
Pagi yang cerah itu Fita mendapatkan undangan pernikahan, sambil berjalan ke arah pulang ia terus melihat ke arah handphonenya dengan penuh ragu-ragu untuk mengajak Ijal apa tidak ke pernikahan temannya, tiba-tiba dari belakang Imah membuatnya kaget.
“Kakak ajak siapa kamu?” Tanya Imah sambil tertawa.
“Sendiri kali.” Fita menjawab.
“Ijal saja kakak ajak, aku mau ajak Restu.” Ucap Imah.
“Iya kamu saja, ya sudah nanti saja pas sudah di rumah aku ajak Ijal.” Fita menjawab.
Sesampainya di rumah Fita langsung menghubungi Ijal.
“Ijal, besok aku ada kondangan, kamu bisa ikut aku tidak?” Tanya Fita di telepon.
“tidak tau Fita, lihat besok saja memang kapan?” Ijal menjawab.
“Hari minggu Ijal.” Ucap Fita.
“Astaga, aku lagi di Purwakarta ini sama kakak aku.” Ijal menjawab sambil mengirim Foto.
“Terus gimana dong? jadi tidak bisa ya.” Ucap Fita dengan nada suara sedih.
“Nanti aku usahain, oke.” Ijal menjawab.
“Kabarin ya.” Ucap Fita.
“Iya.” Ijal menjawab.
Fita terus menunggu kabar dari Ijal karena kalau Ijal tidak bisa ia juga tidak akan datang ke undangan itu.
Oh tuhan, semoga saja Ijal bisa ya aku mohon banget. Fita membatin.
*/
Minggu sore itu, tiba-tiba ada pesan masuk di handphonenya Fita itu pesan dari Ijal.
“Fita, aku sudah kembali ini, mau kondangan jam berapa?”
“Habis maghrib.” Fita membalas pesan dengan raut wajah bahagia.
“Ya sudah, bertemu ditempat biasa ya.” Ucap Ijal.
“Iya.” Fita membalas pesan.
Setelah mendapat kabar dari Ijal, Fita langsung bersiap-siap dan menunggunya di tempat biasa, di ujung jalan.
“Sudah di sini saja kamu,biasanya juga aku yang tunggu kamu.” Ucap Ijal.
“Lagi pengen saja.” Fita menjawab.
“Ya sudah ke mana ini kita?” Tanya Ijal.
“Ke rumah Imah dulu ya, dia mau bareng kita.” Fita menjawab.
“Ya sudah ayo naik.” Ucap Ijal.
Akhirnya mereka meluncur ke rumah Imah, sesampainya di sana Fita belum melihat motornya Restu.
“Imah, sudah siap belum?” Tanya Fita.
“Sudah kakak, masih tunggu Restu ini, dia lagi di jalan kata dia dari jatiwaringin habis antar pamannya.” Imah menjawab.
“Ya sudah tunggu saja.” Ucap Fita.
“Jadi tidak?” Tanya Ijal.
“Jadi tapi nunggu Restu dulu masih di jalan.” Fita menjawab.
Akhirnya mereka memutuskan menunggu Restu, setelah cukup lama menunggu akhirnya Restu datang.
“Ayo teman-teman.” Ucap Restu.
“Main ayo ayo saja kamu, orang kamu yang lama.” Sahut Fita dengan tatapan sinis.
__ADS_1
“Macet tahu macet.” Ucap Restu sambil tertawa.
“Tahu jalan tidak?” Tanya Fita.
“Tidak.” Sahut Imah sambil tertawa.
“Astaga gimana si, mau kondangan tidak tahu tempat.” Ucap Restu sambil menggelengkan kepalanya.
“Ijal kamu tahu alamat ini?” Tanya Fita sambil melihatkan undangan.
“Tahu dong.” Ijal menjawab sambil tersenyum.
“Ya sudah ikutin Ijal saja Restu.” Ucap Fita.
“Iya, ayo kita jalan.” Restu menjawab.
Akhirnya mereka menuju alamat undangan, sebetulnya di sana banyak yang menanti Fita dan Imah karena mereka saling berjanjian, tapi mungkin karena lama jadi mereka yang menunggu akhirnya jalan duluan.
Sesampai di tempat pernikahan mereka menulis buku tamu, memasukkan amplop dan bersalaman dengan pengantin, kemudian mereka menikmati beberapa makanan kecil.
“Kakak ajak siapa itu?” Tanya Lola sambil menunjuk ke arah Ijal.
“Pengen tahu saja kamu anak kecil.” Fita menjawab.
“Enak yang sudah tidak sendiri lagi.” Ucap Kak Ina sambil menggoda.
“Kakak bisa saja, temen aku itu.” Fita menjawab dengan wajah tersipu malu.
“Kalau cuma teman kenapa diajak kondangan.” Sahut Lola sambil tertawa.
“Dari pada aku tidak ada teman jalan.” Fita menjawab sambil tertawa.
“Foto-foto ayo.” Ucap Kak Ina.
Akhirnya Fita dan yang lain asik berfoto-foto bersama pengantin ramai-ramai, sedangkan Restu dan Ijal mereka sibuk dengan game mereka, Fita kurang mengerti game apa yang sedang mereka mainkan.
Setelah selesai mengahadiri undangan, mereka memutuskan untuk mencari makan saja di luar, mereka terus berputar-putar mencari yang pas dan akhirnya mereka makan di kedai ayam.
“Kakak mau pesan apa?” Tanya Imah.
