
" Astaga apa - apaan itu tadi. Astagfirullah allazim jantungku..tolong bersabarlah, tunggu masa idah Rani selesai baru bisa kita pepet " gumam Reno , yang membuat asisten pribadi pria itu yang saat ini sedang berjalan di belakang Reno jadi sedikit merasa heran tatkala melihat kelakuan atasannya yang menurutnya sangatlah aneh untuk di lihat mata.
" Maaf tuan, apa anda mengatakan sesuatu "
" Tidak..tidak ada "
******
Sedangkan di tempat lain saat ini Rani tampak terlihat sedang menggerutu seorang diri.
" Tadi disuruh ngikutin, udah diikuti malah ditinggalin. Malah udah capek - capek ngejar lagi. Ini dokumen harus aku bawa kemana ya? " ketus Rani , yang akhirnya memutuskan untuk membawa semua dokumen itu kedalam ruangan Reno berada.
keringat basah terlihat membasahi kening yang wanita itu miliki.
Ternyata mengejar langkah seorang Reno lebih sulit dari pada mengejar seekor anak kucing orange.
****
" puk "
Tiga tumpukan tinggi berbagai jenis dokumen telah mendarat sempurna di atas meja kerja yang Rani miliki, sehingga membuat alis wanita itu jadi mengernyit heran seketika.
" Rani tolong kau rapikan semua dokumen dokumen itu, kalau bisa harus selesai hari ini juga yaa " ucap seorang pegawai yang bernama Celine.
" Maaf tapi saya ditugaskan untuk mengecek bagian lain dari mbak Mira, lagipula sepertinya ini bukanlah tugas saya. Karena selain perintah dari bu Mira, saya tidak bisa mengerjakannya " balas Rani tak terima.
Dia memang wanita baik, namun ia tak mau di tindas lagi seperti dulu.
Kebaikan yang ia miliki hanyalah akan Rani gunakan untuk menolong orang - orang yang lemah dan kesusahan, bukannya untuk menolong pegawai malas yang inginnya hongkang kaki mendapat gajih buta seperti yang dilakukan oleh wanita yang berpenampilan menor di depannya kini.
" Kau mau menentang perintahku, jadi anak baru jangan sok belagu ya, mentang - mentang dapat perhatian khusus dari pak Reno kau jadi ngelunjak " ketus Celine yang tak terima di bantah. Apalagi Rani secara terang - terangan menolak perintahnya sehingga membuat Celine yang agak angkuh itu jadi semakin meradang dibuatnya.
__ADS_1
" Maaf mbak bukan maksud saya melunjak, tapi itu memang bukanlah tugas saya. Jadi tentu saja saya menolak permintaan mbak " sahut Rani yang terlihat juga tak gentar dengan bentakan yang dilayangkan oleh Celine kepadanya.
Perjalanan hidup pahit yang di lalui oleh Rani membuat wanita itu jadi berubah kuat dalam menghadapi nenek lampir seperti Celine.
Ketika melihat Celine yang berperilaku kasar dan juga suka memerintah bagaikan bos kepadanya membuat Rani jadi mengingat tentang Mira- mantan mertuanya. Yang dimana membuat Rani jadi ikutan kesal ketika melihat perilaku wanita itu yang seenak jidatnya ingin menindas dirinya.
" Dasar wanita ini ...."
Celine tampak geram dan hendak menampar wajah mulus yang Rani miliki
Syutt
grep
" Kau " geram Celine karena tangannya di tahan kuat oleh Rani.
" Jangan pernah sekali - kali kau menyentuhku dengan tangan kasarmu itu " Rani terlihat menatap tajam ke arah Celine berada sehingga membuat seluruh tubuh milik wanita itu jadi langsung berubah gemetaran seketika.
