Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 34


__ADS_3

Imah dan restu sudah kembali dari membeli sarapan untuk kami semua ..


Imah: kakak fita,ini sarapan kakak.


Mendengar suara imah aku langsung ke luar kamar menghampiri mereka yang sedang ada di dapur.


Fita: beli apa kamu?


Imah: mie,telur,saus,sama lontong sayur buat ijal,tadi ada bubur tapi sudah habis jadi aku beli lontong sayur .


Fita: malah bagus yang penting ijal jangan di kasih makan mie , itu mau di masak bareng apa sendiri-sendiri?


Imah: bareng saja kakak,restu yang masak, dia kalau masak mie enak pasti .


Restu: iya dong.


Fita: teserah kamu (sambil tertawa)


Aku dan imah hanya membantu sedikit lanjut restu yang memasak untuk kita.


Setelah mie matang restu membawa keluar ke ruang tamu,kami makan bersama di sana tanpa ijal karena dia belum bangun dan aku tidak tega membangunkan dia.


Imah: kakak,ijal kagak di panggil buat sarapan?


Fita: masih tidur,biarin kasian dia.


Restu: gimana tadi malam? (sembari menggoda)


Fita: apa si kamu (sambil tersenyum)


Imah: sudah jujur saja pakai tanya dia.


Fita: aku kagak tahu ini serius kita jadi pacar apa bukan, ijal tadi malam cuma bilang "kamu mau serius kagak,kalau kamu serius aku juga serius sampai kita nikah",begitu doang.


Restu: itu tanda kalau dia sudah buka hati sama kamu.


Fita: masa?


Restu: iya serius.


Fita: aku masih ragu,lagipula ijal suka tiba-tiba menghilang ,aku mau lihat dulu sikap dia ke aku bagaimana.


Selesai sarapan,imah membereskan semuanya dan tugas aku adalah cuci piring.


Sesekali aku melamun tentang kejadian semalam,dalam hati aku masih ada sedikit keraguan,masih banyak pertanyaan,masih ada rasa takut karena pengalaman yang sudah banyak aku alami,aku hanya tidak ingin semua terjadi lagi dalam hidup aku di saat aku mencintai seseorang dengan sepenuh hati tapi mereka malah menyakiti aku dengan sepenuh hati mereka.


Selesai cuci piring aku duduk di sofa sembari menonton televisi dan melihat imah serta restu yang sedang sibuk dengan handphone mereka masing-masing.


Tidak lama kemudian imah masuk kamar meninggalkan aku serta restu di ruang televisi.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi tapi belum ada tanda-tanda dari ijal kalau dia sudah bangun.


Akhirnya aku memutuskan untuk melihat dia ke dalam kamar.


Perlahan aku duduk di samping dia sembari berusaha membangunkan dia dengan cara yang sangat halus agar dia tidak kaget,tapi di saat tanggan aku berhenti di leher dia aku merasakan badan dia hangat sekali,aku melihat sekali lagi ke area kepala,jidat,iya benar ijal demam,seketika aku langsung khawatir aku binggung harus apa,perlahan aku berusaha tenang menarik nafas aku perlahan lalu aku ke luar kamar.


Aku mencari baskom atau wadah yang ada di sana yang bisa diisi oleh air,aku menyiapkan air hangat dan mengambil handuk kecil aku yang ada di tas.


Aku mulai mengompres perlahan sembari berharap suhu panas tubuh dia turun.


Lumayan lama aku berada di dalam kamar sembari terus membolak-balikkan handuk itu di atas kepala ijal, aku rasa air sudah mulai dingin dan ijal mulai bangun perlahan dengan keadaan setengah sadar.


Fita: kamu mau teh anget?


Ijal: kagak ,makasih ya.


Fita: terus ijal mau apa? badan ijal panas tahu,ijal mau fita kerokan?


Ijal: kagak usah fita,aku kagak apa-apa .


Fita: kalau ada apa-apa panggil saja ya fita ada di luar.


Aku meninggalkan dia yang perlahan kembali tidur.


