Please,Be Mine

Please,Be Mine
PBM 37


__ADS_3

Saat bersama dengan dia aku mampu melupakan sebagian beban di diri aku, masalah aku, kesedihan aku, ya benar sekali aku bukan datang dari keluarga yang harmonis, bukan dari orang kaya, hanya kalangan sederhana yang cukup.


Hidup aku terasa berat, terkadang aku merasa ingin bunuh diri mengakhiri semuanya tapi masih ada beberapa orang yang menyemangati aku dengan cara mereka.


Ayah aku bukan seorang yang punya sosok baik, hingga saat ini aku begitu membenci ayah, meskipun tinggal di satu rumah tapi kami tidak pernah berbincang selayak anak dan orang tua kalau ,kami bisa di bilang aku dan ayah di bilang seperti orang asing!


Entah mengapa aku sangat membenci ayah..


Yang aku tahu sosok orang tua itu membimbing,mengayomi,menyayangi bukan malah menuntut,menghukum,menghakimi,mencintai orang lain,aku seperti bukan anak kandung malah seperti anak tiri atau orang asing..


Tidak hanya sekali tapi sering bahkan bisa di bilang langganan tangan (di pukul), hingga tubuh aku sudah terasa kebal sekali dengan hantaman,pukulan dan lain-lain.


Aku selalu iri dengan hidup keluarga yang harmonis, sampai aku lupa kapan terakhir aku memeluk dia sebagai seorang ayah, banyak hal yang membuat aku membenci dia..


*/


Hari itu aku ke rumah ijal hanya untuk sekedar menceritakan keluh kesah diri aku, menemani dia makan dan bercerita, aku merasa nyaman sekali di rumah dia, aku merasa seperti pulang ke rumah sendiri ,beda di saat aku pulang ke rumah aku sendiri seperti di dalam neraka.


ijal : kamu mau makanan pedes?


Fita : mau dong,pedes ya.


Ijal : oke sayang.


Kami sering makan berdua,iya satu piring berdua (hahaha) rasanya nikmat sekali :)


Ijal : mau pulang jam berapa sayang?


Fita : nanti jam 9 malam ya sayang.


Ijal : iya sayang oke.


**


Pagi aku pergi ke rumah sarah teman semasa di bangku sekolah aku dulu,kami punya rencana untuk mencari pekerjaan di daerah ancol.


Fita : di mana sarah?


sarah : lagi di jalan ini , kamu di mana?


fita : sama lagi di jalan mau ke busway,kita ketemu di mana?


sarah : halte kampung melayu saja ya.


fita : oke.


Beberapa menit kemudian ..


sarah : di mana fita?


fita : depan busway arah ancol,sini saja.


sarah : oke


(tidak lama setelah itu)


fita : hai sarah.


sarah : hai juga fita, langsung saja apa bagaimana ini?


fita : langsung saja ya,sudah telat ini.


sarah : oke.


Dalam perjalan menuju ancol di dalam busway aku banyak bercerita dengan sarah,begitu sebaliknya.


*/


sesampai kami di ancol..


sarah : ke mana kita ini?


fita : naik angkutan umum saja ya,tapi jalan kaki juga bisa si kalau mau.


sarah : aduh aku capek,kita naik angkutan umum saja ya.

__ADS_1


fita : oke siap.


Kami sudah sampai di dapan kantor salah satu perusahan di jakarta daerah ancol,aku dan sarah mengikuti tes satu demi satu hingga selesai.


selesai tes..


fita : semoga ke terima ya kita, lumayan kalau kita di terima.


sarah : aamiin, tapi kalau di terima lumayan jauh si tempat kerja kita.


fita : itu kagak masalah yang penting lulus saja dulu,oke.


sarah : iya juga si.


kami segera menuju halte busway ancol untuk pulang dan akan kembali esok hari untuk pengumuman ke terima kerja atau tidak.


**


besok pagi aku dan sarah berangkat pagi-pagi sekitar pukul 05.00 wib pagi karena pengumuman di kasih tahu pukul 07.00 wib pagi,jadi sudah harus menunggu di sana sebelum 30 menit pengumuman di mulai.


aku sangat tidak tenang karena jujur aku sangat mengharapkan pekerjaan ini untuk tabungan aku.