Melihat kepergian Celine membuat Rani jadi bisa bernafas lega seketika
" Ya...Allah, ampuni hamba karena sempat dirasuki oleh amarah " ucap Rani sembari mengelus dada miliknya yang sempat berubah menjadi on fire karena tingkah Celine yang ingin mengerjai dirinya.
****
Brak
Celine terlihat membanting tumpukan dokumen yang sebelumnya tengah ia bawa dari ruangan Rani, sehingga membuat Margareth yang sedang terlihat duduk manis di atas meja kerjanya jadi terlonjak kaget seketika.
" Astaga Celine, kau itu apa - apaan sih!! Bikin kaget saja " ketus Margareth sembari mengelus dada miliknya yang sempat terkena sport jantung akibat kelakuan gila teman kerjanya itu.
" Aku sedang kesal tahu, masak si janda gatal itu berani sekali menolak perintahku buat merapikan dokumen - dokumen ini . Padahal hari ini aku ada janjian dengan Romi lagi " ketus Celine yang saat ini terlihat sedang memanyunkan bibirnya sepanjang dua senti kedepan.
__ADS_1
" Astaga...jadi dia berani nolak perintah lo " saut Margareth , bukannya menyiram kemarahan Celine dengan air. Wanita itu malah terlihat menyiram kemarahan yang Celine miliki dengan bensin.
Benar - benar teman yang sangat baik bagi iblis.
" Iya....lo tahu , dia juga malah berani nahan tangan gue waktu gue mau nampar dia. Dan lebih parahnya lagi dia isi ngancem gue lagi agar tak macam - macam sama dia " ucap Celine melebih - lebihkan fakta yang ada, sehingga membuat Margareth yang sedari awal memang sudah membenci seorang Rani , jadi langsung berubah dua kali lipat benci kepada sosok janda muda tersebut.
" Berani - beraninya janda itu. Udah kegatelan deketin Reno gue , sekarang wanita itu malah berani buat ngancam teman gue. Benar - benar harus di beri pelajaran tuch janda gatal " ucap Margareth menunjukkan bendera perang terhadap Rani.
Melihat hal tersebut tentu saja membuat Celine jadi merasa senang dibuatnya, tidak salah jika dia selama ini berteman baik dengan Margareth.
 Dengan begitu ia bisa memperalat Margareth untuk menyingkirkan semua orang yang dibenci oleh dirinya di perusahaan itu.
Tak masalah jika di kesehariannya dia harus dijadikan babu oleh wanita itu, yang terpenting segala keinginannya terpenuhi.
Margareth merupakan seorang anak dari orang kaya raya di kota itu, jadi segala permasalahan yang ia hadapi bisa langsung terselesaikan dengan uang banyak yang wanita itu miliki.
Berbanding terbalik dengan celine yang merupakan dari golongan keluarga sederhana. Yang membuat ia harus mencari kerja sampingan sebagai wanita bayaran.
Ya...kehidupan hedon serta gengsi tinggi yang dimiliki oleh seorang Celine membuat wanita itu jadi gelap mata, dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang yang melimpah ruah agar bisa menunjang kehidupan wanita itu yang sangatlah glamour.
******
Reno terlihat mengamati CCTV yang saat ini terlihat sedang terputar di depannya.
Tangan pria itu terlihat mengepal kuat , dengan rahang yang terlihat mengeras juga di depan sana. Tatkala kedua mata tajam miliknya yang tak sengaja melihat seluwet gambar tentang Rani yang hampir saja ingin ditampar oleh seorang karyawan perusahan miliknya yang bernama Celine.
Pria itu memang telah memasang cctv di ruangan milik Rani tersebut, agar bisa leluasa melihat pergerakan Rani apabila Reno merasa merindukan gadis yang dicintainya itu.
Namun alih - alih untuk melepas rindu , ternyata tanpa sengaja ia melihat insiden yang sangat tak mengenakan hati yang membuatnya jadi merasa on fire seketika
" Berani sekali wanita itu ingin menyakiti Cinderellaku "
__ADS_1