
Deg!!
"Astaga...baru juga dipikirin kok udah ketemu aja "
Jantung Rani tampak berdegup cepat ketika matanya tak sengaja bertemu dengan mata elang milik Reno di depan sana.
" Kamu gak mau masuk ? " tanya Reno yang melihat Rani masih terdiam bak patung di depan pintu lift.
" Ah..ya ini saya mau masuk pak " balas Rani yang langsung memasuki ruangan lift yang hanya ada mereka berdua di dalam sana.
" Ya..Allah..kenapa kami hanya ada berdua saja di dalam sini " tanpa mereka sadari batin kedua insan itu mengucapkan hal yang sama.
Dengan menahan rasa gugup dalam diri masing - masing, Rani dan Reno berada di dalam di lift tersebut , berusaha memutar otak untuk mencari sebuah topik pembicaraan untuk memecahkan kesunyian dan rasa canggung yang saat ini ada di antara mereka berdua.
" Kamu sudah sarapan "
__ADS_1
" Bapak sudah sarapan "
ucap kedua orang itu hampir secara bersamaan hingga membuat Rani dan Reno jadi saling pandang sejenak lalu tertawa lepas secara bersama.
" Saya belum sarapan pak , keburu buru tadi soalnya saya bangunnya telat " ucap Rani jujur , yang mendahului Reno untuk menjawab pertanyaannya.
" Sama dong dengan saya, saya juga belum sarapan tadi pagi karena telat bangun juga " ujar Reno dengan senyuman manisnya yang sangat jarang pria itu tunjukkan kepada siapapun. Bahkan Rani pun juga tampak cengo melihat senyuman menawan yang baru pria itu tunjukkan dihadapannya.
" Ya..Allah nikmat mana yang kau dustakan . Jika setiap hari aku bisa melihat senyuman manis dari pria tampan begini mah ...makin semangat empat lima aku kerjanya. Mata yang awalnya merem bisa berubah jadi melek seketika " batin Rani tampak mencak terpesona di dalam sana tatkala kedua mata indah miliknya tak sengaja melihat makhluk cintaan Tuhan yang maha dahsyat tampan didepannya.
" Kalau begitu bagaimana jika kita sarapan bersama di ruangan saya " ucap Reno dengan sikap cold dan berkarismanya
" Ah..gak usah pak..gak usah..nanti saya sarapan di kantin perusahaan milik bapak saja , setelah membersihkan ruangan bapak " tolak Rani secara halus.
Mana mungkin dia menerima ajakan Reno.
__ADS_1
Rani masih tahu diri status yang dimiliki oleh dirinya saat ini.
Status janda muda yang disandangnya membuat Rani perlahan lahan mundur untuk bermimpi bersanding dengan seorang pria maha sempurna seperti Reno.
" Kamu tahu Rani , saya tidak pernah menerima penolakan di dalam hidup saya " suara bariton Reno terdengar berucap dengan begitu dinginnya sehingga membuat Rani yang awalnya terpesona dan mengagumi sosok pria tampan tersebut jadi berubah menelan ludah karena takut seketika.
" Yaa...Allah...tadi saja terlihat manis seperti marmut , eh sekarang malah berubah galak lagi seperti singa. Benar - benar bos memiliki kepribadian ganda " pikir Rani di dalam sana yang saat ini tengah terlihat menunduk takut di sebelah Reno berada.
" Ba..baik pak saya mengerti " jawab Rani sembari melirik kecil ke arah Reno.
Ting
pintu lift terlihat terbuka kembali dan memperlihatkan banyaknya para karyawan yang sedang menunggu giliran untuk masuk ke dalam lift
" Sekarang saja baru ramai , tadi kemana saja orang - orang ini "
__ADS_1