Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 14


__ADS_3

" Mari kita berpisah "


Jederrrrr


Ucapan Rani bagaikan petir di siang bolong bagi Bara


Pria itu terbelalak di tempat , hatinya terasa sakit di dalam sana


Bagaimanapun , Bara masihlah sangat mencintai Rani . Tapi disisi lain ia juga mencintai Sinta - cinta pertamanya


Brengsek memang , tapi itulah yang terjadi


Bukankah di dalam agama tak ada larangan untuk beristri dua , pikir Bara


" Tidak Ran aku tidak ingin berpisah , aku mohon beri aku kesempatan . Aku akan berusaha bersikap adil kepada kalian berdua , lagipula anakku dan Sinta bakalan jadi anak kita juga nantinya . Kita bisa iku andil dalam merawat dan membesarkannya . Bukankah kau juga menginginkan kehadiran seorang anak di dalam pernikahan kita " cerca Bara yang membuat Bi Dian greget dan ingin sekali meremas mulut brengsek yang Bara miliki


"Apa pria ini gila ? Meminta keponakannya yang baik ini ikut membesarkan anak hasil selingkuhan pria itu , padahal ibunya masih sehat walafiat . Dia kira Rani seorang baby sitter apa !! " batin Bi Dian namun diluar wanita itu masihlah terlihat duduk tenang


" Maaf mas , aku tidak bisa . Jika mas menginginkan seorang anak maka mas sudah mendapatkannya , jadi disini aku yang akan mengalah . Lagipula aku tak bisa menjalani berahtera rumah tangga satu suami dua istri . Aku manusia biasa , akan ada rasa benci dan iri di dalam hati ini yang akan terus merasuki . Dari pada aku akan selalu di liputi dosa karena tak bisa menahan rasa yang buruk itu , lebih baik disini aku yang mengalah . Jadi tolong bekerja samalah , agar proses perceraian ini berjalan dengan lancar " jelas Rani dengan raut wajah yang tegas , meskipun dalam hati sudah merasa sesak tak tertahankan


Beberapa tahun menjalani hidup bersama Bara , membuat banyak kenangan dengan pria itu


Terutama kenangan manis yang masih terukir jelas di dalam ingatan yang Rani miliki


Namun sekali lagi , sangat disayangkan.....


Kenangan yang manis itu harus tertutupi oleh kenyataan pahit , dimana Bara yang telah mengkhianati cinta dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Rani bersama wanita lain


Dan lebih parahnya lagi , wanita itu merupakan wanita di masalalunya

__ADS_1


Rani sempat berpikir bahwa dirinya hanyalah sebuah wanita pelarian dari Bara semata


" Tidak Rani , kita tidak bisa bercerai . Aku sangat mencintaimu , sampai kapanpun aku tidak akan pernah menalakmu " jawab Bara dengan intonasi tegas tak terbantahkan


Pria itu terlihat mengepalkan kedua tangan miliknya , Bara berniat tidak akan melepaskan Rani sebagai istrinya


Apapun yang terjadi dia tak akan menerima permintaan cerai itu


Benar - benar pria egois


"Itu urusan mas , yang jelas Rani sudah mengatakan niat yang Rani inginkan . Jika mas tidak bisa melepaskan Rani dengan cara yang baik - baik , maka mari kita bertemu di pengadilan dan bersiap melalui proses hukum . Ingat mas , perselingkuhan yang kau lakukan di belakangku sudah termasuk merupakan pelanggaran UU yang melanggar hukum . Dan kau bisa masuk ke jeruji besi akan hal itu " ucap Rani yang membuat Bara makin terbelalak tak percaya mendengarnya


" Kau mengancamku Ran ....? " jawab Bara mulai tersulut emosi


ia begitu tak menyangka bahwa wanita yang selama ini selalu menuruti keinginannya bisa berubah tiga ratus enam puluh derajat seperti ini


Sorot mata Rani yang awalnya terlihat terluka dan patah hati kini telah tergantikan dengan sorot mata yang tajam penuh ketegasan


