
Kayla cemberut sepanjang koridor sekolah, pacarnya terus menerus mengoceh tentang peraturan yang tidak boleh kayla langgar.
"Poin paling penting dari peraturan ini kamu gak boleh.."
"Gak boleh berinteraksi sama cowok! ih aku sampe hapal tau al, kamu emang gak bosan ngomongin itu mulu tiap hari aku aja yang dengernya bosan banget"
Altaric terkekeh gemas pada kayla lalu merangkul pinggang pacarnya ketika menyadari ada cowok yang curi curi pandang.
"Gak ada kata bosan untuk ingetin kamu kayla, kamu kan suka lupa"
"Masa, gak ada tuh"
Altaric mengetuk pelan jidat kayla saking gemasnya "Gak ada gak ada. Mau aku ingetin kejadian minggu lalu"
"Gak perlu"
Kayla sampai berteriak mengundang banyak perhatian kearah mereka. Namun kayla memang tipekal gadis yang tidak pedulian jadilah dia tetap melanjutkan langkahnya dengan memeluk lengan altaric.
"Aku gak mau lagi liat kamu berantem kaya kemaren, serem tau"
"Makanya kamu jangan nakal dan bikin aku menggila kaya kemaren"
"Maaf"
MINGGU LALU..
Kayla menggeleng kuat menolak untuk satu kelompok dengan randy. Bukannya apa, kayla hanya takut jika pacarnya tau maka dia akan mengamuk.
"Kamu keberatan dengan keputusan saya kayla angelisa?"
Kayla yang ditatap tajam oleh gurunya jadi menunduk takut tak bisa berbuat apapun selain menerima jika dia satu kelompok dengan cowok yang berarti kayla telah melanggar peraturan dari altaric.
"Kerjakan sekarang tapi kalian harus mencari jawabannya dari referensi buku diperpustakaan dan kumpulkan sepulang sekolah nanti. Apa ada lagi yang ingin kalian tanyakan"
"Gak ada bu"
"Baik kalo begitu silahkan kalian keperpustakaan tapi jangan ribut"
Kelas 12 Ips pun berbondong bondong keluar kelas menuju perpustakaan, berat rasanya menginjakan kaki kesana dimana ruangan yang menyimpan berbagai buku yang memusingkan.
Brak..
"Al! Al!"
"Ck al gue bawa berita hot"
Al yang memiliki nama panjang altaric fernando. Terlihat jelas sangat malas meladeni rafael teman karibnya yang hobi berbagi gosip yang sama sekali tidak penting bagi altaric.
"Dengerin dulu coba" rafa merampas buku ditangan altaric dan menutupnya.
"Cepet, gue gak punya banyak waktu denger ocehan gak penting lo"
"Sebelum gue kasih tau ada baiknya gue jauhin dulu nih buku" rafa memindahkan buku tebal milik altaric kemeja lain "Kayla gue liat bareng cowok keperpus, keknya mereka ada tugas deh atau"
Brak
"Copot jantung gue! asyuu al mau kemana lo?!"
Rafa meraba dadanya yang berdegup tak karuan akibat altaric yang mendorong meja sampai terbalik.
"Duh perasaan gue gak enak deh"
Rafa pun memutuskan untuk mengejar altaric sebelum kejadian yang tak diinginkan terjadi.
BUGH
Aaaaaaaaa
__ADS_1
Dua cowok terlihat saling menonjok satu sama lain membuat gaduh perpustakaan, bahkan buku yang berjejer rapi banyak yang berjatuhan akibat benturan tubuh mereka.
"Tuh kan apa gue bilang" rafa berlari memisahkan altaric dari randy "Al udah al nanti lo dipanggil keruang bk"
"Lepasin gue raf! gue belum selesai hajar nih orang!"
"Salah gue apa brengsek sampe lo nonjok gue!"
"Lo deket deket cewek gue!"
"Gue cuma ngerjain tugas sama kayla, lo lebay banget jadi cowok!"
"Lo ngatain gue lebay?! anjing! "
Rafa sampai terhempas kebelakang karena tidak kuat melawan altaric.
"Kalian cowok apa bukan sih! bantuin elah jangan cuma diem" gertak rafa.
Randy sudah tidak berdaya dibawah kungkungan altaric. Mungkin jika altaric menonjoknya sekali lagi mungkin randy akan pingsan.
