Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 43


__ADS_3

" Ehem...." Reno tampak berdehem keras yang membuat kontak mata yang dilakukan oleh Rani dan juga Abian jadi terputus seketika.


" Astaga! Aku kok malah bengong menatap wajah tampan milik Abian " gerutu Rani yang saat ini tampak tergesa - gesa mengumpulkan berkas - berkas yang masih terlihat tersisa berhamburan di atas lantai.


Sungguh dalam hati , Rani benar - benar merasa takut saat ini. Ia takut akan kena marah oleh Reno.


Pengalaman tempo lalu dari wanita itu yang tanpa sengaja melihat kemarahan Reno dalam mendisiplinkan serta menegur kecerobohan para karyawannya , membuat nyali yang Rani miliki jadi langsung menciut seketika.


Benar perkataan Bi Dian tempo lalu di rumahnya , bahwa Reno kalau sudah marah seramnya melebihi seekor Singa yang bagaikan siap menelan orang hidup - hidup di hadapannya.


Dan tentu saja hal itu membuat Rani jadi semakin berhati - hati dalam melakukan pekerjaannya agar tidak menjadi korban kemarahan dari bos besar dingin di perusahaan tempatnya bekerja itu.


" Apa yang kau lakukan disini ? " tanya Reno ke arah Abian berada.


" Tentu saja melakukan pemotretan , apalagi ? " sahut Abian dengan santai.


Sesekali pria berwajah tampan itu terlihat melirik ke arah Rani yang saat ini sudah mulai bangkit dari berjongkok ria dibawahnya.


Reno yang melihat pergerakan mata dari sepupunya tentu saja merasa sangat geram di dalam sana. Tidak akan dia biarkan sepupunya yang casanova mata keranjang itu untuk mendekati calon istrinya.


" Aku rasa ruang pemotretan bukanlah di lantai ini " ketus Reno yang bukannya membuat Abian marah, pria itu malah terlihat tertawa lepas mendengarnya.


" Opppss...sory , sepertinya aku nyasar salah lantai. " ujar Abian yang langsung terlihat berjalan mendekat ke arah Rani berada


" Hai, perkenalkan aku Abian " ujar Abian sembari merentangkan satu telapak tangan miliknya ke arah Rani.


" Rani " jawab wanita itu sopan dengan menundukkan sedikit kepala yang ia miliki guna membalas salam dari Abian.


Melihat uluran tangannya tak disambut oleh Rani, membuat Abian jadi terlihat agak keki di hadapan gadis itu.


Entah mengapa , rasa tertarik yang Abian miliki terhadap Rani terasa jadi begitu bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.

__ADS_1


" Benar - benar wanita yang menarik " ucap Abian dalam hati.


" Sampai ketemu besok ya, hari ini jadwalku lumayan sibuk. Jadi tak bisa menemanimu untuk mengobrol " ujar Abian kembali yang membuat raut wajah Rani jadi berubah bingung seketika.


" Ah..tidak apa - apa " jawab Rani singkat.


Ia tidak tahu harus menjawab apa kepada pria itu, tapi yang jelas Rani merasa sangat bahagia sekali karena sudah dipertemukan dengan idola favoritenya.


Rani jadi mengingat ketika dulu ia masih menjadi istri seorang Bara. Karena tak diberi ijin oleh mantan suaminya itu pergi keluar seorang diri, sehingga membuat Rani lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah untuk menonton televisi sebagai hiburan.


Dan saat itulah ia mengenal sosok Abian yang selalu terlihat berseliweran di dalam tv, sehingga mmebuat wanita itu jadi langsung mengidolakannya.


 Itupun ia lakukan disaat ia telah membersihkan rumah miliknya dengan Bara. Karena waktu itu memang Ranilah yang menolak jika Bara ingin mengangkat seorang asisten rumah tangga untuk mereka.


Selain untuk menghemat pengeluaran, Rani juga ingin menjadi istri yang diandalkan oleh Bara. Ia ingin melayani suaminya itu dengan kedua tangannya sendiri, berharap pria itu akan bertambah cinta terhadapnya.


