Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
bab 8


__ADS_3

Mata Rani tampak mengerjap pelan , bibir gadis itu tampak melenguh . Tenggorokan yang ia miliki saat ini terasa kering kerontang ingin diisi segelas air karena kelelahan sedari tadi berteriak dan mengeluarkan berbagai kata laknat karena telah di perkosa oleh suaminya sendiri


Bagaimana Rani tidak menyatakan Bara seperti itu , meskipun ini merupakan hal yang masih menjadi kewajibannya sebagai seorang istri


Tapi posisinya yang menjadi istri yang dikhianati masih belum mampu untuk melayani suaminya kembali , jika mengingat apabila tubuh yang suaminya itu milikki telah di gunakan juga untuk menyetubuhi wanita lain secara sadar


Jika itu merupakan masa lalu Bara yang telah pria itu lalui dulunya, mungkin Rani masih bisa maklumi dan maafkan


Kita manusia biasa pastilah memiliki dosa ataupun kesalahan masa lalu yang sulit untuk di lupakan tapi masih bisa di perbaiki kedepannya


Tapi yang dilakukan oleh Bara kali ini berbeda , mereka berdua telah menyatu dalam ikatan suci pernikahan dan suaminya itu secara sadar telah melakukan perselingkuhan di belakangnya


Dan yang lebih parahnya lagi mereka berdua telah melakukan hubungan laknat , yang menghasilkan sebuah benih yang telah lahir sebagai bentuk seorang bayi di dunia ini


Di manakah hati kedua manusia itu ?


Apakah mereka tak takut Tuhan dan juga dosa


Kelakuan mereka sangatlah luar biasa lebih rendah daripada seekor binatang


kejam...benar - benar kejam


Hal yang dilakukan oleh Bara saat ini sangatlah menyakiti hati Rani


Kenapa pria yang sangat ia cintai dan kasihi itu begitu kejam dan tega pada dirinya


Dan sekarang lihatlah , pria brengsek itu malah tak mau menceraikannya padahal Rani sudah berniat berpisah secara baik - baik


Dan lebih parahnya lagi , suami yang dulunya bagaikan seorang malaikat bagi Rani kini seakan telah menjelma bagaikan iblis yang telah menyetubuhinya secara brutal tak berperasaan sehingga bukan hati Rani saja yang merasa sakit tapi fisik wanita itu juga pun merasakan hal yang sama


Dengan gerakan tertatih Rani pun tampak beranjak turun dari atas tempat tidurnya bersama Bara


Sekilas ia manatap tajam ke arah pria yang sedang terlihat tertidur nyenyak terkelungkup tersebut


" Aku membenciku Bara Atmaja , sangat membencimu " ucap Rani dengan gigi yang terdengar bergemelatuk di dalam sana


Walau terasa sakit dan perih , Rani tetap melanjutkan langkah kedua kakinya


Wanita itu berniat untuk menuju ke dalam kamar mandi dan merendamkan tubuhnya di dalam bathup menggunakan air panas guna meredakan rasa sakit dan lemas yang saat ini tengah mendera tubuh miliknya

__ADS_1


*****


Beberapa jam kemudian tidur nyenyak yang Bara lakukan tampak terusik , tatkala kedua telinganya mendengar suara gaduh yang berasal dari benda pipih miliknya


Dengan berat hati Bara mengambil benda pipih tersebut dan langsung menempelkannya di sebelah telinganya


" Halo..." jawab Bara dengan suara khas serak bangun tidurnya


" Mas...mas hari ini mau kesini apa tidak , ini Talia rewel terus sepertinya kangen sama mas " sahut Sinta di seberang sana


wanita itu begitu licik , selalu saja menggunakan Talia sebagai alasan agar Bara mau datang ke kediaman miliknya dan meninggalkan Rani


Sedangkan Bara yang telah dibutakan cinta hanya mengangguk dan percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh istri keduanya tersebut


" Iya sayang..nanti mas kesana. Kamu mau nitip apa sama mas ? " ucap Bara yang tak sengaja didengar oleh Rani yang saat ini terlihat memasuki kamar guna mengambil ponsel miliknya yang tertinggal


