Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 66


__ADS_3

" Ka..kamu serius menerima pinanganku " tanya Reno kembali karena ia masih belum percaya akan Rani yang telah menerima pinangannya saat ini dengan nyata


" Iya mas ...Insya Allah Rani menerimanya "balas Rani kembali dengan senyum malu - malu menatap ke arah Reno berada


Ribuan kupu - kupu rasanya saat ini tengah terbang di dalam hati kecil yang Reno miliki di dalam sana


Ratusan kembang api pun juga ikut terlihat meletus di atas kepala milik pria itu saat ini


Luar biasa senang dan bahagia di rasakan oleh seorang Reno saat ini , dan hal itu membuat Reno jadi langsung mengucapkan berjuta - juta sujud syukur kepada yang maha pencipta karena telah mau mengabulkan doa yang selama ini Reno panjatkan kepada sang maha penguasa alam.


" Alhamdullilah ya Allah ..." tanpa sadar Reno terlihat memekik dan....


" Eiittt...." Rani terlihat menghentikan gerakan tangan Reno yang ingin menggenggam erat tangan miliknya.


" Astagfirullah Allazim...maaf Ran...mas khilaf " cengir Reno tak enak hati. Karena saking senangnya pria itu , hampir saja ia mau menyentuh Rani padahal mereka belum muhrim.


" Tidak apa - apa mas , Rani mengerti kok " ucap Rani yang langsung membuat Reno jadi bersemu merah mendengarnya.


" Kalau Rani sudah setuju , besok mas akan membawa keluarga mas kerumah bi Dian untuk meminang dek Rani kesana "


Deg


mata Rani tampak mengerjap tatkala mendengar panggilan Reno kepada dirinya


" Dek Rani..hah..kenapa pria ini begitu manis sekali , beda sekali dengan sosok pria galak yang kulihat tiap hari di kantornya " batin Rani tampak gemas dengan sosok Reno di depannya.


" Besok..mas ? "


" Iya besok..kamu gak keberatan kan ? Lagian lebih cepat lebih baik. Bukankah pacaran setelah menikah lebih halal jatuhnya " jelas Reno yang membuat lagi - lagi Rani jadi terkagum ria akan sosok pria didepannya.


Meski kaya dan maha sempurna namun sepertinya ilmu agama tak pernah lepas di sandang oleh pria itu


" Gak apa - apa kok mas , Rani juga gak mau pacaran sebelum menikah. Takut akan menimbulkan dosa dan fitnah nantinya. Hanya saja....." ucapan Rani tampak menggantung , ia ragu untuk melanjutkan ucapannya.


" Bicaralah , tak usah ragu...aku ingin menjadi sosok pria yang selalu bisa menjadi pendengar yang baik untukmu .."


Deg

__ADS_1


Jantung Rani terasa berdetak kencang kembali di dalam sana


Ucapan pria ini selalu saja bisa menghangatkan hati milik Rani di dalam sana


" Apakah bapak..."


" Panggil mas...mulai sekarang panggil aku mas saja dek " ucap Reno sedikit menyela ucapan Rani


" Baik..mas " angguk Rani dan mulai melanjutkan kembali ucapan yang ingin ia ucapkan kepada Reno. Lagi pula panggilan itu tak salah.


" Mas...apa mas tak malu menikah dengan janda sepertiku ? " tanya Rani sedikit takut dan ragu di dalam sana.


Reno merupakan pria yang dibilang hidupnya hampir mencapai kesempurnaan , pria itu kaya , tampan , terlahir dari keluarga terpandang yang dimana pria itu mestinya mendapatkan sosok wanita yang lebih baik dan lebih segalanya dari Rani.


" Kenapa Mas mesti malu dek ? Mas ini sedang tidak mendekati wanita yang dimiliki oleh pria lain " balas Reno tenang yang dimana ketenangan pria itu jadi semakin menambah tabuh genderang bertalu - talu di dalam hati yang Rani miliki saat ini


" Bukan itu maksud Rani mas..hanya saja status dan strata kita..."


