Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 55


__ADS_3

" Astagfirulah Aladzim...kenapa aku tidak bisa tidur begini " gerutu Rani yang saat ini tampak resah gelisah di atas tempat tidurnya.


Sedari tadi wanita itu tampak hanya membolak balikkan tubuh mungil miliknya di atas ranjang guna mencari posisi tidur yang nyaman, berharap jika mata indah yang ia miliki bisa dengan cepat terpejam guna menyambut pagi cerah esok harinya.


Namun sayang , mata Rani sampai pukul dua belas malam ini tak kunjung terpejam juga diatas sana. Hal itu dikarena pikiran serta hati yang wanita itu miliki saat ini terpaut dengan seorang pria tampan yang entah kenapa selalu saja bolak - balik seperti hantu melanglang buana di dalam pikirannya


Siapa lagi pria itu , jika bukan seorang pria yang bernama Reno.


Seorang pria yang dengan begitu santainya menyebut bahwa Rani merupakan seorang calon istri bagi pria tampan tersebut.


" Hah...membayangkannya saja sudah membuat kedua pipiku bersemu merah begini. Apalagi bertemu langsung dengan Pak Reno nantinya " gumam Rani kembali yang saat ini tengah menatap langit - langit kamar miliknya.


" Ya allah jika pak Reno merupakan jodohku maka dekatkanlah, jika bukan.. maka singkirkanlah perasaan dan pikiran hambamu ini terhadap pria itu. Jujur saja..hamba saat ini benar - benar masih merasa takut apabila harus merasakan sakit hati yang sama untuk kedua kalinya.Hidup jodoh rejeki dan mati hamba , hamba serahkan kepadamu ya Allah " batin Rani berucap di dalam sana.


Ketika kita memiliki berbagai macam masalah ataupun kesulitan hidup , berkeluh kesah dengan sang maha pencipta adalah solusi utama dalam mencari jalan keluar dari setiap cobaan hidup yang kita alami.

__ADS_1


Percayalah ...Allah maha pendengar dan maha penyayang. Tidak mungkin beliau akan tak memperdulikan kita umatnya yang secara bersungguh - sungguh untuk mencari jalan keluar di setiap permasalahan hidup yang kita jalani.


Hingga tanpa tersadar , mata Rani pun terpejam kuat dengan hati yang sedikit merasa tenang setelah meminta jalan terang dari sang penguasa alam


****


" Astaga sudah jam tujuh " pekik Rani ketika tersadar dari alam mimpinya.


Tubuh gadis itu segera beranjak dari atas kasur dan berlalu lalang kesana kemari guna bersiap - siap menuju kantor


" Astaga Rani sadarlah, aku yakin pak Reno kemarin pasti hanyalah bercanda saja " gumam Rani sembari mengambil helm dan melewati bi Dian tanpa menyapa.


" Rani kamu tidak sarapan dulu " ucap Bi Dian yang membuat Rani jadi tersadar akan kehadiran bibinya itu.


" Astagfirullah..maaf bi , Rani nanti sarapan di kantor saja " Rani tampak berbalik kembali guna berpamitan dan menyalimi tangan milik bi Dian.

__ADS_1


" Astaga nduk - nduk..hati - hati di jalan. Jangan grusukan " teriak bi dian tatkala melihat tubuh keponakannya berlari kecil menuju sepeda motor matic yang selalu di bawanya.


" Ya..bi...assallamualaikum "


" Wallaikum salam . Dasar anak itu "


*****


" Aduh..kenapa jantungku jadi degdegan seperti ini ya...." ucap Rani tatkala kedua kaki milik wanita itu yang saat ini tengah memasuki sebuah pintu lift guna menuju ruangan Reno.


Seperti biasa tugas pagi yang wanita itu lakukan ketika sampai di kantor adalah membersihkan ruangan atasan tampan miliknya tersebut.


Deg


" Astaga...baru juga dipikirin kok udah ketemu aja "

__ADS_1


__ADS_2