuh sepatu tapi uang aku tidak cukup kalau beli dua sepatu, jadi mau tidak mau aku harus mengalah dulu dengan cara aku beli sepatu yang cukup murah. Fita membatin sambil melirik sepatu didepanya.


Fita terus memutari mall dan ia membeli sepatu seharga 25 ribu rupiah, saat itu raut wajah Fita sangat sedih sekali selama di jalan ia hanya terdiam saja sambil membatin.


Kalau aku pikir-pikir aku bodoh ! aku membelikan laki-laki sepatu yang cukup mahal sedangkan aku sendiri malah beli yang murah banget padahal ini uang hasil kerja keras aku. Fita membatin dengan raut wajah sedih.


Setelah mendapatkan sepatu apa yang di inginkan akhirnya Fita dan Arib pulang selama di perjalan pulang mereka hanya terdiam.


Sesampainya di rumah.


“Neng, Ibu minta uang buat beli baju ya.” Ucap Ibu dengan senyuman.


“Iya, mau berapa?” Fita menjawab.


“Terserah nanti kalau kurang Ibu bisa nambahin.” Ucap Ibu.


“Ini Ibu.” Fita menjawab sambil menyodorkan uang lalu terdiam.


Ya tuhan ini cukup tidak ya sisa segini buat seminggu, semoga saja cukup. Fita membatin.


Minggu ini Fita masuk siang, jadi tidak ada yang antar ia kerja dan Ayah hanya bisa menjemput.


Benar saja baru berselang 2 hari uang Fita mulai tidak cukup karena secara otomatis ia harus mengeluarkan uang untuk biaya naik angkutan umum.


“Pin, aku boleh pinjam uang kamu dulu tidak nanti pas gajian hari jum’at aku ganti.” Tanya Fita.

__ADS_1


“Iya Pin santai mau berapa?” Eka menjawab.


“Yang penting cukup untuk makan saja.” Ucap Fita.


“Ya sudah sampai hari jum’at, kamu makan aku bayarin, oke.” Eka menjawab.


“Nanti jum’at aku ganti tinggal hitung saja ya Pin.” Ucap Fita.


“Iya Ipin, udah kaya sama siapa saja kamu.” Eka menjawab lalu tersenyum.


Seminggu berlalu Fita gajian dan ia membayar hutang dengan Eka, seperti biasa ada saja yang di butuhkan sama Arib dan mau tidak mau ia harus menuruti itu, ia mulai sayang dengannya jadi apapun yang dia minta ia selalu berusaha memberikannya meskipun nantinya justru ia yang kekurangan, Fita memang bodoh.


Minggu ini Fita masuk pagi, ia coba menghubungi Ijal.


“Ijal, besok bisa jemput aku tidak, aku pulang kerja jam 2 siang?” Fita mengirim sebuah pesan.


“Oke bisa, kamu kerja dimana?” Ijal membalas pesan.


“Di cakung Ijal, di perusahaan shampoo, tahu tidak?” Fita membalas pesan.


“Tau dong, oke besok aku jemput Fita.” Ijal membalas pesan.


Keesokan harinya setelah pulang kerja fita menanyakan posisinya Ijal.


“Kamu dimana?” Fita mengirim sebuah pesan.


“Kamu kali yang di mana? ini aku sudah di depan.” Ijal membalas pesan.


Akhirnya Fita menghampiri dengan ragu-ragu karena motornya berbeda.


“Ijal?” Ucap Fita sambil menepuk punggungnya Ijal.


“Iya ini aku, kamu lama!” Ijal menjawab sambil membuka masker.


“Maaf, ini motor kamu? baru ya?” Tanya Fita sambil menunjuk.


“Iya alhamdullilah, ya sudah ayo mau kemana? Mau pulang apa kemana?” Ijal menjawab dengan senyuman.


“Jalan-jalan boleh.” Ucap Fita sambil tersenyum.


“Boleh-boleh saja.” Ijal menjawab.


Fita jalan-jalan dengan Ijal dan mereka menepi di pinggir danau.


“Mau minum tidak Fita?” Tanya Ijal.


“Boleh.” Fita menjawab.


Ijal membelikan Fita minum.


“Ini minumnya bos.” Ucap Ijal sambil memberikan minum.


“Makasih iya, Ijal kita tidak bisa menjalin hubungan gitu?” Fita menjawab.


“Kamu sudah sama Arib Fita.” Ucap Ijal.


“Kamu tahu?” Tanya Fita dengan raut wajah bingung.


“Semua tentang kamu,aku tahu, teman aku banyak, aku bisa ngawasin kamu kapan saja, mau lagi kenapa-kenapa juga aku tahu, makannya aku suka muncul pas kamu lagi galau dan suka menghilang pas kamu sudah merasa Bahagia juga.” Ijal menjawab.


Kini Fita baru tahu kenapa Ijal suka menghilang dan dengan ajaibnya datang, sepanjang jalan dia mengantarkan Fita pulang, Fita memeluknya, rasanya sangat tenang dan seperti semua masalah yang ada di hidupnya seketika hilang.


Fita bahagia bersama Ijal, tapi Ijal tidak bisa untuknya.


Tuhan apakah aku boleh meminta atau menukar dengan sesuatu agar dia bisa bersama aku? , Kenapa hati ini terus mencarinya padahal di samping aku sudah ada seseorang, kenapa aku terus Bahagia saat bersama dengan lak-laki ini?, laki-laki yang entah bisa atau tidak aku miliki?, laki-laki yang selalu aku rindukan dalam diamku, laki-laki yang selalu ada dalam doa aku setiap saat, aku ingin dia tuhan , apakah boleh?. Fita membatin sambil terdiam.


 


Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.


Salam hangat untuk kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2