Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 20


__ADS_3

Semakin hari semua terasa sepi bagi Fita, ia semakin menutup dirinya semakin rapat dan serapat-rapatnya.


“kamu yakin masih mau kaya begini terus, kamu itu sudah seperti kakak aku sendiri, aku takut kamu kenapa-kenapa.” Ucap Gena sambil berjalan kearah Fita.


“Aku baik Gena, santai saja aku mulai nyaman dengan kondisi aku sekarang.” Fita menjawab sambil tersenyum.


“Tapi ini tidak baik buat kamu.” Ucap Gena dengan raut wajah memelas.


“Astaga anak kecil ini, kamu tahu apa si.” Fita menjawab sambil mengusap-usap kepalanya.”


“Astaga, di bilangin sama yang lebih muda itu nurut kenapa si.” Ucap Gena sambil mencubit pipinya Fita.


“Iya sayang.” Fita menjawab sambil tertawa.


*)


Fita mulai banyak teman selama berkerja di sini, ia suka bermain dengan Evi, Siti dan Lola mereka sama-sama 1 angkatan masuk kerjanya.


“Semangat cari duit ini Vi, lembur terus ya.” Ucap Fita sambil tertawa.


“Iyalah buat modal nikah.” Evi menjawab sambil membalas tawa.


“Nikah sama siapa Kak?” Tanya Lola.


“Cowok aku masa sama kambing.” Evi menjawab.


“Kirain sama kambing, kaya Kak Fita ya jomblo jadi duitnya buat senang sendiri ya Kak.” Ucap Lola.


“Sialan kamu, sadar diri juga, kamu juga jomblo kali.” Fita menjawab.


“Suka lupa kadang memang Lola Kak, namanya juga Lola, Loading lama.” Ucap Siti sambil menggoda dan mereka semua tertawa.


Sore itu Fita pulang kerja pukul 15.30 wib dan ia pulang dengan ojek online karena ayahnya sedang pulang kampung.


“Pulang naik apa kamu Fita?” Tanya Evi.


“Ojek Online Vi, kalau kamu?” Fita menjawab.


“Di jemput, ya udah pesan dari sini.” Ucap Evi.


“Ini juga aku lagi pesan, ini sudah dapat namanya Lana, astaga jelek banget.” Fita menjawab sambil melihatkan handphone.


“Astaga jelek banget ya, sabar ya Fita.” Ucap Evi sambil tertawa.


“Batalkan saja apa ya.” Fita menjawab sambil tertawa jauh lebih kencang.


“Gila kamu ya, janganlah kasian, butuh makan juga dia, dimana ojek online kamu Fita?” Tanya Evi.


“Katanya sebentar lagi.” Fita menjawab.


“Kalau gitu aku duluan ya.” Ucap Evi.


Beberapa saat kemudian ada sesosok laki-laki berjaket hijau berhenti di depan Fita.


“Atas nama Fita ya?”tanya Lana.


“Iya mas, Mas Lana?” Tanya Fita.


“Iya betul, maaf ya Mba lama tadi ngopi di warung situ.”Jawan Lana sembari menunjuk.


“Oh warung Ibu, iya tidak apa-apa Mas.” Ucap Fita.


Di sepanjang jalan Fita di ajak ngobrol sama Lana.


“Sudah lama ya Mba kerja di situ?”Tanya Lana.


“Lumayan.” Fita menjawab.


“Mba tidak bawa motor sendiri Mba?”Lana bertanya.


“Malas saja!” Fita menjawab.


“Nomer telepon Mba masih aktif tidak?”Tanya Lana.


“Iya, kenapa?” Tanya Fita dengan raut wajah bingung.


“Tidak apa-apa Mba, saya tanya saja.”Jawab Lana.


“Jalan saja ya Mas tidak usah tanya-tanya, bosan saya di kasih pertanyaan mulu.” Ucap Fita dengan raut wajah kesal.


“Maaf ya Mba.”Ujar Lana.


Dasar berasa mau deket banget, risih aku sama orang macem itu, aku kasih penilaian jelek baru tau rasa. Fita membatin.


Sesampainya di rumah Fita meminta Ojek Online menunggu sebentar.


“Mas tunggu sebentar saya mau ambil uang dulu, itu rumah saya kalau tidak percaya.” Ucap Fita sambil menunjuk ke arah rumah.