"Altaric stop!"
Altaric menahan kepalan tangannya yang sedikit lagi mengenai wajah randy. Kepalanya berpaling menghadap gadis yang terlihat ketakutan dengan lelehan air mata dikedua pipinya.
"Apapun situasinya gue gak bolehin lo dekat dekat kayla. Ngerti brengsek"
Altaric beranjak dari atas tubuh randy dan melangkah kearah kayla. Menarik tangan gadis itu membawanya keluar dari sana.
"Kay"
"Kayla"
"Sayang"
"Huh?" kayla menatap altaric seperti orang kebingungan.
"Aku gak ngelamun"
"Kamu lupa poin kedua gak boleh bohong"
"Bener al aku gak ngelamun"
"Kamu gak bisa bohongin aku kayla"
Kayla menunduk. Benar, kayla tidak bisa membohongi altaric, karena altaric akan cepat mengetahuinya.
"Maaf"
"Hm"
Selalu. Akhir dari pertengkaran mereka pasti dengan permintaan maaf kayla. Kadang kayla merasa hubungan cintanya dengan altaric sangat toxic tapi kayla juga tidak bisa memungkirinya jika kayla sangatlah mencintai altaric.
"Ayo aku anterin sampe depan kelas"
Kayla tersenyum ketika tangannya digenggam oleh altaric, rasanya hangat dan nyaman.
Ersya terus saja tersenyum menggoda kayla ketika gadis itu masuk kelas setelah diantar oleh pacarnya sampai didepan pintu.
"Sweet banget sih"
"Berhenti ah godain aku"
"Haha lucu banget muka merah lo kay pantes sih altaric cinta mati"
"Eum kamu sama rafa gimana?"
"Cie ngalihin pembicaraan" ledekan ersya makin menjadi.
__ADS_1
"Syaaa serius"
Raut wajah ersya berubah. Yang tadinya tertawa meledek kini jadi kusut.
"Yaa gitu gitu aja kay"
"Jelasin cepet"
"Kita lagi berantem"
"Loh kenapa? apa karena wulan lagi?"
Ersya mendengus sebal lalu mengangguk "Iya kay, rafa masih aja prioritasin temennya itu daripada gue"
"Coba omongin ini sama rafa, pelan pelan aja. Pasti dia ngertiin kok. Rafa harus bisa memilih"
"Ck udah pernah kay tapi percuma. Gue malah dimarahin"
"Nanti aku coba bantu kamu lewat altaric, siapa tau rafa mau dengerin altaric"
"Aaa makasih kaylaa lo emang temen terbaik deh"
Kayla tengah dikantin bersama ersya. Kenapa tidak dengan altaric, karena pacarnya itu sedang main basket bersama rafa.
"Sya boleh minta?"
"Gue bukannya pelit kay tapi lo gak bisa makan pedas nanti maag lo kambuh"
"Dikittt aja"
"Yaudah dikit aja, kalo pacar lo tau gue bisa diomelin tau"
Kayla bersorak senang. Dengan cepat kayla menyendokan kuah bakso yang super pedas itu kedalam mulutnya dan bergumam keenakan.
"Sya satu sendok lagi"
"Ehh tadi katanya dikit. Udah nanti perut lo sakit"
"Aaa mau lagi"
"Mau apa?"
Suara bass milik altaric mampu membungkam keinginan kayla yang tadi ingin kembali meminta bakso milik ersya.
"Gak ada"
"Ersya" nada ancaman yang tertuju padanya membuat ersya menelan pentol baksonya susah payah.
"A-anu kayla mau"
Kayla menggelengkan kepalanya agar ersya diam tidak mengadu pada altaric.
"Kepala kamu kenapa? sakit hm?"
"Hihi iya nih al kayaknya aku sakit kepala"
Altaric duduk disebelah kayla dan menyandarkan kepala kayla kebahunya. Memijit pelan kepala kayla agar rasa sakitnya berkurang.
"Mau pulang gak? biar aku antar sayang"
"Gak usah pulang. Sakitnya gak sakit sakit banget al"
Kayla mengaduh sambil memegang perutnya. Ersya melotot apa secepat itu efek dari memakan baksonya tadi.
"Kayla perutnya kenapa?"
"Auw"
__ADS_1
"Ayo kita pulang!"