
"Bagaimana jika lo coba sarankan Rani untuk bekerja di perusahaan gue" ucap Reno yang membuat mata Anton jadi langsung mengerjap seketika
" Benar juga ya..ngapain gue jadi gak kepikiran kesana. Gue lupa kalau gue punya teman tajir melintir dihadapan gue " ujar Anton senang hingga memuncratkan nasi goreng yang saat ini sedang penuh di dalam mulutnya
" Sialan lo..telan dulu tuch nasi baru ngomong. " kesal Reno sambil mengelap wajahnya yang tak sengaja kena muncratan nasi dari Anton
Melihat hal tersebut , Anton hanya mampu menyengir kuda. Karena saking senangnya , ia jadi lupa kalau sedang dalam mode mengunyah dengan kondisi mulut terisi penuh saat ini
" Sory..gue sengaja dikit . Jangan marah dong , nanti gue gak jadi dukung lo deketin Rani lagi " cengir Anton yang membuat Reno jadi langsung mendelik tajam ke arah pria itu
Reno akui ia begitu tertarik dengan sosok wanita yang menjadi sepupu dari temannya itu , tapi kalau dikatakan secara terang - terangan begini kan Reno jadi malu juga.
Mana dia lagi progress dalam rencana pendekatan . tapi tentu saja hal itu akan Reno lakukan saat masa idah wanita itu selesai. Maka baru Reno berani tancap gas
Malah keinginan pria itu bukan untuk menjadikan Rani seorang kekasih lagi untuk dirinya , melainkan langsung Reno jadikan istri
Tapi kalau Rani , mau. Kalau tidak ..ya dia harus sabar saja. Bukankah cinta tak bisa dipaksakan
Lagian jodoh , hidup dan mati sudah di tentukan oleh yang diatas , sehingga tinggal Reno berusaha menggapainya saja saat ini
" Lo harus tutup mulut lo itu . Jangan sampai dia tahu , gue takut Rani malah akan menjauhi gue , sebelum gue melakukan pendekatan " ketus Reno kembali yang membuat Anton jadi langsung bertingkah seperti sedang meresleting mulutnya agar diam tak bicara
******
" Apa!! Diperusahaan mas Reno ? " tanya Rani sedikit terkejut dengan kabar gembira yang Anton bawakan untuknya
Masalahnya baru tadi pagi ia seperti orang yang sedang kelimpungan mencari kerja.
Eh.....malah malamnya Rani sudah mendapat tawaran kerja dari Anton , bukannya itu namanya nasib mujur
Ini mah rejeki nomplok gak boleh ditolak
__ADS_1
Kapan lagi Rani bisa bekerja di perusahaan bunafit dengan ijazah rendah yang ia miliki
" Iya..dia lagi butuh karyawan katanya. Tapi aku tidak tahu nanti kamu di letakkan di bagian apa. Lupa tadi aku tanya " jelas Anton yang saat ini tengah duduk santai di ruang tv dengan memakan singkong goreng buatan ibunya
" Tak masalah aku mau diletakkan di bagian mana. Jadi seorang cleaning service pun Rani mau . Asalkan Rani dah dapat kerja saja itu sudah syukur banged bagi Rani " ucap wanita itu dengan binar mata bahagianya
" Ya udah kalau kamu mau , besok aku akan antarkan kamu langsung ke perusahaannya Reno. Kebetulan jadwalku tak terlalu padat besok pagi " ujar Anton yang langsung diangguki mantap oleh Rani
" Wah..kelihatannya ada yang lagi senang nich ! " ujar Bi Dian yang tiba - tiba datang dari dalam sambil memegang teh untuk diminumnya
" Rani baru dapat kerjaan bi " seru Rani dengan semangatnya
" Wah selamat kalau begitu , emang kamu mau kerja apa dan dimana ? " tanya Bi Dian dengan raut wajah penasaran
" Di perusahaannya mas Reno , bi " sahut Rani yang membuat mata bi Dian langsung terlihat membulat tak percaya
" Kamu serius Ran ? "
" Benar ma ....tadi Reno sendiri kok yang nawarin " jawab Anton jujur
