
"Jangan coba - coba kau mendekati Rani , karena dia hanya miliku seorang "
Mendengar ucapan yang di keluarkan Bara membuat Reno jadi tersenyum sinis
" Tentu untuk sekarang aku tak akan mendekatinya , karena aku adalah pria sejati yang tak ingin mendekati wanita yang masih berstatus sebagai istri orang " jawab Reno yang membuat Bara jadi menghembuskan nafas lega di belakang sana
" Tapi tidak untuk nanti " ucap Reno kembali yang membuat mata Bara yang awalnya sudah menunjukkan rasa lega kini malah kembali menjadi terbelalak
" Apa maksudmu ? " Bara menatap tajam ke arah Reno yang masih setia berdiri memunggunginya
" Aku akan mendekatinya ketika dia sudah sendiri dan tak memiliki ikatan apapun terhadapmu ketika sidang perceraian kalian selesai di pengadilan "
" Tidak ...itu tak akan terjadi. Aku tidak akan pernah menyetujui perceraian itu " geram Bara
Pria itu terlihat mengepalkan kedua tangannya merasa tak terima jika Rani di incar oleh pria lain
Bagaiamanapun Bara bertekad tak akan melepaskan Rani
Rani itu hanya miliknya seorang
tak ada pria lain yang boleh memilikinya selain dirinya
Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Bara membuat Reno terkekeh kecil
Sepertinya pria yang sedang ia temui saat ini sudah gila
Reno tampak memutar badan dan melihat ke arah Bara sejenak
" Kita lihat saja nanti , bagaimana ending dari pernikahan kalian yang telah kau cemari dengan sebuah pengkhianatan " tekannya dan berlalu pergi meninggalkan Bara yang mematung di tempat duduknya
"Cklek " pintu terbuka dari dalam
" Apa sudah selesai tuan ? "
" Hmmm..mari kita pergi..."
__ADS_1
Reno dan asistennya terlihat berlalu pergi , sementara Gerald sang asisten Bara terlihat menunduk hormat dan mulai melangkah masuk ke dalam ruangan guna menemui tuannya
Pyankkkkkk
pria muda itu begitu terkejut tatkala kekacauan yang terjadi di dalam ruangan tersebut
" Dasar Reno Bajingan !! Awas saja kau jika berani mendekati Raniku. " geram Reno dan berjalan keluar hendak pergi dari tempat yang telah ia kacaukan itu
" Kau urus kekacauan ini , jangan sampai awak media mengetahuinya " titah Bara kepada Gerald yang saat ini dengan setia berjalan di sampingnya
*****
Hari demi hari telah berlalu
Surat gugatan cerai yang diajukan oleh Rani tampak tak kunjung juga di tangani oleh Bara , begitu pula dengan sidang di pengadilan yang tak dihadiri oleh pria tersebut
Pria itu memang benar - benar ingin mempersulit Rani , dan tak mau berpisah
Tapi untung saja Anton merupakan seorang pengacara handal.
Sehingga membuat gugatan cerai yang diajukan Rani akhirnya di setujui oleh hakim
Bukti perselingkuhan dan juga pernikahan Bara yang tak diketahui Rani , ditambah lagi rekaman saat Bara menampar Rani di rumah Bi Dian
Itu sudah cukup menjadi bukti kuat kenapa gugatan cerai yang Rani layangkan kepada Bara bisa begitu mudah di terima dipengadilan meski Bara tak kunjung bersedia hadir disidang perceraian mereka
" Alhamdulilah nduk akhirnya kamu cerai juga " pekik bi Dian dengan rasa senang gembiranya
" Astagfirullah bi , cerai kok malah Alhamdulilah. Gimana ceritanya itu " tegur Rani yang membuat Bi Dian jadi langsung cengar cengir ditempat
" Ya gak papa toh. kalau kamu cerai sama suami yang baik dan tak berkhianat mungkin bibi akan sedih dan menyayangkannya. Lah ini , suamimu modelan pria brengsek seperti Bara. Bibi akan mengucap seribu syukur kepada sang gusti , karena ponakan bibi yang cantik dan manis ini sudah bisa terbebas dari belenggu pria pengkhianat itu " ucap Bi Dian menggebu yang membuat Rani jadi terharu mendengarnya
Untung saja gusti Allah masih memberikan seorang malaikat seperti bi Dian disisi Rani untuk menjaganya , jika tidak...
