
Malam minggu itu Arib mengajak Fita jalan.
“Sayang, mau jalan ? 30 menit lagi aku sampai seperti biasa, oke.” Arib mengirim sebuah pesan.
“Iya.” Fita membalas pesan dengan raut wajah lesu lalu terdiam.
Andai saja ijal sesekali yang mengajak aku jalan, pasti aku senang banget. Fita membatin dengan raut senyuman.
Sesampainya Arib akhirnya Fita dan Arib langsung jalan menunju pondok gede.
“Kita mau ke mana?” Tanya Fita dengan wajah bingung.
“Ke rumah aku, ada acara di sana.” Arib menjawab sambil menyalakan motor.
“Kamu ke mana saja beberapa waktu ini?” Tanya Fita sambil naik motor.
“Aku tidak punya paketan dan aku baru gajian.” Arib menjawab.
“Oh ya sudah, berapa wanita yang kamu ajak bersenang-senang?” Tanya Fita dengan raut wajah sinis.
”Seminggu ini sudah ada 2 wainta, ini mau kamukan?” Ucap Arib dengan senyuman sinis.
“Iya terserah.” Fita menjawab lalu terdiam.
Dasar laki-laki tidak punya pikiran, aku sudah tidak kuat, lagipula aku cintanya sama Ijal. Fita membatin.
Sesampainya di rumah Arib Fita langsung gabung dengan orang-orang yang sedang menyiapkan semuanya untuk acara bakar-bakar mereka dan makan bersama-sama.
Setelah semua selesai Arib mengantarkan Fita pulang.
“Besok pulang sekolah mau aku jemput?” Tanya Arib.
“Tidak usah, aku ada tugas jadi aku pulang sendiri saja.” Fita menjawab dengan nada sinis.
“Oke.” Ucap Arib.
*/
Keesokkan harinya Fita menyelesaikan semua tugasnya karena sekarang sudah masuk semester 2 dan ujian praktek tinggal beberapa hari lagi, siang itu selepas pulang sekolah Fita tidak langsung pulang ia mampir ke pasar untuk membeli seragam untuk ujian praktek dan menyusul David ke parkiran mall tempat mereka dulu biasa mencari uang.
“David !” Teriak Fita sambil menghampiri David.
“Fita? Kenapa ke sini?” Tanya David dengan wajah kaget.
“Bosan, mau mencari uang.” Fita menjawab dengan raut wajah senyuman lebar.
“Ya sudah, kamu mau minum?” Tanya David.
“Boleh, mau es ya.” Fita menjawab sambil tertawa.
“Siap.” Sahut David sambil beranjak dari duduknya dan membelikan fita minuman.
“Sudah dapat berapa?” Tanya Fita sambil melirik.
“Rp. 30.500, nanti kalau ada mobil kamu saja yang mengarahkan” David menjawab sambil melihatkan uang.
__ADS_1
“Oke.” Ucap Fita dengan senyuman.
Dari dulu David yang mengajarkan Fita untuk mencari uang kalau ia ingin sesuatu, dulu baginya semua terlihat mudah tapi sekarang entah kenapa rasanya sulit bagi mereka.
“Gimana Arib?” Tanya David.
“Aku lagi tidak mau bahas itu.” Fita menjawab dengan raut wajah sinis sambil minum es.
“Kalau Ijal?” Tanya David.
“Biasa tidak ada kabar.” Fita menjawab.
“Mungkin dia sibuk.” Ucap David.
“Iya sibuk dengan semua wanita-wanitanya.” Fita menjawab dengan nada suara sedang.
“Kamu cemburu? Kamu sudah mulai mencintai dia?” Tanya David dengan raut wajah menggoda.
“Iya, tapi entah dia tahu apa tidak !” Fita menjawab dengan raut wajah lesu.
“Cowok meskipun cuek pasti dia tahu apa yang sedang kamu rasakan.” Sahut David sambil tersenyum.
“Semoga…” Fita menjawab lalu terdiam.
Semoga saja benar ya, kalau benar aku hati ini senang sekali. Fita membatin dengan raut wajah sedih.
Setengah hari itu Fita mendapat hasil yang lumayan untuk uang jajan.
“Aku pulang ya, sudah mau maghrib, tahu sendiri bapak aku galak banget.” Ucap Fita.
