Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 53


__ADS_3

Mendengar ucapan Reno yang secara terang - terangan menginginkan Rani, membuat Bara menjadi terasa langsung panas di dalam sana.


Sungguh ia belumlah bisa ikhlas apabila mantan istrinya itu di cintai apalagi di miliki oleh pria lain saat ini.


" Dengarkan itu nyonya Mira yang terhormat. Keponakan saya ini baik dan memiliki hati yang bersih. Jadi jangan lagi anda berusaha menjahati ataupun memfitnah Rani. Keponakan saya ini tak akan pernah meminta uang sepeser pun kepada putra anda yang suka selingkuh itu. Bahkan lihatlah calon suami keponakan saya ini , jika dibandingkan dengan Bara - putra anda. Dia mah gak ada apa - apanya " ucap Bi Dian menggebu dengan nada yang terdengar sedikit menyombongkan diri.


Tidak apa - apa menyombongkan diri dengan orang sombong sesekali . Pikir bi Dian di dalam sana yang sudah merasa dongkol dan juga empet ketika mendengar ocehan menyakitkan dari Mira untuk keponakannya.


" Cuih mana mungkin pria sekaya dia mencintai Rani dengan sungguh - sungguh. Saya yakin dipakai sekali pasti Rani akan dibuangnya ke tong sampah , atau jangan - jangan Rani ingin dijadikan istri simpanan. Atau yang lebih parah lagi kalian berdua menggunakan ilmu hitam untuk membuat pria sekaya dia terjerat dalam pesona gadis kumuh itu " tunjuk Mira ke arah Reno dan Rani bergantian sehingga membuat kedua orang itu jadi terdengar melantunkan istigfar di depan sana.

__ADS_1


Sepertinya otak wanita paruh baya di depannya sudah mengalami konslet akut , hingga membuat wanita itu jadi mengoceh yang tidak - tidak di hadapan semua orang.


Bara yang melihat tingkah ibunya yang semakin menggila dan membuat malu tentu saja tak tinggal diam.


Dengan gerakan sigap, pria itu terlihat menarik lengan milik Mira agar segera keluar dari kerumunan yang ada di dalam supermarket besar itu.


" Bara lepasin tangan mama, kamu apa - apaan sih menarik lengan mama seperti menarik seekor kambing " ucap Mira menghempas kasar tangan Bara yang saat ini tengah terlihat menariknya.


Bukannya semakin bertambah umur ibunya jadi berpikiran dewasa dan tak berbuat dosa.Hal yang dilakukan oleh Mira malah terlihat sebaliknya.

__ADS_1


Ibunya itu benar - benar menguji kesabaran Bara sampai ke ujung tanduk.


" Malu ? Kenapa mama juga mesti malu , disaat mama hanya ingin mengungkap kebenaran yang ada tentang mantan istri kamu itu " ketus Mira yang dinasehati oleh Bara malah semakin menjadi - jadi


" Tahu lah ma..aku pusing. Udah mikirin masalah di perusahaan yang gak kelar - kelar. Eh sekarang aku malah dibikin pusing sama kelakuan mama yang bikin malu " Ujar Bara yang beranjak memasuki dalam mobil hendak meninggalkan Mira yang terlihat misah misuh di tempatnya berdiri.


Sedangkan di belakang sana Sinta tampak menguap kecil bosan , wanita itu seakan acuh tak acuh tak perduli dan menjadikan perlakuan Mira terhadap Rani itu merupakan sebuah pertunjukkan yang menghibur dirinya di dalam sana.


Entah mengapa , Sinta begitu merasa puas ketika melihat Rani yang di caci maki sekasar itu oleh Mira - mertuanya. Namun ada hal yang tidak ia sukai, mengingat tentang Rani yang akan segera dinikahi oleh pria tampan dan kaya seperti Reno.

__ADS_1


Hal itu membuat Sinta yang awalnya terlihat senang jadi langsung berubah menjadi kesal seketika.


" Kenapa wanita itu nasibnya beruntung sekali , Sial!!! "


__ADS_2