Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 37


__ADS_3

" Astaga Reno , kamu ini apa - apaan sih. Kenapa semua barang kamu berantakin dan hancurin kayak gini " pekik Mira tatkala melihat kekacauan yang dilakukan oleh putranya di dalam ruang kerja pribadi miliknya


" Rani..ma..Rani...dia telah berhasil mendapat putusan cerai dari pengadilan " jawabnya yang membuat Mira jadi merasa lega di dalam hati


" Bukankah itu bagus Bara , jadi kau hanya perlu fokus terhadap Sinta dan juga Tania saja saat ini. Tak usah pusing lagi mengurusi kehidupan wanita mandul itu " ucap Mira yang bukannya membuat emosi Bara jadi teredam , malah membuat pria itu jadi semakin murka didalam sana


" Lebih baik mama keluar dari sini sebelum aku melakukan hal yang tidak - tidak kepada mama nanti " sahut Bara yang membuat mata Mira jadi terbelalak seketika


" Kau berani mengusir mama Bara , wanita yang telah melahirkan dan merawatmu selama ini " pekik Mira tak terima


" Aku bilang pergi!!! " bentak Bara menatap tajam ke arah Mira berada , sehingga membuat nyali wanita paruh baya itu jadi langsung menciut seketika


" Ba...baiklah Bara..mungkin kau perlu waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu " jawab Mira gagap dan langsung keluar ruangan dengan tubuh yang sedikit terlihat gemetar karena takut akan perubahan sikap putranya tersebut


Selama ini Bara memang tidak pernah meluapkan emosi jiwanya secara terang - terangan kepada Mira , karena memang pria itu yang merasa tak tega untuk melakukannya kepada wanita yang berstatus menjadi ibu kandungnya tersebut


Ia selalu mengalah , bahkan ia memilih diam tatkala ia tahu ibunya salah karena telah menekan batin istri pertamanya dulu ketika menikah hanya karena perbedaan status sosial yang mereka miliki. Ditambah lagi dengan Rani yang tak kunjung memberikannya seorang anak. Sehingga membuat Mira makin merundung wanita tak bersalah itu


Namun alih - alih membela , menyalahkan yang salah dan membela yang benar. Bara malah memilih diam saja , tatkala melihat Rani diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi di dalam biduk rumah tangga yang ia bangun sendiri bersama kekasih hatinya tersebut


Dan sekarang pria itu sedang merasa menyesal karena telah berdiam diri selama ini


Apalagi jika ia mengingat pengorbanan wanita itu selama ini di dalam pernikahan mereka


Benar - benar membuat hati Bara terasa amat sesak di dalam sana


" Maafkan aku Rani...maafkan aku...akh...!! " tubuh Bara tampak merosot diatas lantai , dengan punggung kekar yang ia sandarkan di depan meja kerja miliknya


Penampilan pria itu terlihat sangat berantakan seperti tak terurus

__ADS_1


Benar - benar mengenaskan


****


" Ma..mama kenapa mukanya pucat kayak begitu ? " tanya Sinta tatkala tak sengaja berpapasan dengan ibu mertuanya di depan lintu kamar


" Itu si Bara , bentak ibu ngamuk - ngamuk di dalam sana " tunjuk Mira ke arah ruangan kerja milik Bara


" Masak sih ma...mama jangan suka mengada - ada dech ma " jawab Sinta tak percaya , karena ia tahu bahwa selama ini mertuanya itu sangat disayangi sekali oleh Bara


Jangankan membentak , marah saja Sinta tak pernah lihat lakukan oleh suaminya itu terhadap Mira


" Yee...dibilangin malah gak percaya. Mending kamu gak usah ke ruangan Bara dulu , nanti kamu kena bentaknya juga. Ia lagi menggila gara - gara surat putusan cerai Rani sudah di setujui oleh hakim " penjelasan yang di ucapkan Mira sontak saja membuat Sinta jadi langsung terbelalak senang mendengarnya


