
Dua hari tampak telah berlalu dan hari ini merupakan hari yang ditunggu - tunggu oleh Reno
Hari dimana Rani akan memberikan jawaban atas lamaran yang telah ia berikan.
tujuh hari menunggu jawaban dari sang pujaan hati , membuat tidur Reno jadi tak tenang. jangankan tidur , bekerja pun pria itu juga merasa tak tenang. Karena selalu memikirkan Rani ..Rani seorang
Hanya nama dari wanita itu sajalah yang saat ini tengah terpatri kuat di dalam hati serta pikiran yang dimiliki oleh pria berwajah tampan itu
Tak perduli akan status Rani yang adalah janda bukanlah perawan. Yang terpenting bagi Reno saat ini adalah hati yang dimiliki oleh wanita itu dan juga hati yang ia miliki
Yang dimana hati milik Reno hanya tertuju dan terpanah kepada Rani seorang tak ada yang lain.
Dan kini disebuah restoran ternama , Reno mengajak Rani untuk bertemu.
Didalam restoran cukup ramai , sehingga tak akan membuat mereka berdua terkena fitnah ataupun hal yang tidak - tidak akan kerjadi kepada kedua insan itu
" Mau makan dulu ? " tawar Reno sembari menyerahkan buku menu ke arah Rani berada
" Terimakasih pak , saya mau minum saja " balas Rani agak sedikit sungkan serta gugup kepada Reno
__ADS_1
Jantung milik gadis itu sungguh sedang terasa tak sehat bagaikan bertalu - talu didalam sana ,begitu pula dengan jantung yang Reno miliki juga merasakan hal yang sama seperti yang Rani rasakan saat ini.
" Baiklah kalau begitu saya juga akan memesan minuman saja "
****
Beberapa menit menunggu dan dua minuman sudah terlihat terhidang di hadapan Rani maupun Reno
" Jadi..." ucap Rani dan Reno hampir secara bersamaan , sehingga membuat kecanggungan yang terjadi diantara mereka jadi bertambah seru dari sebelumnya
kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu tampak terlihat tertawa bersama , guna menahan debaran jantung yang saat ini tengah mereka rsakan di dalam sana
" Hmmm..sekarang adalah harinya. Bagaimana dengan ajuan ku waktu itu , apa kau menerimanya ? " tanya Reno penuh harap agar Rani berkata iya kepadanya
" Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada bapak karena bapak telah baik kepada saya"
" Aduh ! pasti gak diterima ini jika begini awalannya..ya Allah kuatkanlah hati hambamu ini jika memang Rani bukanlah untukku " batin Reno tampak berputus asa di dalam sana , padahal Rani belumlah menuntaskan ucapannya
" Ya Allah kenapa hamba seperti seseorang yang sedang melakukan pidato sih " rutuk Rani di dalam hati ketika melihat kebodohan dirinya saat bicara.
__ADS_1
Sebenarnya Rani tak ingin berbicara seperti itu, hanya saja lidah miliknya terasa sedang terkena sleding karena saking gugup dirinya saat ini tatkala melihat Reno yang saat ini tengah menatap intens dirinya sedang menunggu jawaban.
" Dan saya...."
deg..deg..deg
" Saya...."
Rani tampak menjeda ucapannya secara nerulang kali, sehingga membuat jantung milik Reno yang awalnya sudah merasa jumpalitan dangdutan di dalam sana kini malah berubah jadi mencak - mencak tak karuan seketika
" Saya bersedia menerimanya pak "
Syunnng...byar..byar..byar
Ribuan kembang api warna - warni terasa sedang menghiasi pikiran Reno saat ini
Rani menerima permintaan pinangannya
Dan sang penguasa semesta telah mengabulkan doa Reno yang selalu pria itu sematkan di dalam setiap doa miliknya
__ADS_1
" Ka..kau bersedia ? " ulang Reno kembali yang dimana hal itu membuat Rani jadi langsung terlihat mengangguk mendengarnya