Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 23


__ADS_3

Sore itu semakin larut berubah menjadi malam, seperti janjinya Fita pada Imah kemarin mereka akan pergi untuk kuliner kerang di dekat rumahnya Imah, dulu Fita taunya pasar malam dan ini seperti pasar tapi juga tempat kuliner dan hanya ada di malam hari saja.


Malam itu mereka janjian bertemu di depan kerang.


“Imah, kamu di mana aku sudah di depan tukang kerang ini.” Tanya Fita sambil menelefon Imah.


“Sabar dong ibu ini aku lagi beli cappucino


jelly, mau tidak?” Imah menjawab.


“Mau dong rasa coklat ya, terus di situ ada apa lagi?” Tanya Fita.


“Ada telur gulung sama daging olahan ayam, mau?” Ucap Imah.


“Boleh, beli 10 ya.” Fita menjawab.


“Oke, astaga kecil-kecil makan kamu banyak ya kak, sabar ya.” Ucap Imah sambil tertawa.


“Iya, aku sudah pesan kerang, ceker, sama makanan yang kamu beli saja sudah.” Fita menjawab dengan nada bersemangat lalu tertawa.


“Iya, tunggu.” Ucap Imah sambil mematikan telepon.


Setelah menunggu 15 menit akhirnya Imah datang membawa beberapa jajanan yang Fita minta tadi.


“Ini bos.” Ucap Imah sambil memberikan beberapa bungkusan makanan serta minuman.


“Oke, foto dulu buat status di media sosial.” Fita menjawab.


“Iya yang anak sosial media banget ya.” Ucap Imah sambil tertawa.


“Biarin.” Fita menjawab sambil menjulurkan lidah lalu tertawa.


“Tapi nanti kirimin ke aku juga ya.” Ucap Imah sambil tertawa.


“Iya, dasar ! ya udah ayo kita makan semuanya.” Fita menjawab sambil mengelus kepalanya Imah.


Fita dan Imah mereka sama-sama hobi berburu kuliner, awalnya Fita tidak terlalu suka tapi semenjak main dengannya ia mulai menyukai makan.


Mereka makan sangat lahap sekali sampai-sampai mereka menghabiskan 8 porsi, mereka makan kerang yang tercampur dengan udang dan ceker, belum lagi di tambah telur gulung dan daging olahan ayam, rasanya kenyang sekali dan ingin meledak rasanya perut mereka.


“Aku sudah ya kak, gila kenyang banget aku.” Ucap Imah sambil memegang perutnya.


“Aku juga Imah, ngomong-ngomong rumah kamu di mana? aku antar balik sekalian.” Tanya Fita.


“Dekat situ kak tinggal masuk, tapi kalau kakak mau anter ya tidak apa-apa sekalian biar tahu rumah aku.” Imah menjawab sambil menunjuk.


“Ya sudah ayo, aku bayar dulu.” Ucap Fita.


Selesai bayar semuanya Fita mengantarkan Imah pulang.


“Kakak tidak mau mampir dulu?” Tanya Imah.

__ADS_1


“Tidak Imah,kapan-kapan saja aku main lagi, lagipula besok masuk pagi juga kita, ya sudah aku pulang ya.” Fita menjawab.


“Ya sudah hati-hati ya kak, makasih kakak.” Ucap Imah sambil tersenyum.


“Aku yang seharusnua berterimakasih, ya sudah ya sampai besok.” Fita menjawab.


Fita meninggalkan Imah dan menuju arah pulang sendirian waktu itu sembari sesekali mengingat yang sudah terjadi kepadanya, ia berhenti di pinggir taman kecil dan menepi sebentar.


Fita mulai kesepian tapi hatinya terlalu takut untuk mencoba mencintai laki-laki lagi, pengalaman lalu begitu menyakitkan baginya, ia sempat berfikir tidak ada laki-laki yang tulus di dunia ini bahkan ayahnya sendiri sekalipun (Kata orang ayah itu cinta pertama putrinya) tapi tidak dengan Fita, semenjak ia mengalami trauma dengan kekerasan ia mulai menjauh dari ayahnya, bahkan meskipun mereka dalam 1 rumah, ia tidak banyak berbicara ataupun mengobrol dengannya, dahulu hidupnya Fita sama seperti anak-anak yang lainnya ia begitu dekat dengan ayah bahkan orang yang pertama kali ia cari itu ayahnya, tapi semenjak Fita tinggal jauh ia semakin merasa sendiri meskipun ia di rawat oleh tante, kakek, nenek tapi Fita merasa hidupnya sendirian karena mereka hanya memastikan ia makan atau yang lainnya tanpa mereka tau Fita juga butuh kebahagian untuk batin dan Fita tidak mendapatkan itu dari mereka di tambah ia suka mendapatkan sedikit kekerasan,membuatnya diam tidak berani mengutarakan apa yang Fita rasakan.


Seketika air matanya mengalir mengingat semua kejadian itu hatinya hancur lebur, harusnya ia menikmati hidupnya bukan seperti ini.


