Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 21


__ADS_3

Fita bekerja seperti biasa dan istirahat hanya makan saja dan sesekali membuka sosial media.


Tiba-tiba Fita yang sedang asik menikmati istirahat serta asik memainkan handphone dikagetkan teman-temannya.


“Kamu tidak bosan sendiri terus Fita?” Tanya Evi sambil menggoda.


“Biasa saja si aku, yang penting punya uang banyak, kalau uang banyak pasti bisa buat senang-senang jadi lupa kalau aku belum ada pasangan.” Fita menjawab sambil tertawa.


“Sendiri itu enak,bebas ya Kak kaya aku ya.” Ucap Lola sambil menggoda lalu tertawa.


“Iya.” Fita menjawab.


Tiba-tiba ada pesan masuk di WhatsApp, Fita mengecek handphonenya dan itu dari Lana.


“Dek nanti malam jadi jalan? Minum kopi saja gimana mau tidak? sambil santai.”


“Terserah bebas, jam berapa?” Tanya Fita.


“Habis isya ya dek.”


Tanpa Fita balas lagi pesan Lana, hanya ia baca saja.


“Siapa?” Tanya Evi.


“Entah, orang tidak jelas mengajak jalan.” Fita menjawab.


“Bagus dong, mau saja lumayan tahu dari pada kamu di rumah saja.” Ucap Evi sambil menggoda.


“Jangan Kak nanti kamu di culik.” Lola menjawab sambil tertawa jahat.


“Siapa yang mau culik aku juga.” Ucap Fita sambil tertawa geli.


Aneh-aneh saja mereka, untung mereka temen-temen aku. Fita membatin.


Fita pulang seperti biasa, sesampainya di rumah ia mendapat telefon dari Mas Seful.


“Baru pulang dek?” Tanya Seful.


“Astaga di mana-mana itu salam dulu kali.” Fita menjawab sambil tertawa.


“Assalamualaikum.” Ucap Seful sambil tertawa.


“Walaikumsalam, ini ade baru pulang.” Fita menjawab.


“Kalau begitu makan dulu dek.” Ucap Seful.


“Nanti saja Mas gampang.” Fita menjawab.


“Gimana gimana?” Tanya Seful.


“Apanya?” Fita menjawab.


“Kerja kamu gimana?” Tanya Seful.


“Lancar dong Mas.” Fita menjawab.


“Sudah dapat teman laki-laki?” Tanya Seful.


“Astaga mulai meledek aku !” Fita menjawab.


“(sambil tertawa) Dek, apa kamu tidak mau buka hati kamu, jangan terlalu menutup diri itu tidak baik, nanti cowok-cowok pada kabur.” Ucap Seful.


“Biarin saja kabur, aku tidak peduli.” Fita menjawab.


“Berdamailah sama diri kamu dek, Mas tahu sebenaranya kamu kesepiankan? Kamu butuh teman dek.” Ucap Seful.


“Aku tidak kesepian Mas, adik punya banyak temen, sahabat dan Mas yang selalu telefon, itu sudah cukup.” Fita menjawab.


“Bukan itu dek, Mas jugakan tidak mungkin selamanya kaya begini sama kamu, dan teman-teman kamu juga tidak mungkin sama kamu terus, mereka punya pasangan masing-masing.” Ucap Seful.


“Mas, ade lagi tidak ingin bahas itu, ade juga tidak kesepian Mas, sendiri itu menyenangkan Mas.” Fita menjawab.


“Inget baik-baik kata-kata Mas, belajar memaafkan diri kamu sendiri ya dek.” Ucap Seful.


“Aku baik-baik saja Mas.” Fita menjawab.


Setelah telefon berakhir, Fita berfikir ternyata tidak mudah baginya memaafkan diri sendiri seperti yang Mas Seful ucapkan, tidak mudah mencari pasangan yang baik,lagi pula ini sudah cukup baginya, Fita sudah cukup senang hidupnya berjalan seperti ini untuk sekarang.


