Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 67


__ADS_3

" Assalamuallaikum..." salam Rani saat memasuki rumah.


Wajah wanita itu terlihat sangat berseri dan tampak bahagia jauh dari hari biasanya. Dan hal itu tentu saja membuat bi Dian yang tengah melihat raut wajah Rani jadi langsung terlihat mengernyit heran penasaran seketika.


" Wallaikum salam. Ada apa nich keponakan bu de senyam senyum sebahagia ini ...rasa - rasanya pasti ada kabar baik nich yang sedang di bawa oleh keponakan bu de yang paling gelis ini " goda Bi Dian yang membuat Rani jadi semakin terlihat malu mendengarnya.


" Hiss..Bibi ini sukanya ngegodain Rani terus , mending Rani langsung pergi ke kamar aja gak jadi cerita " Rani tampak mencoba merajuk , yang dimana hal itu membuat bi Dian malah jadi semakin tertawa lepas melihatnya


" Yah..gak boleh gitu dong Ran..bibi ini udah nanggung penasarannya , jadi gak usah merajuk ya. Nanti bibi buatin gado - gado spesial buat Rani "


" Aduh ! Gimana yaa " Rani tampak pura - pura berpikir kembali yang membuat Bi dian jadi terlihat gemas didepannya.


" Udah jangan banyak berpikir , ayo buruan cerita ada berita apa hari ini ? " dengan raut wajah yang tampak antusias , bi Dian pun menarik lembut tangan yang Rani miliki dan membawa gadis itu untuk duduk di sebuah sofa yang selalu setia berada di ruang tamu rumah wanita paruh baya itu miliki.


" Ayo.. jadi apa ceritanya ? "


" Sepertinya bibi ku yang cantik ini sangat penasaran sekali "


" Tentu saja penasaran. Apapun kabar yang ingin diberitahukan oleh keponakan bibi yang cantik ini pasti akan selalu bisa membuat bibi jadi langsung jadi penasaran " balas Bi dian yang terlihat masih sangat antusias di depan sana


Dan hal itu tentu saja mampu membuat senyuman manis dan hangat yang Rani miliki jadi terlihat


Dengan degupan jantung yang masih tampak bertalu - talu di dalam sana , Rani pun menghirup udara segar sejenak dan mulai menceritakan perihal kabar baik yang saat ini tengah ingin ia sampaikan ke bibi tersayangnya tersebut


" Tadi siang aku sudah memberikan jawabanku kepada mas Reno bi.." balas Rani dengan menggantung


" Lalu kamu berikan jawaban apa padanya ? " tanya bi dian yang semakin terlihat jadi dua kali lipat penasaran dari sebelumnya


deg..deg..deg


bukan jantung Rani saja yang saat ini tengah berdebar di dalam sana , melainkan jantung bi Dian juga

__ADS_1


" Rani jawab....( Rani tampak melirik wajah bi Dian secara sekilas )..Rani menerima pinangan mas Reno " lanjutnya


" Alhamdullilah...." seru Bi Dian dan juga Anton terdengar secara bersamaan , dan hal itu tentu saja mengalihkan perhatian Rani dan juga Bi Dian jadi langsung teralihkan ke arah pria muda tersebut berada


" Anton....." pekik Rani dan bi Dian secara bersamaan.


" Sory ikut mendengarkan , tapi salah ibu dan Rani saja yang membicarakan hal sepenting itu di ruang tamu . Kan Anton yang mau masuk rumah jadi sengaja mendengarkannya " cengir Anton yang membuat pria itu langsung mendapat timpukan bantal sofa dari sang ibu kandung


" Astaga bu...kalau muka gantengku jadi berubah bentuk gimana. Main lempar - lempar bantal segala , susah lo cari anak yang wajahnya tampan seperti aku ini " goda Anton kembali yang membuat bi Dian jadi semakin geram melihatnya


" Halah..gayamu ganteng, masih gantengan Reno , calon suaminya Rani "


Blush.


