Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 61


__ADS_3

Hari demi hari Rani jalani seperti biasanya. Dengan otak yang tentu saja masih memikirkan ajakan Reno yang tengah ingin meminangnya untuk dijadikan seorang istri.


Sebenarnya di dalam lubuk hati Rani yang paling dalam , setelah pengutaraan perasaan dari Reno membuat Rani jadi sedikit merasa gugup apabila berdekatan dengan pria tampan beraura dingin tersebut.


Seperti kali ini , ketika Rani yang ingin menyerahkan sebuah proposal penting ke hadapan Reno di ruangan . Yang dimana membuat Rani harus mengalami senam nafas terlebih dahulu di depan pintu masuk menuju ruangan Reno agar bisa mengurangi rasa grogi serta gugup yang saat ini tengah menghinggapi dalam diri gadis itu.


" Tok..tok.."


" Masuk " ucap Reno yang saat ini tengah terlihat sibuk berkutat dengan beberapa tumpukkan dokumen yang saat ini tengah menghiasi meja kerjanya.


" Maaf pak mengganggu , saya kesini mau mengantarkan beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani " sahut Rani sembari sedikit menundukkan kepalanya hormat kepada Reno.


Reno terlihat mengangguk dan memeriksa beberapa berkas yang sebelumnya Rani bawakan.


" Duduklah dulu " ujarnya yang langsung diangguki oleh Rani.


Rani terlihat dengan setia menunggu berkas - berkas yang saat ini tengah diperiksa oleh Reno dihadapannya


Hingga tanpa sadar gadis itu jadi termenung , karena ketampanan Reno yang saat ini terlihat dua kali lipat lebih tampan dari hari biasa yang ia lihat.


" Ya..Allah..kenapa wajah pak Reno terlihat tampan sekali dengan posisi serius seperti ini" Rani tampak membatin di dalam sana yang tak sengaja memerhatikan wajah tampan yang Reno miliki secara intens.


Rani merupakan wanita normal , tentu saja ia akan merasa terhipnotis tatkala melihat makhluk ciptaan Tuhan yang terlihat sangat maha sempurna di depannya.


Tap


"Apa kau sudah puas melihat wajah tampan milikku ini " goda Reno yang saat ini masih terlihat fokus menatap ke arah dokumen dihadapannya ,


Deg


Dan tentu saja hal itu membuat Rani jadi langsung telihat gugup seketika.


" Astagfirullah ..apa yang baru saja aku pikirkan " batin Rani tampak terlihat ketar ketir di dalam sana tatkala dirinya tertangkap basah memandangi wajah tampan yang atasannya itu milikki.


" Ma ..maafkan saya pak..saya benar - benar tak sengaja melakukannya " Rani tampak langsung menunduk merasa tak enak hati kepada pria tampan dihadapannya.


" Tidak apa - apa..lagi pula saya sangat merasa senang apabila dilihatin terus sama kamu "


Blush..

__ADS_1


ucapan manis yang Reno keluarkan tentu saja membuat wajah Rani didepannya jadi langsung sontak berubah merah seketika , yang di mana hal itu langsung membuat tangan milik wanita itu jadi langsung berubah keringat dingin di bawah sana.


" Tap "


Reno terlihat menutup dokumen yang telah ia tanda tangani


" Dokumennya sudah saya selesai tanda tangani " ucap Reno yang membuat Rani jadi langsung terburu - buru bangkit dari atas kursinya dan segera mengambil dokumen yang telah Reno selesai tanda tangani itu.


" Te..terima kasih pak ..dan maaf soal tadi saya benar - benar tak sengaja " balas Rani yang masih terlihat menunduk dan langsung lari tunggang langgang untuk meninggalkan ruangan milik Reno tersebut.


klik


Tap


pintu ruangan milik Reno terlihat tertutup sempurna diringi dengan keberadaan Rani yang juga sudah tak terlihat di ruangan pribadi yang Reno miliki


"Astagfirullah Alladzim..hampir saja aku khilaf. Kenapa kamu begitu manis dan menggemaskan seperti itu sih Rani...hufft..rasanya melewati waktu seminggu bagaikan menunggu waktu setahun menunggu jawaban pasti darimu. Ya..Allah tolong sabarkan hambamu ini " gumam Reno yang saat ini tengah menyandarkan punggung kokoh miliknya di atas sandaran kursi kebesaran miliknya.


