Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 31


__ADS_3

" pu..putus...." tanya Anton yang tiba - tiba saja menjadi gagap ditempat tatkala mendengar kata putus dari Santi - kekasih nomor duanya


" Hmmm...mari kita putus " jawab Santi mantap tak ada keraguan


Meski dalam hati ada rasa sedikit tak rela melepaskan Anton , tapi apa boleh buat


Walaupun ia cinta dengan pria berparas tampan itu , tapi cinta yang dimiliki oleh Santi bukanlah sebuah cinta buta maupun cinta bodoh yang akan rela untuk di duakan maupun di persepeluhkan seperti yang Anton lakukan selama ini kepada dirinya


" Bisakah kita tidak putus , aku akan membelikan barang apapun yang kamu mau "


Bukannya marah dengan ucapan yang dilontarkan oleh Anton kepadanya , Santi malah hanya terlihat menggeleng dan tersenyum menanggapinya


Gadis dihadapannya benar - benar tipe yang penyabar


" Tidak mas..terima kasih...saya masih bisa membelinya dengan hasil keringat saya sendiri " balas Santi yang membuat hati Anton jadi langsung terenyuh dan menatap Santi dengan lekat


Gadis ini memang beda dari gadis yang selama ini Anton miliki dan temui di dalam hidupnya


" Kalau tak ada perlu lagi , saya pamit undur diri dulu mas. Kebetulan saya masih ada kasus yang harus saya tangani " ucap Santi kembali ketika melihat Anton yang hanya diam molongo di depannya bagaikan seekor sapi ompong


Tanpa menunggu ucapan dari pria dihadapannya , Santi tampak mulai beranjak dari tempat duduknya


kecewa .... Itulah yang Santi rasakan saat ini kepada Anton - kekasihnya


Ia sangat mencintai Anton , meskipun hubungan mereka berjalan baru beberapa minggu lamanya. Tapi itu sudah membuat Santi menjadi nyaman berada di dekat kekasihnya tersebut


Bagi Santi Anton bukanlah hanya sekedar kekasih bagi dirinya , tetapi juga seorang guru pembimbing yang selalu mengajarkan dan membantu Santi ketika dalam mencari pencerahan kasus yang apabila sangat sulit untuk ia hadapi


Namun sekarang , semua itu terasa sirna karena tertutupi oleh rasa kecewa yang begitu besar tatkala tabir kerahasiaan yang Anton miliki terungkap di hadapannya


" Mari kita menikah " ucap Anton yang membuat Santi jadi berdiri mematung memunggungi pria itu


Mata gadis itu tampak terpejam sebentar , dan kembali terbuka serta membalik badan guna menatap Anton yang saat ini sedang berdiri di hadapannya


" Ini tak semudah itu mas , bagaimana dengan kekasihmu yang lain "


" Aku akan segera putuskan mereka semua "


" Tapi...."

__ADS_1


" Tunggu aku menyelesaikan urusanku dengan mereka , setelah itu mari kita menikah "


" Mas.... "


" Aku mohon beri aku waktu sebentar , setelah itu aku akan datang kerumahmu. Dan memintamu pada ayahmu " ujar Anton dan berlalu pergi meninggalkan santi yang masih setia berdiri mematung di tempatnya berada


" Astagfirullah....apa yang harus hambamu ini lakukan ya Allah, berikan petunjukmu agar aku dan mas Anton bisa mendapatkan hidayah serta pencerahan, jalan apa yang harus aku tempuh saat ini terhadap mas Anton " batin Santi tampak berdoa di dalam sana


*******


" Paket " ucap seorang petugas mendatangi rumah besar yang Bara dan Sinta miliki


" Paket apa itu mas ? " tanya Mira keluar pintu melihat amplop coklat yang saat ini sedang diserahkan kurir itu kepada dirinya


" Ndak tahu bu , coba buka aja didalam. Kalau begitu saya permisi. Asaalamualaikum "


" Wallaikum salam " balas Mira sambil mengotak atik amplop berwarna coklat tersebut guna melihat isi di dalamnya


Surat pengadilan Agama


Itulah sebuah kalimat besar yang saat ini Mira baca sehingga membuat sebuah senyuman manis langsung terbit di atas wajah wanita paruh baya tersebut


Siapa yang bercerai , malah dia yang senang


Anehnya wanita paruh baya itu malah senang melihat perceraian anak kandungnya sendiri


Benar - benar definisi dari wanita setres ,


" Bara... "


" Bara..."


