
"Suara itu ?....Margareth kau kah itu. Apa ini semua adalah ulahmu " balas Rani yang juga ikut berteriak keras dari arah dalam sana agar didengar oleh Margareth yang saat ini sedang berada diluar pintu.
" Ya...ini aku ..memangnya kenapa hah !! Ini adalah balasan untuk janda gatal sepertimu yang telah lancang dengan berani mau merebut Reno dari ku " teriak Margaret yang membuat Rani jadi langsung tercengang di dalam sana.
" Apa maksudmu dengan diriku mau merebut Reno , Margareth. Aku tidak seperti yang kau pikirkan. Cepat buka pintunya " gedor Rani tak terima.
Rani mencoba sekuat mungkin menarik pintu itu dari dalam, namun sayang... tangan mungil yang wanita itu miliki belum cukup mampu untuk membuka pintu yang saat ini tengah keras tertutup rapat dari arah luar sana.
" Jangan banyak bacot Rani ya..isi otak janda gatal sepertimu itu sudah bisa kutebak di luar kepala. Jadi kau tak usah memasang wajah polos di depanku " teriak Margareth kembali yang membuat Rani semakin jadi emosi mendengarnya.
Sedangkan ketiga wanita seksi yang ada di luaran sana malah terlihat tertawa lepas ketika melihat Rani yang saat ini sedang sengsara di dalam sana.
" Sudah ah, ayo kita pergi.. Gue hari ini ada klien yang harus gue urus " ujar Celine yang membuat kedua gadis lainnya jadi tersenyum miring ke arah wanita itu.
" Maksud lo klien di atas ranjang ? " tebak Almahira yang di balas cengiran oleh celine.
" Tentu saja, emang klien siapa lagi yang gue punya. kayak lo gak kayak gue aja " sindir Celine yang kali ini Almahira lah yang terlihat giliran jadi menyengir kuda di buatnya.
Mendengar pembicaraan dua orang wanita yang sangat tidak berbobot di dekatnya, Margareth pun terlihat langsung memutar bola mata malas mendengarnya.
Sebenarnya Margareth sangat malas untuk melakukan pertemanan dengan dua orang yang menurutnya sangatlah tidak sekelas dengan derajat yang ia miliki.
Namun karena memang wanita itu yang harus memiliki partner dalam perusahaan untuk mendekati Reno, alhasil mau tidak mau Margaret pun akhirnya berteman dengan kedua wanita itu guna memperalat mereka berdua.
Sehingga membuat ketiga wanita itu jadi saling memperalat satu sama lainnya guna mencapai tujuan mereka masing - masing.
_____
" Ya udah ayo kita pergi, lama - lama tubuh gue jadi merinding nich kalau terus menerus berada disini " ucap Almahira yang diangguki oleh kedua wanita lainnya.
Namun sebelum semuanya beranjak dari tempat mereka berdiri , tanpa ketiga wanita itu sadari bahwa saat ini ada seorang pria tengah terlihat berdiri tak jauh di belakang mereka yang tentu saja secara spontan langsung membuat tubuh ketiga wanita itu jadi langsung terlihat membeku seketika .
__ADS_1
Deg
" Re...Reno " ucap Margareth tergagap. Mata indah milik wanita itu tampak terbelalak di tempat ketika melihat tubuh Reno yang tengah berdiri menatap nyalang ke arah mereka saat ini.
" Buka pintunya..."
" Ta..tapi Reno "
" Aku bilang cepat buka pintunya " bentak Reno yang membuat Margareth jadi langsung terlihat memejamkan mata mendengarnya
Dengan kedua tangan terlihat terkepal kuat, dan juga raut wajah yang tak sedap di pandang mata. Margareth pun terlihat langsung berbalik badan, melangkah ke arah depan gudang , guna membuka pintu yang telah ia kunci sebelumnya.
" Cklek..."
Pintu tampak terbuka , dan menampilkan sosok Rani yang terlihat bercucuran keringat di dalam sana.
" Puas lo...udah buat Reno marah sama gue " bentak Marhgaret meluapkan emosinya kepada Rani.
