Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 63


__ADS_3

Wajah Reno tampak sumringah senang..sedari tadi pria itu terlihat hanya sibuk menatap ke arah sebuah kotak bekal yang saat ini sedang tergeletak manja di atas meja kerja miliknya.


Entah sudah berapa lama pria berwajah dingin itu melakukan hal yang tak penting seperti itu , yang jelas ini sudahlah sangat lama.


Yang dimana hal itu mengakibatkan semua dokumen - dokumen yang ada diatas meja kerja miliknya jadi masih terlihat tertumpuk rapi dan terbengkalai, karena pria itu yang belum terlihat menyentuh sama sekali semua tumpukan yang harus ia kerjakan saat ini.


" Ekhem...maaf tuan , apa tidak sebaiknya anda kerjakan dulu semua dokumen - dokumen itu ? " Juan sang tangan kanan sekaligus sahabat baik Reno tampak berucap.


Namun bukannya di gubris , pria itu malah terlihat masih menggila akan kotak bekal yang Rani sempat berikan secara diam - diam kepada Reno di pagi hari

__ADS_1


" Hah...lihatlah Juan , bahkan hanya dengan menatap kotak bekal yang dia buatkan saja sudah membuatku menjadi kenyang dan sangat merindukan gadis itu " balas Reno yang terdengar sangat jauh melenceng dari jalan kebenaran dari sebuah pertanyaan yang Juan berikan kepada atasan sekaligus teman baiknya tersebut


Juan merupakan anak dari Burhan , seorang office boy paruh baya yang ditugaskan Reno kemarin siang untuk mengirimkan Rani sebuah bekal serta bunga secara sembunyi - sembunyi


Yang dimana membuat pria muda itu jadi tahu apa yang saat ini tengah terjadi pada atasan yang terkenal dengan gila kerja itu jadi seketika berubah menjadi predikat malas kerja karena sosok Rani yang telah membuat Reno jadi menggila seperti ini.


" Juan ..kira - kira dia akan menerima lamaranku atau tidak ? " tanya Reno yang saat ini terlihat sedang menatap ke arah sebuah kalender kecil , yang selalu tergeletak rapi di atas kerja yang ia miliki.


" Tebakan saya...saya Rasa Nona Rani akan menerima lamaran anda " ucap Juan yang langsung membuat Reno jadi terlihat tersenyum tipis mendengarnya.

__ADS_1


" Hey kenapa kau seyakin itu " balas Reno yang saat ini tengah menyender di depan meja sembari menyesap secangkir kopi yang sempat Rani buatkan kepadanya.


Entah bagaimana , bukan orangnya saja membuat Reno menjadi candu. Bahkan kopi buatan dari wanita itupun juga membuat dirinya menjadi candu saat ini.


" Mengingat pesona anda yang sungguh luar biasa , mana ada wanita yang mampu menolaknya " bukan maksud Juan menjilat , hanya saja yang saat ini pria itu katakan adalah sebuah fakta tentang Reno.


Pria tampan , mapan , kaya raya , pewaris tunggal dan tergolong pria bersahaja yang tak pernah melakukan hal yang neko - neko di sepanjang hidupnya. Bukankah tak ada alasan bagi Rani untuk menolak lamaran dari pria itu


" Kau terlalu menyanjungku Juan . Aku tidaklah sesempurna itu , masih banyak kekurangan yang aku miliki di hidupku ini dan aku berharap semoga wanita itu lah yang akan mau melengkapi kekurangan yang kumiliki saat ini " Reno tampak berucap sambil membayangkan wajah Rani yang saat ini tengah terlihat tersenyum malu menatap ke arahnya.

__ADS_1


" Banyak berdoalah , hanya Tuhan yang mampu membolak balikkan hati manusia " saran Juan yang diangguki oleh Reno kembali


Selain Anton , Juan juga memang teman terbaik yang Reno miliki. Pria itu selalu mau menjadi pendengar dan seorang penasehat bagi dirinya.


__ADS_2