Deg


mendengar obrolan yang Bara ucapkan dengan begitu mesranya terhadap Sinta , seakan membuat hati Rani jadi terasa bagaikan ditikam oleh beribu belati di dalam sana


Bagaimana bisa pria brengsek itu berkata mesra kepada wanita lain padahal baru saja Bara menikmati tubuhnya secara brutal


" Kau sangat pintar bersandiwara mas , jadi selama ini kau hanya menipuku dengan mulut manismu itu " batin Rani terlihat terbawa emosi di dalam sana


Mengingat pria itu yang telah menjamah tubuhnya kemarin malam sungguh sangat membuat Rani merasakan jijik luar biasa


Jika saja Rani bisa berganti kulit seperti seekor ular , mungkin Rani akan mengelupaskan kulitnya saat ini dan menggantinya dengan yang baru agar bisa menghilangkan setiap sentuhan dan jejak percintaan yang suami brengseknya itu berikan padanya


Dengan gerakan cepat Rani tampak berjalan memasuki kamar miliknya , tanpa memperdulikan raut wajah Bara yang saat ini sedang terlihat gelagapan karena tak menyangka akan kehadiran Rani yang akan masuk ke kamar tersebut sementara dirinya malah sedang bertelepon ria dan mesra bersama Sinta di seberang sana


Dengan gerakan spontan Bara tampak mematikan secara sepihak sambungan telepon milik Sinta tersebut


Sehingga membuat istri kedua Bara tersebut jadi berdecak kesal dan mengulangi panggilannya kembali


Namun sayang , ternyata panggilannya di rejeck oleh Bara . bahkan panggilan kesekian kalinya dari wanita itu tak berhasil terhubung karena saat ini ponsel milik Bara telah di nonaktifkan


" Dasar Rani sialan !! Berani sekali kau merebut Bara dariku " teriak Sinta bagaikan orang gila di dalam sana


Untung saja Talia - anaknya saat ini tak berada di rumah , bayi mungil itu sedang di bawa jalan - jalan oleh pengasuh serta ibu Bara ketaman sehingga membuat Sinta jadi leluasa berteriak guna meredakan amarahnya

__ADS_1


Jika ada mertuanya mana berani wanita itu berteriak seperti orang gila seperti itu .Teriakan kemarin merupakan teriakan pertama yang dilakukan oleh Sinta di depan Bara dan mertuanya karena saking emosi tak terima dirinya dinyatakan sebagai pelakor oleh Rani


Padahal nyatanya kan memang seperti itu


Benar - benar seorang Sinta merupakan perwujudan dari seorang wanita tak tahu diri


Yang menyalahkan orang lain padahal nyatanya dirinya sendirilah yang salah


Dasar wanita sinting


*****


" Sayang kau sudah mandi " Bara tampak berucap manis kepada Rani namun enggan dibalas oleh wanita itu


Rani menganggap Bara bak manusia transparan


Tak dapat di lihat dan tak perlu di dengar


Keberadaan pria itu disisinya hanya bisa membuat luka serta muak dan rasa jijik mendera di tubuhnya


Dengan dagu terangkat Rani melangkah pergi dari dalam kamar dan seketika membanting pintu kamar tersebut dengan sangat keras sehingga membuat Bara yang masih setia berada di atas ranjang jadi terjingkat seketika


" Astaga Ran...segitu bencikah dirimu padaku " gumam Bara yang sangat menyesali perbuatannya bersama Sinta


Dengan hembusan nafas berat Bara tampak bangkit dari atas ranjang dan memasuki kamar mandi yang berada di dalam kamar miliknya bersama Rani


Air terlihat berjatuhan dari atas shower yang Bara miliki sehingga membuat tubuh kekar milik Bara jadi basah seutuhnya


Ia ingin mendinginkan pikiran miliknya yang saat ini sedang terasa panas di dalam sana


Memiliki istri dua ternyata tak semudah yang terlihat


ingin rasanya Bara memutar waktu agar ia bisa memiliki Rani saja di dalam hidupnya


Namun sayang hal itu tak mungkin bisa terjadi


Bagai pepatah mengatakan Nasi telah menjadi bubur , dan hal yang telah berlalu tak kan mungkin bisa di ubah kembali


****

__ADS_1


__ADS_2