
Siang itu ijal pamit kepada aku akan pergi ke kalimantan untuk urusan pekerjaan.
Ijal: aku pamit ya mau berangkat ke kalimantan.
Fita: kamu lama kagak di kalimantan?
Ijal: sebentar doang aku,cuma 1 minggu,janji aku balik langsung ketemu kamu.
Fita: tapi aku kagak mau di tinggal.
Ijal: tadi aku mau ke rumah kamu ,mau lihat kamu dulu tapi aku dapat kabar dadakan di suruh berangkat sekarang,nanti kita ketemu lagi ya.
Fita: hati-hati kasih kabar aku terus.
aku merasa sedih di tinggal ijal pergi tugas ke kalimantan meski dia pergi cuma beberapa hari.
****
Siang itu aku berangkat kerja seperti biasa,sudah 2 bulan hubungan aku berjalan dengan ijal,yang aku rasa ada yang berubah di badan aku,rasanya seperti berat badan,sepertinya berat badan aku mengalami kenaikkan,entah..
Eva: kamu sakit gigi ya fita?
Fita: sakit gigi? kagak sakit gigi aku.
Eva: tapi bengkak pipi kamu masa.
Fita: masa si.
Ina: iya sayang aku,badan kamu gemuk aku lihat-lihat sekarang.
Eva: iya fita aku setuju dengan ina.
Fita: alhamdulillah,bearti aku sudah mulai bahagia sekarang hehe.
Ina: iya bagus kalau begitu, kamu punya pacar baru ya.
Eva: siapa?
Ina: itu si fita.
Eva: aku berdoa semoga kamu langgeng,yang sekarang baik,serius,kagak bikin kamu patah hati ,aku juga selalu pengen kamu senang neng,bahagia,jangan galau-galau kaya kemarin lagi.
Fita: Aamiin,makasih para wanita hebat aku.
Aku bahagia karena banyak orang yang perhatian dan menyayangi aku seperti mereka,meski kami hanya tim kerja tapi bagi aku kami adalah keluarga,kebetulan kakak ina dan kakak eva sudah banyak tahu bagaimana hubungan aku dengan para lelaki di masa lalu,bagaimana aku sakit,bagaimana aku kecewa dan galau.
Meski umur mereka di atas aku dan sudah sama-sama menikah jadi aku banyak belajar dari mereka.
*/
Jam istirahat Sore ini ijal mengajakku telefon,setelah selesai makan aku yang terlebih dulu.
Ijal: hai.
Fita: lagi di mana?
Ijal: masih di jalan, lagi istirahat ini sama makan,kamu sudah makan?
Fita: sudah,kamu makan apa?
Ijal: nasi goreng,ini aku lagi ngopi-ngopi sama yang lain.
Tiba-tiba ijal memberikan ponsel dia kepada sosok lelaki separuh baya yang berumur sekitar 40 tahu kalau tidak salah.
Paman: hai neng,nama kamu siapa?
Fita: nama aku fita paman.
Paman: oh fita,kamu berpacaran sama ijal neng?
Fita: hehe tanya saja sama dia paman,kalau aku yang jawab takut salah jawab.
Paman: siapa kamu ini?
Ijal: calon istri.
Paman: kata dia calon istri neng.
Fita: Aamiin paman.
Paman: asli mana kau?
Fita: jawa paman.
Paman: bagus ijal memilih orang jawa.
Ijal: iya dong.
Paman: ya sudah lanjut dulu neng,saya mau ngopi dulu(sambil memberikan handphone ke ijal)
Fita: itu siapa?
Paman: teman kerja.
Fita: oh,mau pulang kapan kamu.
Ijal: nanti pulangnya aku ,hati-hati ya sayang.
Fita: oke siap sayang.
Aku bahagia mendengar pernyataan ijal kepada rekan kerja dia itu "calon istri" aduh rasanya seperti ribuan juta bunga melayang di dalam hati aku.
****
Sudah 3 hari ini ijal tidak memberi aku kabar,sedangkan aku tidak punya keberanian untuk menghubungi dia dulu yang aku takut dia sedang sibuk dengan perkerjaan,meski di dalam hati aku rasanya rindu luar biasa.
Sesekali aku memancing dia dengan status tapi tidak ada tanggapan,dia selalu melihat status yang aku buat di status itu tapi tidak memberi tanggapan.
__ADS_1
Akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubungi dia secara terlebih dulu.
Fita: ijal?
Ijal: iya sayang.
Fita: ke mana saja kamu?
Ijal: di sini saja,kenapa?
Fita: aku kangen ,tapi kamu kenapa kagak kasih kabar aku?
