Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 62


__ADS_3

Mendapat hadiah bekal pertama dan bunga dari Reno , membuat Rani makin jadi berbunga - bunga di dalam sana.


ia sungguh tak menyangka apabila pria galak itu bisa bersikap sangat romantis terhadap wanita sederhana sepertinya.


______


" Semoga saja dia mau menerimanya " gumam Reno sedikit gugup diruangannya.


Entah ilham dari mana pria itu ingin sekali memberikan sebuah makan siang kepada Rani , sebenarnya niat di awal pria itu ialah ingin mengajak Rani untuk makan siang berdua di sebuah restoran.


Namun hal itu tak mungkin ia lakukan mengingat mereka berdua bukanlah muhrim saat ini yang dimana mereka bisa terkena gosip miring dan berita tak sedap seketika yang dimana hal itu akan memberatkan Rani yang saat ini tengah berstatus janda kembang di kehidupannya.


Tidak


Reno tak ingin hal buruk itu sampai terjadi kepada Rani - wanita pujaanya


Sebelum permintaan lamaran yang ia berikan kepada Rani diterima oleh wanita itu , sebisa mungkin Reno tak akan terlalu dekat dengan Rani.


Ia berniat menjaga dan melihat gadis itu dari jarak jauh , dan bersabar sebelum hari itu tiba


" tok tok.."


" Masuk " ucap Reno


petugas office boy yang tadi sempat disuruhnya untuk mengantar bunga dan juga makan siang kepada Rani terlihat masuk kedalam ruangan yang Reno miliki.


" Bagaimana apakah dia menerimanya ? " ucap Reno tak sabar sehingga pria paruh baya itu jadi tersenyum geli melihatnya.


" Tenang pak..semua mah beres jika sudah ditangan saya "


" Benarkah...apa dia mengucapkan sesuatu ? " tanya Reno kembali dan lagi - lagi membuat burhan - office boy paruh baya itu jadi semakin tertawa kecil melihatnya.

__ADS_1


Pak burhan merupakan orang kepercayaan milik Reno. Berpuluh puluh tahun pria itu telah bekerja di perusahaan milik Reno tersebut. Bahkan pria itu sudah mengenal Reno , sebelum pria muda itu menduduki posisi direktur di perusahaan milik keluarga Sainq wijaya saat ini. Yang dimana membuat Burhan sudah mengganggap Reno sebagai keponakan miliknya sendiri , begitu pula dengan Reno yang juga menghormati Burhan sebagai pamannya sendiri.


Kejujuran dan keuletan Burhanlah yang membuat keluarga Reno jadi sangat menyukai pria itu , sebenarnya Reno ingin mengubah posisi office boy terhadap Burhan ke posisi yang lebih tinggi lagi di perusahaan itu.


Namun sayang , hal itu ditolak halus oleh Burhan


Dia menyukai dan cukup puas akan posisi miliknya sekarang ini , lagipula Burhan tak mau membuat orang lain jadi merasa iri terhadapnya karena keistimewaan yang ia dapatkan dari keluarga Reno yang menyukainya


Burhan lebih suka keadilan. Maka dari itu pria paruh baya itu memberikan kesempatan kepada orang - orang yang benar bertalenta untuj menduduki posisi jabatan hang ditawarkan oleh Reno kepadanya.


" Nona Rani menerimanya dengan binar bahagia , lihatlah ..! Bahkan paman mendapatkan sekotak donat dari gadis ayu yang saat ini sedang kamu taksir itu " Burhan tampak berucap sembari memperlihatkan sekotak donat yang sebelumnya diberikan oleh Rani kepada pria itu.


" Donat..?..hmm paman boleh gak kalau aku minta sekotak donat buatan Rani itu " cengir Reno yang membuat Burhan jadi menahan tawa mendengarnya


Ternyata atasan yang terkenal galak itu bisa berubah jinak kalau sudah ketemu pawangnya..apalagi ia lihat bahwa Reno sedang sangat falling in love terhadap seorang gadis yang bernama Rani saat ini.


Rasanya Burhan ingin sekali tertawa terbahak sekarang , namun ia tahan karena tak mau membuat Reno menjadi malu


" Gimana ya...rasanya sayang sekali jika donat ini kuberikan padamu " goda Burhan yang terlihat semakin gemas kepada Reno - yang saat ini terlihat semakin frustasi dihadapannya.