“Paket lengkap saja ya” Ucap Imah.
“Boleh, Ijal mau apa?” Tanya Fita.
“Kol goreng dong.” Ijal menjawab.
“Apa itu?” Tanya Fita.
“Iya kol saja, tapi di goreng.” Ijal menjawab.
“Baru tahu aku kalau ada makanan sejenis itu."Ucap Fita.
“Astaga norak banget si kamu.” Ijal menjawab sambil tertawa lebar.
Setelah memilih menu makanan Imah langsung memesan 4 paket lengkap untuk mereka, sembari menunggu makanan siap Fita sibuk dengan ponselnya, Ijal demikian begitu dan Restu bersama Imah mereka asik berfoto, tanpa Fita sadar Imah ingin memfoto Fita dan Ijal, Imah terus mencari cahaya yang pas untuk mereka, setelah di rasa cocok akhirnya Imah memanggil Fita yang sedang sibuk dengan ponselnnya.
“Kak Fita !!!” Teriak Imah.
Fita menengok dan suara ‘cekrek’ Imah dapat foto Fita dan Ijal.
“Ini bagus tahu,kakak lihat saja ini hasil fotonya.” Ucap Imah sambil melihatkan handphone.
“Iya Imah lumayan.” Fita menjawab.
“Si Ijal paham kamera banget,lihat saja.” Ucap Imah sambil berbisik.
“Iya Imah.” Fita menjawab sambil tertawa.
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya pesanan datang, mereka makan makanan masing-masing.
“Oh itu bentuk kol goreng, rasa kol goreng seperti apa?” Tanya Fita.
“Enak, kaya makan bakwan, kamu mau coba.” Ijal menjawab.
__ADS_1
“Tidak mau Ijal, pasti tidak enak.” Ucap Fita.
“Ini enak cobain dulu, ini aku suapi, gimana enak tidak?.” Ijal menjawab sambil menyuapi Fita dengan lembut.
“Seperti rasa bakwan.” Ucap Fita.
“Sudah aku bilang rasanya seperti bakwan.” Ijal menjawab sambil tertawa.
“Ingat ingat ini tempat makan.” Ucap Imah.
“Biarin saja si sayang, kamu mau aku suapi.” Restu menjawab.
“Mau dong.” Ucap Imah.
“Dasar !” Sahut Fita sambil tertawa.
Setelah makan selesai dan bayar mereka berpisah di sini.
“Imah aku pulang ya, aku duluan ya.” Ucap Fita.
“Iya kakak hati-hati kamu.” Imah menjawab.
“Restu duluan ya.” Ucap Ijal.
“Oke.” Restu menjawab.
Setelah berpisah Fita tidak langsung pulang tapi ia dan Ijal berjalan-jalan sebentar sebelum pulang ke rumah.
“Makasih ya Ijal ganteng.” Ucap Fita sambil tersenyum manis.
“Santai saja Fita, sudah aku bilang kalau ada apa-apa bilang saja bicara saja sama aku, oke.” Ijal menjawab.
“Siap bos.” Ucap Fita.
****
Setelah pertemuan ini Fita dan Ijal tidak saling berhubungan lagi, ya seperti itu dia, selalu ada di saat Fita ingin tapi setelah semua selesai Ijal menghilang lagi, pesan-pesan Fita juga tidak ada yang Ijal balas kecuali saat Fita memang sedang membutuhkan Ijal, entah maksudnya apa Ijal seperti itu terhadap Fita.
Tanggal 20 April Fita ingat ulang tahunnya Ijal, sebenarnya Fita ingin mengucapkan selamat ulang tahun tapi pas ia lihat statusnya Ijal yang dibuat di media sosial kado dari seseorang, seketika hatinya Fita terluka, Ijal sudah memliki wanita yang dia cintai, akhirnya Fita mengurungkan niatnya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ijal.
Setelah kejadian itu berhari-hari Fita galau tidak jelas.
Oh jadi Ijal sudah ada yang baru, ya sudah aku harus ikhlas, tapi aku yakin Ijal akan jadi milik aku, aku yakin itu, tuhan tidak mungkin salah. Fita membatin sambil terdiam dengan pikiran serta hatinya memikirkan Ijal.
Tiba-tiba Imah menghampiri Fita yang sedang terdiam.
“Kamu kenapa kakak?” Tanya Imah.
“Tidak apa-apa Imah.” Fita menjawab.
“Kamu yang jomblo saja galau mulu ya, aku yang punya pacar saja kalah sama kamu yang galau kaya begini.” Ucap Imah.
“Apa si Imah, aku tidak galau, aku cuma pusing saja.” Fita menjawab dengan nada sinis.
“Iya pusing gara-gara Ijal yang bikin status di sosial media kado dari ceweknya.” Ucap Imah sambil menggoda.
“Tidak jelas kamu.” Teriak Fita.
“Ya sudah kakak positif saja si siapa tahu itu cuma teman, atau sahabat sekarang lagi jaman seperti itu banyak.” Ucap Imah.
“Bodoh !!” Fita menjawab dengan nada kesal serta mata berkaca-kaca.
“Astaga di bilangin juga tidak percaya banget.” Ucap Imah.
Fita saat itu cukup sedih, karena Ijal membuat status di media sosial tidak cuma di satu tempat saja tapi di semua media sosial serta status di ponselnya, Ijal benar-benar tidak menjaga perasaan Fita, Ijal berhasil membuat Fita cemburu.
Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..
Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.
Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.
__ADS_1
Salam hangat untuk kalian semua❤