Perlahan Fita menghapus air matanya dan mulai menguatkan dirinya sendiri dan melangkah pulang.


*/


Keesokan paginya Evi menegur Fita karena status di media sosialnya yang Fita buat semalam.


“Kamu main, makan kerang tidak ngajak-ngajak, malah mengajak Imah doang.” Ucap Evi dengan nada ketus.


“Aku tidak tahu kalau kamu mau ikut, kalau kamu mau ikut ya ayo besok kita kesana gimana?” Tanya Fita.


Belum di jawab Evi sudah pergi meninggalkan obrolan membuat Fita hanya bisa tercengang.


Kaya begini saja kamu sudah tersinggung, gimana aku kemarin, ada di tengah-tengah kalian tapi tidak di anggap. Fita membatin sambil tersenyum jahat.


Seharian itu Fita tidak di ajak mengobrol oleh Evi.


“Mana aku tahu, tanya saja sama anaknya, orang dia duluan yang tidak mau berbicara sama aku, ya sudah !” Fita menjawab.


“Kenapa ya?” Ucap Siti sambil menggaruk kepalanya dengan raut wajah bingung.


Di pikiran Fita terlintas mungkin besok Evi akan kembali seperti semula lagi, biarkan saja dulu.


Berhari-hari kemudian Evi masih seperti itu, dengan sadar diri Fita mulai menjauh dari mereka karena ia juga mulai merasa Evi dingin, ia menceritakan semuanya sama Imah.


“Dia saja aku tegur malah buang muka, dalam hatiku aku salah apa aku ya? gitu kak.” Ucap Imah.


“Gara-gara tidak aku ajak makan kerang yang sama kamu itu.” Fita menjawab.


“Astaga begitu saja marah, sedangkan mereka saja tidak ajak kakak liburan? Jangan egois begitu, sudah kakak biarkan saja orang kaya begitu cukup tahu saja.” Ucap Imah.


“Iya makannya aku tidak ikut gabung sama mereka.” Fita menjawab.


“Ya sudah bagus.” Ucap Imah.


Sepulang dari kerja Fita melihat sosok yang tidak asing baginya, itu Lana. Setelah tempat mulai sepi Lana mulai menghampiri Fita.


“Ikut Kakak sebentar.” Ucap Lana.


“Kemana dan mau apa lagi?” Tanya Fita dengan nada ketus.

__ADS_1


“Sudah naik saja.” Lana menjawab.


Akhirnya Fita naik ke sepeda motor dan ia mulai berfikir aneh-aneh, ia takut sekali takut akan di bunuh atau di mutilasi atau apa itu pikiran Fita mulai kemana-mana.


Mereka berhenti di depan taman kecil dan Lana mengajak Fita duduk di bangku taman itu dan hatinya Fita perlahan mulai merasa lega ternyata tidak seperti yang ia pikirkan tadi.


“Sini dekat kakak mau ngomong.” Ucap Lana.


“Aku di sini saja, kamu kalau mau ngomong ya ngomong saja aku mendengarkan !” Fita menjawab.


“Aku cuma bisa bayar segini dulu hutang aku.” Ucap Lana sembari memberikan beberapa lembar uang.


“Cuma segini saja?” Tanya Fita.


“Bulan depan, kakak baru kerja dan pembayaran masih bulan depan, ini saja hasil kakak ojek online.” Lana menjawab.


“Oke aku pegang janji kamu, makasih ada niat untuk bayar hutang, ada lagi yang mau dibahas?, kalau tidak ada aku pulang,” Ucap Fita.


“Ya sudah pulang saja.” Lana menjawab.


Fita pulang mengunakan Ojek Online sembari melihat uang yang Lana kasih, hanya 200 ribu tapi lumayan buat jajan Fita.


Besok harinya Fita mengajak Imah untuk makan ramen di restoran jepang di daerah galaxy.


“Kakak aku di traktir, makasih ya kak.” Ucap Imah sambil tersenyum.


“Sama-sama.” Fita menjawab.


“Ayo nonton kak, banyak film bagus, nanti aku ajak Restu.” Ucap Imah.


“Kalau kamu sama Restu terus aku sama siapa dong?” Tanya Fita.


“Aku lupa ya kalau kakak jomblo.” Imah menjawab sambil tertawa.


“Tidak usah ketawa kamu, nanti aku pikirkan dulu, tenang yang mau sama aku banyak.” Ucap Fita.


Kasian juga ya kalau cuma nonton berdua sama Imah, karena aku sudah cukup menggangu Imah dengan Restu pacarnya, aku pusing tujuh keliling siapa yang mau aku ajak nonton, aduh bodoh sekali aku tidak sadar diri kalau jomblo, payah :(. Fita membatin sambil terdiam.


***


Dirumahnya Fita masih saja memutar otaknya, siapa yang akan ia ajak sedangkan ia punya teman lelaki saja tidak.


Apa Fita mengajak Rizan saja, jalan sama sahabat sendiri, Fita terus memutar otak hingga ia ketiduran….


 


Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.

__ADS_1


Salam hangat untuk kalian semua❤


__ADS_2