Malam itu Gena keluar dari rumah sakit, Fita menenggoknya sebentar saja kebetulan rumah mereka hanya beberapa rumah saja.


“Kamu sudah pulang?” Tanya Fita.


“Sudah buktinya aku di sini.” Gena menjawab.


Tidak beberapa lama kemudian Lana pun sudah di rumahya Fita, dia menelefon Fita.


“Lagi di mana, kakak sudah di depan rumah kamu.”


“Ke belakang saja kak,itukan ada gang, ikutin jalan nanti ada anak tangga naik saja,nanti ketemu aku.” Fita menjawab.


“Oke.”


“Siapa? yang kemaren ya?” Tanya Gena.


“Entah, orang nyasar.” Fita menjawab.


“Serius kamu.” Ucap Gena dengan raut wajah penuh tanya.


“Apa si Gen ! sudah tidak usah ceramah mending kamu istirahat.” Fita menjawab dengan nada sinis.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


“Hai semua, sudah boleh pulang dik?” Ucap Lana.


“Sudah kak, mau mengajak Fita jalan ya?” Tanya Gena.


“Iya.” Lana menjawab.

__ADS_1


“Jagain, dia galak takutnya bunuh Kakak nanti di pinggir jalan.” Ucap Gena sambil mengoda lalu tertawa.


“Enak saja !!” Fita menjawab dengan nada suara sinis.


“(sambil tertawa) kalau begitu Kakak duluan ya, kamu cepat sehat.” Ucap Lana.


“Makasih.” Gena menjawab sambil tersenyum.


Akhirnya Fita dan Lana berjalan ke sesuatu tempat di Jakarta dan mereka mengopi di sana.


“Kamu mau minum apa?” Tanya Lana.


“Capucino dingin.” Fita menjawab.


“Oke.” Jawab Lana.


Sembari menunggu pesanan datang Fita hanya asik bermain dengan ponselnya dan Lana sesekali melihat ke arahnya.


"Kamu secuek ini ya sama cowok?” Tegur Lana.


“Biasa saja.” Fita menjawab.


“Kamu punya pacar dik? Kalau Kakak si belum.” Ucap Lana.


“Itu bukan urusan saya dan saya tidak peduli sedikitpun.” Fita menjawab dengan tatapan sinis.


“Jangan cuek dan dingin dik, tidak bagus tahu.” Ucap Lana.


“Bukan urusan kamu terserah aku mau apa !!” Fita menjawab.


Setelah menunggu tidak begitu lama pesananpun datang, Fita meminum minumannya sedikit.


“Tahu tidak kalau orang suka minum capucino itu artinya dia orang yang setia.” Ucap Lana.


“Aku cuma haus dan ingin minum bukan suka sama minumannya.” Fita menjawab.


“Kamu punya masa lalu yang buruk ya dik?” Tanya Lana.


“Jangan ikut campur atau mau tahu sama urusan orang!.” Fita menjawab.


“Maaf, Kakak hanya mencoba mengobrol sama kamu.” Ucap Lana.


“Iya.” Fita menjawab lalu terdiam.


Jadi orang sok tahu banget, seperti paranormal saja, seperti dukun, dasar mulut burung beo, mulut cewek, banci. Fita membatin.


Akhirnya minumanpun habis dan merekapun pulang, baru di pertengahan jalan Lanapun berhenti.


“Kenapa? rumah aku masih jauh kali.” Ucap Fita dengan raut wajah bingung.


“Turun sebentar dik.” Lana menjawab sambil mengecek motor.


“Kenapa?” Tanya Fita.


“Bocor dek, tuntun sebetar ya sampai tambal ban.” Lana menjawab sambil tertawa.


“Maaf ya dik, itu lagi di tambal.” Ucap Lana dengan raut wajah memelas.


“Iya,tidak masalah.” Fita menjawab.


“Kakak tahu sebenarnya kamu wanita yang baik, buktinya kamu tidak mengeluh saat mendorong motor kakak.” Ucap Lana.