“Saya percaya sama Mbaknya, lama juga tidak apa-apa Mba, yang penting bintang 5 ya Mba.”


Setelah Fita memberikan uang, Ojek Online pun akhirnya pergi dan Fita bergegas pulang untuk mengambil mngkok dan menghampiri tukang baso di ujung jalan, setelah ia pulang dan menghabiskan makanannya, ia mulai mengecek handphone dan di sana ada pesan dari nomor yang tidak ia kenal.


“Maaf ini siapa?” Tanya Fita dengan raut wajah bingung.


“Ini saya Mba yang tadi Ojek Online.”Jawab Lana.

__ADS_1


“Oh ada apa Mas? Ongkosnya kurang?” Tanya Fita.


“Tidak Mba, Cuma mau kenalan saja.”Ujar Lana.


“Oh kenalan.” Fita menjawab.


“Aku panggil Fita saja supaya lebih akrab.”


Minta Lana.


“Terserah situ saja gimana enaknya.” Fita menjawab.


Semalaman itu Lana terus menghubungi Fita, pagi itu Fita berangkat kerja dan pulang seperti biasa tapi kali ini ia tidak pulang ke rumah, ia ke rumah sakit menengok Gena yang sedang melakukan operasi di rumah sakit di daerah cawang.


Fita memesan Ojek Online dan ia kaget dengan driver yang ia dapat, dia Lana.


Setelah lama menunggu tiba-tiba Lana datang.


“Lama ya, maaf.”Ucap Lana.


“Orderan aku dapetnya kamu lagi si?” Tanya Fita dengan raut wajah bingung.


“Mungkin jodoh.” Ucap Lana sambil tersenyum.


Fita hanya menatapnya aneh.


“Ini orderannya tidak ke rumah ya, mau ngapain ke rumah sakit?" Tanya Lana.


“Jangan ke pingin tahu urusan orang ya, mau aku kasih bintang 1?” Fita menjawab dengan tatapan sinis.


“Jangan, ya sudah ayo naik.” Ucap Lana.


“Tahu jalankan?” Tanya Fita.


“Tahu dong, masa abang ojek tidak tahu jalan.” Lana menjawab dengan nada suara sombong.


Selama di perjalanan mereka tidak banyak bicara karena Fita sangat malas sekali serta risih bersama Lana, sesampainya di rumah sakit.


“Berapa ongkosnya 20 ribu rupiah ya, sebentar ya.” Ucap Fita sambil memberikan uang.


“Nanti kamu pulangnya naik apa?” Tanya Lana.


“Ojek lagi, kenapa?” Fita menjawab.


“Tidak bisa dapat aku lagi dong.” Ucap Lana.


“Ya terus?” Tanya Fita.


“Gimana kalau aku temenin kamu menengok adik kamu dan sebagai bayarannya kamu cukup kasih aku makan nanti pas pulangnya.” Lana menjawab.


“Simpan saja untuk bayar makan aku nanti, gimana?” Lana menjawab.


“Gimana ya?” Tanya Fita dengan raut wajah ragu-ragu.


“Aku anterin sampai rumah,oke?” Lana menjawab.


“Oke.” Ucap Fita.


Dan Akhirnya mereka masuk ke rumah sakit menuju lantai 5 nomer 232.


“Dek kamu duluan saja ya, Kakak mau cari minum dulu, kamu mau sekalian.” Ucap Lana.


“Tidak usah, tapi nanti tahu nomer kamarnya?” Tanya Fita.


“Telepon saja dek nanti.” Lana menjawab.


Akhirnya Fita masuk ke kamar rawat inapnya Gena.


“Assalamualaikum, gimana keadaan kamu?” Tanya Fita sambil memeluk Gena.


“Tidak apa-apa, cuma takut sedikit.” Gena menjawab dengan raut wajah pucat.


“Bagus kalau begitu, abeh mau ke mana?” Tanya Fita sambil tersenyum.


“Pulang dulu sama Cinta sama mamahnya Gena.” Abeh menjawab sambil menuntun anak kecil.


“Fita, kamu masih di sini lamakan?” Tanya Mamah Gena.


“Masih Mamah Gena, kenapa?” Fita menjawab.


“Temenin Gena dulu ya sampai neneknya datang, Mamah Gena mau tidur di rumah, sudah 2 hari temenin Gena di rumah sakit.” Ucap Mamah Gena dengan raut wajah lelah serta mata sayup.