Pukul 07.00 wib pagi dan semua peserta sekitar 500 orang menunggu hasil, dan hasil aku dan sarah tidak lulus tes, awalnya kecewa karena aku sangat mengharapkan pekerjaan tersebut tapi takdir berkata lain,ya mungkin memang belum rejeki aku jadi tidak apa-apa.


*/


di dalam busway menuju pulang aku melihat sarah tertidur mungkin dia kelelahan,karena aku juga merasa lelah,kecewa dan sedih.


perlahan aku mengeluarkan handphone aku dan memberikan kabar ke ijal.


fita: sayang,kamu lagi istirahat?


ijal : sudah sayang, bagaimana hasil test kerja kamu? kamu lulus?


fita : maaf sayang,aku gagal.


ijal : tidak apa-apa sayang,yang penting sudah mencoba dan usaha, dengar sayang berhasil atau tidak itu sudah biasa dalam hidup yang penting kita sudah mau mencoba dulu.


fita : iya sayang,makasih ya.


fita : makasih sayang, tapi kagak usah repot-repot.


ijal : sekalian aku belajar jadi suami yang baik buat kamu sayang.


fita : iya sayang Aamiin.


ijal : mulai besok aku sudah mulai tugas, jadi kagak ke monas lagi aku.


fita : alhamdulillah bagus sayang.


ijal : iya sayang, ya sudah kamu pulang dulu hati-hati nanti kalau sudah sampai kabarin sayang.


fita : oke sayang.


*/


Beberapa bulan berjalan tapi hidup aku masih sama seperti kemarin, masih dengan keadaan aku yang belum mendapatkan pekerjaan dan masih merepotkan ijal..


Sore itu aku dapat pesan masuk kalau aku mendapat panggilan dan harus melakukan wawancara kerja di sebuah perusahaan di daerah pasar minggu, tanpa pikir panjang aku langsung menyiapkan surat-surat yang aku butuhkan.


fita : sayang aku dapat panggilan buat wawancara kerja.


ijal : oh ya sayang? bagus dong,aku berdoa semoga kamu ke terima ya sayang.


fita : aamiin sayang.


ijal : besok mau berangkat sama siapa sayang, sarah?


fita : kagak sayang aku berangkat sendiri naik kereta nanti.


ijal : oke kalau begitu, kasih aku kabar ya sayang dan semoga lancar.


fita : iya oke sayang.


*/

__ADS_1


Pagi itu aku sudah bangun pagi karena aku harus berangkat pukul 07.00 wib pagi dan wawancara kerja di mulai pukul 10.00 wib pagi.


aku berangkat sendiri waktu itu menggunakan transportasi kereta.


Setelah lama di perjalanan aku sudah sampai di alamat perusahaan tujuan, pertama yang aku lihat tidak ada yang aneh dengan perusahaan itu karena banyak yang keluar masuk menggunakan pakaian hitam putih seperti aku.


tidak lama aku di hampiri satpam yang berjaga tanpa banyak bertanya satpam itu sudah tahu tujuan aku dan langsung mengantarkan aku masuk ke dalam bertemu resepsionis dan tanpa banyak bertanya lagi lamaran aku sudah langsung di ambil dan resepsionis itu memanggil seseorang, tidak lama setelah itu ada sosok laki-laki dewasa keluar ruangan dan menghampiri aku lalu mengantarkan aku menuju lantai dua, di sini perasaan aku sudah mulai aneh, yang aku rasa dingin, sunyi dan sepi, aku mulai merasa takut dan khawatir.


Tidak lama nama aku di panggil oleh seorang bapak yang aku pikir dia adalah HRD di tempat itu, awalnya semua nampak biasa, di ajukan beberapa pertanyaan dan aku menjawab pertanyaan dengan santai hingga sampai akhirnya bapak itu menyodorkan aku selembar surat yang berisi aku harus membayarkan sejumlah uang jika aku mau bekerja, dengan sangat mantap aku langsung menolak bapak itu karena bagi aku ini tidak masuk akal, aku mencari kerja untuk mendapatkan uang bukan memberikan uang yang aku sendiri saja tidak tahu untuk apa, aku langsung keluar ruangan menuju halte bus, di sana aku bertemu dengan seorang laki-laki paruh baya yang bertanya banyak hal kepada aku.