“Terpaksa kali, kalau begitu aku tinggal ya aku pakai Ojek Online saja.” Fita menjawab.


“Kamu kenapa si dik?” Tanya Lana.


“Bukan urusan kamu aku kenapa! bisa tidak jangan ikut campur atau sok dekat!.” Fita menjawab.


“Kamu seharusnya hargain dong dik usaha Kakak deketin kamu.” Ucap Lana.


“Iya aku hargain tapi aku tidak butuh itu semua mengerti !!!” Fita menjawab dengan nada tegas.


Akhirnya malam itu Fita pulang dengan Ojek Online dan meninggalkan Lana di tambal ban, sesekali ia melihat handphone dan Lana tidak menghubunginya, mungkin dia marah atau kecewa, Fita tidak begitu peduli.


**


Hari ini Fita dapat waktu libur dan ia mengobrol dengan Gena di depan rumahnya.


“Lana sepertinya suka sama kamu.” Ucap Gena.


“Aku tidak peduli.” Fita menjawab.


“Ayolah Fita buka hati kamu sedikit saja, setidaknya supaya kamu bisa lihat mana laki-laki yang mau berjuang sama yang tidak, oke?” Ucap Gena.


“Lihat saja nanti, males aku membahas itu.” Fita menjawab.


Tidak lama kemudian tiba-tiba ada laki-laki yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka dan itu Lana.


“Ada yang menguping, kamu ya?” Tanya Fita.


“Kakak cuma mau main dik memang tidak boleh.” Lana menjawab.


“Terserah !!!” Ucap Fita dengan nada tinggi.


“Bapak kamu mana dik?” Tanya Lana.


“Pulang kampung.” Fita menjawab.


“Kakak boleh main sebentar.” Ucap Lana.


“Aku mau tidur, mengerti tidak !!!” Fita menjawab denga nada tegas.


“Sebentar dik.” Ucap Lana.


“Apa !!” Fita menjawab.


“Jalan sama Kakak ya.” Ucap Lana.

__ADS_1


“Kemana?” Tanya Fita.


“Ayo ikut saja.” Lana menjawab.


“Tinggal ya Gen.” Ucap Fita.


“Oke.” Gena menjawab.


Akhirnya Fita menerima ajakan Lana untuk menemaninya jalan sebentar, mereka berhenti di pinggir danau.


“Coba cerita sama Kakak apa yang kamu alami selama ini?” Tanya Lana.


“Sudah masa lalu aku, aku juga malas cerita!” Fita menjawab.


“Oke, Kakak cuma merasa kamu lagi berperang dengan diri kamu sendiri.” Ucap Lana.


“Jangan sok tahu.” Fita menjawab dengan nada kesal.


“Kakak suka sama kamu dik, dari awal Kakak melihat kamu.” Ucap Lana.


“Aku tidak bisa kak.” Fita menjawab.


“Coba dulu ya, Kakak bisa bahagiain kamu.” Ucap Lana.


Pada saat itu jawaban Fita sangat singkat (Ya) , akhirnya Fita mencoba memulainya dengan Lana.


**


Hari itu nomornya Fita terblokir dan ia menggantinya dengan yang baru begitupun dengan WhatsApp, ia mengirim pesan siaran ke semua yang ada di kontaknya, memberitahu kalau ini nomer barunya dan tanpa ia sadar ia mengirimkan ke Ijal.


Beberapa saat banyak WhatsApp yang masuk,Fita mencoba melihat dan ada satu balasan yang membuatnya kaget, itu balasan dari Ijal.


“Oke, aku simpan nomor kamu ya.” Ijal membalas pesan.


“Iya.” Fita membalas pesan dengan perasaan campur aduk.


Ya tuhan aku bahagia sekali ternyata Ijal masih mau menyimpan nomor aku, kenapa ini tidak terfikir oleh ku kalau ganti nomor itu bisa menghubungi orang yang sudah memblokir kita, kalau tahu begitu kenapa tidak dari dulu saja aku lakukan ya. Fita membatin sambil tersenyum.


