
Bulan demi bulan telah berlalu dan tanpa terasa masa idah yang Rani alami akibat perceraiannya dengan Bara terlewati sudah.
Yang dimana membuat Reno, selaku pria yang selama ini mencintai Rani secara diam - diam jadi langsung terlihat bersorak senang riang gembira tatkala mengetahui bahwa Rani sudah lepas dari masa idah yang wanita itu jalani.
" Hah...rasanya aku sudah merasa tak sabar lagi ketika melihatmu berubah status menjadi pendamping hidupku Maharani " gumam Reno yang saat ini tengah memandangi sebuah foto candid milik Rani yang secara diam - diam ia ambil sewaktu Rani bekerja di ruangan miliknya.
******
Sementara Rani juga tampak semakin merasa betahan dan juga nyaman bekerja di perusahaan yang Reno miliki.
Semenjak Margareth yang digiring dan dijebloskan ke dalam penjara oleh Reno. Hari - hari yang Rani miliki di perusahaan itu sangatlah terasa damai dan tentram.
Tak ada yang berani merundung , maupun menjelekkannya lagi. Bahkan sikap semua para karyawan itu cenderung berubah menjadi ramah dan baik kepada Rani, hal itu tentu saja disebabkan karena selain mereka takut akan di jebloskan kepenjara seperti yang Margareth alami. Mereka juga tak memiliki alasan khusus untuk membenci wanita berstatus janda tersebut.
Rani merupakan seorang wanita yang baik hati serta humble kepada siapa pun. Wanita itu juga suka membantu setiap karyawan di sana apabila mereka memiliki kesulitan, sehingga membuat orang - orang di perusahaan itu yang mengenal sosok Rani jadi merasa senang dan malah ingin berteman baik dengan wanita tersebut.
"Terima kasih ya Ran atas kue donatnya...besok aku boleh pesan lagi gak..soalnya ponakan aku ulang tahun besok " ujar Mita salah satu karyawan di perusahaan Reno.
" Oh tentu saja boleh, nanti aku kasih bonus dech , biar tambah kenyang makannya " balas Rani ramah.
" Wih enak dong kalau begitu, aku juga mau pesan ya Ran buat cemilan anak aku dirumah "
" Ya aku juga , buat pacar aku . Katanya enak kemarin aku kasih cicip "
semua karyawan tampak serempak memesan kue donat yang beberapa hari lalu Rani sempat bawakan untuk mereka.
Niat hati ingin berbagi, eh..malah wanita itu kebanjiran orderan. Dan tentu saja Rani tak akan menolak dan menyia - nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah untuknya.
" Ya...iya..semua pasti akan aku buatin plus bonus - bonusnya . Aku tulis dulu yaa biar gak lupa..siapa tadi yang pesan.." ucap Rani menggebu yang saat ini tengah diliputi semangat empat lima di dalam dada.
Semua karyawan disana tampak berjejer rapi guna mengantri memesan donat kepada Rani. Tanpa mereka semua sadari saat ini tengah ada sepasang mata elang yang tengah menatap tajam ke arah Rani berada
" Ada apa ini ? "
__ADS_1
deg!
Sebuah suara bariton terdengar sehingga membuat ruangan yang awal mulanya riuh kini terdengar sepi seketika.
" A...anu pak " ucap Seorang karyawan ingin menjawab namun karena saking merasa gugupnya pria itu akan kehadiran Reno yang secara tiba - tiba diantara mereka, hingga membuat karyawan itu jadi terdengar sulit untuk menjelaskannya.
" Anu apa ? " tanya Reno tegas.
" Maaf pak saya sedang mencatat pesanan donat dari para karyawan " Rani yang tampak menjawab.
Lagipula sekarang ini merupakan waktu istirahat bagi karyawan , jadi tidak masalah bukan jika mereka mempergunakan waktu istirahat mereka untuk mengorder donat, begitulah pemikiran Rani di dalam sana.
" Donat ? " tanya Reno penasaran.