Bapak : habis dari kantor itu ya mbak?


fita : iya pak, kenapa?


bapak : sudah bayar?


fita : belum, lagi pula saya juga kagak bawa uang jadi saya memutuskan untuk pulang saja.


bapak : bagus mbak, langkah yang baik, karena kantor itu penipu,dia minta uang dulu dan di kasih janji akan mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang baik tapi ternyata nanti bakalan di kasih pekerjaan yang abal-abal dan kagak jelas begitu biar kagak kelihatan penipu.


fita : oh begitu ya pak, alhamdulillah kalau begitu saya belum kasih apa-apa tadi.


bapak : harus lebih teliti lagi mbak, kita kerja cari uang bukan mau buang-buang uang buat orang lain, harus waspada.


fita : iya pak,makasih ya pak, kalau begitu saya pulang dulu ya,permisi.


*/


sesampai di rumah aku langsung menceritakan semuanya dengan ijal kalau aku hampir mau di tipu.


ijal : bagaimana sayang ke terima kagak?


fita : boro-boro sayang, tapi alhamadulillah kagak ke terima malah bagus.


ijal : kenapa begitu?


fita : kantor yang tadi menipu sayang,masa minta uang sama aku.


ijal : begitu ya sayang,nanti cari lagi ya sayang.


fita : iya sayang.


Setiap malam aku selalu kepikiran karena belum mendapatkan pekerjaan, belum lagi aku sudah ingin sekali membawa ijal ke rumah karena sampai saat ini dia belum aku perkenalkan ke orang tua aku, hanya mamah yang baru mengenal dia entah mamah masih ingat atau tidak -_-


belum lagi sebentar lagi mau puasa dan lebaran,kalau kondisi aku masih seperti ini bagaimana aku mau ikut pulang kampung, yang ada aku hanya akan mempermalukan diri aku sendiri,belum lagi ayah aku pasti akan membandingkan aku dengan sepupu aku yang selalu di anggap hebat oleh ayah,padahal dia hanya bekerja di toko handphone di daerah jakarta bisa membuat ayah aku melupakan dan tidak menghargai aku sebagai anak ayah yang sebelum tidak bekerja memberikan hasil kerja keras aku pada dia,sedangkan dia yang harusnya bertanggung jawab malah bersantai-santai minta uang dan menuntut -_-


Terkadang aku suka tersinggung dan terluka saat ayah aku memuji dan membanggakan sepupu aku itu,seperti aku tidak berguna di mata dia itu yang membuat aku semakin membenci dia,sangat membenci dia.


aku merasa tidak di hargai,kalau dia adalah orang tua yang adil bukan begitu cara dia, ini malah sibuk mengumbar kejelekan anak sendiri,anak yang tidak berguna kata dia,kelemahan anak kepada keluarga ayah di depan aku tanpa memikirkan perasaan aku,tapi selalu saja dia bertanya "kenapa kamu tidak mau menghargai aku ayah kamu!", kenapa dia kagak sadar kenapa aku tidak mau menghargai dia dan sangat membenci dia karena dia yang membuat aku seperti itu, anak mana yang tidak terluka di perlakukan seperti itu!


Jika hanya kekerasan fisik yang aku dapat aku masih sanggup menahan,masih sanggup menerima, tapi batin aku terluka dan dia tidak berpikir sampai di situ!


Sebelum menuntut agar menjadi anak yang baik dia harus bersikap lebih baik pada anak dia kagak sadar itu semua apakah dia sudah menjadi ayah yang baik untuk aku?


imam yang baik untuk keluarga?


kepala keluarga yang bertanggung jawab?


aku tidak hanya terluka fisik tapi batin aku juga, apakah dia pernah berpikir sampai di situ?


kalau pernah mana mungkin dia melakukan semua itu kepada anak perempuan semata wayang!


Sosok ayah justru selalu aku dapat dari orang lain,bukan dari ayah sendiri, andai ayah tahu bagaimana sakit aku di perlakukan seperti itu,bahkan mungkin dia juga kagak pernah tahu kalau aku trauma dengan semua perbuatan dia terhadap aku..


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.


Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.


Salam hangat untuk kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2