sebenarnya dari tadi ketika Rani tengah memasuki ruangan yang Reno miliki, pria itu sangatlah merasa bahagia memuncak. Yang dimana kebahagiaan memuncak yang tiba - tiba timbul di dalam diri Reno itu menyebabkan ia jadi tak fokus dalam menyelesaikan beberapa dokumen yang telah ia kerjakan


Sehingga membuat Reno jadi secara diam - diam melirik ke arah Rani yang sedari tadi menatap ke arah dirinya dengan intens


Namun untung saja pria itu bisa menutupi kesaltingan hatinya terhadap Rani , sehingga membuat gadis yang Reno incar sebagai calon istri itu tak mengetahui yang sebenarnya terjadi pada dalam dirinya.


****


" Ya..ampun gusti Allah...apa yang telah hambamu ini lakukan tadi. Kenapa aku bisa menatap wajah pak Reno seintens itu " Rani terlihat menggumam seorang diri yang saat ini tengah terlihat duduk diatas kursi miliknya


Bayangan wajah tampan milik Reno saat ini seakan tengah berputar - putar di dalam pikiran yang Rani miliki


" Duh gusti..jantung hamba juga kenapa bisa berubah berdebar begini , jadi dag dig dug seperti ini ? Apa aku telah merasakan jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya " gumam Rani kembali yang terlihat sedang merasakan debaran jantung miliknya yang terasa sudah tak karuan di dalam sana.


" Permisi ..maaf Non Rani "


Deg


" Astagfirullah..." pekik Rani terkejut


" Maaf non bukan maksud saya buat ngagetin non "

__ADS_1


" Eh..gak apa - apa pak , ini murni salah saya sendiri kok..yang melamun di siang bolong begini . Ada apa ya pak mencari saya , apakah ada yang bisa saya bantu ke bapak ? " tanya Rani ke arah seorang office boy yang saat ini tengah berdiri di hadapannya.


" Oh ini non ada kiriman makan siang sama bunga untuk non Rani " ucap pria paruh baya tersebut yang membuat Rani jadi merasa heran melihatnya


Siapa yang mengirimkannya sebuah makan siang serta bunga ? Batin milik wanita itu tampak bertanya - tanya di dalam sana.


Dengan raut wajah penasaran miliknya , Rani pun terlihat meraih bekal kotak makan siang beserta bunga yang di bawa oleh seorang office boy tersebut.


Deg


Blush


Wajah Rani tampak merona kembali ketika membaca sebuah nama tertera di dalam rangkaian bunga yang saat ini tengah berada di tangannya.


" Terima kasih ya pak..dan ini untuk bapak " Rani terlihat menyerahkan sekotak donat buatannya kepada pria paruh baya tersebut.


" Eh gak usah non..." tolak pria itu sungkan


" Gak apa - apa pak..lagian saya sudah ada bekal ini untuk saya makan " ucap Rani sembari memperlihatkan kotak makanan yang tadi ia terima dari office boy tersebut


" Allhamdullilah...Baiklah kalau begitu bapak terima ya non..terima kasih sebelumnya "


" Terima kasih kembali ya pak..dan terima kasih karena sudah mau repot mengantarkan saya ini " balas Rani ramah


" Sama - sama non..kalau begitu bapak permisi "


******


Selepas pria itu pergi Rani pun terlihat duduk kembali dan membuka surat dari Reno yang saat ini tengah wanita itu pegang ditangannya.


Ya..pengirim makan siang serta bunga romantis itu adalah Reno , seorang pria yang sebelumnya telah membuat jantung milik Rani jadi berubah tak menentu dag dig dug serr di dalam sana.


" Ingat makan dan semoga kamu menyukai bunga ciptaan Allah yang hanya aku berikan untukmu ini "


Blus


Wajah Rani tampak merona kembali , tatkala kedua netra miliknya yang saat ini tengah membaca isi surat singkat dari Reno yang diberikan kepadanya.


" Astagfirullah ...galak - galak begitu ternyata romantis juga "

__ADS_1


__ADS_2