
Setibanya di dalam kantor , Reno tampak melihat keadaan sekelilingnya yang masih terlihat sangat sepi
Tentu saja masih sepi , pria itu datang satu setengah jam lebih awal dari waktu karyawan yang harusnya masuk kerja saat ini
Sehingga membuat para security yang memang sejak kemarin berjaga di dalam sana karena kebagian sift malam dan belum berganti sift, jadi langsung terlihat menatap heran ketika melihat kedatangan pimpinan perusahaan mereka itu. Yang tumben - tumbennya terlihat datang lebih pagi dari hari biasanya.
" Tumben pak Reno datang pagi - pagi begini ya , apa dia mau melakukan inspeksi dadakan sama para karyawan ? " gumam satpam itu kepada seorang tukang kebun yang memang bertugas pagi - pagi menyirami tanaman
" Gak tahu tok..namanya juga perusahaannya milik keluarga dia , mau pagi mau siang mau gak masuk kerja. Terserah dialah..jangan suka kepo ngurusin urusan orang. Tapi sebenarnya gue penasaran juga sih " cengir pria itu yang langsung ditempeleng oleh satpam bernama totok tersebut
" Dasar cah gembleng "
*******
" Hah..baru jam tujuh kurang lima belas menit " gumam Reno yang harus menunggu satu jam lebih lagi untuk menantikan kedatangan Rani untuk datang keperusahaan miliknya itu
Dengan rasa sabar Reno tampak duduk di kursi kebesaran miliknya, dan mencoba mengerjakan beberapa berkas yang tergeletak di atas meja kerja guna mengurangi kejenuhan yang saat ini tengah melanda diri Reno karena menunggu kedatangan Rani . Wanita yang beberapa hari ini selalu membuat pria itu jadi senyam senyum sendiri seperti orang gila di mana pun ia berada
Namun baru beberapa menit pria itu memeriksa berkas dokumen
Cklek
Pintu ruangan yang Reno miliki terdengar dibuka dari arah luar
Deg
Bagai Pucuk di cinta ulam pun tiba
Baru saja Reno memikirkan sosok wanita di hadapannya , dan kini wanita itu sudah berdiri di depan sana ikut menatap ke arah Reno berada
__ADS_1
" Astagfirullah...maaf pak, saya kira bapak belum datang. Saya kesini hanya mau bersih - bersih ruangan bapak saja " ujar Rani gugup setengah mati, karena takut dikira tidak sopan masuk secara sembarangan. Karena sebelum masuk Rani memang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung nyelonong masuk begitu saja. Sehingga ia begitu terkejut ketika mendapati seseorang telah berada di dalam sana, dan itu adalah Reno atasannya sendiri
Hari ini Rani sudah mulai bekerja. Dan Reno memang memberi tugas kepada wanita itu untuk setiap pagi membersihkan ruangan miliknya
Hal itu disebabkan Karena ruangan kerja pribadi milik pria itu yang memang tak boleh dimasuki oleh sembarang orang di dalam perusahaan tersebut
Dan Reno juga ingin sekalian cuci mata menatap wajah ayu yang Rani miliki
Lihat - lihatkan boleh , tapi pegang - pegang jangan. Karena belum muhrim. Itulah isi dari sebuah lirik lagu yang Reno jadikan panutan untuk menjaga cinta serta hatinya untuk seorang Rani
" Perasaan kemarin pak Reno bilang jadwal dia mulai kerja jam delapan . Tapi jam segini kok udah muncul aja di sini ? " tanya Rani heran di dalam hati
" Kamu kok pagi jam segini udah datang Ran ? " tanya Reno memulai topik pembicaraan diantara mereka berdua
Kan gak enak kalau diem - dieman , kapan mulai pengenalan diri serta pendekatannya kalau begitu
" Iya pak , soalnya saya takut macet. Makanya saya lebih awal berangkat kesini " jawab Rani dengan perasaan gugup yang mulai perlahan hilang di dalam sana
" Pakai motor pak " jawab Rani yang membuat Reno jadi tersedak mendengarnya
Sebenarnya Rani tadi pagi ingin diantar oleh Anton ke perusahaan tempatnya bekerja
Namun Rani menolak saran tersebut , selain karena tak mau merepotkan Anton. Ia juga lebih suka naik motor dari pada naik mobil.