Ijal: masa aku terus si,kamu dong menghubungi aku yang pertama.
Fita: aku takut ganggu kamu kerja,aku takut kamu lagi sibuk ,jadi aku tunggu kabar dari kamu.
Ijal: aku kalau lagi sibuk atau apa ,kalau aku dapat pesan dari kamu pasti langsung aku balas,aku pasti balas pesan kamu,paham!
Fita: iya aku paham,maaf ya.
Ijal: ijal juga kangen fita,sabar ya besok aku pulang ,aku janji .
Fita: kamu serius? lagipula kamu jauh,kamu sampai sini kapan?
Ijal: sore ini aku berangkat ,malam juga sudah sampai ,lagipula aku naik pesawat sayang.
Fita: oke,hati-hati sayang.
Ijal: nanti kita main sama teman aku ,lino yang wasit itu dia mengajak pacar juga,bagaimana oke kagak.
Fita: iya sayang.
Ijal: sekarang kamu istirahat dulu ,aku mau lanjut lagi.
Fita: iya hati-hati.
Aku merasa lega sudah di beri kabar oleh dia..
****
Sore ini ijal berangkat ke jakarta.
Ijal: aku sudah di bandara ini,nanti paling jam 9 malam aku udah sampai bandara soekarno hatta.
Fita: iya hati-hati.
Ijal: aku mematikan handphone ya ,nanti kalau sudah sampai ,aku langsung kasih kabar kamu.
Fita: siap sayang.
Hati aku berdebar,rasanya aku khawatir,resah,binggung,perasaan aku campur aduk.
Aku takut dia kenapa-kenapa dan semoga selalu baik-baik saja.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.15 wib malam tapi ijal belum juga memberi aku kabar,hingga tepat di menit 25 akhirnya ijal memberi aku kabar.
Ijal: aku sudah sampe sayang,ini lagi di jalan menuju rumah.
Ijal: tenang ,aku baik-baik saja sayang .
Aku tenang rasanya mendengar ijal sudah sampai tujuan dengan selamat.
Keesokan hari ijal mengajak aku jalan-jalan bersama teman dia lino dan kekasih lino yaitu ara.
Ara: hai ,aku ara.
Fita: aku fita.
Ara: aku baru lihat kamu sekarang ,padahal ijal suka cerita tentang kamu,kamu yang jalan ke bogor sama dia?
Fita: iya aku.
Ara: oh kamu.(sembari tersenyum terhadap aku)
Kami jalan-jalan mengelilingi jakarta dan akhirnya kami memutuskan untuk menongkrong di daerah rumah ijal,jujur aku belum pernah sama sekali tahu di mana rumah ijal yang aku tahu dia tinggal di gang remaja,itu saja.(memang terdengar aneh tempat tinggal ijal, bernama gang remaja padahal anak-anak remaja lebih sedikit ,di banding orang tua ,bisa di bilang yang mendominasi nenek dan kakek)
Ara: kamu belum pernah di bawa ke rumah ijal ya fita?
Fita: belum,emang rumah dia yang mana?
Ara: itu ada jalan masuk, kamu masuk saja dari situ, kagak jauh rumah dia dari arah masuk.. itu kelihatan ada di sebelah kanan.
Fita: oh,nanti saja ,aku tunggu ijal yang mengajak.
Pas di sini aku sedikit berpikir kalau emang ijal ingin serius pada aku, pasti dia akan mengajak aku ke rumah dia bertemu keluarga dia, tapi aku berusaha untuk tidak mempermasalahkan hal itu ,mungkin emang belum waktu yang tepat,ya kita lihat saja nanti.
Aku sudah kenal dengan adik dia yang nomor 3 ,yang bernama aga,dia persis sekali dengan ijal,bentuk wajah dia,bodi dia,jalan dia,semuanya persis dan kalau di lihat sekilas mereka mirip,ya namanya juga adik kakak.
*/
Aku di antar ijal pulang,di tengah perjalanan ijal bertanya sama aku tentang tadi mengobrolkan apa apa saja dengan ara.
Ijal: tadi mengobrol apa saja sama ara?
Fita: banyak.
Ijal: jadi pengin tahu aku.
Fita: dia tadi tanya ke aku aku ,sudah di kenalan apa belum ke keluarga kamu.
Ijal: oh begitu.
Sudah aku duga pasti jawaban ijal kaya begitu, dasar lelaki cuek yang tidak punya rasa kepekaan. (ayo dong ijal peka sama aku)
****
Malam minggu tiba,aduh rasanya canggung sudah lama sekali tidak merasakan apa itu yang namanya apel malam minggu hehe.(maklum saja selama ini aku tidak pernah merasakan malam minggu lagi)
__ADS_1
Ijal mengajak aku ke sesuatu tempat entah ke mana.
