Ponsel Rahasia Milik Suamiku

Ponsel Rahasia Milik Suamiku
Bab 26


__ADS_3

Deru mobil terdengar memasuki halaman rumah mewah yang Bara miliki , sontak saja hal itu membuat Mira - ibu kandung dari Bara langsung terperanjat dari duduknya berharap kabar gembira akan ia dengar hari ini tentang Bara yang benar - benar sudah menceraikan Rani - menantu tak diharapkannya tersebut


Dengan wajah lesu Bara tampak memasuki rumah besarnya


Benar - benar wajah yang bagaikan seperti manusia tanpa raga ketika Mira melihatnya , sehingga membuat wanita paruh baya itu jadi mengkerut dan semakin genjar mendekati sang menantu kesayangannya - Sinta guna mencari tahu hal apa yang telah terjadi di kediaman kumuh milik keluarga Rani tersebut


" Sin..sin..itu suamimu kenapa , kok tampangnya kayak orang lagi kena mabuk laut begitu sih ! " cerca Mira Kepo yang masih setia menatap kepergian Bara yang mulai menaiki tangga menuju ruang kerjanya


Mendengar ocehan sang ibu mertua sebenarnya membuat Sinta sangat gerah mendengarnya


Baru datang bukannya dikasi minuman dingin dulu , eh ini malah di kasi pertanyaan yang panjangnya kayak rel kereta api . Benar - benar mertua yang gak ada akhlak. Pikir Sinta di dalam sana namun di kenyataannya tentu saja berbeda


Wanita itu benar - benar pintar sekali mengendalikan mimik wajah agar tak singkron dengan isi hatinya


Dengan senyuman manis dan suara yang terdengar sabar serta lembut pun Sinta mulai menceritakan perihal yang terjadi sebelumnya di rumah yang keluarga Rani miliki


Tak lupa juga wanita itu memberikan bumbu - bumbu penyedap agar mertua yang sedang mendengarkan cerita tentang Rani itu makin meradang dan jadi tambah membenci istri pertama dari suami tercintanya tersebut


Benar - benar definisi dari pelakor licik yang banyak memiliki siasat jahat dalam pikirannya


Sedangkan Mira yang memang dari awal sudah tak terlalu menyukai kehadiran Rani di kehidupan putranya , tentu saja jadi mudah terhasut akan ucapan dari menantu keduanya tersebut


" Benar - benar wanita licik , lihat saja mama disini akan memaksa Bara untuk menceraikannya . Enak saja minta harta gono gini sama Bara . Se sen pun mama tak akan sudi membiarkan Bara untuk mengeluarkan uang untuk wanita mandul itu " ucap Mira dengan sangat menggebu sehingga membuat Sinta yang melihatnya langsung menarik sudut bibir secara sembunyi - sembunyi karena senang akan kebencian Mira terhadap Rani


" Udah sabar aja ma , aku juga gak akan membiarkan mas Bara lakuin itu kok . Kalau gitu aku ke kamar dulu ya ma , mau mandi ...soalnya gerah dari tadi adu mulut di rumah kecil milik keluarganya Rani itu " ujar Sinta yang diangguki oleh Mira


" Lagian kalian juga ngapain mau - maunya datang kerumah kumuh seperti itu , bukannya janjian di restoran mahal kek. Kan jadinya gak kegerahan kayak gini " omel Mira yang membuat Sinta merasa pening mendengarnya


Untung saja wanita itu merupakan ibu kandung Bara - pria yang dicintainya , kalau tidak mungkin Sinta sudah memplester mulut wanita paruh baya itu dengan menggunakan lakban agar tak bisa berkicau cerewet seperti itu lagi di hadapannya

__ADS_1


" Iya ma...udah dulu yaa...aku tinggal ke kamar " jawab Sinta pada akhirnya , wanita itu tampak berlalu dan menuju kamar miliknya


Tidak lupa ia melihat keadaan Tania - putri kandungnya di dalam kamar yang saat ini sedang bersama pengasuh yang ia bayar untuk menjaga putri kecilnya tersebut


*******


" Kamu mau makan apa Nduk , ayo kita beli diluar yukk !! Kebetulan bibi lagi malas makan di rumah " ujar Bi Dian berusaha menghibur keponakannya yang saat ini sedang dalam kondisi hati yang kacau balau