" Astaga Rani syukurlah kalau begitu. Kamu harus menyiapkan diri dengan baik mulai besok . Bibi dengar pemilihan karyawan disana sangatlah ketat. Reno juga terkenal selalu galak dengan para karyawan kalau mereka melakukan sebuah kesalahan. pokoknya beda banged dengan sikap ramah yang tiap hari kita lihat " ucap Bi Dian yang membuat Rani jadi merinding disco mendengarnya
" Bu....jangan nakut - nakutin Rani seperti itu ah! Nanti Raninya malah gak jadi kerja di kantornya Reno lagi. Sudah Ran ...omongan ibu jangan terlalu dipikirkan. Lagian itu kan namanya juga profesionalisme kerja. Kalau kamu gak melakukan kesalahan mana mungkin juga kena marah sama Reno. Benar kan " ucap Anton yang langsung diangguki oleh Rani
" Benar juga kata Anton . Meskipun pria bernama Reno itu merupakan teman baik Anton. Aku juga harus bekerja dengan giat dan berusaha keras agar tak membuat kecewa pria itu karena sudah berbaik hati telah memberikan ku sebuah pekerjaan " batin Rani bertekad kuat di dalam sana , bahwa dirinya akan seberjuang mungkin dalam perjalanan hidup miliknya yang baru
****
Besoknya di perusahaan yang Reno miliki
Glek
__ADS_1
" Kamu ini kerja bagaimana sih!! Lihatlah semua laporan keuangan sampai tidak tersusun rapi seperti ini . Pokoknya saya tidak mau tahu , dalam waktu lima menit juga saya ingin laporan itu sudah ada di ruangan saya " Tegas Reno sehingga membuat Rani yang berdiri di ambang pintu jadi meneguk ludah dengan berat seketika
" Astaga !! Galak banget. Ya Allah gusti tolong kuatkan Rani " batin Rani tampak merintih di dalam sana
Bukannya tak sopan mau menguping , hanya saja sekretaris Reno yang memintanya untuk langsung masuk saja keruangan yang pria itu miliki
Sedangkan sang Sekretaris itu memang berkata jujur , karena itu merupakan amanat dari bos besar mereka
" Kalau wanita bernama Rani datang langsung suruh masuk saja , jangan pernah buat dia menunggu walau dalam 1 detik. Jika itu kau lakukan akan langsung ku potong gajihmu selama sebulan " itulah ancaman yang Reno ucapkan sebelumnya kepada Sekretaris malang itu
" Rani kau sudah datang ? " ucap Reno yang awal raut wajah dari pria itu berekspresi garang kini tiba - tiba saja telah berubah menjadi melunak seperti seekor kelinci berbinar
" I..iya..maaf tadi sekretaris bapak yang langsung nyuruh saya masuk " Rani tampak tak enak hati karena terpergok mendengar pembicaraan kedua orang yang saat ini ada diruangan milik Reno tersebut
Sedangkan karyawan wanita yang tadi kena omelan dari Reno tampak menatap tajam ke arah Rani berada.
Mata wanita itu tampak menelisik penampilan Rani dari atas sampai bawah sehingga membuat wanita itu jadi merasa risih dibuatnya
" Ini juga mbaknya kenapa liatin aku kayak begitu . Yang ngomelin siapa , yang ditatap tajam siapa " keluh Rani di dalam hati yang saat ini tengah menunduk pura - pura tak melihat
" Margaretha kau tidak lupa dengan tugas yang kuperintahkan sebelumnya kan ? " suara Reno terdengar , yang membuat Wanita itu jadi memutuskan pandangannya kepada Rani dan langsung berjalan keluar dengan raut wajah kesal setengah setan
" Maaf atas perlakuan tak mengenakan yang dilakukan Margaretha terhadapmu. Ayo Ran silahkan duduk dulu .." ucap Reno yang diangguki oleh Rani
" Maaf pak , ini ijazah saya. Ngomong - ngomong saya kerja di bagian apa pak ya...?
" Kamu saya tugaskan jadi sekretaris saya "
" Oooo...sekretaris...." jawab Rani manggut - manggut
Deg
__ADS_1
" Apa!!!! Sekretaris.....???"