Restu: sudah bangun dia?


Fita: dia sakit,badan dia panas,ini aku habis mengompres dia.


Restu: lagi tadi malam anak orang di ajak begadang.


Aku tidak menjawab perkataan restu,aku berpikir kalau ini salah aku,aku yang mengajak dia bergadang menemani aku padahal aku tahu kalau dia sudah lelah dan ingin tidur.


Restu: sudah jam segini kalian pada mandi sana.


Fita: imah kamu mau mandi yang pertama apa gw dulu? (sambil berteriak ke arah kamar imah)


Imah: kakak dulu,dingin tahu, aku nanti habis kakak mandi.


Fita: ya sudah aku mandi dulu ya.


Selesai mandi,selesai makeup aku kembali melihat keadaan ijal di kamar,ternyata dia sudah bangun,Aku menghampiri dia dan memegang jidat dia ternyata panas mulai turun.


Fita: apa yang kamu rasa?


Ijal: kagak apa-apa ,tidak pusing juga.


Fita: mau kerokan?


Ijal: kagak.


Fita: bangun dulu,sana siap-siap yang lain sudah pada mandi sama lagi siap-siap,apa kamu mau sarapan dulu?


Ijal: emang ada sarapan?


Fita: ada,tadi beli di depan lontong sayur.


Ijal: ya sudah nanti saja , selesai mandi aku sarapan.


Fita: kalau begitu aku mau beres-beres kasur dulu,baju ganti kamu di mana? mau aku menyiapkan?


Ijal: ada itu di lemari bawah.


Aku menyiapkan pakaian ganti untuk dia.


Fita: ini (sambil memberikan pakaian)


Ijal: mandi dulu.


Fita: iya.


Selesai membereskan kamar dan membereskan semua barang aku dan ijal.


Ijal: ini (memberikan handuk)


Fita: ya di taruh dong ,di tempat semula kenapa di kasih ke aku?


Ijal: taruh di mana?


Fita: taruh di dapur (sambil mengambil handuk dan ke luar kamar)


Ijal sedang bersiap,aku menyiapkan makanan di meja serta susu hangat untuk dia.

__ADS_1


Fita: kamu mau susu,kalau mau ya di minum,kalau kagak mau jangan di buang nanti aku yang minum,ini makan dulu.


Ijal: iya.


Aku masih sibuk ke luar masuk melihat apa saja barang yang sudah ada dan yang kurang.


Ijal: kamu kenapa si?


Fita: bebenah.


Ijal: sini dulu duduk di sampin baru aku makan.


Fita: makan sendiri saja ya,aku masih sibuk ini merapikan barang kita.


Ijal: kalau begitu nanti saja pas kamu sudah selesai!


Fita: iya aku menemani kamu.


Aku duduk di samping dia menemani makan lontong sayur.


Restu: kenapa kamu? sakit?


Ijal: kagak.


Restu: kata fita kamu sakit.


Ijal: kagak kenapa-kenapa,kagak sakit juga.


Fita: tadi badan kamu panas.


Ijal: serius kagak kenapa-kenapa.


Fita: kalau begitu kamu makan sendiri saja aku mau lanjut merapikan barang kita!


Ijal: aduh?


*/


Semua sudah bersih,sudah beres,sudah rapi tinggal menunggu mamang villa datang.


Setelah mamang villa datang kami lanjut langsung bersiap pergi ke tempat wisata di bogor.


Sebelum menuju ke lokasi kami ke pom bensin dulu untuk mengisi bahan bakar.


Ijal: fita,perut aku kagak enak,kembung,ada minyak angin kagak?


Fita: aduh aku kagak punya,mau beli dulu?


Ijal: oh kagak usah kalau begitu.


Fita: tunggu ya,sebentar gw ke minimarket dulu(sambil berjalan ke arah minimarket)


Imah: kakak fita mau ke mana?


Ijal: ke minimarket.


Tidak lama kemudian keluar dari minimarket dan berjalan sedikit cepat ke arah ijal.