" Huusssststt...aku tidak pernah menilai derajat seseorang dari harta serta status yang mereka sandang . Bukankah di mata Allah kita ini semua sama. Jadi akupun akan melakukan hal yang sama seperti ajaran sang pencipta kepada kita " ucap Reno kembali yang membuat mata Rani jadi langsung membola mendengarnya


"Kalau begitu besok mas akan mendatangi rumah bi Dian dan meminta ijin serta restu akan pernikahan yang akan kita selenggarakan nantinya "


" InsyaAllah Rani akan menunggu etikat baik dari mas Reno di rumah bi Dian besok nantinya "


*******


Pyankkkk


Pecahan kaca terlihat berserakan dimana - mana dan hal itu tentu saja membuat Sinta yang hendak memasuki ruang kerja Bara jadi langsung terlihat terjingkat kaget seketika


" Mas..kau kenapa ? " pekik Sinta berusaha menyentuh telapak tangan milik Bara yang terlihat mengeluarkan darah namun di tepis kuat oleh pria itu


" Pergi "


" Mas...."


" Keluar aku bilang !! " bentak Bara yang membuat Sinta jadi terlihat terbelalak seketika.

__ADS_1


" Kau membentakku mas..kau membentakku ' hah ' " kini Sinta yang terlihat ikut tersulut emosi juga akan sikap kasar yang Bara tunjukkan kepada dirinya.


Ini bukan kali pertama Bara berlaku kasar kepada Sinta , bisa dibilang ini sudah berkali - kali. Semenjak pria itu yang berpisah dengan Rani - mantan istri pertamanya.


Ditambah lagi perusahaan milik Bara yang saat ini tengah di ambang pailit dan kebangkrutan , sehingga membuat pria itu jadi bertambah setres akan kehidupan yang ia miliki saat ini. Dan pelampiasan kesetresannya itu tentu saja hanyalah Sinta.


Wanita yang saat ini Bara anggap sebagai sosok wanita penyebab perpisahan dirinya dengan Rani -mantan istri pertama yang Bara sangat cintai sampai sekarang.


" Keluar Sinta...aku tidak ingin berbuat hal yang tidak - tidak kepadamu " lirih Bara.


Ada rasa bersalah dan juga marah yang saat ini tengah bercampur aduk menjadi satu di dalam dada bidang yang Bara milikki


Dan hal itu sebenarnya tak ingin ia tumpahkan kepada Sinta , wanita yang telah bersusah payah melahirkan putri kecil miliknya ke dunia ini


" Kenapa ...apa kau masih mencintai wanita itu mas..."


Deg


Mata Bara tampak terbelalak dan menatap Sinta yang saat ini tengah terlihat berurai air mata di hadapannya


" Apa sejelas itukah raut wajah yang saat ini telah aku tampakkan "


" Kenapa diam mas ? Apa kau masih mencintainya sehingga mas sudah tak mau memberikan nafkah batin kepadaku " ucap Sinta tersedu yang mengingatkan Bara bahwa ia memang sudah tak pernah menyentuh Sinta beberapa minggu belakangan ini


Bukan tak mau ...hanya saja kesibukan Bara dengan perusahaan miliknya yang sedang sangat goyah saat ini beserta Rani...


Entah kenapa hasrat Bara terhadap Sinta jadi menghilang karena ia kepikiran terus terhadap Rani - sosok mantan istri pertamanya.


" Aku..."


" Aku kecewa mas...aku kesini berniat untuk memperbaiki hubungan kita tapi kau ..kau malah membentakku sekejam ini " Sinta tampak menutup wajah miliknya dengan kedua telapak tangan miliknya yang saat ini tengah terlihat basah bercucuran air mata di dalam sana


Ia tahu ia salah karena telah merebut Bara dari Rani dengan cara yang tidak patut di contoh


Tapi jujur... Sinta benar - benar sangatlah mencintai Bara , hingga sampai Bara jatuh terpuruk seperti inipun wanita itu tetap setia menemani suaminya


"Apakah rasa sakit hati ini yang dulu Rani rasakan kepada Bara. Jika iya...maka sepertinya Tuhan sedang memberikan hukuman untukku "

__ADS_1


__ADS_2