Rani tampak tersenyum manis walau pipinya terasa sakit saat ini " Boleh , Rani mah ngikut aja bi...tapi pipi Rani " wanita itu tampak memegang sebelah pipinya yang terlihat memerah sedikit kebiruan saat ini


Melihat keadaan pipi Rani , Bi Dian pun berpikir sejenak . Memang tak mungkin bagi keponakannya itu untuk keluar dalam keadaan pipi merah kebiruan seperti itu , kelihatan sekali bahwa ponakannya yang cantik itu habis kena kekerasan oleh orang lain


Hal tersebut tentu saja akan berdampak buruk bagi Rani


Alih - alih menghibur , tindakan bi Dian ini mungkin akan menambah rasa sakit di hati keponakannya tersebut


Ting


" Kamu tunggu sebentar disini ya nduk " ujar Bi Dian yang langsung diangguki oleh Rani


kedua alis milik wanita itu tampak berkerut ketika melihat adik dari ibu kandungnya itu langsung berlari ke arah dalam kamar meninggalkan dirinya di ruang tv seorang diri


Beberapa menit kemudian


" Nah ayo kesini nduk " ucap Bi dian sambil membawa alat make up di tangannya


" Mau apa bi ? " tanya Rani heran


" Udah kesini aja , nanti kamu juga akan tahu " ujarnya yang mau tidak mau Rani pun menurut karena penasaran

__ADS_1


Setelah beberapa menit Bi Dian sat set sat set mengutak atik wajah ayu yang Rani miliki


" Lihatlah...gimana ? Udah gak kelihatan kan bekas lebamnya " ucap Bi Dian sembari memberikan sebuah cermin kecil dihadapan Rani


Melihat wajahnya yang berubah menjadi cantik dan mulus kembali , membuat Rani jadi menganga tak percaya


" ini..bagaimana bisa ? " tanya Rani yang membuat Bi dian jadi tersenyum bangga dengan keahliannya


Selama bekerja di rumah keluarga besar Reno , Bi Dian memang selalu di kursuskan berbagai macam keahlian oleh nyonya Kaila , salah satu diantaranya yaitu kursus kecantikan mengaplikasikan make up ke kulit. Dan kali ini akhirnya keahliannya itu berguna untuk keponakannya - Rani


" Apa sih yang bibimu ini tak bisa lakukan di dunia ini " ujar Bi Dian sedikit menyombongkan diri dalam logat bercanda yang membuat Rani jadi tertawa lepas dan spontan memeluk tubuh gempal milik bibi yang sudah ia anggap seperti ibu kandung dirinya tersebut


" Bibi memang yang terbaik di dalam hidup Rani "


" Eiittt....stop !! Jangan nangis ...nanti make up nya luntur tahu ,bukan jadi bidadari lagi malah nanti jadi serem kayak kuntilanak kalau luntur " ucap Bi Dian yang semakin membuat Rani jadi semakin tertawa lepas mendengarnya


" Aww...aduh..duh ..pipiku "lenguh Rani sambil memegang pipinya yang masih terasa sedikit sakit


" Kamu itu nduk..nduk..bibi itu cuma menyamarkan bekas lebam di pipimu , bukan menghilangkan dan menyembuhkannya . Ya kalau ketawa di kontrol toh , jadi sakit lagi kan " ceramah Bi Dian yang membuat Rani jadi menyengir kuda seketika


" Iya bi...Rani lupa , habisnya bibi make up in wajah Rani bagus banged . Jadi Rani lupa dech kalau pipi Rani nyatanya masih bengkak di atas sini "


" Ya udah kalau gitu kita keluar yukk..mumpung hari masih belum larut malam . Lagian ini malam minggu , pasti banyak yang nongkrong di lapangan depan sana . Siapa tahu nanti kita bisa ngintipin orang lagi pacaran kan seru tuh !! " cengir Bi Dian yang membuat Rani jadi mendelik seketika


" Astaga bi...Istigfar..itu gak boleh "


" heheh..iya iya bercanda , jangan serius gitu nanti cepat tua . Ayo berangkat keburu malam " ucap Bi Dian kembali yang langsung diangguki oleh Rani


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komentnya ya jika kalian suka


__ADS_2