Mendengar ucapan bi Dian yang mengatakan bahwa Reno merupakan calon suami dirinya, membuat raut wajah Rani jadi langsung bersemu merah seketika di tempat


" Hedeh..hedeh...baru dikatakan calon suami aja sudah membuat kamu jadi memerah begitu , apalagi ntar kalian lamaran dan nikah. Jangan sampai kamu jadi pingsan Ran nantinya " ledek Anton yang membuat pria itu kembali terlihat mendapatkan timpukan bantal sofa dari tangan putih bersih yang Rani miliki


sedangkan disisi lain bi Dian tampak tertawa lepas melihat hal tersebut


Bagi dirinya , kebahagian yang Rani miliki saat ini merupakan kebahagiaan yang ia miliki


Karena menurut bi Dian , Rani merupakan wanita yang berhak bahagia di dalam kehidupannya


Banyak lika liku kepahitan yang telah wanita itu hadapi , dan Bi Dian berharap bahwa Reno...pria yang pernah diasuhnya dulu sewaktu kecil . Bisa menjadi tempat dimana Rani mencari kebahagian dan juga jalan menuju pahala dan pintu surga kelak nantinya


******


" Assalamualaikum " Reno tampak memasuki mansion mewah miliknya.


Dengan dada berbunga - bunga , Reno terlihat berjalan memasuki mansion dengan siulan dan juga nyanyian kecil dari dalam bibir yang pria itu miliki

__ADS_1


Yang dimana hal itu tentu saja jadi langsung membuat para pelayan , satpam , bahkan kucing milik ibunya pun juga tampak ikut terperangah setelah melihat kelakuan aneh dari majikannya itu yang tampak lain dari hari biasanya ,


" Wallaikum salam " balas Kaila dan Gibran sedikit menganga ketika melihat perilaku anak mereka yang saat ini terlihat di luar nalar


Siapa yang tak terkejut apabila raut wajah pria yang biasanya dingin serta tegas , kini malah terlihat tersenyam senyum ria bagaikan seorang pria arrogant yang sedang mengalami sakit jiwa


Gibran tampak menyenggol sekilas bahu milik istrinya , memberi isyarat kepada Kaila agar mau menanyakan kenapa putranya bisa bertingkah segila itu saat ini


Dengan gerutuan kecil Kaila pun tampak berniat bertanya tatkala melihat Reno yang sudah terlihat sedang terduduk santai di depan mereka.


" Ini tuan minumannya " ucap pelayan sembari meletakkan es jeruk seperti kebiasaan pria itu minum untuk menghilangkan rasa haus dahaga setelah pulang dari bekerja


" Terimakasih bi " senyum Reno yang membuat bukan hanya pelayan yang sedang pria itu senyumi saja menjadi mengalami jantung copot , melainkan Gibran dan juga Kaila yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik pria itu juga terlihat menganga di depan sana


Ini benar - benar sudah tak beres . Maksudnya sejak kapan putra mereka itu bisa tersenyum ramah seperti itu terhadap orang lain . Palingan biasanya Reno akan mengucapkan kata terimakasih dengan diiringi raut wajah datar dan dingin yang pria itu miliki


Dan hari ini merupakan hari bersejarah untuk mereka semua karena bisa melihat senyuman manis dan menawan milik pria berwajah maha tampan tersebut


" Reno...are you oke ? " tanya Kaila hati - hati takut menyinggung


Sebenarnya ia takut , namun wanita itu tetap ingin berusaha bertanya


Tentu saja sebagai wanita yang telah melahirkan Reno kedunia ini membuat Kaila jadi sangat penasaram dengan perubahan sikap dari putra semata wayangnya tersebut


" Aku baik - baik saja ma. Bahkan aku ingin menyampaikan berita baik kepada mama dan papa saat ini " Reno tampak berucap dengan senyum cerah selalu menghiasi wajah tampan milik pria tersebut, yang dimana hal itu tentu saja membuat Kaila dan juga Gibran , sontak jadi langsung saling pandang kembali dan dengan rasa penasaran yang juga ikut terlihat membucah di dalam sana.


" Berita apa ? " kening Kaila tampak berkerut tak sabar , begitu pula dengan Gibran di sampingnya


" Reno ingin melamar seorang gadis dan menikah "


Duarrr

__ADS_1


Ribuan kembang api tampak menari - nari diatas kepala Kaila dan Gibran saat ini . Begitu pula dengan suasana hati milik kedua pasangan suami istri itu yang juga tampak tengah senang meletup - letup didalam sana.


" Kalau begitu mari kita jemput calon mantu kita dan lamar sekarang "


__ADS_2