" iya pak...donat buatan Rani enak lo pak, coba dech bapak coba pesan juga pasti ketagihan seperti kami " ucap seorang karyawan yang tampak ikut memberanikan diri menimpali ucapan Rani.
" Iya pak benar ..coba dulu dech pak. Anak saya saja sampai juga ikut ketagihan di buatnya " seru karyawan yang lain sehingga membuat ruangan yang awalnya terlihat sunyi itu kini malah terlihat mulai ribut kembali.
" Du..dua ribu biji pak " ucap Rani tergagap , wanita itu tampak tak percaya akan mendapatkan orderan sebanyak itu dari Reno.
" Iya dua ribu biji. Kamu bisa kan ? " tanya Reno mengulangi permintaannya.
" I..insya allah bisa pak. Saya janji pasti akan membuatkannya untuk bapak, beserta bonusnya " ujar Rani senang.
Di dalam sana wanita itu sangat begitu bersyukur akan rejeki yang Tuhan berikan kepadanya hari ini
" Aku harap bonusnya kamu jadi istriku Rani " batin Reno tampak berbicara.
******
" Assalamualaikum....Bi..bi Dian " teriak Rani yang sudah tampak tak sabar ingin memberikan kabar bahagia yang ia miliki kepada bibinya di rumah
" Wallaikum salam...ada apa Rani kok kamu kelihatan senang begitu " tanya Bi dian heran.
__ADS_1
" Aku punya kabar gembira , bi. Bibi ingat gak sama donat buatanku yang aku bagikan beberapa hari yang lalu kepada para karyawan di kantornya Reno " Rani tampak antusias bercerita, dengan mengait lengan Bi dian dan mendudukan wanita paruh baya itu bersama di atas sofa.
" Ya bibi ingat , memang kenapa dengan donat itu ? " tanya Bi Rani yang tampak semakin dibuat penasaran
" Itu loh, hari ini banyak yang pesan donat buatan Rani. Bahkan pak Reno pun juga ikutan pesan. Dan bibi tahu aku dapat orderan berapa dari pak Reno ? " tanya Rani yang di gelengi oleh bi Dian.
" Dua ribu biji bi....banyak bukan "ucap Rani senang , yang membuat Bi Dian juga ikut merasa senang mendengarnya.
" Masyaallah..Alhamdullilah Rani. Rejeki anak baik dan soleh sepertimu pasti akan selalu didengar dan dilancarkan oleh sang gusti Allah " balas bi Dian ya begitu bersyukur akan nikmat rejeki yang diberikan sang penguasa alam kepada keponakannya tersebut
" Ya udah..kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke toko kue buat beli semua bahan - bahannya. Bukankah bahan kue kemarin sudah pada habis bibi lihat di dapur ? "saran bi Dian yang diangguki oleh Rani.
" Ayo bi kita berangkat " Rani tampak bangkit dengan semangat empat limanya
" Kamu gak ganti baju dulu ? "
" Gak usah bi, nanti keburu tutup tokonya. Lagian Rani masih wangi kok. Rani kan sekarang kerja kantoran " ujar Rani membanggakan diri dengan gaya bercandanya yang membuat Bi Dian jadi terkekeh kecil melihatnya.
" Ya..ya ...yang udah dapat kerja kantoran , yang kerja sambilan jadi tukang penjual donat " goda Bi dian yang membuat kedua wanita itu jadi tertawa lepas bersama.
******
Di dalam toko kue
" Ini..ini ..dan ini , apalagi ya bi kira - kira yang kurang ? " pikir Rani sembari melihat beberapa barang yang telah ia masukkam ke dalam sebuah troli
" Tepung terigunya kayaknya kelupaan Rani " sahut Bi Dian yang membuat Rani jadi langsung terlihat menepuk jidat seketika.
" Oh iya yaa..gimana sih aku ini mau buat donat tapi gak beli tepung terigu" cengir Rani yang membuat Bi dian jadi merasa gemas melihatnya.
" Rani "
Deg
__ADS_1