Rani yang di bentak seperti itupun merasa tak terima , dia adalah korban kesalah pahaman disini. Kenapa dirinya yang harus dimarahi ? Pikir Rani di dalam sana.
" Maaf nona Margareth yang terhormat, disini harusnya saya yang marah kepada anda yang telah kejam mengunci saya di dalam sana. Tapi kenapa jadi anda yang marah - marah kepada saya " omel Rani yang terus maju meringsek tubuh tinggi yang Margaret miliki hingga wanita berpenampilan seksi itu jadi berjalan mundur seketika.
" Kenapa wanita pendek ini begitu menyeramkan kalau lagi marah ? " batin Margareth tampak menjerit ketakutan ketika melihat ekspresi Rani yang saat ini tengah dilanda emosi jiwa karena ulah nya.
" Ka..kau berani membentakku ? " balas Margareth mencoba memberanikan diri padahal nyali yang wanita itu miliki saat ini sudah berubah menciut di dalam sana.
" Tentu saja saya berani. kenapa saya harus takut ketika saya benar disini " tegas Rani yang membuat Reno semakin terpesona akan kekuatan wanita itu.
" Tuan...." ujar beberapa pria datang berseragam polisi
" Tangkap ketiga wanita itu. Mereka bertiga berkomplotan ingin menyakiti salah satu karyawan saya " ucap Reno yang diangguki oleh para polisi tersebut.
__ADS_1
Flasback sebelum kedatangan Reno.
" Kenapa aku merasa ada hal yang aneh yaa..." gumam Rani tatkala telah melihat kepergian Almahira menjauh darinya.
Karena merasa ada sesuatu hal yang sangat janggal dari permintaan Reno yang disampaikan oleh Almahira. Rani pun berinisiatif untuk mengirim pesan kepada Reno duluan.
Berniat menanyakan ada keperluan apakah atasannya itu kepada dirinya sehingga memanggil Rani untuk datang ke dalam gudang.
Untung saja kemarin disaat senggang pria itu memberikan nomornya kepada Rani , sehingga membuat wanita itu jadi bisa dengan segera menghubungi Reno disaat ia mengalami situasi yang Rani anggap sebagai situasi yang sangat mencurigakan bagi dirinya.
dan terjadilah perencanaan itu.
Rani berpura - pura masuk kedalam perangkap yang Margaret siapkan dan bekerja sama dengan Reno untuk menangkap basah aksi kejam wanita itu . Agar ia menjadi jera tak akan mengganggu Rani kembali akibat rasa cemburu buta yang Margaret miliki karena terlalu tergila - gila kepada seorang Reno.
Flashback off
Melihat ada pihak berwajib yang akan segera menangkap mereka membuat Margaret dan kedua temannya jadi terserang rasa panik seketika.
" Gimana ini Margareth aku tidak mau mendekam di dalam tahanan " rengek Celine takut yang saat ini terlihat memegang lengan milik Margareth dengan kuat.
" Emang lo pikir gue gak takut apa masuk penjara " gerutu Margaret akan kebodohon yang di ucapkan oleh Celine
" Lo kan anak orang kaya, jadi mudah dong buat bebasin kita " ucap Almahira yang membuat Margaret jadi tersenyum miring mendengarnya.
" Iya juga ya..gue lupa kalau bokap gue kaya " tawa Margaret merasa lega seketika.
" Jangan merasa senang dulu Margareth , karena kali ini kupastikan keluargamu tidak akan bisa membantumu keluar dari dalam penjara " ucap Reno dengan smirk tercipta di sudut bibirnya.
" Apa maksudmu Reno ? " tanya Margareth tegang.
" Aku telah mengancam keluargamu menggunakan perusahaan milikku. Jadi mereka tak akan bisa berkutik untuk membebaskanmu kali ini " terang Reno yang membuat Margareth jadi langsung terbelalak seketika, begitu pula dengan Celine dan juga Almahira yang ikut terkena serangan panik tatkala harapan terakhir mereka yaitu Margaret kali ini tak akan mampu membebaskan mereka.
__ADS_1