Fita: kita mau ke mana?
Ijal: lihat saja nanti ,kita mau ke mana.
Fita : Dasar kamu.
Semakin lama aku dapat menebak,ternyata ijal mengajak aku kerumah dia,astaga aku langsung binggung dan salah tingkah,apa yang harus aku bahas aku binggung,apa aku sudah rapi dan cantik,ya tuhan aku gugup sangat gugup,ini pertama kali aku akan bertemu dengan orang tua.(maklum saja aku sanggat canggung ,baru pertama kali aku bertemu keluarga dia lelaki yang aku cinta)
Sesampai aku di depan rumah dia aku langsung memperkenalkan diri ke ayah dia ,nenek dia dan seluruh keluarga besar dia ya tuhan aku malu.
Ijal: ayah, ini kekasih aku.
Fita: assalamualaikum ayah,aku fita (sambil mencium tangan)
Ayah: anak cantik ,sana masuk ke rumah.
Fita: iya Ayah.
Aku mencium tangan nenek dan Keluarga Besar dia,setelah itu aku masuk ke rumah dan berkenalan dengan saudara kandung perempuan dia yang bernama isna.
Fita: hai.
Isna: hai kakak,aku isna.
Fita: fita.
Isna: dari mana kakak?
Fita: dari rumah.
Ijal: kamu panggil teteh dong,katanya dia mau kenalan sama fita.
Isna: tunggu dia lagi sholat si teteh.
Ijal: ya sudah.
Beberapa menit kemudian.
Ijal: ini teteh cewek yang aku bilang ,kata teteh mau bekenalan.
Teteh: hai cantik.
Fita: hai teteh,aku fita.
Teteh: kamu sama ijal pacaran ya?
Fita: teteh tanya saja sam dia .
Teteh: jangan mau ,kalau kagak di kasih kepastian.
Fita: iya teteh.
Teteh: pas ini bulan besok aku mau nikah fita.
Fita: selamat ya teteh.
Teteh: nanti ,teteh kasih undangan pernikahan ke kamu ya.
Fita: siap, kagak pakai undangan juga kagak masalah ,lagipula ada ijal.
Teteh: oh ,iya ya, sama saja ya.
Aku mengobrol cukup lama dan banyak di rumah dia,hingga tanpa sadar malam semakin larut dan aku berpamitan pulang.
Fita: aku pamit ya teteh.
Teteh: nanti ke sini lagi ya, kita masak-masak makanan yang pedas-pedas.
Fita: oke teteh(sambil berjalan ke luar dan berpamitan ke ayah),ayah fita pulang dulu ya makasih assalamualaikum(sambil cium tangan)
Bapak: iya hati-hati,waalaikumsalam
Di tengah perjalanan pulang..
Ijal: bagaimana,masih ragu? masih kagak yakin? atau masih binggung? bicara saja apa yang kurang.
Fita: kagak sayang(tersipu malu,maklum saja hanya dia lelaki yang bukan hanya omong kosong doang)
Ijal: kamu kapan bawa aku ke rumah kamu?
Fita: nanti ya sabar.
Ijal: oke,jadi sekarang jangan berpikir, kalau aku itu kagak serius atau bohong atau apa,aku sudah membuktikan semua ke kamu.
Fita: iya,makasih sayang.
Ijal: peluk dong.
Aku sudah merasa bahagia saat itu,sangat bahagia.
Perlahan aku mulai mengerti dengan sikapnya, perhatian yang tidak pernah aku duga.
Dia memang cuek tapi dia selalu membuktikan semuanya melalui perlakuan bukan hanya omongan manis seperti lelaki-lelaki di masa lalu aku.
Terima kasih untuk kebahagiaan yang sederhana ini sayang ..
love you❤
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa setelah membaca novel saya yang kaku ini untuk tidak lupa menekan tombol LIKE, saya sebagai penulis terimakasih dan ini akan menjadi semangat bagi saya untuk update bab selanjutnya..
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan jangan lupa tinggalkan KOMENTAR KRITIK dan SARAN untuk karya saya, saya sebagai penulis sangat berterimakasih untuk pembaca yang memberi komentar yang membangun semangat saya karena hal tersebut bisa membantu saya memperbaiki cerita-cerita berikutnya.
__ADS_1
Apabila ada salah kata dalam pengetikan saya sebagai penulis mohon maaf.
Salam hangat untuk kalian semua❤