
" Aku benar - benar sangat merindukanmu Rani " batin Bara tampak berucap di dalam sana, dan tentu saja Rani tak akan mungkin bisa mendengarnya.
" Mama benar - benar tak habis pikir kenapa kamu bisa mencintai wanita mandul ini dulunya sehingga membuatmu jadi berubah menjadi berani membentak mamamu sendiri seperti ini di depan umum " ucap Mira tersedu - sedu , bagaikan wanita itulah yang menjadi korban di pertikaian ini . Padahal nyatanya wanita itu merupakan tersangka utama.
Benar - benar wanita ular.
" Ma..bukan maksud Bara begitu, hanya saja apa yang mama ucapkan kali ini ke Rani benar - benar sudah melebihi batas " jelas Bara yang bukannya membuat Mira jadi tenang dan mengerti, namun wanita itu malah terlihat makin mencak - mencak bagai orang yang sedang kesurupan
" Melebihi batas bagaimana maksudmu ? Mama cuma memberi nasehat kepada pria itu agar tak masuk perangkap pada ular mandul seperti mantan istrimu itu " tunjuk Mira ke arah Reno berada sehingga membuat Bara yang awalnya tak begitu menyadari keberadaan Reno di tempat itu jadi terlihat mengepal tangan kuat. Karena pria itu tahu bahwa Reno yang sedari awal berniat untuk merebut Rani dari dirinya.
Dan sekarang masa idah Rani sudahlah berakhir, yang dimana akan membuat pria itu akan jadi lebih merasa leluasa untuk mendekati Rani.
Tidak
__ADS_1
Bara benar - benar tak ingin apabila hal itu terjadi
Bagi Bara .. Rani merupakan miliknya dan sampai kapanpun akan tetap menjadi miliknya , meskipun nyatanya mereka berdua sudahlah resmi bercerai secara hukum dan Agama.
Namun Bara masihlah tetap tak terima. Sehingga membuat pria itu jadi menggila dan akan menghalalkan berbagai macam cara agar Rani bisa kembali lagi menjadi istrinya.
Benar - benar definisi dari mantan suami setres
" Maaf nyonya.. jika saya terdengar sangatlah tidak sopan menyela ucapan yang saat ini tengah nyonya lontarkan. Namun saya harus mengatakan ini kepada nyonya . sepertinya saya tidak memerlukan nasihat dari nyonya untuk mencari pasangan hidup untuk saya sendiri. Saya sudah sangatlah dewasa, yang dimana saya sudah bisa mengerti mana yang benar dan salah untuk diri saya sendiri. Begitupula dengan kecocokan untuk mencari seorang wanita yang dimana wanita tersebut akan saya jadikan pendamping hidup saya nantinya " ucapan Reno terjeda dan menatap ke arah Rani sekilas.
" Dan Rani adalah wanita yang saya pilih untuk saya jadikan istri nantinya . Insya allah , Seberapa banyakpun kekurangan yang ia miliki saya akan menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada. Bukankah tugas seorang suami adalah untuk menutupi kekurangan istri miliknya , bahkan jika bisa suami juga betugas sebagai benteng tertinggi apabila istrinya di dzalimi oleh orang lain termasuk keluarganya sendiri apabila sang istri benar - benar terbukti tidak bersalah "
Deg
__ADS_1
Ucapan yang Reno lontarkan benar - benar membuat mata Rani jadi langsung terlihat terbelalak di tempat mendengarnya.
Wanita itu begitu terharu. Ia tak pernah menyangka bahwa di dunia ini akan ada orang selain bi Dian dan Anton yang akan membelanya seberani itu di depan umum.
Entah pria itu yang saat ini tengah beracting atau sungguhan. Rani tak mengetahuinya.
Yang jelas saat ini Rani merasa sangat berdebar dan begitu bahagia karena telah dibela Reno seperti itu di depan Mira.
Sedangkan di sisi lain , kedua tangan Bara tampak terkepal kuat di depan sana.
Hatinya tiba - tiba terasa panas tatkala mendengar ucapan Reno yang saat ini tengah membela Rani di hadapan ibu kandungnya sendiri. Apalagi ketika pria itu mengatakan bahwa Rani merupakan calon istrinya.
Hal itu sungguh sangat membuat Bara jadi langsung merasa terbakar di dalam sana.
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk memiliki Rani. Rani hanyalah milikku , dan sampai kapanpun wanita itu akan selalu menjadi milikku seorang "