" Ayolah paman...nanti akan kuganti , paman boleh makan sepuasnya di kantin perusahaan selama seminggu" ucap Reno sembari tersenyum memohon , raut wajah yang akan hanya ia tunjukan kepada orang terdekatnya.


" Ck..ini ambillah ..dasar anak muda jaman sekarang , kena senggol sihir cinta sedikit saja langsung jadi berubah bucin " decak Burhan sembari pura - pura kesal , padahal dalam hati milik pria itu saat ini sedang merasa senang dan mendukung jika Reno bisa melepaskan status jomblo akut yang disandangnya saat ini.


" Terima kasih paman..paman memang seorang office boy terbaik di perusahaan ini "


" Alah...kamu ini. Kalau ada maunya baru muji - muji paman. Ya udah !! Paman mau lanjut bekerja dulu "


" Ingat makan paman.." seru Reno senang tatkala melihat Burhan yang akan beranjak pergi dari dalam ruangannya


" Iya...tapi ngomong - ngomong . Paman sangat setuju apabila kamu mau mendekati gadis itu. Seperti dia gadis yang baik hati dan sangat cocok dengan dirimu yang berwajah dingin dan bertemperamen galak " tawa Burhan mengejek dan melanjutkan langkahnya keluar ruangan yang Reno miliki

__ADS_1


" Dasar orang tua itu selalu saja suka menyindirku. Hemm...rasanya donat ini sangat sayang jika ku makan. Begitu cantik seperti yang buat. Hah....Rani - Rani...jika seperti ini terus rasanya lama - lama aku bisa jadi gila " Reno tampak bergumam seorang diri


Pria itu terlihat memutar - mutar kursi kebesaran miliknya sembari membayangkan wajah Rani yang terasa sangat indah dan begitu mendebarkan tatkala tak sengaja terlintas di dalam pikiran yang Reno miliki saat ini


*****


" Lagi bikin apa nich keponakan bibi yang cantik " tegur Bi dian yang membuat Rani jadi terjingkat kaget seketika mendengarnya


" Astagfirullah Alladzim...bibi ini bikin Rani kaget saja " ucap Rani sembari mengelus dada miliknya


" Lagian bibi lihat kamu itu konsentrasi banged di dapurnya. Lagi bikin apa sih!! pagi - pagi begini udah terlihat sibuk amat di dalam dapur " balas Bi dian penasaran dengan kegiatan keponakannya di pagi buta seperti ini sebelum ia berangkat bekerja.


" Ini lagi buat sarapan dan makan siang buat pak Reno...upsss!! " Rani langsung menutup mulut miliknya sendiri karena tanpa sadar telah mengucapkan keinginan hatinya kepada bi Dian. Harusnya kan hal ini harus Rani rahasiakan , bukan karena kenapa - napa..hanya saja ia malu jika ketahuan.


Tapi sekarang malah sudah ketahuan dan hal itu akibat kesalahan gadis itu sendiri.


" Ayooo.....udah mulai kirim - kirim sarapan dan makan siang nich " goda Bi Dian yang selalu memberi lampu hijau kepada hubungan Rani dengan Reno - mantan anak majikan yang pernah wanita paruh baya itu asuh


Blush


Digoda seperti itu tentu saja langsung membuat wajah Rani jadi berubah merah seketika.


" Bukan gitu bi..kemarin pak Reno kirimin Rani makanan dan bunga , jadi Rani ingin membalas kebaikan dari pak Reno ..uppss...astaga...mulutku ini kurang bisa direm " Rani tampak keceplosan kembali yang dimana Bi Dian jadi langsung tertawa lepas melihatnya


Kebiasaan dari keponakannya itu memang tak pandai berbohong dan menyimpan rahasia


" widih...widih...ternyata udah seromantis itu toh....kalau begitu ...cepat atuh kasih jawaban ke Renonya , waktu seminggu sudah semakin dekat " goda Bi Dian yang dimana membuat jantung Rani yang berada di dalam sana jadi berdebar hebat saat ini


Sekilas mata Rani tampak memicing ke arah kalender dinding berada


Degh

__ADS_1


Hanya tersisa dua hari lagi , dan saat itulah Rani harus memberikan jawaban pasti kepada Reno.


" Ya...Allah berikan petunjukmu. Bantu aku untuk memilih jawaban yang benar dan tepat untuk pak Reno nantinya "


__ADS_2