Fita: ini minyak angin yang kamu minta,oles ke perut,ke leher,apa mau aku yang oles?


Ijal: aku bisa sendiri.


Restu: terus bagaimana mau lanjut apa balik ini?


Fita: balik saja ya.


Ijal: lanjut saja,aku baik-baik saja.


Ijal: iya fita, sudah ayo jalan restu, kamu tapi di depan aku ikut dari belakang.


Restu: oke.


Fita: ini serius,aku khawatir,kamu benar kuat?


Ijal: iya sayang(sambil tersenyum manis ke arah aku)


Sepanjang jalan aku tidak begitu menikmati perjalanan karena mata aku hanya fokus ke arah ijal,aku masih khawatir takut dia pingsan atau kita kenapa-kenapa.


Sesampai di wisata little venice kota bunga bogor aku masih saja fokus ke arah ijal dan sesekali menanyakan keadaan dia,apa yang dia rasa.


Setelah dapat 4 tiket kami masuk,di sini fokus aku sedikit teralih karena tempat wisata ini hampir mirip seperti kota venice yang ada di luar negeri.


Tiba-tiba ijal duduk di taman sembari mengoles minyak angin ke badan dia.


Fita: imah,kamu kalau mau jalan,jalan saja berdua sana nanti aku menyusul,aku mau mengurus ijal dulu.


Imah: ini benar kakak? aku mutar-mutar ya,nanti tinggal telefon saja.


Aku menghampiri ijal dan duduk disamping dia.


Ijal: pada kemana?


Fita: lagi pada mutar-mutar. sini aku yang kerok (sambil mengambil minyak angin ditanggan dia dan mencari uang koin di tas),kalau di bilang jangan mengeyel ,tadi di villa juga sudah aku menawarkan mau di kerok apa kagak,jangan jual mahal!


Ijal: iya iya.


Fita: bahaya tahu kalau angin di biarin,sini buka jaket kamu aku kerok di bagian leher sama lengan kamu sedikit,lagipula mana mungkin juga kamu copot baju di sini.


Aku mengerok leher serta lengan dan sedikit di area belakang.


Fita: bagaimana? sudah enak belum badan kamu?


Ijal: sudah ini, mulai enak juga badan aku.


Fita: sebenernya mana bisa aku mengerok orang, tapi demi kamu ,entah kenapa bisa tiba-tiba mengerok begini.


Ijal: bagus, biar sekalian belajar dari sekarang,merah kagak badan aku?


Fita: merah banget!! bandel si kamu!


Ijal: mau foto kagak?


Fita: mau.


Ijal: ayo kita jalan-jalan nanti kita foto-foto di depan.


Kami mengelilingi little venice dan sesekali berfoto bersama meski aku masih malu-malu.


Imah menyusul kami yang sedang duduk di pinggir kapal besar.


Imah: kakak,ayo naik perahu.


Fita: ayo.


Kami membeli 4 tiket dan menyewa 2 perahu, satu untuk aku dan ijal serta satu lagi untuk imah dan restu.


Kami memutari little venice sembari mengayuh perahu kecil ini.


Fita: gw capek,lu aja ya yang ngayuh ijal.


Ijal: oke.

__ADS_1


Beberapa menit kami mengelilingi little venice dan akhirnya kami berhenti di tengah-tengah danau.


Ijal: istirahat dulu ya aku capek mengayuh.


Fita: iya tapi jangan di tengah-tengah begini dong ,kalau ke tenggelam bagaimana?


Ijal: kalau tenggelam aku yang tolong kamu,lagipula kamu tahu aku bisa berenang.


Fita: percaya aku,masa anak pelayaran kagak bisa berenang ya aneh.


tiba-tiba kami saling terdiam tanpa suara dan kata.


Ijal: kenapa diam?


Fita: masih aneh saja.


Ijal: apa yang aneh?


Fita: kamu aneh.


Ijal: aku serius sama kamu,kita mulai semuanya dari sini,percaya sama aku,aku mana pernah sih bohong sama kamu (sambil tersenyum)


Fita: iya aku percaya itu semua.


