Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 51


__ADS_3

"Alah..kalau mandul ya mandul aja..pakai ngaku - ngaku gak mandul segala. Kenapa ? Apa kau takut jika calon suamimu yang kaya ini jadi tahu jika kau diceraikan Bara karena mandul " ucap Mira kembali yang membuat bi Dian yang mendengarnya jadi ingin merujak keras mulut wanita berbisa itu.


Sedangkan Rani didepan sana hanya bisa mengucapkan banyak - banyak istigfar didalam mulutnya ketika mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Mira - mantan mertuanya.


" Astagfirullah nyonya...apa anda sadar dengan apa yang anda katakan tadi. Seharusnya sesama wanita anda tidak akan mengatakan hal kejam seperti itu " ucap bi Dian yang benar - benar tak habis pikir dengan isi otak yang wanita tua bangkotan yang saat ini tengah berdiri dihadapannya itu miliki.


" Alah..jangan sok - sokkan menceramahi saya ya... saya hanya gak mau saja pria tampan itu nanti akan menyesal menikahi wanita mandul seperti Rani. Lebih baik tahu sekarang dari pada nanti , jika tak mau mengalami rasa kecewa seperti yang anak saya rasakan terdahulu " sahut Mira menggebu sembari menatap remeh ke arah Rani berada.


Dan lagi - lagi ucapan wanita itu selalu saja bisa menyakiti hati yang Rani miliki.


Entah apa salah Rani hingga membuat wanita itu selalu saja membencinya , padahal saat ini hubungan mereka sudah menjadi mantan mertua dan menantu


Akan tetapi wanita tua itu selalu saja mencari masalah dan gara - gara dengan Rani, sehingga membuat Rani jadi bingung dengan cara apa lagi ia harus menanggapi ucapan mantan mertuanya yang maha sombong itu

__ADS_1


_______


Tempat yang semula terlihat tenang dan sepi karena kesibukan para pengunjung pada aktivitas mereka yang awalnya sedang berbelanja, kini malah berubah menjadi berkerumun karena kegaduhan yang dilakukan oleh Mira ditempat tersebut


Mama !! " teriak seorang pria yang membuat semua orang yang ada ditempat itu jadi menoleh seketika ke arah sumber suara.


Deg


" Bara " batin Rani yang saat ini tengah menatap ke arah seorang pria yang telah menabur bunga sekaligus penabur racun di dalam hati miliknya.


Pria itu terlihat tak terima jika wanita yang masih memiliki tahta tertinggi di hatinya di caci maki di depan umum oleh ibu kandungnya sendiri.


" A..apa yang kau katakan Bara. Kenapa kau jadi menyalahkan mama dan membela wanita mandul itu " jawab Mira yang sedikit tercengang dengan ucapan putranya sendiri , yang bukannya membela ibu kandungnya sendiri . Pria itu malah terlihat membela mantan istrinya. Yang dimana Mira jadi langsung tak terima akan sikap yang ditunjukkan Bara kepadanya.

__ADS_1


" Ma...Rani tidak mandul ! " bentak Bara yang sudah kepalang emosi dengan ocehan ibunya.


" Ka..kamu berani bentak mama didepan dia " tunjuk Mira ke arah Rani berada, sehingga membuat Rani jadi sedikit tersentak karena Bara terlihat membela dirinya dibandingkan ibu kandungnya sendiri.


" Maafkan aku ma..aku tidak bermaksud seperti itu , tapi kali ini mama benar - benar sudah sangat keterlaluan di depan Rani " ucap Bara sembari menatap ke arah Rani dengan nanar.


Sungguh Bara sangat merindukan mantan istrinya itu.


Bara akui saat ini tak ada satu wanita pun yang mampu menggeser Rani di hati yang pria itu miliki


Termasuk Sinta, wanita yang telah berganti status dari istri siri kini telah menjadi istri sah seorang Bara.


Perpisahannya dengan Rani benar - benar membuat Bara jadi tersadar bahwa kehidupan yang ia miliki tidak akan terasa sempurna jika ia tidak hidup berdampingan dengan wanita itu.

__ADS_1


" Aku benar - benar sangat merindukanmu Rani "


__ADS_2