“Oke Mamah Gena.” Fita menjawab.


“Kamu sama siapa ke sini?” Tanya Mamah Gena.


“Sama temen Mamah Gena, nanti juga menyusul, lagi beli minum.” Fita menjawab.


“Ya udah aku duluan ya.” Ucap Mamah Gena.


Akhirnya Mamah Gena pulang, sembari menunggu Lana masuk, Fita sesekali mengobrol dengan Gena.


“Sama siapa kamu?” Tanya Gena.


“Sama temen aku.” Fita menjawab.

__ADS_1


“Siapa?” Tanya Gena.


Tiba-tiba di balik pintu ada seorang laki-laki masuk ke dalam kamar inap.


“Hai adiknya Fita ya?” Ucap Lana.


“Iya, ini siapa?” Tanya Gena.


“Temen aku yang antar aku ke sini.” Ucap Fita.


“Aku tidak pernah kenal, kamu bertemu di mana?” Tanya Gena.


“Di jalan kemarin.” Fita menjawab.


“Cepet sembuh ya.” Ucap Lana sambil tersenyum.


“Iya makasih Kak.” Gena menjawab sambil membalas senyuman.


Setelah menunggu lama pukul 18.00wib neneknya Genapun tiba.


“Sudah banyak orang di sini.” Ucap Nenek.


“Iya Nek.” Fita menjawab.


“Kenalin Nek saya Lana, temennya Fita.” Ucap Lana sambil bersalaman.


“Buat apa kenalan segala, jangan berasa dekat.” Ucap Fita dengan nada sinis.


“Emang kenapa si dik.” Lana menjawab.


“Ya udah ya, sudah ada nenek kamu, kalau begitu aku pulang dulu ya.” Ucap Fita.


“Oke, hati-hati.” Gena menjawab.


“Cepet sehat ya.” Ucap Fita sambil memeluk Gena.


“Iya, Kak Lana hati-hati jagain Kakak aku jangan sampai jatuh, lagi sedih soalnya.” Ucap Gena sambil menggoda.


“Kamu tidak usah mulai.” Fita menjawab sambil tertawa.


“Maaf Kak.” Ucap Gena sambil tertawa lalu tersenyum.


Akhirnya Fita pulang dengan Lana selama di sepanjang jalan Fita tidak banyak mengobrol dengannya.


“Masih ingat janjinya?” Tanya Lana.


“Iya.” Fita menjawab.


“Jadi kita mau makan apa?” Tanya Lana.


“Terserah kamu ya yang penting cepat terus pulang, aku sudah capek mau tidur !!” Fita menjawab dengan nada suara sinis.


“Pecel ayam oke.” Ucap Lana.


“Terserah kamu.” Fita menjawab.


Akhirnya mereka berhenti di satu warung pinggir jalan mereka menemukan makanan yang mereka cari dan Lanapun menepi lalu memesan makanan.


“Pak pecel ayam 2 ya dada semuanya.” Ucap Lana.


“Tidak Pak, 1 saja, saya pesan es jeruk saja 1 ya.” Ucap Fita.


“Kamu tidak makan dik?” Tanya Lana.


“Tidak lapar, aku mau buru-buru pulang aku capek!!" Fita menjawab dengan nada suara sinis.


“Sebentar ya.” Ucap Lana.


Setelah selesai menemani Lana makan dan membayar makanannya merekapun langsung pulang.


“Kapan-kapan mau tidak jalan sama Kakak?” Tanya Lana.


“Ya terserah, sudah buruan.” Fita menjawab.


“Besok malem Kakak jemput ya habis Ojek Online.” Ucap Lana.


“Terserah astaga buruan aku capek !!!” Fita menjawab dengan nada suara kesal.


Dasar laki-laki banyak bicara punya mulut kaya burung beo, kaya perempuan saja. Fita membatin dengan raut wajah lelah serta kesal.


Sesampainya di rumah,Fita langsung meminta Lana cepat pergi karena ia ingin cepat-cepat istirahat karena yang ia rasa hari ini sangat melelahkan sekali.


Ya begitulah Fita dengan laki-laki yang berusaha dekat dengannya tidak begitu peduli, ia benar-benar menutup diri.


Fita hanya membuka dirinya hanya untuk Ijal, hanya Ijal, dan hanya Ijal seseorang…………


 


Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.


Salam hangat untuk kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2