Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 58


__ADS_3

" Mari kita menikah "


Deg


Gerakan tangan Rani yang saat ini tengah mengusap berusaha membersihkan semburan yang sebelumnya sempat ia semburkan ke wajah Reno tampak melayang dan berhenti seketika di udara


Mata wanita itu tampak mengerjap pelan , berusaha menyadarkan diri bahwa yang ia dengar sebelumnya dari mulut Reno adalah tidak nyata.


" Apa maksud pak Reno ? " tanya Rani yang saat ini masih dalam keadaan bingung disertai rasa penasaran yang membuncah di dalam sana.


" Mari kita menikah Rani " ulang Reno yang membuat Rani spontan jadi terbelalak dengan mulut yang terlihat sedikit menganga karena terkejut mendengarnya


Tak ada angin tak ada hujan. Bahkan badai halilintar pun tak ada terdeteksi saat ini di sekitaran tubuh Rani. Tapi kenapa pagi ini ia bisa dilamar langsung oleh pria tampan dan kaya seperti Reno.


" Ini mustahil kan , pasti ia sedang bermimpi " batin Rani lagi - lagi tampak berucap di dalam sana.

__ADS_1


" Bapak sedang melakukan prank ? " tanya Rani spontan yang membuat Reno jadi tertawa lepas mendengarnya.


Baru pertama kali ini Reno melakukan lamaran langsung terhadap seorang wanita dan dikatakan sedang melakukan prank terhadapnya.


Bukankah calon istrinya ini begitu lucu


Batin Reno tampak berucap di dalam sana yang membuat pria itu jadi semakin merasa cinta sekaligus tak sabar untuk segera meminang janda muda tersebut untuk ia jadikan seorang istri.


" Tidak Rani, saya sungguh - sungguh . Mari kita menikah "


" Ta..tapi pak. Kita tidak memiliki kedekatan seperti itu selama ini " cicit Rani yang membuat Reno jadi tersenyum mendengarnya.


" I...iya sih. Tapi status kita berbeda selain itu saya ini seor...."


" Aku tidak pernah membandingkan kasta yang dimiliki oleh setiap orang Rani. Bukankah di mata Tuhan kita adalah sama. Dan dengan statusmu , maaf... yang seorang janda , aku juga tak perduli. Ini masalah hati , dan hatiku menginginkanmu untuk menjadi pendamping hidupku. Untuk saat ini dan untuk nanti dan selamanya "

__ADS_1


Nyesss...


Ucapan Reno benar - benar membuat seorang Rani jadi langsung terharu mendengarnya


Namun sekaligus sakit secara bersamaan, karena ia jadi mengingat tentang Bara yang dulu pernah melakukan lamaran dan mengatakan hal yang sama seperti yang Reno ucapkan saat ini kepadanya


Jujur ...Rani masih merasa trauma akan sakit yang Bara torehkan kedalam hati rapuh yang ia miliki.


" Apakah aku harus membuka hatiku untuk pria lain kembali " pikiran Rani tampak meragu di dalam sana.


Ia tak mau lagi akan mengalami rasa sakit yang sama seperti yang telah ditorehkan oleh Bara sebelumnya


" Pikirkanlah terlebih dahulu , aku tak memaksa dan meminta jawabanmu hari ini. Semua aku serahkan kepadamu dan yang maha penguasa. jika kau mau menerima pinanganku , disaat itulah aku akan mengucap beribu terima kasih , tapi kalau tidak..aku akan berusaha mengikhlaskannya . Jangan pernah menjadikan pengakuan cintaku ini sebagai sebuah beban Rani . Semua keputusan kuserahkan padamu untuk memilihnya " terang Reno secara bijak yang membuat Rani jadi semakin terharu dan merasa kagum terhadap sosok atasannya itu.


" Apakah dia pria galak dan dingin yang sering aku temui " batin Rani tersenyum hangat di dalam sana.

__ADS_1


" Terimakasih pak Reno. Ucapan anda akan saya pertimbangkan. Berikan saya waktu seminggu untuk berpikir , dan di saat itulah saya akan memberikan jawaban pasti milik saya kepada bapak " jawab Rani yang membuat Reno terlihat mengangguk dan tersenyum hangat ke arah wanita tersebut.


" Berapa lama pun waktu yang kau butuhkan untuk berpikir, aku akan selalu setia menunggunya Rani "


__ADS_2