Teriak Mira berulang kali memanggil anaknya agar cepat - cepat bisa menandatangani surat perceraian yang saat ini sudah berada digenggaman tangan miliknya


Mungkin wanita itu lupa , bahwa kamar yang saat ini tengah di tempati Bara beserta Sinta merupakan kamar yang kedap suara


Sedangkan Tania , bocah kecil itu saat ini memang sedang tidur di kamar lain bersama seorang baby sitter yang sudah mereka kerjakan beberapa bulan belakangan ini


Gadis kecil itu sudah terlihat semakin aktif dan lincah , sehingga membuat Sinta jadi kewalahan untuk merawatnya sendiri

__ADS_1


Sedangkan Mira - ibu mertuanya , akhir - akhir ini jadi jarang bisa membantu merawat Tania karena arisan hedon yang wanita itu ikuti bersama teman - teman sosialitanya


Sehingga membuat Sinta jadi banyak menggerutu , dan akhirnya Bara putuskan untuk mempekerjakan seorang wanita muda untuk menjaga anak semata wayang mereka tersebut


****


Sedangkan di dalam kamar , Bara tampak masih tertidur pulas memeluk tubuh sang istri dari belakang yang terlihat polos saat ini karena memang mereka yang setelah menikmati malam panas mereka kembali di atas ranjang


Dan kali ini Bara pastikan tak salah menyebut nama Sinta menjadi Rani kembali , walau kenyataannya dalam pikiran dan hati mlik pria brengsek itu masih saja membayangkan wajah Rani ketika bercinta dengan Sinta


Tapi sebisa mungkin , Bara akan mengontrol bibirnya agar tak melakukan kesalahan yang sama kembali


Bisa - bisa bukan sebelah pipinya lagi yang terkena tamparan istri keduanya itu , melainkan mungkin saja kedua pipinya yang akan jadi merah dengan rambut rontok karena ikut dijambak oleh Sinta yang sedang dalam emosi jiwa terhadapnya


Istrinya itu benar - benar garang kalau sudah dalam keadaan marah seperti itu


Dulu saja waktu mereka pacaran , istrinya itu sempat membuly seorang wanita hanya gara - gara emosi jiwa hanya karena pakaiannya yang tak sengaja kecipratan kuah bakso oleh salah satu murid disekolah mereka


Hah..mengingat hal itu Bara jadi membandingkan Sinta kembali dengan Rani yang selalu lemah lembut kepada dirinya dan tak pernah main tangan seperti yang Sinta lakukan terhadapnya saat ini


" kira - kira Rani saat ini sedang apa yaaa ? " batin Bara di dalam sana tiba - tiba merindukan sang istri pertama


Tok..tok.....tok


" Bar..kamu udah bangun belum , ini ada surat dari pengadilan agama "


Tok..tok..tok


" Duh siapa sih yang pagi - pagi gini ganggu " keluh Sinta yang bukannya bangun membuka pintu , wanita itu malah makin tertidur dan mengerubung diri menggunakan selimut tebal yang saat ini tengah ia pakai untuk menutupi tubuhnya yang polos di atas ranjang


Bara yang melihat kelakuan istrinya itu hanya bisa menggeleng kepala heran , bisa - bisanya wanita itu tertidur kembali tatkala mendengar suara gedoran pintu yang memekakan telinga dari ibunya


sekali lagi , Bara tanpa sengaja jadi membandingkan kedua sikap istrinya tersebut kembali


Benar - benar sikap yang Sinta miliki sangat berbanding jauh terbalik dengan sikap yang Rani miliki


...----------------...


Jangan lupa tinggalkan vote , like dan komen yaaaaa....sebagai penyemangat dalam author menulis kedepannya terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2