“Iya, sudah puas?” Tanya David.
“Hati-hati.” Ucap David dengan senyuman.
Fita pulang sendiri sambil terus membayangkan Ijal, Ijal seperti mengelilingi pikirannya tidak mau pergi.
***
3 hari kemudian ujian praktek di mulai.
“Kamu sudah siapkan semua Fita?” Tanya Putri berjalan menghampiri Fita.
“Sudah, semua sudah aku simpan di flashdisk jadi tinggal presentasi sama print.” Fita menjawab.
“Sudah belajar juga buat pengarsipan sama yang lainnya.” Sahut Wiwin.
“Santai sudah mengerti semua aku sudah benar-benar siap mental.” Fita menjawab sambil tersenyum.
Selama 3 hari ujian praktek, Fita menjalaninya dengan santai dan senang-senang saja, biar tidak ke bawa pusing. Tapi sesekali Fita suka bertanya dan bertukar pikiran dengan anak-anak yang lain termasuk Rizan.
“Zan, gimana tadi ujian presentasi kamu?” Tanya Fita berjalan menghampiri Zan.
“Iya begitu, sudah pusing aku, kamu gimana?” Zan menjawab dengan raut wajah lesu.
“Aku belum dapet gantian ini, nomernya masih jauh banget, jangan di bawa pusing Zan.” Ucap Fita sambil tertawa
__ADS_1
“Iya, ya sudah aku mau menyusul anak-anak cowok dulu ya ke atas.” Zan menjawab.
“Iya, aku juga mau makan ketoprak dulu di bawah.” Ucap Fita sambil menunjuk.
*/
Beberapa hari kemudian semua ujian praktek sudah selesai dan berjalan dengan lancar, siang itu Fita pulang dengan Putri.
“Pin kamu suka ketemu tidak sama Ijal?” Tanya Putri sambil berjalan.
“Kenapa kamu nanyain dia? kangen?” Fita menjawab sambil menggoda.
“Tidak, buat apa cowok kaya dia di kangenin, orang aku cuma tanya saja !” Sahut Putri.
“Liburan kemarin aku ketemu dia, tapi ngobrol sebentar, dia lagi sibuk katanya jadi tidak pernah nongkrong sama aku dan anak-anak yang lain.” Fita menjawab.
“Oh begitu.” Sahut Putri dengan raut wajah sinis.
Beberapa minggu ke depan Fita sangat sibuk dengan ujian-ujian terakhirnya sebelum ujian nasional dan jarang sekali bertemu dengan Arib, tapi dia paham kalau Fita sedang sibuk dan sedang berjuang.
“Semangat sayang.” Arib mengirim sebuah pesan.
“Iya semangat.” Fita membalas pesan.
“Gimana lancar semua?” Arib membalas pesan.
“Alhamdullilah semua lancar.” Fita membalas pesan.
**
Waktu terus berjalan dengan cepat, hingga tanpa sadar ujian nasional sudah ada di depan mata.
Sebelum ujian nasional semua murid kelas 12 mendapatkan waktu libur 2 hari untuk merefresh otak mereka dan 2 hari berlalu dengan cepat. Pagi itu Fita berangkat sangat pagi karena harus kumpul untuk bimbingan sebelum ujian nasional.
Sesampainya di sekolah.
“Sudah belajar?” Tanya Wiwin.
“Sudah.” Fita menjawab.
“Aduh bismillah ini.” Ucap Putri dengan raut wajah tegang.
“Berdoa sama pasrah saja, semua pasti lancar.” Fita menjawab.
4 hari Fita sibuk sekali dengan ujian nasional, Arib memberikan waktu tanpa bertemu supaya Fita fokus dulu dengan ujian nasionalnya.
Setelah ujian nasional 4 hari, alhamdullilah semua berjalan lancar, 4 hari ini berlalu dengan sangat serius, Fita hanya bisa berdoa semoga hasilnya memuaskan sesuai yang dia harapkan….
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa setelah membaca novel karya saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE,saya sebagai penulis sangat berterimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab berikutnya ..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya untuk memperbaiki cerita-cerita berikutnya.
__ADS_1
Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf .
Salam hangat untuk kalian semua❤