Entah bagaimana nasib wanita itu nantinya , tak memiliki sanak saudara maupun keluarga di dunia ini merupakan ujian terberat bagi wanita bertubuh mungil tersebut. Punya teman , namun hampir semuanya lost kontak karena ketika Rani menikah dengan Bara , pria itu sangatlah over protektif terhadap kehidupannya. Sehingga membuat Rani tak memiliki teman kembalipl
__ADS_1
Mungkin ia tak akan sekuat ini dalam menjalani cobaan hidup yang Tuhan berikan tentang pernikahannya bersama Bara
" Terimakasih ya bi udah mau Rani repotin selama ini , dan terimakasih juga karena bibi udah mau menjaga Rani yang yatim piatu ini " ujarnya yang membuat air mata Bi Dian jadi langsung menetes seketika
Keponakannya ini nasibnya memang malang sekali
Ditinggal pergi oleh orang tua menghadap sang pencipta sejak kecil sehingga membuat wanita itu jadi tumbuh dewasa sebelum waktunya.
Bukan keinginannya tapi keadaan yang membuat Rani seperti itu. Dan sekarang rumah tangganya hancur karena kehadiran seorang pelakor dengan suami yang iman kurang kuat sehingga dengan mudah terhasut dan masuk kedalam kubangan penuh dosa
" Mulai sekarang jalani harimu dengan baik ndukg Kamu sudah terbebas dari belenggu pernikahan yang menyakiti batinmu. Pergunakan waktumu untuk lebih mendekatkan diri kepada sang gusti Allah. Kamu harus yakin segala cobaan yang saat ini sedang menerpa hidupmu merupakan sebuah ujian yang akan membawamu nanti ke kehidupan yang lebih baik. Percayalah semua akan indah pada waktunya " tutur lembut Bi Dian sehingga membuat Rani terharu biru mendengarnya
Begitu pula dengan Anton yang saat ini tengah berdiri tak jauh dari dua wanita berbeda usia tersebut
Pria itu pun berjanji pada dirinya sendiri , bahwa ia tak akan mempermainkan wanita lagi seperti yang sebelumnya pernah ia lakukan pada para kekasihnya
******
" Lalu rencananya kamu mau apa sekarang Ran ? Apa kamu mau kembali bekerja seperti dulu ? Tanya Bi Dian ketika mereka bertiga telah sampai di dalam rumah
" Rencananya Rani mau kerja kembali bi seperti dulu. Rani kurang suka diem dirumah. Tapi Rani masih bingung mau kerja apa , Rani kan hanya lulusan SMA. Sedangkan bibi tahukan kalau sekarang cari kerja pada susah. Yang S1 , D3 aja pada nganggur. Apalagi Rani yang lebih rendah pendidikan dari mereka " jawab Rani dengan tatapan lesu
" Jangan mudah menyerah dulu. Ingat kata pepatah. Kalau jodoh tak akan kemana , begitupula dengan rejeki. Kalau rejeki itu sudah milik kita , pasti akan jatuh di kita pula .Tuhan tak akan pernah salah kirim alamat Rani . Jangan kau samakan jasa kirim Tuhan dengan jasa kirim tukang ojek biasa yang pastinya pernah nyasar dalam mengirim barang " ujar Bi Dian yang membuat Rani dan Anton jadi langsung tertawa berjamaah
Memang kebiasaan dari wanita paruh baya itu kalau lagi ceramah pasti disisipkan dengan sebuah candaan , sehingga membuat orang yang sedang diceramahi panjang lebar olehnya tak merasa mumet maupun pening. Malah mereka semua jadi tertawa lepas , dengan beban pikiran yang mulai berkurang
" Iya bu Ustad " jawab Rani dan Anton bersama yang membuat mereka bertiga jadi kembali tertawa di dalam ruangan itu
******
pyaaarrrrr
Akhhh !! Sial...
" Astaga Reno , kamu ini apa - apaan sih. Kenapa semua barang kamu berantakin dan hancurin kayak gini "
__ADS_1