*/


Setelah puas dan hari mulai sore kami memutuskan untuk pulang.


keluar dari little venice aku membeli beberapa telur gulung dan memakan berdua dengan ijal.


Restu: pulang ini kita, atau masih mau ke mana lagi ?


Fita: kagak,lagipula mau ke mana? orang sudah sore begini ,mana ada tempat wisata juga yang buka sudah tutup kali.


Imah: iya sudah capek juga aku,lain kali lagi kita main.


Fita: ngomong-ngomong di sini banyak orang arab ya?


Ijal: banyak, di sini mau orang arab,orang bule banyak, itu lihat saja villa di isi sama orang luar negeri semua.


Fita: oh iya ya


*/


Di perjalanan pulang kami mencari pusat oleh-oleh yang terkenal di bogor,tak ketinggalan lapis bogor juga.


Sesekali ijal melihat ke arah aku sambil tersenyum,kadang aku suka tidak paham maksud dia apa tapi aku menikmati senyuman yang manis (:


*/


di tengah perjalanan Sebelum sampai dirumah kami menyempatkan untuk ngopi-ngopi dan menikmati kuah hangat baso di pinggir kota jakarta dulu.


Imah: kurang puas si, tapi cukup.


Fita: iya nanti kapan-kapan lagi.


Restu: iya sambil menabung buat jajan.


ijal: iya.


akhirnya pesanan kami datang,kami menikmati baso dan menghabiskan malam itu dengan sedikit guyonan.


Setelah puas kami berpisah di sini karena arah rumah kami sudah berbeda.


Fita: kalian hati-hati ya,makasih restu.


Imah & restu: oke.


Di perjalanan pulang aku masih memeluk ijal sembari berpikir berapa lama dia bertahan atau hanya sebentar lalu dia pergi seperti yang lain,entah aku masih ragu dengan semua ini.


Ijal: kenapa?


Fita: kagak apa-apa aku, oh iya makasih untuk liburan kali ini.


Ijal: aku juga makasih buat liburan kali ini.


Fita: iya.


Sesampai di rumah seperti biasa rasanya hening dan sepi,aku meletakkan beberapa oleh-oleh di meja lalu bersih-bersih diri.


sebelum tidur aku melihat handphone aku dan di sana ada pemberitahuan dari ijal,aku bahagia bearti dia akan terus memberi aku kabar .


****


keesokan hari aku bangun siang dan seperti biasa handphone adalah hal pertama yang aku cari ketika bangun tidur.


Ijal: sudah bangun?


Fita: sudah.


Ijal: siang amat.


Fita: heheh,gimana sudah di kerok?


Ijal: sudah (sambil mengirim foto)


Fita: merah banget,sakit ya?


Ijal: kagak sakit ,kamu masuk apa?


Fita: masuk malam jam 11 malam.


Ijal: mau di anter kagak?


Fita: mau si,tapi sudah sama bapak,nanti aja kalau shift pagi ya.


Ijal: oke.


Perlahan aku mulai menghapus keraguan aku meski tidak banyak yang penting aku harus membangun kepercayaan kalau ijal akan bikin aku bahagia dan tidak akan seperti laki-laki lain di luar sana.


Aku tahu bagaimana sifat dia bagi aku ini adalah hal yang bagus karena sedikit demi sedikit dia tidak bersikap cuek seperti dulu.


Aku berharap kita akan di pertemukan di satu takdir, aku yakin kamu adalah tempat untuk aku pulang begitu sebaliknya.


Aku akan ada di sisi kamu di saat kamu posisi senang,susah aku akan di sana di samping kamu.


Terimakasih sudah mau mencoba membangun hubungan bersama aku ke arah yang lebih baik dan lebih serius,menerima aku dengan segala kekurangan aku begitu juga sebaliknya aku akan menerima semua kekurangan dan kelebihan kamu yang begitu sangat ajaib bagi aku ..


Terimakasih ..


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.


Salam hangat untuk kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2