Lebih sat set - sat set aja pikir Rani . Dan bisa mengurangi macet ibu kota yang saat ini tengah dipadati oleh beratus - ratus mobil mewah di luaran sana yang sedang terlihat memadati jalan raya umum
" Kamu pakai motor. Kenapa gak nelp saya , kan saya bisa jemput ?" ucap Reno tanpa sadar yang membuat Rani jadi melongo seketika mendengarnya
Mana tega pria itu melihat cinderella miliknya sendiri panas - panas naik motor dengan debu dan cuaca terik matahari seperti ini
__ADS_1
Lagian Reno itu bertanya hal yang aneh - aneh saja
Rani mana punya nomor Reno , mereka kan baru bertemu beberapa kali di rumah bi Dian. Itupun hanya saling pandang tak saling ngobrol. Lagipula hubungan yang mereka miliki tak sedekat itu untuk saling bertukar telepon serta meminta antar jemput antara satu sama lain
Lagian hal itu juga tak mungkin Rani lakukan kepada Reno , ia takut di cap sebagai janda gatal yang berniat merebut hati bosnya di kantor
Memikirkannya saja membuat Rani jadi langsung bergidik ngeri. Apalagi harus di terimanya secara nyata
huffttt...benar - benar tak bisa ia bayangkan apabila hal itu sampai terjadi kepada dirinya
" Ma..maaf anu maksudnya bapak apa ya..." ucap Rani bingung. Entah apa yang harus ia katakan kepada atasan miliknya yang saat ini ada didepan sana. Ia benar - benar bingung untuk menjawab pertanyaan yang membagongkan yang diucapkan oleh Reno kepada dirinya
sedangkan disisi lain, Reno yang mendengar ucapan dari Rani membuat pria itu tersadar bahwa ia sedang keceplosan di depan wanita itu
Tanpa sengaja ia telah menunjukkan rasa kekhawatiran berlebihan kepada wanita yang saat ini ditaksirnya tersebut
" Dasar Reno bodoh, apa yang kau lakukan " batin Reno tampak menggerutu didalam sana. Ia takut bahwa Rani jadi akan tahu perasaan yang ia miliki terhadap wanita itu , sehingga membuat wanita tersebut akan berubah menjauhinya.
Tidak
Tentu saja Reno tak ingin hal itu sampai terjadi antara dirinya dan Rani
Belum menyatakan cinta malah sudah di jauhi, bukankah itu merupakan hal yang tidak lucu untuk dilakukan
Berpikiran hal yang macam - macam membuat Reno jadi langsung memutar otak seketika, guna meluruskan situasi yang tanpa sengaja telah ia bengkokkan saat ini
" Hmm..maksudku , harusnya kau kan bisa meminta ku untuk datang ke rumah Bi Dian. Kebetulan jalan dari rumah ku menuju ke rumah Anton masih dalam satu jalur. Agar kamu tak telat nantinya " ujar Reno mencoba menjelaskan walau masih dengan wajah yang terbilang kikuk
" hmm..gak apa - apa pak , saya sudah biasa pakai motor sendiri kok. Lagian saya memang merasa lebih suka jika harus naik motor daripada mobil. Enak saja gitu , bisa menghirup udara pagi secara langsung " sahut Rani dengan wajah berbinar sehingga membuat dada yang Reno miliki makin berdebar dag dig dug serr di dalam sana
__ADS_1
" Ya...Allah, tolong sabarkan dan sadarkan hamba agar tak menerkam Rani saat ini juga. Kenapa wajah wanita itu sangatlah menggemaskan sekali sih!! Kalau udah muhrim mungkin udah aku gigit saat ini " gerutu Reno yang tentu saja hanya ia berani lakukan di dalam hati