" Beneran itu ma? " tanya Sinta memastikan


" Iya beneran..masak mama bohong sih untuk masalah sensitif seperti ini . Emang kamu pikir mama kurang kerjaan apa " ketus Mira yang membuat Sinta jadi tertawa kecil mendengarnya


Mana berani wanita itu mengungkapkannya secara nyata , bisa - bisa ia diajak perang oleh Mira karena dianggap sebagai menantu lancang terhadap mertua


Lagipula yang dihamburkan oleh Mira merupakan uang milik Bara , jadi tentu saja tidak apa - apa bagi Sinta. Untung saja Bara merupakan pria kaya , jadi Sinta tak usah khawatir apabila uang suaminya itu jadi terkuras karena kelakuan hedon yang dilakukan oleh mertuanya selama ini


Mendengar berita yang diucapkan oleh Mira membuat hati Sinta langsung jadi terjingkat senang mendengarnya


Bagaimana tak senang , berita yang ia dengar hari ini merupakan kabar bahagia yang selama ini Sinta tunggu - tunggu


" Akhirnya hari ini datang juga. Dimana hari ini aku akan menjadi istri satu - satunya seorang Bara wijaya " gumam Sinta dengan raut wajah bahagianya


" Udah..ah!! Mama mau keluar dulu. Mumet tahu tinggal di rumah terus. Mana Bara marah - marah lagi sekarang " ucap Mira hendak beranjak keluar rumah

__ADS_1


" Memang mama mau pergi kemana lagi? Bukannya mama baru pulang " tanya Sinta heran.


Mertuanya ini suka sekali kelayapan tak jelas sudah kayak ABG tua


" Mama mau ketemu teman arisan mama lagi . Biasa...mau ngerumpi " jawab Mira bohong


Padahal ia mau pergi ke apartemen miliknya yang saat ini ditempati oleh Brian , brondong simpanannya untuk melakukan hal yang tidak - tidak tentunya dengan pemuda tampan tapi brengsek tersebut


Tak mau berdebat dengan Mira , Sinta pun hanya terlihat mengangguk saja guna mengiyakan ucapan dari ibu mertuanya tersebut


Lagian kalau Mira dirumah kerjaannya juga main hp terus , tak pernah mau lagi bantu ngurusin Tania - cucunya


Padahal dulu waktu pertama kali Tania lahir kedunia , wanita itu sangat terlihat excited sekali. Dan dengan senang hati membantu Sinta untuk mengurusi keperluan cucu semata wayangnya tersebut. Tapi makin lama makin kesini perhatian Mira terhadap Tania jadi banyak berkurang


Sebenarnya Sinta heran sih , tapi istri kedua dari Bara itu tampak enggan untuk bertanya


Lagian sekarang Bara juga telah mempekerjakan seorang baby sitter muda untuk membantu Sinta dalam hal mengasuh Tania , sehingga membuat wanita itu jadi tak terlalu kewalahan dan ambil pusing dengan perubahan sikap Mira kepada cucunya


******


" Jadi Rani mau kerja ? " tanya Reno penasaran tatkala mendengar cerita Anton yang sedang berceletuk tentang Rani yang sedang mencari sebuah pekerjaan untuk mengisi waktu luangnya


" Ia...tapi sayang ijazah dia cuma sampai SMA " jawab Anton sambil memakan sepiring nasi goreng dihadapannya


Kedua pemuda tampan itu saat ini sedang menikmati makan siang bersama di sebuah restoran sederhana


Meskipun Reno merupakan pria dari kalangan konglomerat yang kaya raya , namun didikan dari Bi dian dan juga kedua orang tuanya membuat pria itu senang dengan kehidupan sederhana


Bahkan dia diminta pakai sepeda motor butut pun tak masalah. Malahan pria itu akan sangat merasa senang.

__ADS_1


Karena menurut Reno dengan penampilan dia yang sederhana seperti itu akan membuat pria itu menjadi tahu , siapakah orang yang selama ini mendekati dirinya dengan benar - benar tulus atau tidak


" Bagaimana jika kau coba sarankan Rani untuk bekerja di perusahaan milikku "


__ADS_2