Mulai sekarang Rani ingin berubah , tak mau menjadi wanita bodoh yang bisa ditekan oleh suami lagi


Ia akan menunjukkan pada keluarga Bara yang selalu merendahkannya , meskipun Rani merupakan anak yatim piatu yang bukan berasal dari aliran darah biru . Tapi ia bisa merubah dirinya jadi lebih baik lagi kedepannya


Ia tak akan membiarkan dirinya ditindas seperti dulu lagi


Mungkin dulu ia bertahan karena adanya cinta dari Bara


Namun kini , cinta Bara tak lagi untuknya


Jadi tak ada alasan dirinya untuk bertahan di dalam keluarga tersebut

__ADS_1


" Ran aku mohon jangan seperti ini . Aku masih sangat mencintaimu Ran , aku tidak ingin berpisah darimu . Ku harap kau bisa mengerti itu..."


" Bukan aku yang harus mengerti mas , tapi dirimu..sebelum kau melakukan perselingkuhan itu dengan Sinta , harusnya kau mengerti konsekuensi apa yang akan terjadi pada pernikahan kita . Jika kamu berpikir aku akan menerima di duakan seperti yang Sinta lakukan , maka kau salah mas . Meski aku yatim piatu dan bukan berasal dari kalangan berdarah biru seperti keluargamu , tapi bibit pelakor tak pernah tumbuh di dalam darahku . Aku tak pernah sedikit pun berpikir menginginkan milik orang lain untuk kujadikan milikku , apalagi suami orang . Aku mungkin bisa berbagi dalam segala hal dengan orang lain , namun tidak cinta dan tubuh suamiku . Kau harus mengerti itu mas ." tekan Rani mengeluarkan unek - unek yang ada di dalam hatinya , sehingga membuat Bara jadi terskakmat tak bisa bicara di tempat


Sementara Bi Dian yang mendengar ucapan dari Rani , terlihat bertepuk tangan ria di dalam hati


Wanita paruh baya itu begitu salut dengan keberanian yang Rani miliki


" Jika tidak ada hal lagi yang ingin mas katakan , silahkan pergi dari sini . Karena aku tidak akan pernah kembali kerumah itu lagi " ucap Rani yang kini membuat Bara jadi semakin terbelalak


" Ran..kau tidak bisa begini...saat ini kau masih tetap istriku yang sah di mata hukum " teriak Bara emosi tak terima


" Bisa mas...Mas saja bisa berselingkuh dan menikahi Sinta tanpa persetujuanku , maka jangan salahkan aku jika aku sekarang jadi istri yang sedikit pembangkang untukmu . Dan lagipula , kita dalam masa proses cerai . Aku tidak ingin satu atap lagi denganmu , kejadian kemarin sungguh sudah melukai harga diriku sebagai seorang wanita " Balas Rani tak kalah emosi


Urat kesabarannya sudah mulai tipis dan menghilang


Menghadapi pria brengsek serta egois seperti Bara memang harus mengeluarkan kesabaran lebih ekstra dalam diri Rani


" Lihat saja Ran..aku tidak akan pernah menandatangani surat perceraian itu " ucap Bara sembari bangkit dari atas tempat duduknya


" Silahkan mas , kita lihat... siapa yang akan menang diakhir " balas Rani tak gentar dengan gertakan yang Bara lakukan


Pria itu terlihat mendengus kesal , serta menatap tajam ke arah Rani berani


Begitupula dengan Rani yang juga ikut membalas tatapan tajam dari pria pengkhianat tersebut


Saat ini cinta yang dulu Rani pernah berikan kepada Bara bagaikan telah di telan oleh bumi karena luka begitu dalam yang di torehkan oleh pria tersebut di dalam hatinya


Dan tentu saja hal itu disebabkan oleh kelakuan pria itu sendiri , yang terlalu brengsek menjadi seorang pria serta suami bagi seorang Rani

__ADS_1


__ADS_2