Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 49


__ADS_3

" Rani "


Deg


jantung Rani tampak terpacu cepat di dalam sana tatkala melihat sosok wanita yang sangat ingin ia hindari selama ini , sekarang sedang berdiri tepat di hadapannya.


" Sinta " gumam Rani


" Ternyata ini beneran kamu, aku kira salah orang " ujar Sinta sembari berjalan mendekat ke arah Rani berada.


" Rani kalau yang ini gi..ma..na " ucapan Bi Dian tampak tercekat tatkala melihat sosok pelakor yang telah membuat hancur pernikahan keponakannya saat ini tengah berdiri di hadapan mereka berada.


" Halo tante..." sapa Sinta sok kenal sok akrab, hingga membuat Bi Dian serasa ingin muntah melihatnya.

__ADS_1


Namun karena wanita itu sangat menjunjung tinggi adab norma kesopanan di muka bumi ini, sehingga membuat Bi dian jadi tersenyum guna membalas sapaan yang dilontarkan oleh wanita pelakor itu.


" Wah..sepertinya kehidupanmu sudah sangat banyak berubah ya Ran setelah lepas dari Bara " ucap Sinta sembari melihat ke arah Rani dari ujung kaki sampai ujung kepala hingga membuat Rani jadi merasa agak risih melihatnya.


Begitupula dengan Bi dian yang saat ini tengah berdiri di samping Rani.


Wanita paruh baya itu rasanya ingin sekali mencolok mata pelakor itu menggunakan sebuah garpu agar tak memandangi keponakannya seperti itu lagi.


"Benar - benar tidak sopan " batin bi Dian tampak mencak - mencak di dalam sana


Dari pakaian yang gadis itu kenakan , Rani menebak bahwa wanita itu merupakan pengasuh baru Tania.


" Iya ma..." jawab Rani sembari mendekat ke arah mantan mertuanya dan menyalim sopan tangan milik wanita itu.

__ADS_1


" Mama apa kabar sekarang, sehat....."tanya Rani sopan.


Meskipun diantara mereka memiliki masa lalu yang agak tidak mengenakkan hati, namun Rani masih ingin menjalin silahturahmi dengan mantan mertuanya tersebut.


" Tentu saja kabar mama sehat walafiat, apalagi sekarang impian mama untuk punya menantu cantik dan kaya serta cucu yang lucu sudah terpenuhi oleh Sinta " jawab Mira dengan gaya angkuhnya yang saat ini tengah terlihat memuji Sinta di hadapan Rani.


Rani yang mendengar ucapan mertuanya yang agak terang terangan menyindir dirinya hanya bisa tersenyum di tempat.


Ia tak mau terlalu memasukkan ucapan mantan mertuanya yang gila harta dan gila hormat itu kedalam hati. Nanti bisa - bisa ia sakit sendiri jika hal itu ditanggapi.


" Alhamdulilah lah ma kalau begitu, Rani senang mendengarnya " balas Rani lembut.


" Oh ya kamu sedang apa disini ? Mama lihat - lihat penampilan kamu sudah sangat berubah ya sekarang...apa kamu diam - diam meminta uang dari Bara buat beli semua kebutuhan kamu ini " tanya Mira terkesan menuduh, sehingga membuat bi Dian yang sedari tadi hanya terlihat diam saja mengamati, dan saat ini sudah terlihat menjadi tak bisa menahan diri lagi.

__ADS_1


Mulut berbisa milik wanita tua itu benar - benar tak bisa di kontrol, hingga membuat Bi Dian jadi ingin menyumpal mulut mantan mertua dari Rani itu menggunakan sebuah kaos kaki busuk.


" Tolong jaga perkataan anda nenek tua ya...Rani ini berbelanja memakai uang hasil jerih payahnya sendiri. Tak ada ceritanya tuch keponakan saya yang mandiri ini meminta - minta kepada anak anda yang maha pecundang itu"ucap bi Dian yang membuat Mira jadi spontan membulatkan mata dan menganga seketika.


__ADS_2