Meskipun Ijal kembali membuka semua yang dia blokir tapi mereka saling tidak berhubungan, tahu keadaannya baik-baik saja Fita sudah senang sekali.


Waktu terus berjalan, semakin hari Fita semakin membuka dirinya ke Lana, mereka menjalani semuanya.


“Kerjaan kamu cuma Ojek Online saja ya?” Tanya Fita.


“Iya dik, sudah mencari kerja tapi belum dapat.” Lana menjawab.


“Nanti aku minta tolong sama paman aku buat mencarikan kamu pekerjaan.” Ucap Fita.


Akhirnya Fita menepati janjinya, ia meminta tolong kepada Pamannya untuk mencarikan Lana pekerjaan dan kebetulan Pamannya sedang mencari anak buah dan menawarkannya pada Lana.


“Jadi anak buah Paman mau?” Tanya Paman Fita.


“Boleh Paman.” Fita menjawab.


“Bayarannya sistem mingguan, sehari dibayar 95 ribu bisa lebih juga 100 ribu.” Ucap Paman.


“Boleh.” Fita menjawab sambil tersenyum.


Akhirnya Lana berkerja dengan Pamannya Fita, hari ini hari pertama Lana kerja.


“Gimana?” Tanya Fita.


“Makasih ya dik, kerjanya enak dik, lancar semuanya.” Lana menjawab.


“Iya sama-sama.” Ucap Fita.


Sesekali Fita suka mengupdate status soal Lana dan benar saja itu memancing Ijal untuk berkomentar.


“Haha munafik ini cowok, hati-hati kamu.” Ijal mengirim pesan.


“Sok tahu jadi orang.” Fita membalas pesan.


“Iya karena aku tau, aku ini laki-laki, aku tahu mana yang baik mana yang munafik !!!” Ijal membalas pesan.


Fita merasa cukup senang sekali ternyata Ijal masih peduli dengan keadaannya, rencananya berhasil.


Hari terus berlalu dan hidup Lana semakin enak dengan bayaran yang dia dapatkan, dan dia berusaha mengajak Fita berhubungan intim seperti suami istri, tentu saja Fita sangat menolak mentah-mentah dan hingga pada suatu hari Lana menghilang tiba-tiba seperti Arib, Fita berusaha mencarinya tapi hasilnya tidak ada. Fita terus mengirim pesan kepadanya tapi dia tidak mau membalas pesannya hingga pada suatu hari ia tahu semua kebenarannya.


“Maaf ya dik, Kakak tidak bisa sama kamu lagi, Kakak sudah punya pasangan dik.” Lana mengirim pesan.


“Maksud Kakak apa ya?” Fita membalas pesan.


“Iya Kakak sudah punya pasangan dik.” Lana membalas pesan.


“Kurang ajar kamu ya jadi laki-laki!! mentang-mentang keinginan kamu tidak di penuhi terus kamu meninggalkan aku !! Brengsek !!” Fita membalas pesan.


Akhirnya setelah mendapat pesan seperti itu ia mengadu semuanya ke Pamannya.


“Jadi kamu mau gimana?” Tanya Paman.


“Pecat dia Paman sekarang, Fita tidak mau lihat dia lagi.” Fita menjawab dengan raut wajah penuh amarah.


Akhirnya Paman menuruti apa yang Fita mau, Lana di pecat dan semua yang berhubungan dengan Lana ia hapus dan ia blokir.


Dasar laki-laki mau enaknya saja giliran tidak di kasih kabur, kurang ajar !!!. Fita membatin.


Setalah kejadian ini Fita mulai menutup diri lagi, ia menyesal telah membuka diri dan hasilnya seperti ini, bodohnya Fita saat itu.


Fita marah dengan dirinya sendiri saat itu, ia begitu menyalahkan dirinya, harusnya ia tidak semudah itu membuka diri dengan orang baru....


 


Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.

__ADS_1


Salam hangat untuk kalian semua❤


__ADS_2