Namun ending pernikahannya sungguh tak bisa Rani percaya, boro - boro ia makin di cintai. Dirinya malah diselingkuhi oleh pria brengsek itu.


Jika ia ingat tentang terpergoknya perselingkuhan yang Bara dan Sinta lakukan, rasanya Rani ingin sekali menyunat ulang burung perkutut milik pria itu saat ini juga.


" Ba..baik pak " sahut Rani bergegas mengekori Reno yang saat ini telah berjalan jauh di depannya.


" Astaga nie pak Reno kenapa jalannya cepat sekali " gerutu Rani yang hanya bisa ia lakukan di dalam hati.


Tentu saja langkah Rani dalam mengejar langkah Reno sangatlah kalah cepat, pria itu saat ini dalam mode cemburu buta. Sehingga tanpa sadar membuat kaki panjang milik pria itu jadi terus melangkah cepat dan meninggalkan Rani dengan gerakan kaki pendeknya mengejar dibelakang.


Karena saking tergopohnya Rani mengejar langkah cepat pria itu , sembari membawa tumpukan berkas di tangannya. Sehingga membuat Rani tak mengetahui bahwa tubuh tegap milik bosnya itu saat ini tengah berhenti mendadak di depannya.


Bugh


eh!

__ADS_1


grep


Tubuh mungil milik Rani tanpa sengaja menabrak tubuh tegap milik Reno, sehingga membuat gadis itu hampir saja terjatuh karena kehilangan keseimbangan.


Untung saja gerak refleks yang dimiliki Reno sangat cepat, sehingga dengan mudahnya tangan pria itu menangkap tubuh ringan yang Rani miliki hingga tak jadi terbentur dengan lantai marmer yang saat ini tengah menjadi saksi bisu keromantisan yang telah di lakukan oleh dua orang manusia yang berlawanan jenis tersebut.


Deg


Jantung Rani tampak bertalu talu didalam sana, begitu juga dengan jantung yang Reno miliki.


Hingga membuat kedua pasang mata milik kedua orang tersebut tanpa sadar jadi saling pandang satu antara lainnya.


" Ekhem.."


Sebuah deheman keras terlihat langsung membuyarkan lamunan kedua orang tersebut.


Dan dengan gerakan kikuk malu - malu Reno pun berusaha mendirikan Rani agar wanita itu bisa berdiri dengan tegak.


Begitu pula dengan Rani yang saat ini wajahnya sudah terlihat merah bagaikan kepiting rebus yang baru saja habis berjemur di sebuah pantai lepas karena baru saja terpergok telah terpesona dengan ketampanan yang seorang Reno miliki.


Siapa didunia ini yang tak akan terpesona dengan ketampanan maha sempurna yang dimiliki oleh seorang Reno Sainq wijaya.


Hampir seluruh wanita mengagumi serta mendambakan sosok pria tersebut untuk dijadikan suami di kehidupan mereka nantinya.


Sudah kaya, baik , tampan..meski agak galak. Tapi itu tak menyurutkan niat dari para gadis itu untuk memperebutkan seorang Reno untuk mereka miliki.


Begitu juga dengan Rani yang juga merasa terpesona dengan sosok bos di tempat bekerjanya itu, namun sayang seribu sayang....saat ini sosok Rani hanya sebatas mengagumi saja sosok pria maha sempurna itu tidak lebih.


Tak ada niatan sedikit pun bagi gadis cantik itu untuk memperebutkan hati pria itu untuk ia miliki.


Rani cukup tahu diri dengan status yang ia miliki saat ini, lagipula hancurnya pernikahan miliknya bersama dengan Bara sebelumnya karena sebuah pengkhianatan , membuat Rani jadi merasa trauma untuk gadis itu membuka lembaran baru bersama pria lain kembali.

__ADS_1


" Maaf pak saya menganggu, waktu meeting sudah mau dimulai " ujar seorang pria yang Rani tahu merupakan tangan kanan Reno.


" Hmm..." Reno terlihat mengangguk dan mulai melangkahkan kedua kakinya untuk menuju tempat rapat berada tanpa mau menoleh ke arah Rani kembali, karena sedang saltingnya pria itu terhadap Rani.


__ADS_2